RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN RABU, 25 NOPEMBER 2020

Bacaan Pagi     : Mazmur 68,1-10

Bacaan Malam  : 2Korintus 4,16-5:10

 Nas Hari Ini:

“Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatanganNya.” (2Timotius 4,8)

BERJUANG SAMPAI GARIS AKHIR

Rasul Paulus menggambarkan perjalanan hidup orang percaya dalam mengikut Kristus sebagai sebuah pertandingan. Ibarat seorang pelari yang sedang berjuang dalam suatu kejuaraan olahraga demi memperebutkan sebuah medali.  Perjalanan hidup Paulus sendiri merupakan sebuah pertandingan yang sangat keras.  Di sepanjang perjalanannya sebagai pemberita Injil, dia menghadapi berbagai ujian dan tantangan yang tak mudah:  kesukaran, penderitaan, aniaya, bahaya serta ancaman sudah menjadi warna dalam hidupnya.  Sekalipun harus membayar harga yang sedemikian rupa, tak sedikit pun terbersit dalam benak Paulus untuk mundur atau menyerah dalam melayani Tuhan.  Ia terus berjuang:  ia  mampu menyelesaikan pertandingan sampai garis akhir . Rasul Paulus mengingatkan bahwa berjerih payah untuk mengikut atau melayani Tuhan itu tidak pernah sia-sia, Tuhan selalu perhitungkan.  “Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan!”  (1Kor.15:58), dan  “Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.”  (2Tim.4:2).  Bagi setiap orang yang mampu menyelesaikan pertandingan sampai garis akhir, Tuhan akan anugerahkan mahkota kebenaran kepadanya.  Dalam ilmu psikologi terapan, ketangguhan seperti ini dalam menghadapi ujian dan tantangan hidup disebut Adversity Quotient  (AQ)  atau kecerdasan adversiti. Ada banyak orang Kristen tidak lagi berjuang dalam pertandingan imannya karena merasa tidak kuat lagi menghadapi ujian dan tantangan.  Mereka menyerah dan berhenti di tengah jalan!  Mereka tidak lagi peduli dengan perkara-perkara rohani, yang menjadi fokus hidupnya adalah perkara-perkara duniawi yang sifatnya hanya sementara.  mereka lupa bahwa ada upah besar disediakan Tuhan bagi orang yang setia sampai akhir! Karenanya, setialah!

KJ.446,1 “Setialah”

Setialah kepada Tuhanmu, hai kawan yang penat./ Setialah, sokonganNya tentu di jalan yang berat. ‘Kan datang Raja yang berjaya, menolong orang yang percaya. Setialah!

Doa

Ya, Allah Bapak, ajarlah aku untuk selalu setia mengikutiMu, apapun juga yang terjadi dalam hidupku, agar kelak aku menerima Upah dari kesetiaan itu”. Amin

Selamat beraktivitas hari ini

Tuhan Yesus memberkati

Pdt.Anggiat Saut Simanullang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *