RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN, RABU, 03 FEBRUARI 2021

EFESUS 6:4
“Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.”

MENJADI AYAH SEIMBANG
Akhir-akhir ini kasus kenakalan anak muda begitu maraknya:  ada yang terlibat perkelahian, mengonsumsi narkoba, terlibat pergaulan bebas, bahkan ada yang sampai terjerumus ke dalam dunia prostitusi, manual atau online.  Lingkungan, dengan siapa mereka bergaul dan juga pengaruh buruk dari media sosial menjadi faktor pemicunya. Itulah sebabnya orangtua saat ini harus semakin was-was dan protective terhadap anak-anak kita. Ada anak-anak yang kelihatannya pendiam dan tampak alim saat berada di rumah, tetapi begitu berada di luar rumah mereka seperti banteng yang baru keluar dari kandangnya, liar dan tak terkendali. Nas di atas seringkali dipakai sebagai senjata oleh anak-anak muda untuk membela diri dan menyalahkan orangtuanya, seolah-olah orangtua tidak boleh membuat anak-anaknya marah dan sakit hati. Bukankah ada banyak anak muda yang memberontak dan menjadi tak terkontrol di luar dengan alasan merasa terkekang dan orangtua terlalu keras terhadapnya.  Tetapi anak-anak muda melupakan ketiga ayat di atasnya,  “Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian. Hormatilah ayahmu dan ibumu-ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.” (Ef.6:1-3). Perlu adanya keseimbangan supaya tidak saling menyalahkan di antara kedua pihak. Di satu sisi, orangtua harus mempunyai batasan-batasan dalam hal mendidik anaknya, di mana mereka tidak boleh mendidik atau menghajar sampai membuat anaknya sakit hati, terluka dan tawar hati, tetapi harus tetap selaras dengan ajaran firman Tuhan.  Sementara di sisi yang lain anak juga dituntut untuk taat dan hormat kepada orangtua di dalam Tuhan karena ada berkat yang luar biasa bagi anak-anak yang mau taat dan patuh kepada orangtuanya,  “…supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.”  Jika orangtua dan anak mampu menjalankan perannya masing-masing dengan baik, maka hal-hal buruk akan dapat terhindarkan!

BE.159:3 “Martua Dongan Angka na Sabagas”
Martua na saripe, pangajari Di anakkonNa, asa tong burju, Na so marpansohotan ganup ari Tumangiangkon angka i tutu Tu Tuhan Jesus asa sai Ibana Mamasumasu sasudena I, Huhut dilehon asi ni rohaNa Manogihonsa tu lambungNa i

Doa
“Ya Allah Bapa, ajar aku menjadi orang tua yang membimbing anak berjalan sesuai dengan perintahMu. Amin”

Selamat beraktivitas hari ini
Tuhan Yesus memberkati
Pdt.Anggiat Saut Simanullang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *