DAFTAR YANG BERULANGTAHUN KELAHIRAN DAN PERKAWINAN 29 NOPEMBER S/D 05 DESEMBER 2020

ULANG TAHUN KELAHIRAN

  1. Raju Sagala, 29-11-2000, 20Th, KP.KRISTEN
  2. Anryan Kristian Samuel Pardosi, 29-11-2007, 13Th, KP.KRISTEN
  3. Maruli hasibuan, 29-11-2012, 8Th, WON.4 KP.TARUTUNG
  4. Togu Novalina Hutabarat S.Sos, 30-11-1986, 34Th, KP.KRISTEN
  5. Beni Marpaung, 01-12-1992, 28Th, KP.KRISTEN
  6. Samuel P Sianturi, 01-12-2008, 12Th, KP.KRISTEN
  7. Kristiani Silaban, 01-12-2014, 6Th, TELADAN/WON.1
  8. Rafael Tampubolon, 01-12-2017, 3Th, PARLUASAN
  9. Welsing Parulian Marpaung, 02-12-1962, 58Th, PARLUASAN
  10. Tomas Sidabutar, 02-12-1971, 49Th, KP.POLRI
  11. Sapta Christin Manik, 02-12-1992, 28Th, PSR HITAM / KP.TOBA
  12. Ronaldo Gunawan Siagian, 02-12-2003, 17Th, ALAB DAME
  13. Paruhum Tomu Raja Sihotang, 02-12-2004, 16Th, WON.3
  14. Joel Kristian Sirait, 02-12-2008, 12Th, KP.KRISTEN
  15. Tiominar br Napitupulu, 03-12-1959, 61, KP.KRISTEN
  16. Deasy Natalie Edward Siagian, 03-12-2002, 18Th, ALAB DAME
  17. Mariana Magdalena Tambunan, 03-12-2003, 17Th, TELADAN/WON.1
  18. Windy Marpaung, 04-12-2001, 19Th, PARLUASAN
  19. Gressya Tiurma Kristina Pangaribuan, 04-12-2008, 12Th, TELADAN/WON.1
  20. Kiev Hasea Benito Simbolon, 04-12-2015, 5Th, ALAB DAME
  21. Rellina Lubis, 05-12-1946, 74Th, WON.2
  22. Denny Panjaitan, 05-12-1975, 45Th, ALAB DAME
  23. Jujur P Tamba, 05-12-1975, 45Th, ALAB DAME
  24. Desti Helena br Napitupulu, 05-12-1988, 32Th, WON.3
  25. Edy Syahputra Siregar, 05-12-1995, 25Th, KP.POLRI
  26. Risma Yunita Sagala, 05-12-1997, 23Th, KP.KRISTEN
  27. Andrea Syobe Siagian, 05-12-2006, 14Th, TELADAN/WON.1
  28. Evangelina Renhard Sitanggang, 05-12-2012, 8Th, M.MUDA
  29. Raman Darvito Simanjuntak, 05-12-2017, 3Th, KP.KRISTEN

ULANG TAHUN PERKAWINAN

  1. Joni Betman Gultom / Mutiara br Sinambela, 29-11-1977, 43Th, WON.3
  2. Robert Panggabean S.Pd / Sinta Uli Silitonga A.Md, 29-11-2008, 12Th, ALAB DAME
  3. Sahat Maruli Tua Sihotang / Asmiati Nababan 29-11-2016, 4Th, WON.3
  4. Desmon Purba / Saurna Saragih, 30-11-1983, 37Th, WON.3
  5. Pandapotan Sibarani / Tristiani Emma Hutajulu, 30-11-1983, 37Th, KP.KRISTEN
  6. Jani Sirait / Ita Rosmaulina, 30-11-1990, 30Th, TELADAN/WON.1
  7. William Togap Marojahan Sinaga / Novita Eka Fitri br Silaban, 30-11-2019, 1Th, KP.KRISTEN
  8. Hotdin Franki Sihite / Nuriati Lumbangaol, 01-12-2000, 20, PARLUASAN
  9. Pintor Hasudungan Sihaloho / Angelia Greace Nova Lina br Pakpahan, 01-12-2018, 2Th, PARLUASAN
  10. Walter Amdi Marpaung / Diana Aritonang, 02-12-2013, 7Th, KP.KRISTEN
  11. Ir Montang Siagian / Debby Yolanda V Purba, 03-12-2004, 16Th, TELADAN/WON.1

DAFTAR YANG BERULANGTAHUN KELAHIRAN DAN PERKAWINAN, 22 – 28 NOPEMBER 2020

ULANG TAHUN KELAHIRAN

1          Novrando Simbolon, L, 22-11-1990, 30Th, WONOSARI 2

2          Novita Sari Simanjuntak, P, 22-11-2001, 19Th, ALAB DAME

3          Yessica Delarosa Nainggolan, P, 22-11-2002, 18Th, WONOSARI 3

4          Gaga Christian Fernando Napitupulu, L, 22-11-2005, 15Th, KAMPUNG POLRI

5          Christian Nopendra Pasaribu, L, 22-11-2007, 13Th, ALAB DAME

6          Zilvania Roselin Felicia br SIregar, P, 22-11-2017, 3Th, ALAB DAME

7          Pasti Siagian, P, 23-11-1951, 69Th, PARLUASAN

8          Lima Wartina Naibaho, P, 23-11-1970, 50Th, WONOSARI 4 KAMPUNG TARUTUNG

9          Rolia  Br Silitonga, P, 23-11-1976, 44Th, WONOSARI 2

10         Tiurlan  Sipahutar, P, 23-11-1977, 43Th, KAMPUNG KRISTEN

11         Sarah Novita Sakeraya Napitupulu, P, 23-11-2001, 19Th, PASAR HITAM / KAMPUNG TOBA

12         Jerida Tampubolon S.Pd, P, 24-11-1967, 53Th, ALAB DAME

13         Andi Simatupang, L, 24-11-1978, 42Th, TELADAN/WONOSARI 1

14         Tagam Luhut  Panjaitan, L, 24-11-1982, 38Th, TELADAN/WONOSARI 1

15         Handika Syahputra Tamba, L, 24-11-2003, 17Th, ALAB DAME

16         Yehezkiel Alexi Putra  Sihotang, L, 24-11-2017, 3Th, WONOSARI 3

17         Yehezkiel Alexsi Putra Sihotang, L, 24-11-2017, 3Th, WONOSARI 3

18         Riana Rajagukguk, P, 25-11-1937, 83Th, TELADAN/WONOSARI 1

19         Viktor  Sitompul, L, 25-11-1955, 65Th, KAMPUNG POLRI

20         Askot Maruli Pasaribu, L, 25-11-1969, 51Th, KAMPUNG POLRI

21         SARAH PURBA, P, 25-11-1976, 44Th, WONOSARI 4 KAMPUNG TARUTUNG

22         THAMRIN WAHIDIN SITOHANG, L, 25-11-1976, 44Th, KAMPUNG KRISTEN

23         Elfina E. N.  Girsang, P, 25-11-1977, 43Th, WONOSARI 3

24         Timbul Sihotang, L, 25-11-1978, 42Th, KAMPUNG KRISTEN

25         Reni Hutagalung, P, 25-11-1991, 29Th, ALAB DAME

26         Ticher Day Noventina  Sihombing, P, 25-11-1996, 24Th, WONOSARI 4 KAMPUNG TARUTUNG

27         Tetrin Anelia Tambunan, P, 25-11-1998, 22Th, PARLUASAN

28         Jeny Tumanggor, P, 25-11-2009, 11Th, PARLUASAN

29         M Deliana Sitohang, P, 26-11-1962, 58Th, PASAR HITAM / KAMPUNG TOBA

30         Djapola Marolop Sitindaon, L, 26-11-1966, 54Th, KAMPUNG KRISTEN

31         Monariani Christina Togatorop AmKeb, P, 26-11-1988, 32Th, WONOSARI 4 KAMPUNG TARUTUNG

32         Intan Susanti Hutagaol, P, 26-11-2005, 15Th, PASAR HITAM / KAMPUNG TOBA

33         Immanuel Siagian, L, 26-11-2008, 12Th, PASAR HITAM / KAMPUNG TOBA

34         Elnoah GM Sipahutar, L, 26-11-2012, 8Th, TELADAN/WONOSARI 1

35         Estelina br Samosir, P, 27-11-1958, 62Th, KAMPUNG KRISTEN

36         Andarasi Simanullang, L, 27-11-1964, 56Th, ALAB DAME

37         Herry Gunawan, L, 27-11-1990, 30Th, KAMPUNG POLRI

38         Lestari Sitohang, P, 27-11-1998, 22Th, ALAB DAME

39         Novandri  Sitinjak, P, 27-11-2000, 20Th, PASAR HITAM / KAMPUNG TOBA

40         Sifra Netanya Marpaung, P, 27-11-2009, 11Th, KAMPUNG POLRI

41         Mesi Imanuel Sitorus, L, 27-11-2010, 10Th, KAMPUNG POLRI

42         Vincen Kennedy Simamora, L, 27-11-2014, 6Th, ALAB DAME

43         Arnalem Simanjuntak, L, 28-11-1948, 72Th, ALAB DAME

44         Ferry Duan Sijabat, L, 28-11-1976, 44Th, WONOSARI 4 KAMPUNG TARUTUNG

45         Hottua Friska Daniati br Sinaga, P, 28-11-1994, 26Th, WONOSARI 3

46         Arican Hutagaol, L, 28-11-1995, 25Th, PASAR HITAM / KAMPUNG TOBA

47         Lastaida Sitohang, P, 28-11-1995, 25Th, ALAB DAME

48         Yudika  Sirait, L, 28-11-1995, 25Th, KAMPUNG POLRI

49         Joy V Marpaung, L, 28-11-2011, 9Th, TELADAN/WONOSARI 1

ULANG TAHUN PERKAWINAN

1          Wilson  Nababan / Juliana Siagian, 22-11-1979, 41Th, TELADAN/WONOSARI 1

2          Pollang Manihuruk / Risdawati  Silalahi, 23-11-2005, 15Th, WONOSARI 3

3          Tagam Luhut  Panjaitan / Haro Romauli Br Rumapea, 23-11-2012, 8Th, TELADAN/WONOSARI 1

4          David Marpaung / Minaria br. Sihombing, 24-11-2005, 15Th, KAMPUNG POLRI

5          Elisa Gultom / Sartina Simanjuntak, 25-11-1994, 26Th, PARLUASAN

6          Sukaria Sahat Parulian Marpaung / Parrohaon Rosmawati  Simarmata, 26-11-1983, 37Th, KAMPUNG KRISTEN

7          Djapola Marolop Sitindaon / Nita Panjaitan, 26-11-1992, 28Th, KAMPUNG KRISTEN

8          Bachrum Mahmud Naiborhu / Linda Siagian, 27-11-1978, 42Th, ALAB DAME

9          Pasonter Lubis / Roida Royani Gultom, 27-11-1998, 22Th, WONOSARI 3

10         Roni Astro Pardosi / Rosmaida Juliana br Simanjuntak, 27-11-2006, 14Th, KAMPUNG KRISTEN

11         Delesman Nainggolan / Anna Parulian Sihite, 28-11-1987, 33Th, WONOSARI 4 KAMPUNG TARUTUNG

RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN, SABTU 28 NOPEMBER 2020

IBRANI 10,27

“Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka.”

JANGAN SENGAJA BERBUAT DOSA

Nas saat ini merupakan kelanjutan dari kupasan penulis Ibrani dimana sebelumnya dia menyajikan keunggulan iman kristiani dari agama Perjanjian Lama (Sinai). Karya Kristus sudah dilukiskan begitu jelas sehingga tidak ada lagi alasan untuk menolak Dia dan berpaling kepada yang lain. Kini dia memaparkan dampak penolakan terhadap karya Kristus. Kembali ia menggunakan Hukum Taurat sebagai perbandingan. Orang yang terbukti sengaja menolak Hukum Taurat akan dihukum mati. Betapa sedih nasib orang yang terus-menerus sengaja menolak anugerah Tuhan, ia akan menghadapi kebinasaan kekal. Ia akan berhadapan dengan Tuhan secara langsung karena tindakannya itu melecehkan Dia. Penulis Ibrani menggunakan kata-kata keras ini sebagai peringatan kepada kita sekaligus dorongan agar orang percaya hidup lebih dekat kepada Tuhan. Peliharalah hati yang takut akan Dia dalam doa, ibadah, dan kehidupan nyata. Bangunlah kepekaan hidup suci seturut dengan firman-Nya, agar kita senantiasa menjalani hidup di hadapan hadirat-Nya pada setiap kesempatan, situasi, dan dalam segala aspek kehidupan. Mumpung masih ada kesempatan, stop sengaja berbuat dosa!

BE.194,2-3 “Aut So Asi RohaM”

Mauliate ma Di Ho o Debata Ala basaM/ Sibahen dalan i Marhite AnakMi Tu banuaM

Anggiat ma holong Rohangku sai tongtong Burju tu Ho/ Sai dongananMu au Manang tu dia lao sonang tutu

Doa

Ya Allah Bapa, ajar aku tetap setia dan mensyukuri karya keselamatan yang sudah Engkau berikan melalui AnakMu Tuhan Yesus Kristus serta mampu menjauhkan diri dari perbuatan dosa”

Selamat beraktivitas hari ini

Tuhan Yesus memberkati

Pdt.Anggiat Saut Simanullang

RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN, JUMAT 27 NOPEMBER 2020

Yesaya 26,8

Ya TUHAN, kami juga menanti-nantikan saatnya Engkau menjalankan penghakiman; kesukaan kami ialah menyebut nama-Mu dan mengingat Engkau.

HIDUP DI JALAN TUHAN

Renungan hari ini merupakan bagian dari sebuah nyanyian keselamatan dan kemenangan dari Nabi Yesaya. Ia berkeyakinan nyanyian ini akan dinyanyikan oleh Israel ketika kelak kembali dari pembuangan Babel, dengan nyanyian kemenangan ini, umat tetap memiliki pengharapan pada kuasa Tuhan yang akan membebaskan mereka. Mereka yakin masih akan tetap memiliki kota yang kuat, yakni Yerusalem yang akan mereka bangun kembali. Mereka akan dipulihkan dan diselamatkan oleh Allah dan suatu generasi baru umat Allah akan muncul yang akan hidup dengan setia dan taat kepada Tuhan. Nyanyian ini mengumandangkan seruan kepada setiap umat di dalam pembuangan untuk menyambut zaman baru, mempersiapkan generasi baru umat Allah yang setia dan mengikuti kehendakNya. Hidup di jalan Tuhan. Yesaya mengungkapkan keadaan umat Tuhan menjelang memasuki zaman baru, zaman keselamatan. Mereka selalu menanti-nantikan  Tuhan yang akan menghakimi dan menyelamatkan umat-Nya dan sungguh-sungguh mempersiapkan segenap hidup dan persekutuan mereka untuk menyambut hadirnya sang Juruselamat. Hidup yang lurus di jalan-Nya, itulah yang dikehendaki oleh Tuhan bagi umat-Nya. Melalui nas ini kita mau belajar dan merefleksikan perjalanan hidup kita sebagai orang percaya bahwa Tuhan menghendaki kita hidup lurus sesuai dengan kehendak-Nya. Bagaimanakah hidup lurus menurut kehendakNya? Hidup lurus pertama-tama terkait dengan hati. Karena dari hati itulah seluruh kemauan, kehendak dan keinginan kita diatur. Hidup lurus memang bersumber dari hati, karena disitulah segala hal diputuskan untuk dilakukan atau ditolaknya karena itu mari sucikan hati agar hidup kita lurus.

BE.232,3 “Sian Sude Parulian na Arga”

Naeng ho tigor? Pangasahon Tuhanmu, Na tuminggalhon sangapNa sude. Na gabe jolma pasaehon dosamu, Golom ma, aithon panghophopNa i. Tangkup Tuhanmu tung  tiop hataNa, Sai pangasahon ma bagabagaNa.

Doa

Ya, Allah Bapa, ajar aku untuk menjaga hati tetap bersih, agar hidupku lurus dihadapanMu. Amin

Selamat beraktivitas hari ini

Tuhan Yesus memberkati

Pdt.Anggiat Saut Simanullang

RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN, KAMIS 26 NOPEMBER 2020

Bacaan Pagi     : Yehezkiel 37,1-14

Bacaan Malam  : Wahyu 2,1-11

Nas Hari Ini:

Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu. 1Petrus 5,4

MENGGEMBALAKAN DENGAN SETIA

Tuhan Yesus pernah mengajukan pertanyaan kepada Petrus untuk menguji kesungguhannya dalam mengikut Dia.  apakah engkau mengasihi Aku?”  Pertanyaan ini Ia ulangi sampai tiga kali. Kemudian Ia memberikan suatu mandat penting kepada Petrus:  “Gembalakanlah domba-domba-Ku.”  (Yoh.21:17). Melalui suratnya ini Petrus kembali mengingatkan apa yang menjadi kehendak Tuhan bagi orang percaya yaitu supaya turut ambil bagian dalam menggembalakan domba-domba.  ‘Domba-domba’  berbicara tentang orang-orang yang harus dilayani.  Jadi menggembalakan itu bukan sepenuhnya menjadi tanggung jawab para pelayan gereja, melainkan semua orang percaya memiliki tanggung jawab yang sama. Adapun kata  ‘penggembalaan’  ini berarti merawat, memelihara, mengawasi dan memperhatikan kawanan domba yang sedang makan rumput di padang. Siapakah kawanan domba yang harus digembalakan?  Bagi para Pelayan gereja, kawanan domba adalah setiap anggota jemaat gereja yang dilayani, tanpa terkecuali, tanpa memandang status sosial;  bagi seorang suami, kawanan domba itu adalah seluruh anggota keluarganya  (isteri dan anak-anak);  bagi pimpinan perusahaan, kawanan domba adalah setiap pekerja atau karyawan.  Yang termasuk juga kawanan domba yang harus dilayani adalah orang-orang di sekitar yang membutuhkan perhatian dan uluran tangan kita.  Karena itu marilah kita saling mengasihi, memerhatikan dan menguatkan satu sama lain, bukan karena mereka kaya atau mendatangkan keuntungan bagi kita;  bukan pula karena terpaksa, melainkan lakukan semua itu dengan tulus hati. “…kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa. Berilah tumpangan seorang akan yang lain dengan tidak bersungut-sungut. Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.”  (1Pet.4:8-10).

BE.211,3 “Tuhan Jesus Siparmahan

Dokkon ahu suruanMu, Ai hataM so magopo/ Dung i Ho huhut manogu, Donganki manopot Ho/ Taiti ma sude tu Ho, Taiti ma sude tu Ho/ Sai asi rohaM sai togu, Sahat ma sude tu Ho

Doa

Ya, Allah Bapa, bimbinglah aku untuk setia mengasihi, memperhatikan dan menguatkan sesamaku, sebagai wujud penggembalaan yang adalah tugas semua orang percaya. Amin

 Selamat beraktivitas hari ini

Tuhan Yesus memberkati

Pdt.Anggiat Saut Simanullang

RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN SABTU, 21 NOPEMBER 2020

Bacaan Pagi : Yehezkiel.34:25-31
Bacaan Malam :Mat.12:46-50

Nas hari ini
“Allahku akan memenuhi keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus”  (Filipi 4 : 19)

TUHAN YANG MENCUKUPKAN

Ketika kita berbicara tentang berkat dan penyertaan Tuhan banyak di antara kita akan membayangkan hidup yang berkelimpahan, hidup enak dan bisa mendapatkan apa saja yang di inginkan. Namun Firman Tuhan mau mengingatkan bahwa hidup yang kita jalani hingga saat ini juga adalah bentuk penyertaan Tuhan kepada kita. Penyertaan Tuhan bukan hanya tentang kelimpahan harta duniawi, penyertaan Tuhan yang nyata adalah ketika Tuhan mencukupkan segala sesuatu yang kita perlukan.
Paulus mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada jemaat yang telah memberi perhatian kepadanya melalui pemberian yang dia butuhkan. Namun semuanya itu dapat di laluinya sebab ada Tuhan yang selalu memampukannya menjalani semuanya itu. Kita percaya dengan iman kita kepada Tuhan bahwa Tuhan akan mencukupkan hidup kita dengan penuh sukacita dalam situasi apapun itu. Inilah sikap yang dimiliki oleh Paulus, Tuhan yang mencukupkan kehidupannya sehingga dia menjalani hidup tetap dengan penuh rasa syukur, sekalipun dia menghadapi banyak tantangan ketika dalam melaksanakan tugasnya.Tuhan  Allah adalah Tuhan yang tidak pernah berubah untuk mencukupi kebutuhan umat-Nya. Tuhan menjamin bahwa setiap orang yang mencari-Nya tidak akan kekurangan sesuatupun yang baik. Bahkan ditengah perjalanan hidup yang berat sekalipun Ia berjanji akan memenuhi segala keperluan kita menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus. Ketika Tuhan mencukupi kebutuhan kita kiranya kita dapat semakin mengenal-Nya sebagai Allah pemelihara hidup kita.

BE. 467:1 “Asi ni roham hupuji”
Asi ni roham hupuji, ala ho manobus au. dipaias Ho rohangku, gabe soranganMu au. IngananMu rohanami, tondiMi manggohi i, pangke dohot ngolunami gabe ulaulaMi.

DOA:
Ya Tuhan, tuntunlah kami untuk dapat selalu melihat dan merasakan berkat-berkat-Mu yang luar biasa di dalam kehidupan kami. Amin. 

Selamat pagi dan selamat beraktifitas buat kita semua

Tuhan memberkati kita
Bvr.Relita Simangunsong

RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN RABU, 25 NOPEMBER 2020

Bacaan Pagi     : Mazmur 68,1-10

Bacaan Malam  : 2Korintus 4,16-5:10

 Nas Hari Ini:

“Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatanganNya.” (2Timotius 4,8)

BERJUANG SAMPAI GARIS AKHIR

Rasul Paulus menggambarkan perjalanan hidup orang percaya dalam mengikut Kristus sebagai sebuah pertandingan. Ibarat seorang pelari yang sedang berjuang dalam suatu kejuaraan olahraga demi memperebutkan sebuah medali.  Perjalanan hidup Paulus sendiri merupakan sebuah pertandingan yang sangat keras.  Di sepanjang perjalanannya sebagai pemberita Injil, dia menghadapi berbagai ujian dan tantangan yang tak mudah:  kesukaran, penderitaan, aniaya, bahaya serta ancaman sudah menjadi warna dalam hidupnya.  Sekalipun harus membayar harga yang sedemikian rupa, tak sedikit pun terbersit dalam benak Paulus untuk mundur atau menyerah dalam melayani Tuhan.  Ia terus berjuang:  ia  mampu menyelesaikan pertandingan sampai garis akhir . Rasul Paulus mengingatkan bahwa berjerih payah untuk mengikut atau melayani Tuhan itu tidak pernah sia-sia, Tuhan selalu perhitungkan.  “Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan!”  (1Kor.15:58), dan  “Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.”  (2Tim.4:2).  Bagi setiap orang yang mampu menyelesaikan pertandingan sampai garis akhir, Tuhan akan anugerahkan mahkota kebenaran kepadanya.  Dalam ilmu psikologi terapan, ketangguhan seperti ini dalam menghadapi ujian dan tantangan hidup disebut Adversity Quotient  (AQ)  atau kecerdasan adversiti. Ada banyak orang Kristen tidak lagi berjuang dalam pertandingan imannya karena merasa tidak kuat lagi menghadapi ujian dan tantangan.  Mereka menyerah dan berhenti di tengah jalan!  Mereka tidak lagi peduli dengan perkara-perkara rohani, yang menjadi fokus hidupnya adalah perkara-perkara duniawi yang sifatnya hanya sementara.  mereka lupa bahwa ada upah besar disediakan Tuhan bagi orang yang setia sampai akhir! Karenanya, setialah!

KJ.446,1 “Setialah”

Setialah kepada Tuhanmu, hai kawan yang penat./ Setialah, sokonganNya tentu di jalan yang berat. ‘Kan datang Raja yang berjaya, menolong orang yang percaya. Setialah!

Doa

Ya, Allah Bapak, ajarlah aku untuk selalu setia mengikutiMu, apapun juga yang terjadi dalam hidupku, agar kelak aku menerima Upah dari kesetiaan itu”. Amin

Selamat beraktivitas hari ini

Tuhan Yesus memberkati

Pdt.Anggiat Saut Simanullang

RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN SELASA, 24 NOPEMBER 2020

Selasa, 24 November 2020

Bacaan Pagi     : Kejadian 6,1-8

Bacaan Malam  : Roma 2,1-16

 Nas Hari Ini:

”Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu bilamanakah tuan rumah itu pulang, menjelang malam, atau tengah malam, atau larut malam, atau pagi-pagi buta”(Markus 13,35). 

BERJAGA-JAGALAH!

“Menunggu merupakan pekerjaan yang paling membosankan”, ini adalah ungkapan yang umum kita dengar. Ungkapan ini ada benarnya karena masa penantian yang berkepanjangan, tanpa mengetahui dengan jelas kapan tiba waktunya, kerap membuat kita menjadi jemu, lelah, kesal, dan lengah. Akibatnya, berbagai kenikmatan dan daya tarik dunia yang begitu menggoda akan membuat kita gampang jatuh ke dalam dosa. Nas renungan hari ini merupakan bagian akhir dari Khotbah Tuhan Yesus tentang Akhir Zaman. Tuhan Yesus memanggil kita untuk senantiasa waspada dan berjaga-jaga supaya kita tidak lengah dalam menantikan kedatangan-Nya yang kedua. Panggilan terakhir untuk berjaga-jaga diberikan dalam bentuk perumpamaan, seperti seseorang yang akan bepergian dan menyerahkan tanggung jawab kepada para hambanya, setiap orang menerima tugasnya dan secara khusus penunggu pintu diminta supaya berjaga-jaga. Sekali lagi, Tuhan Yesus memberikan peringatan: “Karena itu berjaga-jagalah”, sebab kita tidak tahu kapan waktunya Tuhan (Sang Tuan Rumah) datang. Waktu senja, tengah malam, waktu ayam berkokok, atau pagi hari, tampaknya penulis Injil Markus menggunakan empat waktu giliran jaga malam bagi orang Romawi. Saat Ia datang kedua kalinya, Tuhan mengharapkan agar umat-Nya tidak didapati sedang tertidur. Khotbah ini diakhiri dengan peringatan yang berulang: “Apa yang Kukatakan kepada kamu, Kukatakan kepada semua orang: “berjaga-jagalah”. _*Melalui bacaan hari ini kita diingatkan untuk menyadari bahwa Tuhan datang pada saat yang tak terduga. Sebab itu, marilah kita membangun sikap seorang hamba yang senantiasa waspada, setia, baik, taat, dan bertekun dalam mengusahakan semua hal yang dapat menyenangkan hati-Nya.*_ Semoga saat kedatangan-Nya kembali, Tuhan melihat kita dalam kondisi terjaga dan telah menyelesaikan tugas serta tanggung jawab kita, dan bukan dalam keadaan lengah dan tertidur. Dengan demikian, kita dianggap layak menerima upah dan mengalami kebahagiaan abadi bersama Allah dalam kerajaan-Nya. Karena itu berjagajagalah!

BE.539,3 “Sai Hutagam Do Tuhanku”

Sai rade, ale tondingku, tagam panjouonNa i/ Sai tu langit an manomu ho di Jesus  Tuhanmi/ Sai mardongan olopolop, HuriaM managam Ho/ Maranata, ro o Tuhan, Amen, sai tibu ma ro

 Doa

Allah Bapa di Surga, jangan biarkan hidupku terlena karena dunia ini, berilah kekuatan dan kemampuan untukku mampu selalu berdoa dan berjaga-jaga, menantikan kedatangan AnakMu Yesus Kristus. Amin

Selamat beraktivitas hari ini

Tuhan Yesus memberkati

Pdt.Anggiat Saut Simanullang

RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN, SENIN 23 NOPEMBER 2020

Bacaan Pagi : Kejadian 19:15-29
Bacaan Malam : Matius 11:20-24

Nas Hari Ini:
“Karena itu ingatlah, bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya; turutilah itu dan bertobatlah! Karena jikalau engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang kepadamu.”(Wahyu 3,3)

TURUTI DAN BERTOBATLAH!
Nas hari ini, Jemaat Sardis, ditegur oleh Tuhan karena mereka hidup tetapi sebenarnya mati. Kehidupan rohani mereka mati. Dari luar, kehidupan iman mereka terlihat aktif, mereka tidak ada hubungan dengan Tuhan, sehingga Tuhan mengatakan mereka mati walaupun sebenarnya mereka hidup. Di tengah pandemi seperti sekarang, kita diperintahkan Tuhan untuk lebih memperhatikan kerohanian kita. Tuhan ingin agar kita lebih mendekat lagi kepadaNya dan mendengar suaraNya lebih jelas lagi. Meskipun keadaan sepertinya menjepit kita tetapi jika kita terus bergaul dengan Tuhan setiap saat, Tuhan pasti akan memberikan apa yg menjadi kebutuhan kita tepat pada waktunya. Rohani kita pun tetap hidup karena kita bergaul dengan Tuhan dan Tuhan sendiri yg memimpin langkah kita. Karena kasih Tuhan kepada jemaat Sardis, Tuhan menegur mereka agar mereka bangun dan menguatkan kembali yang hampir mati. Kita bisa saja terus aktif mengikut Tuhan seperti jemaat Sardis. Orang lain melihat kita hidup. Tetapi hanya Tuhan yang bisa melihat Roh kita. Apakah kita tetap bergaul denganNya sehingga Roh kita hidup, atau hanya luarnya saja yang hidup padahal Roh kita mati. Oleh karena itu jika Tuhan menegur kita, sudah seharusnya kita segera bertobat dan kembali kepadaNya. Kita tidak boleh terfokus hanya pada yang terlihat di luar saja. Tetapi yang harus selalu kita cek adalah apa yg ada di dalam. Bagaimana pergaulan kita dengan Tuhan. Tuhan menginginkan kita untuk bangun. Untuk berjaga-jaga sampai kedatanganNya yg kedua kalinya. Jangan sampai kita tertidur dan terlena. Kita harus terus menjaga hubungan kita dengan Tuhan. Maka apapun yang kita butuhkan pasti Tuhan akan menyediakan.

BE.678,1 “Pauba Roham”
Pauba roham tu Jahowa, Pauba roham tu Debata, Pauba roham tu Jahowa, Pauba roham tu Debatam.

Doa
”Ya Allah Bapa, bimbinglah aku dengan RohMu agar kehidupan rohaniku tidak tertidur dan terlena, tetap menuruti FirmanMu”. Amin”

Selamat beraktivitas hari ini
Tuhan Yesus memberkati
Pdt.Anggiat Saut Simanullang

RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN, 21 NOPEMBER 2020

Bacaan Pagi : Yehezkiel.34:25-31
Bacaan Malam :Mat.12:46-50

Nas hari ini
“Allahku akan memenuhi keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus”  (Filipi 4 : 19)

TUHAN YANG MENCUKUPKAN

Ketika kita berbicara tentang berkat dan penyertaan Tuhan banyak di antara kita akan membayangkan hidup yang berkelimpahan, hidup enak dan bisa mendapatkan apa saja yang di inginkan. Namun Firman Tuhan mau mengingatkan bahwa hidup yang kita jalani hingga saat ini juga adalah bentuk penyertaan Tuhan kepada kita. Penyertaan Tuhan bukan hanya tentang kelimpahan harta duniawi, penyertaan Tuhan yang nyata adalah ketika Tuhan mencukupkan segala sesuatu yang kita perlukan.
Paulus mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada jemaat yang telah memberi perhatian kepadanya melalui pemberian yang dia butuhkan. Namun semuanya itu dapat di laluinya sebab ada Tuhan yang selalu memampukannya menjalani semuanya itu. Kita percaya dengan iman kita kepada Tuhan bahwa Tuhan akan mencukupkan hidup kita dengan penuh sukacita dalam situasi apapun itu. Inilah sikap yang dimiliki oleh Paulus, Tuhan yang mencukupkan kehidupannya sehingga dia menjalani hidup tetap dengan penuh rasa syukur, sekalipun dia menghadapi banyak tantangan ketika dalam melaksanakan tugasnya.Tuhan  Allah adalah Tuhan yang tidak pernah berubah untuk mencukupi kebutuhan umat-Nya. Tuhan menjamin bahwa setiap orang yang mencari-Nya tidak akan kekurangan sesuatupun yang baik. Bahkan ditengah perjalanan hidup yang berat sekalipun Ia berjanji akan memenuhi segala keperluan kita menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus. Ketika Tuhan mencukupi kebutuhan kita kiranya kita dapat semakin mengenal-Nya sebagai Allah pemelihara hidup kita.

BE. 467:1 “Asi ni roham hupuji”
Asi ni roham hupuji, ala ho manobus au. dipaias Ho rohangku, gabe soranganMu au. IngananMu rohanami, tondiMi manggohi i, pangke dohot ngolunami gabe ulaulaMi.

DOA
Ya Tuhan, tuntunlah kami untuk dapat selalu melihat dan merasakan berkat-berkat-Mu yang luar biasa di dalam kehidupan kami. Amin. 

Selamat pagi dan selamat beraktifitas buat kita semua

Tuhan memberkati kita
Bvr.Relita Simangunsong