LITURGI PARTANGIANGAN KELUARGA, 11 NOPEMBER 2020

Bernyanyi BE.15:1+3 “Marpungu Do di JoloMon”

Aut na saribu hali ganda, saringar ni soarangki/ Naeng nasa gogo bahenonhu, mamuji Debatanta i/ Paboa las ni rohangki, hinorhon ni pambaenNa i.

♫  Unang ma modom ho tondingku, sai ngot ma ho sai hehe ma/ Radot ma ho di ulaonmu, sai puji Tuhan Debata/ Sai pangke nasa malomi, mamujimuji Tuhan i.

Votum – Introitus – Doa (P- Pemimpin; K-Keluarga; S- Semua)

P-  Di dalam nama Allah Bapa, dan nama AnakNya Tuhan Yesus Kristus dan nama Roh Kudus, yang menciptakan langit dan bumi.

K- Amin

P-  Demikianlah FirmanKu yang keluar dari mulutKu: Ia tidak akan kembali kepadaKu dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kuhendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya. Ayo, semua orang yang haus, marilah dan minumlah air, dan hai orang yang tidak mempunyai uang, marilah! Terimalah gandum tanpa uang pembeli dan makanlah juga anggur dan susu tanpa bayaran! Carilah Tuhan selama Ia berkenan ditemui, berserulah kepadaNya selama ia dekat! Marilah kita berdoa: Ya Tuhan Allah! Kasihanilah kami, karena kami tidak dapat berbuat sesuatu apapun kalau Tuhan tidak bersama dengan kami. Berilah hal-hal yang rohani bagi kami supaya dapat melakukan kehendakMu. Sertailah kami supaya kami bersama dengan Tuhan melalui FirmanMu, oleh karena AnakMu Tuhan Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.

Bernyanyi BE.232:1-2 “Sian Sude Parulian na Arga”

♫   Sian sude parulian na arga, Sada huboto hutiop tongtong/ Jesus Tuhanku Ho arta na arga, Na mangatasi sudena antong/ Tangkup Tuhanmu tung tiop hataNa, Sai pangasahon ma bagabagaNa.

♫  Jesus Tuhanku sai Ho huhaposi, Pataridahon tu au holongMi/ Pangidoanku tu Ho sai tangihon, Basabasahon tu au ngoluMi/ Asa di Ho au di harajaonMu, Lao patulushon pasauthon hataMu.

Pembacaan Alkitab dan Renungan: YAKOBUS 5,1-6

P-    Jadi sekarang hai kamu orang-orang kaya, menangislah dan merataplah atas sengsara yang akan menimpa kamu!

K-   Kekayaanmu sudah busuk, dan pakaianmu telah dimakan ngengat!

P-    Emas dan perakmu sudah berkarat, dan karatnya akan menjadi kesaksian terhadap kamu dan akan memakan dagingmu seperti api. Kamu telah mengumpulkan harta pada hari-hari yang sedang berakhir.

K-   Sesungguhnya telah terdengar teriakan besar, karena upah yang kamu tahan dari buruh yang telah menuai hasil ladangmu, dan telah sampai ke telinga Tuhan semesta alam keluhan mereka yang menyabit panenmu.

P-    Dalam kemewahan kamu telah hidup dan berfoya-foya di bumi, kamu telah memuaskan hatimu sama seperti pada hari penyembelihan.

S-    Kamu telah menghukum, bahkan membunuh orang yang benar dan ia tidak dapat melawan kamu.

“MENCARI DAN MENGGUNAKAN KEKAYAAN DENGAN BENAR”

Jemaat Tuhan Terkasih,

Salahkah orang kristen menjadi kaya? Tidak salah! Sebab dalam Alkitab sejak awal manusia sudah diperintahkan agar bekerja dengan rajin. Yang salah jika dalam mencari kekayaan itu kita mengutamakan mencari kekayaan dari pada Tuhan dan menghalalkan semua cara agar supaya menjadi kaya. Dan mengenai kaya, Alkitab juga tidak mengajarkan bahwa semua orang kaya adalah orang berdosa, namun apa yang digambarkan Yakobus dalam perikop renungan kita minggu ini merupakan ciri dari banyak orang yang kaya yang perlu dihindari, kita akan mempelajarinya dibawah ini:

1). Mengumpulkan harta pada hari-hari terakhir (ay 3).

Yang dimaksud dengan “mengumpulkan harta/uang” di sini tidak sama dengan bekerja mencari nafkah! Kitab Suci mengharuskan kita bekerja untuk mencari nafkah dan karenanya ini bukanlah dosa. Bahkan kalau kita bekerja untuk mengumpulkan uang untuk tujuan tertentu (yang bisa dipertanggungjawabkan), seperti ingin membeli rumah dsb, itu tentu tidak bisa disalahkan! Yang dikecam oleh Yakobus di sini adalah orang yang mengum­pulkan harta/uang, demi harta itu sendiri. Jadi harta adalah tujuan akhir dari orang itu. Ini adalah cinta uang/harta dan ini adalah dosa. Di sisi lain, yang dimaksud dengan harta belum tentu berbentuk uang. Dalam ayat 2-3 ada kata ‘busuk’ yang jelas menunjuk pada makanan (gandum, jagung); juga disebut tentang ‘pakaian’ karena pada saat itu harta memang sering ada dalam bentuk pakaian; dan juga disebutkan tentang emas dan perak. Karena itu kalau kita tidak menimbun uang, tetapi menimbun mobil, rumah / tanah, permata / perhiasan, dsb, maka itu termasuk menimbun harta juga! Orang-orang kaya mengumpulkan uang pada hari-hari terakhir sebetulnya hari-hari terakhir adalah saat dimana manusia harus lebih mendekat kepada Tuhan, bersiap sedia menghadapi kedatangan Kristus yang keduakalinya, menyucikan dirinya, melayani Tuhan, belajar Firman Tuhan, berdoa dsb (Ibrani 10:24-25). Tetapi orang-orang kaya ini justru menimbun harta untuk dirinya sendiri!

2) Menahan upah buruh (ay 4).

Dalam Ulangan 24:14-15 jelas disebutkan larangan memeras buruh/pekerja dan sebaliknya. Sebaliknya agar membayar upah buruh tepat pada waktunya, karena sebagai orang miskin ia mengharapkan dan membutuhkan uang itu. Tetapi orang-orang kaya ini tidak mempedulikan hukum Tuhan, dan mereka menahan upah buruh. Jadi, dalam usaha mereka untuk menjadi lebih kaya, mereka tidak segan-segan menindas dan merugikan orang lain / buruh mereka. Mereka berusaha menda­patkan harta dengan cara yang tidak adil dan tidak halal. Sebetulnya, berdasarkan Yak 4:17, orang kaya yang tidak menolong orang miskin/menderita, sudah dianggap berdosa. Apalagi mereka ini bukan hanya tidak menolong, tetapi bahkan menindas!

3) Hidup berfoya-foya dan membunuh orang benar (ay 5).

Kitab Suci memang tidak menyuruh kita untuk hidup sebagai pertapa. Kitab Suci tidak melarang kita untuk berpesta/ bersenang-senang. Tetapi orang kaya di sini, melakukannya secara kelewat batas. Mereka berpesta pora dan memuaskan hati mereka setiap hari. Dan faktor yang memberatkan kesalahan mereka: adalah yang dihukum dan dibunuh adalah ‘orang benar’. Tentang siapa yang dimaksud dengan ‘orang benar’ di sini, ada yang mengatakan Yesus, Yohanes Pembaptis, Stefanus, atau orang-orang kristen lainnya.

Jemaat Terkasih,

Akibat sikap dan perbuatan orang kaya ini, menyebabkan Allah bertindak. Apakah tindakan Allah? (1). Memberi kesengsaraan kepada orang-orang kaya itu (ay.1). Kesengsaraan akan di alami jika tidak bertobat. Kalau kita perhatikan dengan sungguh-sungguh ayat 1, sangat jelas nuansa bahwa kesengsaraan yang akan dialami bukan saja nanti setelah kematian, tetapi juga di dalam hidup. Dan hal ini benar. Ada banyak kesaksian mengenai hal tersebut. Seperti tidak mengalami kedamaian, kegelisahan, kekuatiran, kekosongan dalam hati, kesumpekan, stress karena pekerjaan, penyakit dan macam-macam problem yang lain. (2) Menghancurkan kekayaan mereka (ay 2-3). Kalau setan bisa menghancurkan harta dan anak-anak Ayub dalam satu hari, maka Allah pasti lebih berkuasa untuk menghancurkan harta dari orang-orang kaya itu. Kata-kata ‘busuk’, ‘ngengat’, dan ‘karat’ menunjukkan bahwa Allah bisa menghancurkan kekayaan mereka dengan bermacam-macam cara. Juga dapat berarti bahwa semua kekayaan itu sifatnya fana, tidak kekal. Ia hanya berguna selama hidup di dunia ini, dan kegunannya juga sangat terbatas. Artinya tidak semua dapat dibeli dengan uang, atau diperoleh dengan harta benda. Oleh karena itu Yesus mengatakan dalam Matius 6:20 agar fokus utama adalah mengumpulkan harta di sorga; sebab di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.

Jemaat Terkasih,

Saat ini kita akan sampai kepada kontemplasi (perenungan) untuk kita hidupi: Pertama, Nas ini mengingatkan bagaimana seharusnya kita sebagai orang percaya bekerja/mencari “kekayaaan” dan menggunakan hasil pekerjaan kita (kekayaan) dengan benar, artinya sesuai dengan kehendak Allah. Perikop kita tidak menyebutkan tips mengenai hal ini. Namun melalui kecaman Yakobus kepada orang kaya mengingatkan kita agar memahami bahwa harta kekayaan yang kita miliki, bagaimana pun banyaknya semuanya itu bersifat fana, artinya tidak kekal. Karena itu seharusnya kita lebih fokus terhadap harta yang kekal sebagaimana telah diingatkan Yesus dalam Matius 6:19-20, kemudian tidak menjadi sombong dan terlebih semena-mena terhadap sesama manusia dan Tidak hanya mementingkan diri sendiri dengan hidup berfoya-foya. Prinsip semakin banyak diberi semakin banyak dituntut tanggungjawab. Artinya semakin banyak harta kekayaan kita, semakin banyak juga dituntut agar menjadi saluran berkat kepada orang lain, khususnya yang membutuhkannya. Kedua, Alkitab sangat menekankan agar orang percaya rajin bekerja. Sejak awal, yakni mulai cerita penciptaan sudah menekanan hal tersebut. Perhatikanlah Kejadian 1:28, demikian juga Kejadian 2:15. Manusia yang diciptakan Allah tersebut diberi mandat serta tugas disamping menaklukkan serta menguasai bumi juga mengusahakan dan memelihara taman Eden itu. Demikian juga dalam Amsal 6:6-9, Salomo bahkan menyuruh orang yang malas bekerja agar belajar kepada semut. Dan Paulus lebih keras lagi. Ia mengatakan agar orang yang malas bekerja janganlah diberi makan. Jadi rajin bekerja haruslah juga dipahami sebagai panggilan orang percaya. Sebagai kesaksian. Dengan kata lain tanda orang percaya seharusnyalah nampak dalam ia rajin bekerja. Dan orang yang rajin sebagaimana yang diperintahkan Tuhan akan diberkati, akan mempunyai cukup makanan bahkan tidak hanya itu tetapi juga akan memiliki harta kekayaan.

Bernyanyi BE.492,1-2 “Na Mora Tutu”

♫  Na mora tutu, sangap damang i, Ibana nampuna sude arta i/ Nang sere, nang perak, nang hepeng sude/ Tapuji Ibana, unduk hita be/ AnakkonNa do au, anakkonNa do au, Dibaen Tuhan Jesus, anakkonNa do au

♫  Na ro Jesus i, AnakNa do i lao mate, lao hehe, manaek sian i/ Rade ingananku, dibaen Jesuski/ Di Surgo hutangku, disi Damang i, AnakkonNa do au, anakkonNa do au, Dibaen Tuhan Jesus, anakkonNa do au

Doa Syafaat

Bernyanyi BE.792:1 “Pasupasu Hami O Tuhan” (Persembahan)

♫ (Ref.) Pasupasu Hami o Tuhan, Sai usehon dameMi/ Sai ampehon tanganMi Tuhan, Lehon tu au gogoMi/ Di portibi on,  baen ma au Tuhan, Habaoran ni las ni roha. Tu na marsak i,  tu na dangol i, Gabe pangapuli i. Pasupasu Hami o Tuhan Sai usehon dameMi Sai ampehon tanganMi Tuhan Lehon tu au gogoMi.

 Doa Persembahan – Doa Bapa Kami – Amin, Amin, Amin

P- Ya Allah, Bapa Kami yang di Surga, kami mengaku bahwa Tuhan adalah sumber dari segala karunia yang melimpah dalam kehidupan kami. Di akhir ibadah ini kami menyerahkan persembahan kami sebagai persembahan kepada Tuhan. Terimalah dan berkatilah agar dapat dipergunakan untuk pekerjaan dan pelayanan kerajaan Tuhan di dunia ini. Bukalah hati kami mengenal betapa banyak berkat dan karunia yang kami peroleh dari Tuhan, supaya kami senantiasa bersyukur kepadaMu di dalam nama Yesus Kristus Tuhan kami. Amin. Secara bersama mari mengucapkan Doa Bapa Kami ….

S-  Menyanyikan: Amin, Amin, Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *