ALLAH AKAN MEMULIHKAN

RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN

Selasa, 16 Maret 2021

MAZMUR 102:3

“Janganlah sembunyikan wajah-Mu terhadap aku pada hari aku tersesak. Sendengkanlah telinga-Mu kepadaku; pada hari aku berseru, segeralah menjawab aku!”

Para Ahli Menyatakan Mazmur 102 adalah Mazmur ratapan tentang kehancuran Yerusalem dan doa untuk pemulihan kota tersebut. Awalnya, doa pemulihan pribadi ini ditujukan untuk membangun kembali Yerusalem dalam konteks pascapembuangan. Penulis mengekspresikan kesedihannya akan kehancuran Yerusalem. Terlebih lagi, kondisi ini diperberat dengan tidak tampaknya Tuhan yang seolah menyembunyikan wajah-Nya, diam, dan tidak menjawab doanya. Namun, iman dan harapannya akan pemulihan tidak luntur. Pengharapannya tampak dalam pengakuan akan kekuasaan dan kemurahan hati Allah. Pemazmur percaya bahwa Allah akan memulihkan Yerusalem, meskipun dia tidak dapat melihatnya secara langsung. Melalui iman, ia percaya bahwa keturunannya akan melihat pemulihan dari Allah. Inilah iman yang sejati. Yesus pernah berkata: “Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya” (lih. Yoh.20:29). Apa itu iman yang sejati? Iman yang sejati tidak seperti seseorang yang tidak pernah sedih dan selalu mengalami mukjizat pertolongan Tuhan. Iman yang sejati muncul dari ujian dan penempaan dalam berbagai kondisi sulit; seperti seseorang yang mencari pertolongan Tuhan melalui doa, namun ia mendapati bahwa Allah diam dan tidak menjawab doanya. Dalam kondisi seperti itu, ia memilih untuk tetap berharap dan percaya pada kekuasaan dan keadilan Allah. Di sini iman tersebut diasah oleh Tuhan melalui kesabaran, komitmen, kesetiaan, dan pengharapan. Hanya dengan cara seperti ini, iman bisa menjadi murni karena ia percaya total kepada rencana dan kehendak Allah. Ini tidak mudah. Karena itu, kita membutuhkan anugerah Allah. Jadi saat ini ketahuilah Allah itu tidak tinggal diam Dia peduli kepada kita dan rindu mendengarkan kita. Entah kita mengikuti Aturan Lima Menit untuk memohon berkat-Nya untuk sepanjang hari atau kita membutuhkan lebih banyak waktu untuk berseru kepada-Nya dalam kesesakan, berbicaralah kepada-Nya setiap hari.

BE.504:1 “Di Togu Tuhan Jesus Au”

Ditogu Tuhan Jesus au, i do na mangapuli au, Di ganup dalan nang tung maol, tanganNa do tongtong huhaol. Ditogutogu Jesus au, tanganNa sai maniop au, Tongtong ma siseanNa au, paima boi tu Surgo lao.

Doa

“Ya, Allah Bapa, pancarkanlah wajahMu ketika aku tersesak, dan jawablah aku.” Amin!

Selamat beraktivitas hari ini

Tuhan Yesus memberkati

Pdt.Anggiat Saut Simanullang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *