RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN, RABU, 06 JANUARI 2021

MATIUS 3:17

”lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”

“ANAK-KU YANG KUKASIHI”

Matius pasal 3 ini menggambarkan kehadiran Yohanes Pembaptis di padang gurun Yudea dengan seruan: _Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!_ Dampaknya penduduk Yerusalem, Yudea dan sekitar Yordan mengaku dosa dan memberi dirinya untuk dibaptis. Baptisan yang dilakukan oleh Yohanes adalah Baptisan pertobatan. Ditengah-tengah pelayanan Yohanes membaptis orang banyak, Yesus juga datang dari Galilea untuk memberi diri dibaptis. Kehadiran Yesus membuat Yohanes Pembaptis terkejut bahkan ia berkata : Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu dan Engkau yang datang kepadaku? Sekilas kita melihat, Yohanes menolak untuk membaptisNya, sebab dia memahami, Yesus adalah Tuhan dan tidak berdosa sehingga tidak layak untuk menerima baptisan pertobatan yang sedang dilayankannya. Tetapi Yesus menjelaskan bahwa kedatangan-Nya adalah penggenapan seluruh kehendak Bapa dan perwujudan bahwa Ia taat kepada Bapa yang telah mengutus-Nya. Memang, kerendahan hati sangat perlu ditekankan dalam menjalani hidup ini, namun ketika Tuhan telah menetapkan kita untuk melakukan suatu pekerjaan atau pelayanan, maka sebaiknya kita melakukannya sebagai wujud ketaatan kepada Bapa yang telah mempercayakannya kepada kita.  Setelah Yesus selesai dibaptis dan keluar dari air, maka langit terbuka sebagai simbol bahwa Yesus telah memperbaharui hubungan yang telah retak antara Allah dengan manusia dan Yesus sendirilah yang menjadi jalan pendamaian itu. Lalu, Roh Allah turun ke atas Yesus sebagai simbol pelantikan/ peneguhan dan suara yang dari sorga “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan” sebagai simbol pengutusan dalam memulai tugas pelayanan. Apa yang menjadi refleksi kita atas renungan ini: _*Pertama*_, Ketaatan kepada Tuhan akan memampukan kita untuk mengerti dan melihat rencana Tuhan dalam hidup. _*Kedua*_, Ketaatan membutuhkan pengorbanan, Yesus menganggap babtisan itu penting, karena itu jauh dari Galilea Ia datang ke Yordan untuk dibabtis oleh Yohanes. Yesus mentaati BapaNya dalam segala hal. Penyerahan diriNya membawaNya dari puncak popularitas menuju keadaan dimana Dia akan ditinggalkan, dari keadaan di elu-elukan orang banyak menuju pada penderitaan dan kesendirian. Oleh karena itu marilah dengan kerelaan hati kita taat kepada Tuhan dalam segala hal. Dengan demikian kita bisa berserah, relaks, tidak khawatir atau stress. Jangan merasa kecewa, marah, kecil hati ketika rencana kita tidak seperti yang kita harapkan. Percayalah Tuhan menyediakan yang lebih baik bagi kita. Amin.

BE.573:1 “Puji Jesus Sipalua”

Puji Jesus, puji Jesus Sipalua, Langit tano marolopolop ma/ Haleluya puji ma Tuhan Jahowa, Tapasangap goar ni Debata/ Tuhan Jesus do marmahani hita, Arianna nang bodarina pe/ Puji hatindangkon ma hamuliaonNa, Taendehon sangap di Debata

Doa

Ya, Allah Bapa jadikan aku pribadi yang taat dan mau berkorban sebagaimana Yesus Kristus menunjukkannya bagiku hari ini. Amin

Selamat beraktivitas hari ini

Tuhan Yesus memberkati

Pdt.Anggiat Saut Simanullang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *