RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN, SENIN, 08 MARET 2021

“Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh”.Efesus.2:22

DIPERSATUKAN DI DALAM KRISTUS

Perseteruan Allah dengan manusia berdosa telah dipersatukan oleh darah Kristus yang tercurah di kayu salib. Perseteruan telah didamaikan. Kristus adalah kurban perdamaian dari perseteruan antara manusia dengan Allah dan juga manusia dengan sesamanya. Tidak hanya tembok pemisah antara manusia dan Allah yang roboh, tetapi tembok pemisah antara etnis Yahudi dan etnis non Yahudi. Selain membatalkan hukum-hukum yang memisahkan Yahudi dan nonYahudi seperti hukum sunat dan makanan halal/haram, Yesus juga membatalkan fungsi Taurat sebagai jalan keselamatan. Tetapi fungsi Taurat sebagai hukum bagi umat Allah tetap berlaku sebagai petunjuk hidup baru. Tuhan Yesus menciptakan satu umat yang baru. Semua Yahudi dan nonYahudi dipersatukan menjadi satu, oleh darah Yesus. Artinya Yahudi tetap Yahudi, dan nonYahudi tetap nonYahudi. Yang dibatalkan adalah anggapan ketidaksetaraan di hadapan Allah. Yesus telah mendamaikan Yahudi dan nonYahudi dengan Allah. Umat yang telah didamaikan Kristus disebut sebagai kawan sewarga, dan anggota kerajaan Allah yang hidup di bawah pimpinan dan hukum-hukum Allah. Sebagai anggota keluarga Allah secara otomatis, relasi antar etnis pun diungkapkan dengan istilah ‘saudara’. Selanjutnya, umat yang didamaikan itu juga disebut sebagai tempat kediaman Allah. Paulus menekankan pentingnya kesatuan tubuh Kristus. Meskipun ada perbedaan, namun tetap ada kerendahan hati untuk menjaga kesatuan tubuh Kristus agar tidak terpecah belah. Demikian halnya dengan Jemaat. Rasul Paulus menekankan bahwa Jemaat harus saling menghargai perbedaan dan melihat perbedaan itu sebagai keragaman yang memperkaya, bahkan kekuatan untuk saling melengkapi. Perbedaan bukan untuk saling merendahkan dan menghancurkan satu sama lain. Namun sebaliknya, kita semua dipanggil sebagai alat Tuhan untuk mempersaksikan kasih Kristus dalam kesatuan umat di tengah dunia ini. Jadi keharmonisan harus terpelihara. Dengan memaknai kedatangan Kristus ke dalam dunia ini, kita dipanggil untuk saling mengasihi, menghormati, dan melayani agar damai sejahtera Kristus selalu ada di tengah kehidupan kita. Amen.

BE. No.228:5 “Jesus haposanku”
Jesus do Tuhanku, parsigantunganku, Jesus do ojahan ni haporseaon. Ndada au tahutan nang diparmaraan, Jesus do Tuhanku, parsigantunganku.

DOA
Ajar kami untuk melakukan Firman Mu ya Tuhan, dalam kebersamaan, saling menghargai dan penuh cinta kasih, Amin.

SELAMAT PAGI DAN SELAMAT BERAKTIFITAS

TUHAN MEMBERKATI
Bvr.Relita Simangunsong

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *