RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN, SENIN, 01 FEBRUARI 2021

LUKAS 5:32
“Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.”

KASIHNYA TIDAK TERHALANG DOSA
Nas ini merupakan bagian dari kisah seorang Lewi yang bekerja sebagai pemungut cukai. Alkitab mencatat, setelah Yesus melihatnya, saat itu juga, dia meninggalkan segala sesuatu dan mengikutNya. Alkitab juga menuliskan bahwa dia pun membuat pesta perjamuan besar untuk Yesus. Di antara para tamu undangan, hadir juga para ahli Taurat dan orang Farisi. Mereka bersungut-sungut karena Yesus dan para murid makan bersama pemungut cukai dan orang berdosa. Orang Israel membenci para pemungut cukai. Pasalnya, mereka adalah orang yang bekerja untuk penjajah dan sering memungut lebih dari yang ditentukan. Dari kisah ini, kita menemukan hal kontras. Lewi menemukan Tuhan. Sebaliknya, ahli Taurat dan orang Farisi tidak. Bagaimana mungkin penjahat bisa mendapatkan Tuhan, sementara orang yang hidup untuk menaati perintahNya, tidak? Siapa yang tidak ingin dekat dengan Tuhan? Akan tetapi, orang yang merasa pantas, justru tidak pantas. Orang yang merasa tahu Tuhan, justru tidak mengenalNya. Namun, ketika Yesus menerima Lewi, itu bukan berarti Tuhan menyetujui semua kejahatannya. Namun, apa yang ingin Alkitab katakan adalah dosa seseorang tidak menghalangi kasihNya. Justru hatiNya susah jika melihat manusia hidup dalam kubangan dosa. Bukankah itu tujuanNya hadir ke dunia dalam wujud manusia, yaitu untuk mencari dan menebus orang berdosa? Lewi tahu dia tidak pantas di hadapan Tuhan. Namun, Tuhan melihat bahwa Lewi membutuhkan Dia. Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. Bukan orang yang merasa diri benar yang memerlukan Tuhan, tetapi orang yang berdosa, karena itu mari kita mawas diri. Ketika kita merasa diri benar di hadapan Tuhan, justru itulah yang menghalangi kita dekat denganNya.

BE.411:1 “Nang Pe Rara Dosamu”
Nang pe rara dosamu, ias dibaen mudarHu/ Nang pe rara dosamu, ias dibaen mudarHu/ Na dapdap songon hasumba songon itak do/ Nang pe rara dosamu Nang pe rara dosamu, ias dibaen mudarHi, ias dibaen mudarHu

Doa
“Tuhan Yesus, ajar aku selalu untuk mawas diri, dan mensyukuri kasihMu yang menyelamatkan hidup kami. Amin

Selamat beraktivitas hari ini
Tuhan Yesus memberkati
Pdt.Anggiat Saut Simanullang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *