KASIHILAH MUSUHMU!

RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN

Jumat, 26 Februari 2021

LUKAS 6:27-28

“Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.”

Nas ini, merupakan ciri- ciri khusus yang harus ada dalam hidup kita sebagai orang Kristen. Kita harus mampu mengasihi orang lain, pihak yang berbuat baik kepada kita dan yang membenci, mengutuk serta mencaci sekalipun. Namun anehnya, banyak kita lupa dengan ciri khas yang diajarkan oleh Yesus. Kita justru melakukan yang bertolak belakang dengan ajaran ini, padahal dengan ajaran ini kita tampil berbeda dengan yang lain. Jika kita melakukannya, berarti karakter Allah Bapa yang diturunkan kepada AnakNya, ada pada kita. Seperti Yesus, Ia tidak membalas meskipun dicaci-maki, dihujat, diejek, diludahi dan dipermalukan;  Ia sanggup mengampuni dan mengasihi musuh-musuhNya.  Ia berkata,  “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat,”  (Luk.23:34).  Ia telah meninggalkan teladan hidup yang luar biasa.  Menjadi Kristen berarti menjadi pengikut Kristus, dan sudah sepatutnya kita mengikuti jejakNya dan meneladani kehidupanNya.  Alkitab dengan tegas menyatakan;  “Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.”  (1Yoh.2:6).  Tuhan menghendaki agar kita mengasihi musuh-musuh kita.  Kata-kata Yesus dari atas salib bukan kata-kata kutuk atau keluhan atau tentang penghinaan atas kematianNya yang terkutuk, tetapi adalah doa untuk mereka yang menyalibkan Dia, Putera Allah yang benar, tanpa dosa.  Secara manusiawi tentu bukan hal yang mudah mendoakan, memberkati orang yang berbuat jahat kepada kita. Namun, inilah konsekwensi hidup sebagai pengikut jalan Tuhan. Kemurnian kasih yang Tuhan berikan kepada setiap orang akan teruji kemurnian dan ketulusannya jika sanggup mengasihi musuh-musuhnya, dan itulah esensi dari kasih sejati. Hal yang berikutnya, ketika kita mengasihi musuh, kita sedang mengalahkan ego pribadi dan sedang mengalahkan sifat buruk musuh tanpa dia merasa kalah. Alasannya, kebaikan kita akan membuatnya malu dengan perbuatannya sendiri. Itu akan menghancurkan kekerasan serta dendam dalam hatinya (bdk. Rom.12:20). Karena itu, Kasihilah Musuhmu!

BE.467:2 “Asi ni Roham Hupuji”

Sai ramoti ma rohangku, asa boi gohanMu au Sai mabaor ma pasupasu nang marhite sian au IngananMu rohanami, TondiMi manggohi i Pangke dohot ngolunami gabe ulaulaMi

Doa

“ Ya Allah, ajarlah aku untuk mengasihi Musuhku, sebagaimana teladan yang diberikan oleh Yesus Kristus Tuhan kami. Amin”

Selamat beraktivitas hari ini

Tuhan Yesus memberkati

Pdt.Anggiat Saut Simanullang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *