RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN, KAMIS, 11 MARET 2021

Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya diatas pasir. “Matius.7:26”

Jadikanlah firman Allah pondasi hidupmu

Pernahkah kita melihat bangunan yang berdiri tinggi menjulang yang kelihatannya kokoh? dan setelah melihatnya adakah timbul dalam hati kita, mengapa bisa demikian? Tentu alasan yang masuk akal, pasti dasar atau pondasi bangunan itu, kokoh diatas batu dan bukan pasir. Namun sebaliknya jika bangunan itu diatas dasar pasir, pastinya akan cepat terseret bila datang hujan dan banjir. Demikianlah perjalanan hidup manusia, di tengah-tengah dunia ini. Diumpamakan seperti suatu bangunan rumah dan bagaimana bisa bertahan, takkan runtuh, tergantung bagaimana cara kita membangunnya. Ada dua sikap yang mau Yesus katakan, buat umat-Nya. Dan pilihlah yang baik yang harus diperbuat yaitu: 1. Orang bodoh akan mendirikan rumahnya diatas pasir. Jika hujan turun dan banjir rumahnya akan terseret air. Artinya: Dalam kenyataan sekarang ini, banyak pribadi orang-orang tertentu dalam keluarga, pekerjaan, berantakan, bahkan hancur. Sadar atau tidak sadar semakin menyeret kehidupannya kedalam hal-hal yang menakutkan. Tentunya, kalau dibiarkan mungkin membuat hidupnya, semakin jauh dari kebenaran firman Allah. Terlebih jika seseorang mendasari hidupnya diatas pondasi yang bersifat fana, seperti kepandaian, kekayaan, jabatan. Meskipun dari luar hidupnya kelihatan seperti bangunan megah, dan kokoh, tetapi ketika ada goncangan datang maka hidupnya mudah goyah bahkan roboh.
2. Orang pintar akan mendirikan rumahnya diatas batu. Jika datang hujan dan banjir, rumahnya tetap akan berdiri kokoh karena dibangunan diatas dasar yang kuat yaitu batu. Ucapan ini langsung dikatakan Yesus kepada semua orang yang selalu banyak mengikuti dia. Yesus memotifasi banyak orang supaya menjadi bijak menyikapi hidup ini. Yesus mengetahui dan melihat apa tantangan, dan masa-masa sulit yang dihadapi umat. Ia mengarahkan semua orang hendaklah mejadikan firman, sebagai landasan hidup. Selama hidup didunia, gelombang hidup akan silih berganti. Tantangan hidup akan selalu datang menghadang setiap pribadi. Pencobaan demi pencobaan akan menguji setiap iman orang pengikut Yesus, dan saat itu juga kita mau ditanya: bagaimana kita merespon? Dengan selalu merindukan Allah, melalu persekutuan, melatih diri beribadah, mengimani firman Allah dan tak jemu-jemu berbuat baik, disitu kita dibentuk menjadi pribadi yang kuat, di atas iman yang kokoh. Benteng kehidupan dan takkan goyah. Pujian dan sembah hanya kepada Allah. Kita tidak tau, apa yang kita hadapi ke depan, namun saat ini firman Allah mengingatkan kita, apa pun yang terjadi kedepan jika firman Allah pondasi hidup kita, walau diterpa angin, hujan, badai, kita tetap kokoh berdiri. Amin.

BE.No.723:1 Tu jolom o Tuhan
Tu joloM o Tuhan sahat ma diringkon, pangke ma au hombar tu lomoM, molo dang Ho Tuhan maringanan di au, diringkon dang mararga bei, tung pogos pe dison manang sonang tahe, marsigantung tu Ho sasude, holan Ho huihuthon dang be diringkon, togutogu ma tu nature.

Doa
Ingatkan kami selalu menghidupi firman-Mu, sebagai landasan hidup kami, Amin.

SELAMAT PAGI DAN SELAMAT BERAKTIFITAS

TUHAN MEMBERKATI
Bvr.Relita Simangunsong

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *