BACA KITAB SUCI SEBELUM TIDUR

Sabtu Malam, 27 Februari 2021

Firman Tuhan yang menjadi bacaan Malam ini tertulis dalam:

MARKUS 8:27-30

Kemudian Yesus beserta murid-murid-Nya berangkat ke kampung-kampung di sekitar Kaisarea Filipi. Di tengah jalan Ia bertanya kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: “Kata orang, siapakah Aku ini?” Jawab mereka: “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan: seorang dari para nabi.” Ia bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Maka jawab Petrus: “Engkau adalah Mesias!” Lalu Yesus melarang mereka dengan keras supaya jangan memberitahukan kepada siapa pun tentang Dia.

Demikianlah Firman Tuhan! “Berbahagialah orang yang mendengar Firman Allah serta memeliharanya”. Amin!

MASA DEPAN CERAH, MAU?

RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN

Sabtu, 27 Februari 2021

MAZMUR 37:37

“Perhatikanlah orang yang tulus dan lihatlah kepada orang yang jujur, sebab pada orang yang suka damai akan ada masa depan”

MASA DEPAN CERAH, MAU?

Tidak ada kita yang tidak kepingin masa depannya cerah, bukan? Kalo kita telusuri dalam Kitab Suci kita, ada banyak indikator dan petunjuk agar kita memperoleh masa depan cerah. Salah satunya adalah nas kita hari ini. Pemazmur hari ini memberitahukan kita ciri-ciri orang yang memiliki masa depan cerah. Pertama, orang yang tulus. Tulus artinya tidak ada kepura-puraan di hatinya. Apa yang ada di dalam hatinya, itulah yang terlihat di luarnya. Ia tidak memiliki kepalsuan dan tidak munafik. Orang seperti ini akan memiliki hidup yang lurus, tidak neko-neko, dan apa adanya. Kedua, orang yang jujur. Jujur artinya bertindak sesuai dengan yang seharusnya. Orang yang jujur tidak mungkin berbohong. Orang jujur tidak akan mengambil apa yang  bukan haknya. Orang jujur akan berkata ya jika ya, dan berkata tidak jika tidak (Mat 5:37). Ketiga, orang yang suka damai. Suka damai berarti tidak mencari masalah dengan orang lain. Orang percaya harus dapat hidup dalam damai, dan membagikan damai itu kepada orang lain, karena Tuhan sudah terlebih dahulu mendamaikan kita. Nah, keputusan ada ditangan anda, Mau Masa Depan Cerah (MDC) atau Masa Depan Suran alias Madesu.Ingat bahwa Tuhan kita adalah Tuhan yang empunya masa depan. Ia ingin agar kita mendapatkan masa depan yang penuh harapan. Oleh karena itu, mari kita menjadi orang-orang yang tulus, jujur, dan suka damai.

BE.747:4 “Sai Hunangkohi Dolok I”

Naeng au marngolu na sintong Dao sian ruhut tano on HuriaMi naung monang i Managam au di surgo i Sai togutogu au Tuhan Baen lam solhot tu lambungMi Tu ingananMu na tongam Sai lam patongtong langkangki.

Doa

“Ya, Allah Bapa, aku ingin masa depanku cerah, bentuklah hidupku seturut firmanMu agar kebaikan hadir dalam hidupku”. Amin

Selamat beraktivitas hari ini

Tuhan Yesus memberkati

Pdt.Anggiat Saut Simanullang

BACA KITA SUCI SEBELUM TIDUR

Jumat Malam, 26 Februari 2021

Firman Tuhan yang menjadi bacaan Malam ini tertulis dalam:

ROMA 4:1-13

Jadi apakah akan kita katakan tentang Abraham, bapa leluhur jasmani kita? Sebab jikalau Abraham dibenarkan karena perbuatannya, maka ia beroleh dasar untuk bermegah, tetapi tidak di hadapan Allah. Sebab apakah dikatakan nas Kitab Suci? “Lalu percayalah Abraham kepada Tuhan, dan Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.” Kalau ada orang yang bekerja, upahnya tidak diperhitungkan sebagai hadiah, tetapi sebagai haknya. Tetapi kalau ada orang yang tidak bekerja, namun percaya kepada Dia yang membenarkan orang durhaka, imannya diperhitungkan menjadi kebenaran. Seperti juga Daud menyebut berbahagia orang yang dibenarkan Allah bukan berdasarkan perbuatannya: “Berbahagialah orang yang diampuni pelanggaran-pelanggarannya, dan yang ditutupi dosa-dosanya; berbahagialah manusia yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan kepadanya.” Adakah ucapan bahagia ini hanya berlaku bagi orang bersunat saja atau juga bagi orang tak bersunat? Sebab telah kami katakan, bahwa kepada Abraham iman diperhitungkan sebagai kebenaran. Dalam keadaan manakah hal itu diperhitungkan? Sebelum atau sesudah ia disunat? Bukan sesudah disunat, tetapi sebelumnya. Dan tanda sunat itu diterimanya sebagai meterai kebenaran berdasarkan iman yang ditunjukkannya, sebelum ia bersunat. Demikianlah ia dapat menjadi bapa semua orang percaya yang tak bersunat, supaya kebenaran diperhitungkan kepada mereka, dan juga menjadi bapa orang-orang bersunat, yaitu mereka yang bukan hanya bersunat, tetapi juga mengikuti jejak iman Abraham, bapa leluhur kita, pada masa ia belum disunat. Sebab bukan karena hukum Taurat telah diberikan janji kepada Abraham dan keturunannya, bahwa ia akan memiliki dunia, tetapi karena kebenaran, berdasarkan iman.

Demikianlah Firman Tuhan! “Berbahagialah orang yang mendengar Firman Allah serta memeliharanya”. Amin!

KASIHILAH MUSUHMU!

RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN

Jumat, 26 Februari 2021

LUKAS 6:27-28

“Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.”

Nas ini, merupakan ciri- ciri khusus yang harus ada dalam hidup kita sebagai orang Kristen. Kita harus mampu mengasihi orang lain, pihak yang berbuat baik kepada kita dan yang membenci, mengutuk serta mencaci sekalipun. Namun anehnya, banyak kita lupa dengan ciri khas yang diajarkan oleh Yesus. Kita justru melakukan yang bertolak belakang dengan ajaran ini, padahal dengan ajaran ini kita tampil berbeda dengan yang lain. Jika kita melakukannya, berarti karakter Allah Bapa yang diturunkan kepada AnakNya, ada pada kita. Seperti Yesus, Ia tidak membalas meskipun dicaci-maki, dihujat, diejek, diludahi dan dipermalukan;  Ia sanggup mengampuni dan mengasihi musuh-musuhNya.  Ia berkata,  “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat,”  (Luk.23:34).  Ia telah meninggalkan teladan hidup yang luar biasa.  Menjadi Kristen berarti menjadi pengikut Kristus, dan sudah sepatutnya kita mengikuti jejakNya dan meneladani kehidupanNya.  Alkitab dengan tegas menyatakan;  “Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.”  (1Yoh.2:6).  Tuhan menghendaki agar kita mengasihi musuh-musuh kita.  Kata-kata Yesus dari atas salib bukan kata-kata kutuk atau keluhan atau tentang penghinaan atas kematianNya yang terkutuk, tetapi adalah doa untuk mereka yang menyalibkan Dia, Putera Allah yang benar, tanpa dosa.  Secara manusiawi tentu bukan hal yang mudah mendoakan, memberkati orang yang berbuat jahat kepada kita. Namun, inilah konsekwensi hidup sebagai pengikut jalan Tuhan. Kemurnian kasih yang Tuhan berikan kepada setiap orang akan teruji kemurnian dan ketulusannya jika sanggup mengasihi musuh-musuhnya, dan itulah esensi dari kasih sejati. Hal yang berikutnya, ketika kita mengasihi musuh, kita sedang mengalahkan ego pribadi dan sedang mengalahkan sifat buruk musuh tanpa dia merasa kalah. Alasannya, kebaikan kita akan membuatnya malu dengan perbuatannya sendiri. Itu akan menghancurkan kekerasan serta dendam dalam hatinya (bdk. Rom.12:20). Karena itu, Kasihilah Musuhmu!

BE.467:2 “Asi ni Roham Hupuji”

Sai ramoti ma rohangku, asa boi gohanMu au Sai mabaor ma pasupasu nang marhite sian au IngananMu rohanami, TondiMi manggohi i Pangke dohot ngolunami gabe ulaulaMi

Doa

“ Ya Allah, ajarlah aku untuk mengasihi Musuhku, sebagaimana teladan yang diberikan oleh Yesus Kristus Tuhan kami. Amin”

Selamat beraktivitas hari ini

Tuhan Yesus memberkati

Pdt.Anggiat Saut Simanullang

BACA KITAB SUCI SEBELUM TIDUR

Kamis Malam, 25 Februari 2021

Firman Tuhan yang menjadi bacaan Malam ini tertulis dalam:

ROMA 3:21-31
Tetapi sekarang, tanpa hukum Taurat kebenaran Allah telah dinyatakan, seperti yang disaksikan dalam Kitab Taurat dan Kitab-kitab para nabi, yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya. Sebab tidak ada perbedaan. Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus. Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya. Maksud-Nya ialah untuk menunjukkan keadilan-Nya pada masa ini, supaya nyata, bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus. Jika demikian, apakah dasarnya untuk bermegah? Tidak ada! Berdasarkan apa? Berdasarkan perbuatan? Tidak, melainkan berdasarkan iman! Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat. Atau adakah Allah hanya Allah orang Yahudi saja? Bukankah Ia juga adalah Allah bangsa-bangsa lain? Ya, benar. Ia juga adalah Allah bangsa-bangsa lain! Artinya, kalau ada satu Allah, yang akan membenarkan baik orang-orang bersunat karena iman, maupun orang-orang tak bersunat juga karena iman. Jika demikian, adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman? Sama sekali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya.

Demikianlah Firman Tuhan! “Berbahagialah orang yang mendengar Firman Allah serta memeliharanya”. Amin

IBADAH YANG MURNI

RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN

Kamis, 25 Februari 2021

JAKOBUS 1:27

“Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia.”

Surat Yakobus adalah surat praktis, yang membicarakan tentang kehidupan orang Kristen, yang menekankan aplikasi iman Kristen dalam kehidupan sehari-hari. Bagi Yakobus, iman harus diaplikasikan/ dilaksanakan. Iman tanpa perbuatan adalah mati. Yakobus mengajarkan bagaimana kita sebagai orang Kristen harus memiliki kebijaksanaan dalam iman dan menumbuhkan ibadah yang sejati. Ibadah bukan sekedar kebaktian Minggu. Ibadah sejati merupakan totalitas kehidupan manusia, dimana kebaktian Minggu hanyalah satu bagian kecil dari ibadah. Salah satu bentuk totalitas ibadah itu sendiri adalah mengunjungi anak yatim dan janda-janda dalam kesusahan mereka. Konsep ini janganlah dimengerti menurut cara pikir saat ini. Pada hari ini mengunjungi yatim piatu dan janda dapat dikerjakan dengan senang hati bahkan sekaligus dipamerkan di media massa. Dulu, jika itu yang kita kerjakan, ini dapat menjadi masalah besar karena dapat menjatuhkan status sosial kita. Pada zaman itu yatim piatu dan janda diposisikan sebagai kaum marginal (terpinggirkan) ketika kita ketahuan mengunjungi kaum marginal tersebut di atas maka kita akan dikucilkan.  Melalui nas ini Yakobus mau memperbaharui cara berpikir kita sebagai orang Kristen, seberapa kita memiliki cinta kasih dan kemampuan melihat bahwa yatim piatu dan janda adalah juga sesama kita? Gereja bertugas untuk mengangkat dan membangun mereka. Cara pikir dunia berbeda dengan cara pikir Kristen. Nilai kekristenan melihat manusia sebagai makhluk agung yang dicipta menurut gambar dan rupa Allah, karenanya kita perlu menghindari sikap hidup: sombong, mengerjakan segala sesuatu demi uang, dualisme kehidupan, dalam gereja (ibadah) kita sangat baik namun dalam kehidupan sehari-hari, kita jauh dari kesejatian ibadah tersebut.

BE.672:3 “Tung Godang Situtu”

Alani i boan ma sondang na tiur i Boan ma hata ni Tuhan i Sai urupi na pogos na mardangol i Asa ro tu Jesus Tuhanta i Sai patupa ma i ala ni Tuhan i So mangkirim balosna tu ho Debata do marnida na niulami Manang na adong parbue ni i

Doa

“Bapa yang baik bimbinglah aku selalu untuk mewujudkan totalitas hidup dalam ibadah yang sejati dengan menjadi sesama bagi orang lain”. Amin

Selamat beraktivitas hari ini

Tuhan Yesus memberkati

Pdt.Anggiat Saut Simanullang

PERSEMBAHKANLAH SYUKUR

RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN,

RABU, 24 FEBRUARI 2020

MAZMUR 50:23

Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai korban, ia memuliakan Aku; siapa yang jujur jalannya, keselamatan yang dari Allah akan Kuperlihatkan kepadanya.”

Pernahkah anda menyampaikan Persembahan Syukur di Gereja? Bagi kita yang berkecimpung di gereja dan memahami kegerejaan, kita pasti tahu dengan hal ini. Ketika kita menyadari pertolongan Tuhan di dalam hidup kita, sebagai balasnya kita sampaikan persembahan syukur. Ketika kita mempersembahkan syukur itu berarti kita berkorban. Dalam konteks Perjanjian Lama memberi korban adalah menyembah Allah yang Maha kuasa sekaligus memohon pengampunan dosa. Secara univesal memberi korban itu berarti dengan sadar merelakan satu atau sebagian miliknya berkurang bahkan hilang karena dipersembahkan. Dalam iman Kristen memberi korban disebut mengembalikan milik Tuhan sekaligus mengakui bahwa semua yang dimiliki termasuk dirinya sendiri adalah anugerah-Nya. Perbuatan ini sangat  menyenangkan Allah karena dengan demikian Dia sangat diagungkan dan dimuliakan. Hidup yang dipenuhi oleh ucapan syukur adalah hidup yang memuliakan Tuhan.  Hidup yang bersyukur itulah kunci kepuasan dan kebahagiaan hidup.  Namun jika yang keluar dari mulut kita hanyalah sungutsungut, mustahil kita merasakan kebahagiaan hidup.  Orang yang terus bersungut-sungut berarti tidak pernah menghargai pertolongan Tuhan dalam hidupnya, meragukan kuasa dan kesanggupan Tuhan. Sekarang, mengapa kita harus bersyukur? karena TUHAN merupakan sumber segala berkat dan keselamatan kita. Kita harus mengucap syukur kepada Tuhan dalam segala hal, baik dalam keadaan keberkatan atau pun sedang dalam pergumulan, baik dalam suka maupun duka.  Jadi, bukan hanya ketika segala sesuatu berjalan baik atau lancar.  Bila saat ini kita diijinkan mengalami masalah atau penderitaan sekali pun, tetaplah mengucap syukur, karena semuanya pasti akan mendatangkan kebaikan bagi kita. Mari tetaplah bersyukur meski sedang dalam kesukaran, sebab kesukaran bermanfaat untuk pengembangan karakter kita.

BE.10:1 “Hupuji Hupasangap Ho”

Hupuji hupasangap Ho Amang pardenggan basa Ai jadijadianMu do sude angka na masa Ditompa Ho do sasude Dagingku rodi tondi pe Pinuji ma goarMu

Doa

“Ya Allah Bapa, ajar aku untuk tetap merasakan pertolonganMu, sehingga setiap saat, aku bersyukur dan mempersembahkan syukur kepadaMu. Amin

Selamat beraktivitas hari ini

Tuhan Yesus memberkati

Pdt.Anggiat Saut Simanullang

BACA KITAB SUCI SEBELUM TIDUR

SELASA MALAM, 23 FEBRUARI 2021

Firman Tuhan yang menjadi bacaan Malam ini tertulis dalam:

1PETRUS 3:8-12

“Dan akhirnya, hendaklah kamu semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati, dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat. Sebab: “Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu. Ia harus menjauhi yang jahat dan melakukan yang baik, ia harus mencari perdamaian dan berusaha mendapatkannya. Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada permohonan mereka yang minta tolong, tetapi wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat.”

Demikianlah Firman Tuhan! “Berbahagialah orang yang mendengar Firman Allah serta memeliharanya”. Amin

RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN, SELASA, 23 FEBRUARI 2021

MAZMUR 17:15

”Tetapi aku, dalam kebenaran akan kupandang wajah-Mu, dan pada waktu bangun aku akan menjadi puas dengan rupa-Mu.”

MEMANDANG WAJAH-MU

Apakah hidup anda sedang tertekan? Jika ya, apa yang anda lakukan untuk menghadapinya? Sepertinya kita kita mesti belajar dari nas hari ini. Pemazmur yakni Daud, sedang tertekan hidupnya oleh musuh-musuhnya. Ketika itu terjadi, dia mencari Allah demi perlindungan dan pembebasan. Saat memandang dan melihat wajah ALLAH, pemazmur merasa ketenangan dalam jiwanya. Bagaimanakah cara pemazmur agar jiwanya merasakan kepuasan di dalam memandang wajah TUHAN? Memperkuat persekutuan dengan orang-orang benar. Pergaulan yang baik membangun kebiasaan hidup yang benar (bnd. 1Kor. 15:33). Kemudian memusatkan mata hati untuk senantiasa memandang kepada Allah. Mata hati yang benar akan mengarahkan kita pada jalan hidup yang benar. Bila fokus mata hati kita salah, sesatlah jalan kehidupan kita. Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam kehidupan ini kita akan selalu membutuhkan pertolonganNya. Tidak berhenti sebatas membutuhkanNya, tetapi mulailah bertumbuh menjadi pribadi yang mengasihiNya. Karena hanya wajahNyalah yang dapat memuaskan diri kita. Saat bangsa Israel berjalan di padang gurun selama 40 tahun, setiap hari tangan Tuhan terulur bagi mereka. Pertolongan-Nya selalu nyata, tetapi semua itu tidak dapat memuaskan mereka. Hasrat untuk kembali ke “tanah perbudakan” lebih besar daripada pergi menuju “tanah perjanjian”. Berbeda dengan Musa yang berfokus pada wajah Tuhan. Musa tidak memiliki hasrat sedikitpun untuk kembali ke Mesir. Saat masa lalu begitu menarik dan sangat menggoda, maka itu hanya menunjukan bahwa kita sebenarnya belum memandang wajah Tuhan. Karena itu, carilah wajah-Nya “selalu”, karena hanya wajah-Nya yang dapat memuaskan kita.

BE.18:1 “Ungkap Bahal Na Umuli”

Ungkap bahal na umuli, bagas ni Debatangki Ai tusi do au naeng muli, ganup jumpang Minggu i Hulului do disi, bohi ni Debatangki

Doa

“Ya Allah Bapa, biarlah setiap menjalani hidup ini, aku selalu memandang wajahMu untuk menggapai perlindungan dan damai sejahtera. Amin”

Selamat beraktivitas hari ini

Tuhan Yesus memberkati

Pdt.Anggiat Saut Simanullang

RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN, SENIN, 22 FEBRUARI 2021

EFESUS 2:20
”yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.”

MENJADI SATU DENGAN KRISTUS
Nas ini adalah bagian dari surat rasul Paulus yang dituliskannya dari penjara, menjelang akhir hidupnya di tahun 67 Masehi. Ketika itu masih lazim ditemukan praktek penyembahan berhala dan penyembahan kepada Kaisar. Melihat keadaan ini Paulus memberi nasehat, perintah dan himbauan untuk hidup di dalam Kristus, yang ditinggikan sebagai Tuhan dari gereja, dunia dan seluruh alam semesta. Sebagai Tuhan yang hidup, Dia melengkapi gerejaNya dan mengikat yang menjadi milikNya menjadi satu dalam kasihNya. Ketika kita diikat dalam Kristus berarti sepenuhnya kita hidup di dalam perintahNya serta taat dengan segala yang difirmankan. Biarlah kita menjadi pelaku firman dan tidak hanya menjadi pendengar sebab segala yang Tuhan perintahkan kepada kita itu tidaklah berat, tinggallah di dalam Kristus melalui setiap perintahNya. Saat kita tinggal di dalam Yesus maka Dia jugalah yang akan mencukupi segala kebutuhan kita. Tidak perlu cemas dengan kebutuhan yang kita perlukan, percayalah kita tidak akan pernah kekurangan. Dan ketika hidup kita erat dengan Tuhan maka tidak ada yang dapat memisahkan kita dari kasihNya, Dia akan senantiasa bersama dengan kita. Melekatlah dan tetap tinggal di dalam Yesus, biarlah mulai saat ini kita benar-benar tinggal di dalam Dia, sampai kita berakar di dalam Kristus. Hingga pada akhirnya kita akan berbuah. Amin.

BE.228:1 “Jesus Haposanhu”
Jesus do Tuhanku Parsingantunganku Jesus do ojahan Ni haporseaon Ndada au tahutan Nang di parmaraan Jesus do Tuhanku Parsigantunganku

Doa
“Bimbing aku ya Bapa melalui Roh KudusMu menjadi satu dengan Kristus agar hidupku kasihNya tetap sertaku. Amin”

Selamat beraktivitas hari ini
Tuhan Yesus memberkati
Pdt.Anggiat Saut Simanullang