RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN, RABU, 12 MEI 2021

“Tetapi doa orang jujur dikenan-Nya.” Amsal.15:8b.

“doa lebih baik memiliki hati tanpa kata-kata daripada kata-kata tanpa hati.” Mungkin kita pernah mendengar doa yang memilih kata-kata yang amat indah dan enak untuk didengar, atau kita juga pernah di dalam posisi berpikir keras untuk menentukan dan memilih kata-kata dalam berdoa. Mungkin juga kita pernah diperhadapkan pada situasi dimana kita diminta untuk memimpin doa secara mendadak dan seketika itu juga kita bingung dalam menentukan isi dari doa kita. Oleh karena itu, kita perlu merenungkan kembali kepada siapa sebenarnya kita berdoa dan apakah tujuan kita sebenarnya? Jika motivasi kita berdoa untuk didengarkan oleh orang, maka sesungguhnya alamat doa kita adalah kepada orang yang mendengarkan. Jika isi doa kita amat indah agar didengar indah oleh orang lain, maka tujuannya adalah menyenangkan orang lain. Jika kita berdoa dan berharap mendapatkan pujian dari orang lain yang mendengarkan doa kita, maka pujian dari doa itu sebenarnya untuk kita dan bukan untuk Tuhan. Oleh karena itulah pada saat ini Tuhan menyapa kita dengan FirmanNya yang mengatakan, “doa orang jujur dikenan-Nya.” artinya Tuhan hanya berkenan kepada doa orang yang jujur, dengan hati yang tulus dan terbuka apa adanya. Doa tidak mengubah Tuhan, melainkan mengubah orang yang berdoa.” Kita berdoa bukan semata berharap agar Tuhan mengubah segala rencanaNya pada kita, apalagi berharap agar Tuhan berubah. Justru setiap doa yang kita sampaikan kepada Tuhan dapat mengubah kehidupan orang yang berdoa. Oleh karena itu, doa adalah permohonan agar Tuhan senantiasa membaharui kehidupan kita agar lebih baik setiap harinya. Maka doa itu bukanlah perintah. Seringkali kita berdoa tetapi terkesan justru seperti perintah kepada Tuhan, kita menganggap Tuhan layaknya sebagai pesuruh yang kita perintahkan untuk melakukan ini dan itu, dan kita berposisi seperti di atas dari Tuhan. Itu bukanlah doa orang yang jujur, tetapi doa orang yang sombong. Itulah yang sebenarnya diingatkan dari ayat 8 ini yang mengatakan, “korban orang fasik adalah kekejian bagi Tuhan, tetapi doa orang jujur dikenan-Nya.” itu karena korban dan permohonan yang disampaikan orang fasik dengan kesombongan tanpa kerendahan hati. Oleh karena itu, doa orang jujur adalah doa yang disampaikan sesuai dengan isi hatinya, dan dengan kerendahan hati. Ingatlah bahwa kekuatan doa tidak terletak pada keindahan doa kita, kekuatan doa justru terletak pada iman dan keyakinan kita tentang apa yang kita doakan. Tuhan menghendaki doa yang jujur, bukan doa yang penuh polesan. Kiranya kasih setia Tuhan tetap menyertai kita. Amin.

BE.814:1 sai ajari au Tuhanku di na martangiang au
Sai ajari au Tuhanku, di na martanging au, patuduhon tu rohangku sangkap ni rohaM di au, songon na binaen ni Jesus na manaon humongkop au, unang lomo ni rohangku lomo ni rohaM ma saut.

DOA
Ajarlah kami untuk berdoa dalam kerendahan hati, dan tidak jatuh dalam kesombongan. Amin.

SELAMAT PAGI DAN SELAMAT BERAKTIFITAS

TUHAN MEMBERKATI

SALAM SEHAT😷

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *