PERSEMBAHKANLAH SYUKUR

RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN,

RABU, 24 FEBRUARI 2020

MAZMUR 50:23

Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai korban, ia memuliakan Aku; siapa yang jujur jalannya, keselamatan yang dari Allah akan Kuperlihatkan kepadanya.”

Pernahkah anda menyampaikan Persembahan Syukur di Gereja? Bagi kita yang berkecimpung di gereja dan memahami kegerejaan, kita pasti tahu dengan hal ini. Ketika kita menyadari pertolongan Tuhan di dalam hidup kita, sebagai balasnya kita sampaikan persembahan syukur. Ketika kita mempersembahkan syukur itu berarti kita berkorban. Dalam konteks Perjanjian Lama memberi korban adalah menyembah Allah yang Maha kuasa sekaligus memohon pengampunan dosa. Secara univesal memberi korban itu berarti dengan sadar merelakan satu atau sebagian miliknya berkurang bahkan hilang karena dipersembahkan. Dalam iman Kristen memberi korban disebut mengembalikan milik Tuhan sekaligus mengakui bahwa semua yang dimiliki termasuk dirinya sendiri adalah anugerah-Nya. Perbuatan ini sangat  menyenangkan Allah karena dengan demikian Dia sangat diagungkan dan dimuliakan. Hidup yang dipenuhi oleh ucapan syukur adalah hidup yang memuliakan Tuhan.  Hidup yang bersyukur itulah kunci kepuasan dan kebahagiaan hidup.  Namun jika yang keluar dari mulut kita hanyalah sungutsungut, mustahil kita merasakan kebahagiaan hidup.  Orang yang terus bersungut-sungut berarti tidak pernah menghargai pertolongan Tuhan dalam hidupnya, meragukan kuasa dan kesanggupan Tuhan. Sekarang, mengapa kita harus bersyukur? karena TUHAN merupakan sumber segala berkat dan keselamatan kita. Kita harus mengucap syukur kepada Tuhan dalam segala hal, baik dalam keadaan keberkatan atau pun sedang dalam pergumulan, baik dalam suka maupun duka.  Jadi, bukan hanya ketika segala sesuatu berjalan baik atau lancar.  Bila saat ini kita diijinkan mengalami masalah atau penderitaan sekali pun, tetaplah mengucap syukur, karena semuanya pasti akan mendatangkan kebaikan bagi kita. Mari tetaplah bersyukur meski sedang dalam kesukaran, sebab kesukaran bermanfaat untuk pengembangan karakter kita.

BE.10:1 “Hupuji Hupasangap Ho”

Hupuji hupasangap Ho Amang pardenggan basa Ai jadijadianMu do sude angka na masa Ditompa Ho do sasude Dagingku rodi tondi pe Pinuji ma goarMu

Doa

“Ya Allah Bapa, ajar aku untuk tetap merasakan pertolonganMu, sehingga setiap saat, aku bersyukur dan mempersembahkan syukur kepadaMu. Amin

Selamat beraktivitas hari ini

Tuhan Yesus memberkati

Pdt.Anggiat Saut Simanullang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *