RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN, RABU, 31 MARET 2021

MARKUS 14:61

“Tetapi Ia tetap diam dan tidak menjawab apa-apa. Imam Besar itu bertanya kepada-Nya sekali lagi, katanya: “Apakah Engkau Mesias, Anak dari Yang Terpuji?”

YESUS ADALAH MESIAS

Kekeliruan Yahudi tentang Mesias yang dinubuatkan para Nabi sejak dari perjanjian lama, belum terpecahkan sampai pada kematian Yesus. Dengan segala mukjizat yang dilakukan oleh Dia sepanjang perjalanan hidupNya, mereka belum bisa percaya bahwa Yesus itu benar-benar Mesias yang dijanjikan oleh Allah bagi mereka. Mesias yang mereka yakini sebagai wakil Allah untuk menyelamatkan mereka tidak sesuai dengan ciri-ciri yang mereka lihat pada Yesus. Imam kepala dan tua-tua yahudi tidak percaya, malah mereka sangat membenci Yesus. Dalam proses penangkapan Yesus sebelum penyalibanNya, imam besar serta imam-imam kepala, tua-tua dan ahli taurat sangat sulit menemukan kesalahan Yesus. Mereka tidak mampu menjadikan kesaksian-kesaksian palsu yang dibuat oleh imam-imam besar, tua-tua dan ahli taurat sebagai bukti untuk menjerat Yesus kepada hukuman mati. Karena menurut hukum mereka, untuk menjatukan hukuman mati Mahkamah Agama memerlukan setidaknya dua orang saksi yang mengatakan hal yang sama. Padahal kesaksian-kesaksian yang mereka buat tidak cocok satu sama lain, kesaksian yang satu tidak sesuai dengan kesaksian yang lain. Dan ketika ditanya tentang kesaksian-kesaksian palsu itu Yesus tidak mengatakan apa-apa, dia hanya diam. Namun ketika imam besar itu bertanya kepadaNya: “Apakah Engkau Mesias, Anak dari Yang Terpuji?” Yesus menjawab: “Akulah Dia, dan kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di tengah-tengah awan-awan di langit dan pengakuan itulah yang menjadi kata kunci untuk mengantar Yesus ke Kayu Salib, karena menurut mereka itu merupakan hujatan kepada Allah. Dari kisah penderitaan yang dialami oleh Yesus seperti yang kita kenang dalam minggu-minggu passion ini, dari situ terlihat betapa Allah sangat mengasihi kita. Dia telah membenamkan diriNya dalam penderitaan. Dia telah serupa dengan kita menjadi manusia yang hina namun Allah telah meninggikanNya. Yesus adalah Mesias. Dia benar-benar adalah anak dari Yang Terpuji, yaitu Allah kita. Karena itu janganlah sia-siakan apa yang telah Dia perbuat bagimu. Ikutlah dia sekalipun banyak penderitaan, banyak tekanan yang kau hadapi karena Dia.

BE.NO.83:1 Na lao do birubiru i
Na lao do birubiru i mamorsan angka dosa, di nasa hajolmaon i, di benget ni rohana, diporsan do sahitta i, dilehon do diriNa i tu tangan ni pamunu, ditaoni do na bernit rodi na tos hosana i, didok naeng porsanonku.

DOA
Engkaulah ya Tuhan Mesias yang menjadi Juruselamat bagi kami. Ajarlah kami agar semakin setia padaMu, Amin.

SELAMAT PAGI DAN SELAMAT BERAKTIFITAS

TUHAN MEMBERKATI
Bvr.Relita simangunsong

RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN, SELASA, 30 MARET 2021

Lalu kata-Nya kepada mereka, “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku.” (Matius 26:38)

BERBAGI KEPEDIHAN

Tidak mudah mengakui ketakutan dan kelemahan kita kepada orang lain, terlebih jika kita menduduki jabatan struktural yang tinggi. Kita berusaha terlihat tegar dan kuat, serta menyembunyikan berbagai kecemasan. Seolah-olah tak ada persoalan yang dapat menjatuhkan kita. Kita menutup diri karena tidak ingin dinilai lemah, bahkan kerdil. Namun tidak dengan Yesus. Para murid-Nya telah menjadi saksi mata bagaimana Dia melakukan berbagai mukjizat, serta senantiasa mengajar dengan penuh kuasa. Tapi pada malam sebelum Dia ditangkap, Dia menunjukkan sisi kemanusiaan-Nya dengan sangat jelas di Getsemani. Di sana Dia mengalami kegentaran dan kepedihan, bahkan hingga berpeluh darah dalam doa-Nya (Luk. 22:44). Dan Dia mengakuinya kepada Petrus, Yohanes dan Yakobus (ay. 37-38). Dia meminta agar mereka mendekat dan berjaga-jaga ketika Dia berdoa. Murid-murid-Nya menyaksikan betapa Dia bergumul menghadapi cawan penderitaan yang akan ditanggung-Nya. Tindakan Yesus ini menunjukkan bahwa sebagai manusia, mengalami ketakutan dan kesedihan itu sangat wajar. Memang kita tidak dianjurkan mengumbarnya kepada semua orang, tetapi membaginya dengan orang-orang tertentu yang diharapkan dapat memahami keadaan kita. Para murid gagal memahami Yesus, mereka malah tertidur. Tetapi kehadiran mereka di dekat-Nya menjadi penguatan tersendiri bagi-Nya. Kiranya kita juga belajar membagikan pergumulan kita kepada orang lain, dan tidak menanggungnya sendirian, karena kita juga butuh topangan mereka.

BE.NO.249:1 “Ngot ma ho o tondingki”
Ngot ma ho o tondingki, dungo martangiang, asa unang musui, tole so tinagam, bisuk ni setan i do manait tu dosa, lan na bonar roha.

DOA
Ajari kami ya Tuhan supaya kami tetap berjaga-jaga, dan mengandalkan Tuhan dalam setiap pergumulan kami.

SELAMAT PAGI DAN SELAMAT BERAKTIFITAS

TUHAN MEMBERKATI

RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN, SENIN, 29 MARET 2021

“Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.”  Matius 24:14.

BERITAKANLAH INJIL

Pemberitaan Injil adalah aktivitas yang sangat penting dan utama sebelum hari kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya.  Karena itu selagi kita masih bernafas, diberi kesehatan dan memiliki banyak waktu dan kesempatan, mari kita maksimalkan setiap talenta untuk mengerjakan Amanat Agung ini.  Tuhan Yesus mengingatkan,  “Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai. Kita tidak harus menjadi pendeta terlebih dahulu untuk memberitakan Injil. Semua orang percaya tanpa terkecuali:  tua atau muda, jemaat baru atau sudah lama, para pendeta atau jemaat awam dapat mengerjakan bagiannya untuk melayani Tuhan dengan tingkat pelayanan yang berbeda-beda, mulai dari yang paling kecil/sederhana sampai kepada hal-hal yang besar. Pelayanan dasar memberitakan Injil kepada orang lain adalah melalui kesaksian hidup kita.  Inilah pelayanan yang sangat efektif yang dapat menjangkau semua orang.  “Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.”  (1 Timotius 4:12b).  Karena itu kita tidak perlu ragu, takut atau berkecil hati untuk melayani Tuhan karena Tuhan tidak pernah memberikan perintah kepada kita tanpa terlebih dahulu memperlengkapi dan membekali kita.  “…kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”  (Kisah 1:8).  Kuasa Roh Kudus inilah yang akan menyertai, menguatkan dan memampukan kita untuk mengerjakan tugas ini. Karena penyertaan Roh Tuhan, Musa yang sebelumnya minder dan merasa tidak mampu, dipakai Tuhan memimpin bangsa Israel keluar dari perbudakan Mesir.  Begitu pula dengan kedua belas orang yang dipilih Tuhan untuk menjadi murid-murid-Nya, mereka adalah orang-orang biasa dan tidak terpelajar.  Mungkin di pemandangan manusia kita ini tidak kaya, tidak terkenal dan bahkan mungkin kita dianggap bodoh oleh dunia, tapi Tuhan mau dan sanggup memakai kita untuk menjadi penjala manusia ampai akhir zaman.

BE.NO. 716:1 Dinamamolus sandok ngoluon
Dina mamolus sandok ngoluan, gok do na marsak gale, boan sinondang tu na holom i, asa margogo muse, baen ma ahu parhiteanMu, pasupasum mabaor mai, ale Tuhanku patupa ma au, baen pasupasu tu dongan sude.

DOA
Pakailah kami sebagai alatMu untuk memberikan injilmu, dan ajari kami agar senantiasa hidup sesuai firmanMu.Amin

SELAMAT PAGI DAN SELAMAT BERAKTIFITAS

TUHAN MEMBERKATI

RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN, SABTU, 27 MARET 2021

Matius 18:15
“Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali.”

MENEGUR KESALAHAN DENGAN KASIH
Dalam hidup sehari-hari sering kita jumpai ada orang-orang yang suka sekali membicarakan kelemahan dan kesalahan orang lain. Ketika melihat orang lain jatuh dalam dosa atau berbuat kesalahan mereka langsung menjadikan hal itu sebagai bahan gosip dan pergunjingan, sehingga orang yang berbuat dosa tersebut menjadi sangat malu. Berhati-hatilah! “Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu. (Lukas 6:38b). Tidak selayaknya kita menghakimi dan menyudutkan orang yang berbuat kesalahan tersebut, sebaliknya kita harus berusaha agar ia tidak tenggelam dalam rasa bersalah, namun mengalami pemulihan. Caranya? Alkitab menyatakan bahwa kita harus menegurnya di bawah empat mata. Artinya tanpa ada campur tangan dari pihak ketiga. Kita harus bersikap sportif dan kesatria untuk berani menegur yang bersangkutan, bukan memerbincangkannya di belakang. Banyak kegagalan dilakukan oleh orang percaya yaitu menegur saudaranya di hadapan umum, sehingga hal itu menimbulkan rasa malu dan sakit hati dalam diri yang bersangkutan. Bila kita berada di posisi yang salah kita pun harus berjiwa besar untuk mengakui kesalahan, jangan lekas marah dan tersinggung bila ditegur. Andaikan ajaran firman ini dipraktekkan dengan baik dan benar, kita percaya bahwa jemaat Tuhan akan hidup dalam kerukunan, penuh damai sejahtera tanpa ada dengki dan dendam.

BE. 262 : 2 “Jahowa Tuhanhi”
Urupi au mandok na patut dohononku Asa ture hudok na roa oromonku. Tung baen ma au gomos mandok na patut i. Margogo ma antong baen dohot hatangki

DOA:
Berilah kami hikmat darimu Tuhan untuk membereskan persoalan dosa dan kesalahan orang lain, supaya kami tidak menyelesaikannya dengan akal manusia yang akhirnya berdampak buruk bagi orang lain dan juga diri kami sendiri. Amin

Selamat dan Selamat beraktivitas
Tuhan Yesus Memberkati
Bvr.Lambok Parapat

RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN, JUMAT, 26 MARET 2021

MATIUS 5 : 7
BERBAHAGIALAH ORANG YANG MURAH HATINYA, KARENA MEREKA AKAN BEROLEH KEMURAHAN”

BERBAHGIALAH YANG MURAH HATI
Kemurahan hati selalu berkaitan dengan perbuatan baik/ pemberian, namun kemurahan hati bukan hanya sekedar memberikan sedekah kepada pengemis atau memberikan pertolongan kepada orang yang membutuhkannya. Misalnya bila di dompet kita selalu ada banyak uang, maka memberikan sedekah kepada pengemis bukanlah cermin kemurahan hati, atau kita sedang berjalan-jalan santai lalu membantu orang jompo menyeberang jalan itu bukan cermin kemurahan hati. Dalam kemurahan hati terkandung unsur utama mengasihi, belas kasihan dan tanggung jawab. Tuhan Yesus berkata: “Hendaklah kamu murah hati sama seperti Bapamu adalah murah hati” (Lukas 6: 36). Kemurahan hati Bapa di surga dinyatakan dengan kasih karuniaNya perbuatanNya yang baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterimakasih dan terhadap orang-orang jahat (Luk 6: 35) bukan semata-mata numpang lewat. Ada orang yang memiliki pekerjaan yang bagus, tetapi tidak mau membantu keluarga sendiri itu tidak murah hati, terhadap keluarganya sendiri ia tidak murah hati, apalagi terhadap orang lain. Marilah kita mulai bermurah hati kepada orang-orang terkasih kita. anak, isteri atau suami. Dengan kasih, belas kasihan dan tanggung jawab utamakan kepentingan atau kebutuhan mereka, meski pun untuk itu kita harus mengorbankan kepentingan atau kebutuhan kita. Lalu perluaslah tindakan seperti itu kepada orang-orang lain yang Tuhan pertemukan denganmu. Tuhan berjanji, kebahagiaan adalah milik orang yang murah hati, karena dia pun akan me-nerima kemurahan hati.

BE. 215 : 5 “Na Martua Do Dohonon”
Angka na marasi roha Ninna Jesus Tuhan i Angka i do siasian Balos ni asina i Sai na sonang roha ni Siasi-i dongan i

DOA:
Kami mau menjadi orang yang murah hati ya Tuhan, supaya kami menerima kemurahanMu. Amin

Selamat Pagi dan Selamat Beraktivitas
Tuhan Yesus Memberkati
Bvr.Lambok Parapat

RENUNGAN HARIAN HKBP AEKKANOPAN, KAMIS, 25 MARET 2021

Yohannes 3 : 35
“Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya.”

KEKUASAAN DISERAHKAN KEPADA ANAKNYA
Yesus adalah ahli waris Kerajaan Allah. Bapa menyerahkan semua kepadaNya. Tidak ada yang bisa disetarakan dengan Yesus dalam hal ini. Seluruh Kerajaan Allah diberikan Bapa kepada Anak. Dialah yang akan disembah sujud semua raja-raja di bumi. Dialah pewaris takhta kerajaan, Dialah pewaris takhta penghakiman, Dialah pewaris kemuliaan, Dialah pewaris kuasa dari Bapa-Nya. Yohanes yang telah membuka jalan dan dahulu datang. Yohanes hanya berseru agar orang-orang memandang Kristus dan mengagumi Dia, mengasihi Dia, mengikuti Dia, menyembah Dia, dan menaati Dia. Seluruh manusia harus datang kepada Dia. Inilah tugas Yohanes. Membuat orang- orang memandang kepada Kristus, membuat seluruh bangsa datang dan menyembah Sang Mesias. Inilah kebesaran Yohanes Pembaptis. Dia mempunyai kuasa sangat besar dan pelayanan yang sangat baik dipimpin oleh Tuhan karena dia mengabaikan dirinya dan meninggikan Kristus. Karena hanya Dialah yang layak ditinggikan. Pemilik seluruh bumi.

BE. 184 : 1 “Nunga Tung Jumpang Ahu Ojahan”
Nunga tung jumpang au ojahan Ni tondingki na mago i Mudar ni Jesus do manahan Saleleng ni lelengna i nang mago pe portibi on Tongtong do hot ojahan on

DOA:
Ya Tuhan kami mengaku bahwa Engkau adalah pemilik atas segala yang ada di dunia ini. Ajarilah kami untuk selalu mensyukuri pemberianMu di dalam hidup kami. amin

Selamat Pagi dan Selamat Beraktivitas
Tuhan Yesus Memberkati
Bvr.Lambok Parapat

RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN, RABU, 24 MARET 2021

Lukas 18 : 31
“Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu berkata kepada mereka: sekarang kita pergi ke Yerusalem dan segala sesuatu yang ditulis oleh para nabi mengenai Anak Manusia akan digenapi”.

PENGGENAPAN KESELAMATAN
Kedatangan Yesus ke dunia ini sudah dinubuatkan oleh para Nabi dalam Kitab PL, dan bahkan sampai akhir perjalanan hidupNya juga sudah ditentukan. Dalam nas ini, Yesus mengatakan bahwa sudah saatnya, atau waktunya sudah tepat bagi-Nya untuk pergi ke Yerusalem. Sebab, segala yang dituliskan tentang diri-Nya akan digenapi di sana. Di Yerusalem Yesus akan menyelamatkan dunia dari dosa. Caranya sungguh tidak terduga. Ia akan disesah, disalib, dihina, diludahi, dan dibunuh. Pelakunya adalah mereka yang tidak mengenal Allah (32). Namun demikian, arti dari perkataan Tuhan ini masih tersembunyi bagi para murid-Nya (34). Tampaknya, belum waktunya bagi mereka untuk memahami maksud dari perkataan itu. Jadi, walau perkataan ini adalah pemberitahuan ketiga, mereka tetap tidak mengerti maksud Yesus. Kita mungkin bisa menangkap maknanya, yaitu tentang penyaliban Tuhan Yesus. Namun, bagi mereka, maksud ini tersembunyi. Ini yang dinamakan sesuai dengan hikmat Allah, yaitu cara dan waktunya selaras dengan kehendak Allah. Terkadang dalam kehidupan, kita juga tidak mengerti penuh apa yang menjadi rencana Allah. Kita tidak tahu kapan waktu yang tepat bagi-Nya. Dalam penantian itu, kita pun gelisah dan bingung. Bahkan, beberapa orang ada yang marah karena merasa Allah tidak peduli. Padahal, Allah menjalankan kehendak-Nya sesuai dengan cara dan waktu-Nya. Sesungguhnya, semua akan indah pada waktunya. Hanya satu yang kita butuhkan, yaitu terus beriman kepada-Nya dalam menjalani kehidupan.

BE. 371 : 1 “Burju ma Hita Mardalani”
Burju ma hita mardalani di dalan lao tu surgo i Sai Jesus ma tabaen donganta di las ni roha arsak pe.

DOA
Engkau adalah Tuhan yang kami sembah di dalam hidup kami , yang telah memberikan Keselamatan bagi kami. Kami puji Engkau di dalam hidup kami Tuhan. Amin

Selamat Pagi dan Selamat Beraktivitas
Tuhan Yesus Memberkati
Bvr.Lambok Parapat

RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN, SELASA, 23 MARET 2021

Zakharia 14:9
“Maka TUHAN akan menjadi Raja atas seluruh bumi; pada waktu itu TUHAN adalah satu-satunya dan nama-Nya satu-satunya”

TUHAN RAJA ATAS SELURUH BUMI
Segala sesuatu telah ditaklukkan ke bawah telapak kaki Allah oleh Mesias-Nya. Pada waktu itu Tuhan adalah satu-satunya, sebagaimana dikatakan pengakuan iman orang Israel yang mengatakan bahwa Tuhan itu Esa. Tidak ada yang sama seperti Dia, tidak ada yang sebanding dengan Dia. Nama satu-satunya yang akan disebut orang di dalam mulutnya untuk disembah hanyalah nama Allah semata-mata. Tidak ada nama lain selain nama-Nya, yang akan disebut orang. Nama di dalam Alkitab menunjuk kepada karya. Sebagaimana juga disuarakan pepatah: Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama. Nama menunjuk kepada karya seseorang. Karya Tuhan Yesus adalah keselamatan. Tidak ada orang yang selamat di dunia ini dan juga di hari penghakiman, selain karya Tuhan Yesus. Satu-satunya karya yang dibicarakan orang pada waktu hari penghakiman itu ialah keselamatan yang telah dikerjakan Tuhan Yesus di kayu salib. Pada waktu itu, karya manusia dengan ibadah perbuatan baiknya tidak akan pernah dibicarakan hanya nama Yesus yang akan dibicarakan di sana. Oleh karena itu sebuah pertanyaan yang perlu diajukan pada diri kita sendiri ialah: sudahkah karya Yesus di kayu salib itu menjadi milik saudara secara pribadi? Sudahkah kita mati bersama dengan Kristus? Sudahkah saudara dikuburkan bersama dengan Kristus? Sudahkah saudara dibangkitkan bersama dengan Kristus? Sudahkah saudara diberi tempat bersama dengan Kristus di surga? Akankah Kristus datang satu hari kelak dalam rangka menjemput saudara pada hari penghakiman kelak? Jawaban yang benar atas pertanyaan – pertanyaan ini menunjuk kepada kepemilikan keselamatan yang dikerjakan Tuhan Yesus di kayu salib itu. Jadi kita sudah diselamatkan dari dosa-dosa yang telah dilakukan di masa lalu. Sekarang pun kita sedang diselamatkan dari keberdosaan kita. Nanti pun kita akan diselamatkan pula dari keberdosaan kita. Alangkah lengkapnya keselamatan yang kita miliki di dalam Kristus. Usaha manusia untuk selamat tidak berlaku, karena tidak memadai di mata Allah Yang Maha Kudus.

BE. 192 : 1 “ O Tuhan Jesus Raja ni sudena”
O Tuhan Jesus Raja ni sudena Tubu sian Ama i Haholonganhu Sisombaonhu Sasada Ho do Tuhanhi

DOA:
Terimakasih Tuhan atas keselamatan yang telah Engkau berikan bagi kami manusia berdosa ini. Engkau telah menebus kami dari segala perbuatan dosa kami. Amin

Selamat Pagi dan Selamat Beraktivitas
Tuhan Yesus Memberkati
Bvr.Lambok Parapat

RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN, SENIN, 22 MARET 2021

Yohannes 14 : 14
“Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya.”

KUASA DALAM NAMA YESUS
Seringkali jika kita berdoa pasti menyebutkan didalam nama Yesus kami berdoa. Nama Yesus bukanlah sembarang nama sebagaimana ditegaskan dalam Alkitab: “Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: ‘Yesus Kristus adalah Tuhan,’ bagi kemuliaan Allah, Bapa”. Jelas nyata bahwa nama Yesus adalah nama di atas segala nama, yang di dalamnya terkandung kuasa yang dahsyat sehingga segala yang ada di atas langit dan di bawah bumi harus menyembah Dia, dan Allah memberikan jaminan yaitu jawaban doa kepada siapa pun yang berdoa atas nama Yesus Kristus. Jadi bukan asal sebut jika doa-doa kita selalu diakhiri di dalam nama Yesus. Mengapa harus dalam nama Yesus? Ketika kita berdoa meminta segala sesuatu kepada Bapa di sorga di dalam nama Yesus, kita sedang meminta di atas kehendak Yesus Kristus. Artinya seluruh otoritas Yesus Kristus akan menyertai kita, sehingga “…segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku.” (Yohanes 16:23b). Dalam nama Yesus doa kita akan dijawab oleh Bapa dan apa yang kita minta akan dikabulkanNya. Saat kita berdoa meminta segala sesuatu dalam nama Yesus kita memiliki penyerahan diri kepada Tuhan Yesus; berdoa menurut kehendakNya, bukan menurut kehendak diri sendiri. Kita tunduk pada apa yang Tuhan kehendaki bagi hidup kita karena Dia tahu mana yang terbaik bagi kita seperti yang dilakukan Yesus ketika Ia sedang berdoa di taman Getsemani, “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” (Matius 26:39). Doa Yesus bukan untuk memuaskan keinginanNya sendiri tetapi Ia belajar untuk tunduk dan mengutamakan apa yang dikehendaki Bapa. Sedangkan kita, seringkali kita “…berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.” (Yakobus 4:3). Kita memaksa Tuhan untuk menuruti keinginan kita dan menjawab doa-doa kita, padahal doa kita itu hanya untuk memuaskan keinginan kita sendiri.

BE.813 : 1 “Pangido Hamu Ma”
Pangido hamu ma, sai na lehononNa do tu hamu Lului hamu ma, sai na jumpangan do hamu Sai tuktuhi hamu ma, sai na ungkaponNa do di hamu Angka pangidoanmuna disarihon Debatamu

DOA
Terimakasih atas berkatMu hari ini ya Tuhan, Engkau masih memberikan kami kesehatan. Ajarilah kami untuk meminta apa yang perlukan hanya kepadaMu saja karna semua tersedia bagiMu. Amin

Selamat Pagi dan Selamat Beraktivitas
Tuhan Yesus Memberkati
Bvr.Lambok Parapat

SETIA MELAKUKAN KEHENDAK-NYA

RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN

Sabtu, 20 Maret 2021

YOHANES 6:38

“Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.”

Ketika kita mengikuti Peringatan Penderitaan Tuhan Yesus (Passion) yang sudah berjalan sejak 28 Februari 2021, dan akan berakhir pada 28 Maret 2021 yang akan datang, adakah pesan yang bisa kita pahami ketika mengikutinya? Atau apakah pesan terdalam Passion tersebut untuk kita? Ketika mengikuti Passion, Yesus hendak menunjukkan cinta yang sebenarnya. Peristiwa hidup, penderitaan, kematiannya merupakan cinta nyata yang mendasari hidup setiap orang beriman. Kristus yang menderita, yang setia melakukan kehendak Bapa untuk kita inilah yang menguatkan dan meneguhkan hidup dan kepercayaan kita. Maka dasar ini pulalah yang meneguhkan setiap orang beriman untuk memberi kesaksian akan kasih Allah dalam situasi apapun dan tantangan apapun yang dihadapi. Karena kesetiaan cintaNya kita dapat mengatasi segala persoalan dengan kuat dan berani. Kesetiaan beriman memberi ganjaran kehidupan kekal bersamaNya. Beriman kepada Yesus menuntut keberanian dan kesetiaan dalam situasi apapun serta siap dengan segala resiko yang mungkin ada. Namun kita percaya bahwa apapun persoalan dan resiko yang kita hadapi, takkan pernah memisahkan kita dari kasih Allah dalam diri Yesus Tuhan.

BE.4:2 “Sai Puji Debata”

Disuru Debata AnakNa Jesus Kristus, Jadi mansai arga do hita on ditobus. Diporsan Jesus i Dosanta sasude, Asa mudarNa i Paias hita be

Doa

Ya Allah Bapa, ajarilah aku arti Kasih dan kesetiaan serta mengimani dan mencintai Engkau, sebagaimana ditunjukkan oleh Yesus Kristus, dalam seluruh hidup dan setiap langkahku. Amin”

Selamat beraktivitas hari ini

Tuhan Yesus memberkati

Pdt.Anggiat Saut Simanullang