TUHAN TAK INGIN KITA SESAT

RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN

Jumat, 30 April 2021

MATIUS 18:14

“Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang.”

Satu yang tidak bisa kita pungkiri ketika membaca perjalanan pelayanan para Rasul adalah, terjadinya perubahan besar dalam hidupnya ketika Roh Kudus hadir dalam hidupnya. Salah satunya adalah Petrus. Perubahan besar dalam diri Petrus terjadi setelah ia mengalami jamahan Roh Kudus di hari Pentakosta.  Dengan kata lain, kurang dari dua bulan setelah menyangkal Tuhan Yesus, Petrus mampu bangkit kembali.  Karena Roh Kudus yang bekerja di dalam dirinya Petrus beroleh keberanian untuk berdiri dan berkhotbah dengan penuh kuasa, serta tanpa kompromi di hadapan ribuan orang.  Ia juga menantang orang banyak untuk percaya dan mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat.  Akhirnya ada sekitar tiga ribu orang dibaptis dan diselamatkan!  Hal ini menunjukkan bahwa Petrus merespons panggilan Tuhan untuk  ‘menggembalakan domba-domba’. Mengapa domba-domba harus digembalakan?  Karena domba-domba termasuk jenis hewan ternak yang mudah tersesat.  Mereka selalu merumput dengan posisi kepala menunduk.  Dengan kebiasaan sering menunduk tersebut domba-domba kecenderung untuk mudah terpisah dari kawanannya.  Tatkala ia mengangkat kepalanya itulah ia baru menyadari telah terpisah jauh dari kawanannya.  Mudah terpisah dari kawanannya adalah kelemahan terbesar setiap domba, karena akan mendatangkan pelbagai jenis bahaya yang mengancam keselamatan jiwanya.  Sekali domba tersesat biasanya ia akan semakin terhilang.  Tindakan aktif dari sang gembala yang berusaha menemukan kembali domba-dombanya yang tersesat itulah yang dapat mengembalikan mereka pulang ke kandang. Perilaku domba-domba yang mudah tersesat ini menggambarkan kehidupan kita.  Nabi Yesaya menyatakan:  “Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri,”  (Yes.53:6).  Dalam perumpamaan gembala yang baik, Yesus secara tersirat mengajarkan bahwa Allah peduli kepada kaum berdosa. Ia tidak bersegera menjatuhkan hukuman kepada mereka yang berbuat dosa atau ingkar terhadap-Nya, melainkan berinisiatif untuk mencari dan membawa mereka pulang. Bukan berarti Dia memaklumi dosa, tetapi Allah merindukan umatNya bertobat dan kembali kepadaNya. Pertobatan seorang yang berdosa membuat Allah sangat bersukacita. Bertobatlah dan balik pada Bapa.

BE.211:1 “Tuhan Jesus Siparmahan”

Tuhan Jesus Siparmahan, Au birubiruNa do. Jesus gok di Ho rohangku, Sai ihuthononku Ho. Sai ihuthononku Ho, Sai ihuthononku Ho. Jesus gok di Ho rohangku
Sai ihuthononku Ho

Doa

“Engkau layak kami puji ya Allah, karena Engkau adalah Allah yang peduli sehingga kami tidak tersesat dalam menjalani hidup kami.” Amin

Selamat beraktivitas hari ini

Tuhan Yesus memberkati

Pdt.Anggiat Saut Simanullang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *