RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN, SELASA, 02 FEBRUARI 2021

YOHANES 10:11
Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;”

YESUS GEMBALA YANG BAIK
Alkitab menggambarkan satu hubungan yang istimewa antara Tuhan dengan umatNya, di mana Yesus menyatakan diriNya sebagai Gembala, sedangkan kita sebagai domba.  Mengapa kita digambarkan sebagai domba, bukan binatang lain yang mungkin lebih kuat seperti kuda, gajah, singa, harimau dan sebagainya? Ini menegaskan keberadaan kita yang penuh kelemahan, ketidakberdayaan, mudah tersesat dan selalu berada dalam marabahaya. Karena kita seperti domba yang penuh kelemahan secara otomatis kita sangat membutuhkan gembala yang dapat membimbing dan menuntun kita ke jalan yang benar. Namun, kita mempunyai Tuhan Yesus yang telah menyatakan diri sebagai Gembala yang baik.  Dia mengontraskan diri dengan keberadaan pencuri, perampok dan gembala upahan.  “Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.”  (Yohanes 10:10).  “…siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok;”  (Yohanes 10:1).  Begitu juga dengan gembala upahan, yang  “…ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu.”  (Yohanes 10:12).  Dalam keadaan terjepit karena menghadapi serangan orang jahat atau binatang buas gembala upahan lebih memilih menyelamatkan dirinya sendiri dan meninggalkan domba-dombanya daripada menolong, karena orientasinya hanya kepada upah.  Gembala yang baik justru rela mengorbankan nyawa-Nya bagi domba-dombanya. Adalah tidak lazim gembala rela mati bagi domba-dombanya, namun Tuhan Yesus mau melakukan hal tidak lazim itu untuk kita.  Inilah yang disebut anugerah:  kita yang sesungguhnya tidak layak karena dosa dan pelanggaran, tapi Dia rela datang dan mati untuk kita.  Kasih yang demikian sampai kapan pun tidak akan pernah kita dapatkan dari manusia mana pun, apalagi dari gembala upahan, pencuri atau perampok.

BE.211:1 “Tuhan Jesus Siparmahan”
Tuhan Jesus Siparmahan, Au birubiruNa do. Jesus gok di Ho rohangku. Sai ihuthononku Ho, Sai ihuthononku Ho, Sai ihuthononku Ho. Jesus gok di Ho rohangku Sai ihuthononku Ho

Doa
“Ya Tuhan Yesus, Gembala yang Baik, ajar aku selalu setia dan taat akan bimbinganMu sehingga hidupku penuh dengan damai sejahtera”. Amin

Selamat beraktivitas hari ini
Tuhan Yesus memberkati
Pdt.Anggiat Saut Simanullang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *