DIA DATANG DARI ALLAH

RENUNGAN HARIAN HKBP AEKKANOPAN
Senin, 31 mei 2021

Hal itu tidak berarti, bahwa ada orang yang telah melihat Bapa. Hanya Dia yang datang dari Allah, Dialah yang telah melihat Bapa. Yohanes.6:46

Kita tentu percaya bahwa Yesus berasal dari Allah. Allah telah turun ke dunia menjadi manusia yaitu Yesus yang lahir dari anak dara Maria yang mengandung dengan perantaraan Roh Kudus. Kehadiran Yesus ke dunia ini adalah misi keselamatan yang dirancang Allah untuk setiap umat manusia yang percaya kepadaNya. Kita sudah melihat bagaimana rancangan keselamatan yang Allah telah perbuat bagi kita melalui Alkitab sebagai dasar ajaran kita yaitu lewat nubuatan para Nabi sebelum kelahiranNya dan kesaksian para rasul yang langsung bertemu dan bersama dengan Dia. Yohanes sendiri telah bersaksi bahwa, dia hanyalah perintis jalan bagi anak Allah yang disebut Mesias itu. Dalam Yohanes 1: 15, Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan berseru, katanya: “Inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian dari padaku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.” Kita mengenal Allah Tritunggal yaitu Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus atau dengan kata lain disebut Trinitas.
Renungan kita hari ini adalah penegasan tentang Yesus yang berasal dari Allah. Yesus sendiri adalah sumber keselamatan dan hidup, atau yang disebut dengan Roti Hidup, yaitu Roti yang turun dari sorga yang mampu memberikan kehidupan yang kekal. Hal itu disampaikan Yesus kepada orang-orang Yahudi yang mengenal Dia hanya secara jasmani, yaitu sebagai anak Yusuf. Yesus sendiri berkata: Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: Dan mereka semua akan diajar oleh Allah. Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku. Hal itu tidak berarti, bahwa ada orang yang telah melihat Bapa. Hanya Dia yang datang dari Allah, Dialah yang telah melihat Bapa. Karya keselamatan Allah itu sudah digenapi dengan diturunkanNya Rohnya ke tengah-tengah dunia ini yaitu Roh Kebenaran yang memberikan keberanian bagi orang-orang pecaya untuk bersaksi. Dalam Yohanes 15: 26 dikatakan: Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. Kita merupakan bagian dari misi keselamatan Allah itu. Segala pengajaran yang diberikan oleh Yesus sudah kita terima dan Roh Tuhan sudah ada di tengah-tengah kita. Yesus sudah kembali kepada Bapa dan Dia berjanji akan datang kembali pada waktunya ke dunia ini. KedatangaNya kembali, bukan lagi sebagai Juruselamat melainkan sebagai hakim yang akan menghakimi setiap orang. Dimana setiap orang yang setia melakukan kehendak Bapa akan ditempatkan dalam kerajaanNya yaitu Kehidupan yang kekal, sementara orang yang tidak melakukan kehendak Bapa akan masuk ke dalam kematian yang kekal. Kehidupan kekal adalah keselamatan abadi yang telah dijanjikan Yesus ketika masih berada di dunia ini. Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih; di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa. Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia. (Kolose 1: 13-17). Maka percayalah kepada Yesus karena Dia datang dari Allah. Dia telah membuat kita lahir baru, lahir di dalam roh. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal. (Yohanes 6: 47).

BE.No.12:15 Dipuji rohanngkon do Ho”
Antong pasombu Debatam mambaen ture langkam, asa tongtong sonang rohaM, timbul dohot tuam.

DOA
kuatkanlah kami senantiasa agar oleh iman kami kepada Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus kami dapat bersaksi di dalam dunia ini, agar semakin banyak orang yang percaya kepadaMu. Amin.

SELAMAT PAGI DAN SELAMAT BERAKTIFITAS

TUHAN MEMBERKATI

Salam sehat😷

PENGHARAPAN YANG MENGHIDUPKAN

RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN
Sabtu, 29 Mei 2021

IBRANI 10 : 23
“Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia yang menjanjikannya, setia.”

Mengetahui dengan melihat adalah hal yang biasa bagi kita, tapi sebaliknya Mengetahui meski tidak melihat adalah hal yang sulit bagi kita. Bagi dunia, hal ini tidak masuk akal, sebab mengetahui tapi tidak dapat atau belum dapat melihat berarti adanya ketidakpastian. Bagi orang percaya, hal ini disebut sebagai Iman pengharapan. Pengharapan menjadi sesuatu yang berharga ketika kita belum melihat, dan kita tidak tahu kapan akan kita saksikan, namun kita tetap percaya hal tersebut akan terjadi suatu hari nanti di dalam hidup kita. Di dalam ke kristenan kita diajarkan untuk tetap berPengharapan akan yang baik yang akan kita terima dari Dia yang menjanjikanNya meskipun banyak tantangan yang kita hadapi untuk memenangkan Pengharapan tersebut, tidak perlu khawatir, sebab di dalam Tuhan tidak ada yang tidak pasti. Kita memiliki dasar yang kuat, yang telah diuji, dan bahkan sudah jelas menyatakannya kepada kita, saat Kristus mati di kayu salib, bangkit dan naik ke sorga. Pada hari ini kita diingatkan untuk senantiasa menghidupi ciri-ciri orang Kristen yang benar, yaitu yang senantiasa berperilaku positif dan berpegang pada janji Tuhan (tetap berpengharapan). Meskipun kita belum kunjung melihat tanda-tanda akan pekerjaanNya di dalam hidup kita. Ketahuilah bahwa Tuhan tidak pernah terlalu cepat dan tidak pernah terlambat. Asal kita tetap tekun berpegang pada pengharapan iman kita, maka Tuhan pun akan mengerjakan bagianNya, sebab Ia Allah yang setia. Berserahlah padaNya mulai dari sekarang!

BE.128:3 “Ditanda Debatanta”
Ditanda do nasida dibaen manghirim di na pinarbagahonNa Tongtong rohana i. Sai saut do bahenonNa sude hataNa i ido sitiopanna ro di ajalna i ido sitiopanna ro di ajalna i

DOA
Hanya padaMu sajalah ya Tuhan kami menggantungkan hidup dan harapan kami. Karna jika kami tetap setia kepadaMu Engkau akan memberikan apa yang telah Engkau janjikan sebagai jawaban dari Pengharapan kami. Amin

Selamat Pagi dan Selamat Beraktivitas
Tuhan Yesus Memberkati
Bvr.Lambok Parapat

Salam Sehat
Tetap ProKes😷😷

TUBUHMU ADALAH BAIT ALLAH

RENUNGAN HKBP AEK KANOPAN
Jumat, 28 Mei 2021

1 Korintus 3:16
“Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?

Paulus mengatakan tubuh kita adalah bait Roh Kudus, kata bait Ini berarti tubuh kita adalah ruang mahakudus yang didiami oleh Roh Kudus. Maka, bagaimana mungkin kita menyerahkan tubuh kita untuk percemaran? “Kamu adalah Bait Allah” menunjukkan bahwa diri kita secara keseluruhan adalah tempat Allah berdiam. Secara jasmaniah, tubuh duniawi ini bisa sakit dan mati. Tapi secara rohani, Bait Allah tidak mungkin sakit dan mati serta dihuni oleh roh jahat. Tidak mungkin Roh Kudus membiarkan roh jahat merasuki dan tinggal di tubuh yang sama.
Bahkan sekalipun satu hari, tubuh kita akan berhenti berfungsi dan kembali ke tanah, tapi ingat seperti yang Paulus katakan dalam ayat 14, bahwa Dia akan membangkitkan tubuh kita dari kematian dan mengubahnya dengan tubuh kemuliaan. Dengan demikian betapa berartinya tubuh kita ini. Adalah suatu dosa kalau kita mencemari tubuh kita misalnya dengan percabulan, dll.
Bersamaan dengan itu, Bait Allah ini bukan sesukanya bisa segera menjadi bait Allah, tapi Kristus menebusnya dengan harga yang sangat mahal. Harga mahal ini bukan dengan emas dan perak melainkan dengan darah Yesus Kristus. Karena itu hidup kita bukan lagi milik kita melainkan milik Dia dan menjadi tempat kediaman-Nya. “Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia…” Sering secara sadar atau tidak sadar kita sendiri merusak tubuh, jiwa dan roh kita sendiri, mintalah Roh Allah segera menyadarkan dan memimpin kita. Amin

BE.466:1+3 “Nunga ro au o Tuhanku”
Nunga ro au o Tuhanku tu hau pinorsilangMi Hupelehon ma diringku upa halojaonMi. Hatuaon i, Las ni rohangki Ai hibul do hupelehon nasa diringki
Sai sahaphon tu tondingku Tondi Parbadia i joroMi ma baen rohangku, sai ingani diringki Hatuaon i, Las ni rohangki. Ai hibul do hupelehon nasa diringki

DOA
Jadikanlah tubuhku menjadi Bait suci tempat kediamanMu ya Tuhan, biarlah Roh Kudus yang selalu bersemayam di dalam hidupku supaya aku selalu memuliakan Engkau. Amin

Selamat Pagi dan Selamat Beraktivitas
Tuhan Yesus Memberkati
Bvr.Lambok Parapat

Salam Sehat

Tetap taat ProKes 😷😷

HIDUPLAH DALAM ROH

RENUNGAN HKBP AEK KANOPAN
Rabu, 26 Mei 2021

ROMA 8:13
“Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup”

Sangat sulit untuk melakukan kehendak dan panggilan Allah dalam hidup kita tanpa mengandalkan Roh Kudus untuk melakukannya. Sangat sulit untuk berubah dari kebiasaan dan dosa-dosa lama tanpa memohon Roh Kudus untuk mengubahkan hidup kita. Tak bisa disangkal bahwa tubuh jasmani kita seringkali memberontak bila diajak untuk berdoa dan menyembah Tuhan, apalagi dalam waktu yang cukup lama. Jangankan menyediakan waktu sejam, berdoa untuk beberapa menit saja rasa-rasanya kita sudah tidak tahan, kehabisan bahan doa, merasa lelah, ngantuk karena seharian bekerja, belum lagi gangguan dari orang lain yang membuat kita tidak fokus berdoa. “…roh memang penurut, tetapi daging lemah.” (Matius 26:41). Hal ini makin diperparah dengan kehadiran Iblis yang tidak pernah berhenti untuk menghalangi niat dan keinginan kita untuk berdoa, Berbagai cara dilakukannya untuk menghadirkan penghalang-penghalang supaya orang percaya jatuh. Jika selama ini kita seringkali gagal dalam membangun keakraban dengan Tuhan, oleh karena gangguan dari si iblis, jangan langsung menyerah, teruslah mencoba. Lakukan sampai berdoa itu menjadi kebiasaan kita sehari-hari. Dengan selalu berusaha melawan iblis (kedagingan), kita akan diperkuat oleh Roh Tuhan. Karena itu mintalah kepada Roh Kudus agar Ia memperbaharui hati kita supaya kita benar-benar memiliki hati yang taat dan mau dipimpin olehNya. Jika kita merasa sudah lama menjadi orang Kristen, namun merasa belum banyak merasakan perubahan, mungkin ini adalah momen yang tepat untuk berubah dan bertobat. Mintalah dan andalkanlah Roh Kudus dalam setiap segi kehidupan kita.

BE. 461 : 1 “Songgop tu Hami na di joloMon”
Songgop tu hami na di joloMon, o tondi, ni Debatangki. Uhir patikMu tu rohangkinon, O Tondi ni Debatangki. Bereng siholhu di haroroMi, Molo Ho ro, nda hisar ton-dingki. Didihon ma tu au on apiMi. O Tondi ni Debatangki.

DOA
“Bapa kami di sorga, berikanlah kami Roh KudusMu untuk memimpin hidup kami berjalan selalu di jalanMu. Amin

Selamat Pagi dan Selamat Beraktivitas
Tuhan Yesus Memberkati 😊
Bvr.Lambok Parapat

Salam Sehat 😷
Tetap taati PROKES

BUAH ROH

RENUNGAN HKBP AEK KANOPAN
Selasa, 25 Mei 2021

GALATIA 5 : 22 – 23a
“Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri.”

Kepada setiap orang yang percaya kepada Yesus diberikanNya Roh Kudus. Seperti yang sudah dijanjikanNya ketika Ia akan meninggalkan murid-muridNya. Roh Kudus adalah Tuhan yang tinggal dalam diri setiap orang percaya. Dalam hidup orang yang setia kepada Tuhan, Roh Kudus bekerja mengubah hidupnya hari demi hari, sehingga makin lama makin berbuah dalam berbagai hal yang baik: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri. Banyak orang yang berpikir bahwa sifat-sifat baik diatas adalah lumrah, dan dapat dicapai dengan usaha manusia sendiri. Tetapi, sebisa-bisanya manusia berusaha untuk hidup baik, mereka cenderung untuk jatuh dalam hal yang jahat. Paulus mengatakan dalam Roma 7: 18-19 bahwa di dalam manusia, pada hakikatnya, tidak ada sesuatu yang baik. Sebab bukan apa yang kita kehendaki, yaitu yang baik, yang kita perbuat, melainkan apa yang tidak kita kehendaki, yaitu yang jahat, yang sering kita perbuat.
Tuhan mengetahui kelemahan kita dan karena itu Ia memberikan RohNya untuk menguatkan dan membimbing kita dalam hidup ini. Dengan bimbingan Roh Kudus hidup kita akan diubah secara bertahap hingga makin lama makin menyerupai Kristus. Roh Kudus itu menguatkan dan memimpin kita melakukan segala perintah Kristus dan menumbuhkan dalam diri kita karakter Kristus yang penuh dengan kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Pagi ini marilah kita Mengevaluasi hidup kita. Sudahkan buah Roh itu nampak tumbuh subur dalam hidup kita? Adakah perubahan yang terjadi dalam hidup kita sejak kita percaya? Adakah perubahan ke arah yang lebih baik yang terus menerus terjadi dalam hidup kita? Ataukah pertumbuhan itu sudah berhenti dan buah Roh itu tidak terlihat lagi? Marilah kita berusaha memunculkan buah itu, dengan membiarkan Roh Kudus menguasai hidup kita.

BE. 462 : 1 “Ale Tondi Porbadia”
Ale Tondi Porbadia, sai songgopi hami on rohanami ma paria lao mamuji Ho tongtong Ho tongtong, Ho tongtong Lao mamuji Ho tongtong

DOA
Ya Tuhan kami, biarlah kiranya Roh KudusMu yang menguasai hati dan kehidupan kami, supaya kami dapat membuahkan buah Roh didalam hidup kami ini. Amin

Selamat Pagi dan Selamat Beraktivitas 😊
Tuhan Yesus Memberkati
Bvr.Lambok Parapat

Salam Sehat 😷

TERLALU ASYIK DI DUNIA MAYA? WAKTUNYA PUASA MEDIA SOSIAL

Bagi sebagian besar orang yang belum pernah mencoba untuk berpuasa pada media sosial, mungkin akan terbesit pikiran seperti, “gue nggak mungkin bisa jauh dari media sosial”. Eits tunggu dulu, jangan terburu-buru mengambil sebuah kesimpulan…

Di era digital seperti sekarang ini, ditambah lagi dengan kemudahan akses dalam berselancar menggunakan internet, menjadikan media sosial sebagai perantara komunikasi bagi sebagian besar penduduk bumi. Ada yang memang menggunakannya sebagai media untuk berkomunikasi karena bisa kembali bersapa dengan teman lama, misalnya. Akan tetapi, ada pula yang menggunakan media sosial sebagai tempat ngepoin hidup orang lain, hingga menjadikan media sosial sebagai tempat berbagi cerita hidup yang dijalaninya, bagaikan sebuah album digital. Penggunaan media sosial secara berkala bisa menghasilkan dua dampak yang bisa dirasakan secara langsung.

Pertama, dampak positif yang bisa diperoleh dengan mendapatkan informasi ter-update setiap harinya. Media sosial bagaikan sebuah tempat jitu untuk mendapatkan informasi. Berbagai macam akun akan bermunculan di media sosial dengan jumlah followers yang terbilang fantastis. Baik itu akun khusus berita, hingga akun gosip yang menguak segala isu tentang hidup seseorang.

Kedua, dampak negatif yang bisa dirasakan langsung dan akan menembus pemikiran para pengguna media sosial, yakni ke-insecure-ran jangka panjang, karena terlalu asyik memperhatikan kehidupan orang lain, tanpa pernah memperhatikan pikiran serta kesehatan mental pada diri sendiri. Disadari atau tidak, terlalu sering dan terlalu keseringan membandingkan hidup kalian dengan hidup orang lain, nyatanya kalian sendiri tidak mensyukuri kehidupan yang telah dijalani. Terlebih lagi bila perbandingan tersebut hanya sebatas pada kacamata media sosial saja. Dengan melihat postingan yang dibagikan seseorang, kalian sudah merasakan ke-insecure-ran, masa begitu saja sudah merasa kalah?

Ketiga pernyataan ilustrasi di atas baru sebagian kecil dari sekian juta pernyataan yang bisa hadir dan timbul di kepala seseorang terkait dengan ke-insecurean-nya di media sosial. Disadari atau tidak, media sosial bagaikan sebuah ajang pencarian panggung semata, segala bentuk postingan, segala bentuk status, ataupun story yang dibagikan seseorang selalu berkaitan dengan hal yang “baik-baik” saja. Apakah hal ini bisa dikatakan pencitraan? Logikanya seperti ini, kemungkinan sangat kecil bahkan tidak mungkin terjadi, seseorang membagikan cerita hidup yang tidak baik pada media sosial miliknya. Dirinya akan lebih memilih memberikan kesan sebaik mungkin pada postingannya tersebut, agar penilaian positif oleh teman dunia maya selalu terbuka untuknya, bukankah begitu? Tidak jarang, banyak orang yang tidak kuat mengikuti permainan yang ada. Ketika dirinya sudah tidak mampu menahan gelombang kehidupan yang berada di dunia maya, cobalah dengan mulai berpuasa pada media sosial yang kita miliki. Berat meninggalkan media sosial? Coba dulu deh baru bisa berkomentar, jangan terlalu banyak berspekulasi terhadap sesuatu hal yang belum kita ketahui kelanjutannya. Puasa media sosial (medsos) bisa dimulai dengan log out terlebih dahulu dari akun media sosial yang diinginkan. Tidak jarang, seseorang yang mengundurkan dirinya sesaat dari media sosial memutuskan untuk menghapus ataupun mengarsipkan sebagian, hingga seluruh postingan miliknya. Bahkan disertai dengan caption yang mendukung pada profil miliknya, seperti “temporarily unavailable”Optional saja, semuanya tergantung dari sang pemilik akun yang ingin berpuasa dari media sosial tersebut. Tanda tersebut dimaksudkan bahwa akunnya sedang tidak aktif, mohon untuk tidak menghubunginya di akun tersebut dan jangan dikira sombong bila tidak ada respon dari akun yang bersangkutan. Langkah selanjutnya adalah dengan menghapus aplikasi media sosial tersebut dari layar gadget. Setelah itu, cobalah dengan menahan diri dengan tidak menyentuh media sosial tersebut. Apabila kalian sukses menahan diri dengan tidak berselancar pada media sosial tersebut selama satu bulan, niat kalian untuk berpuasa pada media sosial tersebut bisa terencana dengan baik. Kalian sendiri bisa memutuskan mau sampai kapan berhenti sejenak dari media sosial tersebut. Bisa setahun, dua tahun, bahkan seterusnya sampai kalian mampu melakukannya dan memang butuh melakukan hal tersebut. Cara ini masih terbilang sederhana, karena ada sebagian besar orang yang menutup akun media sosial miliknya di dunia maya, demi fokus dengan cerita hidupnya di dunia nyata.

Lebih menghargai waktu yang ada

Media sosial terkadang menjadikan para penggunanya terlalu asyik dengan teman di dunia maya ketimbang teman di dunia nyata. Di saat itulah, terkadang kita sendiri sebagai penggunaannya bisa lupa dengan waktu karena terlalu sibuk berselancar di media sosial. Tidak jarang, ketika mengadakan pertemuan dengan teman lama ataupun teman baru, sebagian besar orang akan sibuk sendiri dengan konsep story yang akan dibagikan pada akun media sosial miliknya. Hal ini sering menyebabkan terjadinya kesibukan sendiri pada media sosial, tanpa pernah memikirkan kegunaan dari pertemuan tersebut. Cobalah untuk lebih bisa menghargai waktu di dunia nyata dengan sebaik mungkin. Ingat, waktu yang telah berlalu tidak akan pernah kembali.

Hidup tidak selalu publish di media sosial

Pahamilah kegunaan dari media sosial, jangan sampai terlalu berlebihan dalam menggunakannya. Perlu diingat, kehidupan asli kita tidak harus selalu di publish di dunia maya, karena kita hidup di dunia nyata, apakah ada manfaat dari kegiatan tersebut? Apakah ada sensasi tersendiri karena mampu terlihat bahagia di setiap postingan? Atau malah berniat ingin menyombongkan diri melalui media sosial karena mampu mendapatkan apa yang diinginkan di dalam hidup? Tidak ada gunanya terlalu sering mem-publish kehidupan nyata kita di dunia maya, karena sebagian besar orang yang melihat terkadang hanya sekadar ingin tahu, tidak lebih dari itu. Bila tidak percaya, coba tanyakan pada diri kita masing-masing, apa niat utama kita ketika menggerakan jari jemari di akun media sosial milik orang lain? Tidak lain dan tidak bukan, kita pasti ingin melihat postingan yang dibagikannya, bukankah begitu? Sudah terlihat secara jelas kalau kita hanya sekadar kepo. Tidak ada unsur paksaan di dalam hal puasa media sosial ini. Apabila kalian bertanya apakah saya melakukan puasa media sosial? Jawabannya iya, di salah satu akun media sosial yang saya miliki.

Bagi yang berteman dengan saya di media sosial, ataupun melihat akun saya dan menemukan caption pada profil yang menjurus pada ketidakaktifan akun, itulah tandanya. Saya melakukannya selama kurun waktu lebih dari satu tahun, sama sekali tidak ada aktivitas di dalam akun tersebut. Meskipun telah login kembali akhir-akhir ini, namun nyatanya, keadaan akun tersebut tetaplah sama, tanpa adanya postingan terbaru. Hanya sekadar ada pembaruan pada profil dan aktivitas pada postingan lama yang menghiasi akun tersebut. Kenapa tidak dilakukan pembaruan hanya sekadar untuk menyapa teman di dunia maya? Karena nyatanya kita sendiri akan menyadari, bahwa media sosial bukanlah sebuah prioritas, kehidupan asli kita ada di dunia nyata, bukan di dunia maya. Rasakanlah sendiri, lebih enak beraktivitas dan bertemu dengan seseorang secara nyata atau sekedar bertemu dengan seseorang secara tidak nyata?

Gunakanlah media sosial sewajarnya saja tanpa harus berlebihan. Jangan terlalu mudah untuk insecureEnjoy your life!

Sumber: Kompasiana

 

JANGAN MEREMEHKAN KESABARAN TUHAN

RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN

Sabtu, 22 Mei 2021

NAHUM 1:3

“TUHAN itu panjang sabar dan besar kuasa, tetapi Ia tidak sekali-kali membebaskan dari hukuman orang yang bersalah. Ia berjalan dalam puting beliung dan badai, dan awan adalah debu kaki-Nya.”

Kitab Nahum ini berisi nubuat yang ditulis oleh Nabi Nahum bahwa Niniwe, ibukota kerajaan Asyur, akan runtuh karena penghakiman Allah atas pemberontakan dan kejahatannya. Asyur sudah menguasai dunia Timur Tengah Kuno selama lebih seabad ketika Nahum menyampaikan nubuat terhadapnya. Penghakiman Allah tidak selalu segera datang, tetapi menyeluruh dan efisien ketika itu tiba. Selain itu ada juga kabar baik bagi orang-orang yang taat kepada-Nya.  Hal kabar baik  (sukacita)  ini sesuai dengan nama  ‘Nahum‘  yang berarti kesukaan.  Nas saat ini secara tegas menyatakan bahwa Tuhan itu pembalas kepada para lawan-nya, dan pendendam kepada para musuh-Nya.  yang dimaksud lawan dan musuh adalah orang-orang yang berlaku jahat.  Hal ini mengacu pada penumpahan darah yang terjadi di Niniwe,  “Celakalah kota penumpah darah itu! Seluruhnya dusta belaka, penuh dengan perampasan, dan tidak henti-hentinya penerkaman!”  (Nahum 3:1). Tuhan sangat benci terhadap penumpahan darah, karena itu Ia akan melawan segala bentuk perbuatan jahat tanpa terkecuali.  Orang-orang yang berlaku jahat atau mereka yang menentang Tuhan pada saatnya akan beroleh balasannya, sebab Tuhan takkan membiarkan diriNya dipermainkan  (Gal.6:7a).  Ingatlah!  Memang Tuhan adalah Pribadi yang panjang sabar dan penuh kasih setia, tetapi jangan lupa bahwa Dia adalah Tuhan yang adil.  TUHAN itu panjang sabar dan besar kuasa, tetapi Ia tidak sekali-kali membebaskan dari hukuman orang yang bersalah”  (Nah.1:3a).  Tuhan berlaku sabar terhadap siapa pun dengan maksud  “…supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.”  (2Pet.3:9). Jangan sekali-kali meremehkan kesabaran Tuhan, lalu dengan sengaja kita berbuat dosa, sebab jika murka Tuhan datang tak seorang pun akan luput dari hukumanNya.  Sebaliknya, bila kita mau taat melakukan firman Tuhan dan punya penyerahan diri penuh kepada Tuhan, maka Dia akan menjadi tempat perlindungan bagi kita  (Nah.1:7).  Bila saat ini kita sedang tertimpa masalah yang berat, jangan menyerah dan berputus asa, sebab Tuhan sanggup mengangkat hidup kita, asal kita tetap setia dan taat kepada-Nya.  “Sekarang, Aku akan mematahkan gandarnya yang memberati engkau, dan akan memutuskan belenggu-belenggu yang mengikat engkau.”  (Nah.1:13).

BE.183:3 “Na Jumpang Au”

On pe holan asi ni roha,Sipangasahononhon i. Sipujionku do Jahowa, Dung ro na pamanathon i. Unduk huhut las rohangki, Mamuji asiroha i, Mamuji asiroha i.

Doa

“Ya Allah Bapa, kami puji dan kami muliakan namaMu atas kekuasaanMu dalam hidup kami dan terima kasih atas panjang sabarMu atas tingkah pola kehidupan kami. Ajar kami tidak meremehkan itu dengan selalu taat dan setia melakukan firmanMu”. Amin.

Selamat beraktivitas

Jangan Abai Protokol Kesehatan

Tuhan Yesus memberkati

Pdt.Anggiat Saut Simanullang

RENCANA KITA DAN RENCANA TUHAN, BERBEDA.

RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN

Jumat, 21 Mei 2021

KEJADIAN 50:20

“Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.”

Sesungguhnya, bukan perkara mudah untuk memahami seluruh rencana Tuhan dalam hidup kita, terutama ketika rencanaNya berbeda dengan rencana kita. Ketika kita mengikuti rencanaNya, kita seringkali harus melewati jalan yang berliku yang membuat kita ragu untuk terus melangkah atau berhenti dan mencari jalan lain yang lebih mudah. Salah satu tokoh Alkitab yang hidupnya berliku dan ada dalam rencana agung Allah adalah Yusuf. Yusuf berada pada titik nadirnya, dia berpikir sudah melakukan yang benar tetapi akibatnya dia mengalami hal-hal buruk dalam hidupnya. Berawal dari kebencian saudara-saudaranya karena Yusuf diperlakukan istimewa oleh ayahnya. Rasa iri dan benci dari saudara-saudaranya berakhir ketika mereka menjual Yusuf. Yusuf yang bermimpi kelak akan menjadi pemimpin harus menjalani hidup sebagai budak di Mesir. Berbeda jauh sekali antara mimpi dan kenyataan. Namun bagaimanapun kehidupan berat yang dijalani Yusuf, dia meyakininya sebagai rencana Tuhan. Dalam perjalanan yang berliku itu Yusuf belajar menjadi pemimpin yang berintegritas untuk memelihara hidup keluarganya dari kelaparan berat. Semangat hidupnya diasah dalam kesusahan. Kejernihan hatinya diuji dalam pengkhianatan dan fitnah keji atasnya. Kesetiaannya dipertaruhkan untuk bertahan di tengah penderitaan. Karena itu, saat perjumpaannya kembali dengan para saudaranya, dia menyatakan imannya bahwa Allah memiliki rencana yang baik bahkan mengubah rencana yang jahat menjadi indah pada waktunya. Saat ini mungkin kita masih belum mengerti sepenuhnya apa rencana Tuhan. Belajarlah bersikap seperti Yusuf yang tetap bertahan menjalani rencana Tuhan dalam hidupnya; walaupun jalannya adalah jalan salib, via dolorosa. Jalan penderitaan tidak selalu berakhir pada kesedihan. Jalan penderitaan apabila kita belajar dari prosesnya, pasti proses tidak mengkhianati hasil akhirnya. Rencana Tuhan adalah kebaikan bagi kita.

BE.691:6 “Hupasahat ma tu Jesus”

Mauliate ma rohangku, ala au hinophopMi. Pujionku ma goarMu, salelenglelengna i. Hupasahat ma tu Jesus saluhutna diringki. Hupasahat ma tu Jesus saluhutna ngolungki

Doa

“Ya Allah Bapa, bimbinglah aku, mengerti rencanaMu dan ajar aku untuk tetap bertahan menjalani rencanaMu dalam hidupku”. Amin

Selamat beraktivitas

Jangan Abai Protokol Kesehatan

Tuhan Yesus memberkati

Pdt.Anggiat Saut Simanullang

CARA MENDAPATKAN KEBAHAGIAAN SEJATI

RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN

Kamis, 20 Mei 2021

MAZMUR 119:7

“Aku akan bersyukur kepada-Mu dengan hati jujur, apabila aku belajar hukum-hukum-Mu yang adil.”

Nas hari ini merupakan bagian kitab Mazmur 119:1-8, yang menggambarkan ciri-ciri orang yang hidup di hadapan Tuhan. Apakah itu? Dia hidup menurut Taurat Tuhan, memegang peringatanNya, mencari Dia dengan segenap hati dan yang tidak melakukan kejahatan, tetapi menuruti apa yang ditunjukkanNya. Orang dengan sikap hidup seperti inilah yang mendapatkan kebahagiaan sejati, sekalipun pelaksanaannya tergolong sulit. Namun jangan kuatir, Tuhan yang akan menolong dan memampukan kita. Dia menyampaikan segala titah-titahNya dan memberikan kemampuan kepada umatNya. Tuhan telah memberikan pegangan hidup, melalui firmanNya, sehingga setiap orang dapat hidup benar dihadapanNya, tinggal kita mau melakukannya atau tidak. Bagi setiap orang yang hidup benar dihadapan Tuhan, mereka disebut sebagai orang yang berbahagia. Di samping itu, orang benar selalu berpegang pada ketetapanNya tidak akan pernah mendapat malu, sebab Tuhan yang selalu menjaga mereka. Tuhanlah yang menjadi pelindung dan pembela bagi setiap umatNya. Dengan perlindungan dan pertolongan Tuhan di dalam hidupnya, maka sudah seharusnya orang benar selalu bersyukur kepada Tuhan. Ia akan berusaha menyenangkan hati Tuhan, dengan cara mengikuti segala perintah dan ketetapan Tuhan. Ia akan berusaha menaati semua kehendak Tuhan di dalam hidupnya bukan supaya mendapat keuntungan, tetapi karena ia bersyukur dan mengasihi Tuhan. Orang yang benar akan melakukan semua kehendak Tuhan hati jujur dan ketulusan hati. Kebahagiaan adalah dambaan dari setiap insan. Namun tidak mudah untuk mendapatkannya. Dibutuhkan tekad dan kemauan yang tinggi untuk selalu berusaha menaati segala peraturan dan ketetapan Tuhan, selalu mencari Tuhan, selalu berbuat baik dan tidak mengikuti hawa nafsunya. Bagaimana dengan anda? Maukah anda menjadi orang yang berbahagia? Jika ya, berusaha dan berjuanglah untuk tetap taat pada firman yang telah disampaikanNya kepada kita melalui hamba-hambaNya, dengarkan Tuhan dengan penuh suka cita dan rasa syukur kepada Dia yang senantiasa menolong kita.

BE.228:3 “Jesus Haposanhu”

Di harajaonMu tigor do uhumMu. Ho ma huihuthon Lao tu hangoluan. Naung torang tarida Sonang do nasida. Di harajaonMu Ala ni uhumMu

Doa

Kebahagiaan adalah kerinduanku, karena itu tuntunlah aku yang Allah di dalam RohMu agar taat dan setia menjalankan perintahMu agar kerinduanku tersebut, tercapai. Amin

Selamat beraktivitas

Jangan Abai Protokol Kesehatan

Tuhan Yesus memberkati

Pdt.Anggiat Saut Simanullang

“UDAH PADA BERSAKSI, BELUM?”

RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN

Rabu, 19 Mei 2021

1YOHANES 1:2

“Hidup itu telah dinyatakan, dan kami telah melihatnya dan sekarang kami bersaksi dan memberitakan kepada kamu tentang hidup kekal, yang ada”.

Apakah Anda pernah bersaksi tentang Kristus kepada orang lain? Bagaimana bentuk kesaksian anda? Perlu kita pahami, ada beragam cara atau metode dalam bersaksi. bisa melalui pelayanan kasih, dengan perkataan atau dengan membagikan pengalaman hidup beriman kita. Kita bersaksi dengan maksud orang lain ikut menghayati dan mengalami keindahan bersekutu dengan Bapa dan dengan Yesus Kristus.  Apa yang kita saksikan tidak harus peristiwa-peristiwa yang luar biasa. Pengalaman sederhana bersama dengan Tuhan, bila disaksikan dengan setia, bisa juga menjadi berkat bagi yang lain. Keselamatan, pemeliharaan, kebaikan, kasih dan dan anugerah Allah, bukan hanya itu, kita bisa mempersaksikan penyertaan dan pemeliharaan Tuhan ketika kita menghadapi masa-masa sulit. Namun perlu kita perhatikan, didalam memberi kesaksian kita harus tulus, jujur dan benar. Bukan dibuat-buat ataupun dibesar-besarkan. Tujuan kita bersaksi bukanlah untuk memegahkan diri sendiri, melainkan untuk memuliakan Tuhan. Kesaksian mendatangkan manfaat bagi banyak pihak. Dengan bersaksi orang-orang percaya dapat saling menguatkan dan saling membangun. Dengan adanya kesaksian orang-orang beriman, diharapkan agar orang-orang berdosa pun dapat  berpaling dari jalannya yang sesat ke jalan yang benar dan percaya kepada Tuhan. Karena itu, marilah kita bersaksi bagi Kristus! “Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamupun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus.” (1Yoh.1:3). Sudah pada Bersaksi, Belum? Jawaban kita: Sudah!

BE.658:1 “Tu Portibi on na Rundut”

Tu portibi on na rundut borhat ma ho. Galak bahen palitomu sai dungo ho. Boan sondang tu na holom mangurupi na mardangol. I do barita na uli ni Kristus i.

Doa

Ya Allah Bapa, jadikan aku menjadi alatMu dan saksiMu”. Amin

Selamat beraktivitas

Jangan Abai Protokol Kesehatan

Tuhan Yesus memberkati

Pdt.Anggiat Saut Simanullang