JANGANLAH KAMU BODOH!

RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN

Selasa, 18 Mei 2021

EFESUS 5:17

“Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.”

Nas hari ini, sekilas kasar dan membuka peluang ketersinggungan orang lain. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata Bodoh mengandung makna  tidak lekas mengerti; tidak mudah tahu atau tidak dapat (mengerjakan dan sebagainya) sedangkan Poerwadarminta, dalam kamusnya menyebutkan bahwa bodoh sama artinya dengan bebal atau sukar mengerti. Tidak ada seorangpun dari kita yang tidak marah dan tersinggung jikalau kata ini diarahkan ke kita. Tidak ada! Namun kita juga harus jujur kepada diri kita, sekalipun kita sudah menjadi Kristen berpuluh-puluh tahun, kita mungkin saja masih menyandang status sebagai orang bodoh apabila kita tidak mengerti apa yang menjadi kehendak Tuhan. Sesungguhnya Tuhan sendiri menghendaki agar setiap orang percaya makin hari makin mau maju dan makin dewasa rohaninya.  Seseorang yang dewasa rohani pasti tidak akan bertindak seperti orang bebal  (bodoh), melainkan seperti orang yang arif, sehingga kita mengerti apa yang menjadi kehendak Tuhan.  Tanda bahwa seseorang tidak mengerti kehendak Tuhan adalah ia lebih suka berjalan menurut kehendaknya sendiri dan hidup menurut keinginan dagingnya daripada tunduk pada tuntutan Tuhan.  Dalam Amsal 3:5-7 dikatakan:  “Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.  Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.  Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan Tuhan dan jauhilah kejahatan;”  Bukankah seringkali kehendak dan keinginan kita membawa kita kepada kegagalan demi kegagalan?  Namun seseorang dikatakan arif bila ia dalam menjalani hidupnya selalu berusaha untuk mengerti rencana dan kehendak Tuhan terlebih dahulu;  dan itu harus melalui proses yang tidak mudah, akan ada banyak kendala dan benturan-benturan, tetapi janganlah kita putus asa dan menyerah di tengah jalan.  Justru pada saat itulah Ia berkenan menurunkan Roh KudusNya untuk menuntun dan memberi kekuatan kepada kita.  Seringkali apa yang Tuhan larang kita lakukan, sebaliknya apa yang Tuhan perintahkan justru tidak kita kerjakan karena kita tidak mengerti kehendak Tuhan. Kematian Tuhan Yesus di kayu salib menanggung segala dosa kita ada tujuannya.  Tuhan ingin kita hidup sebagai  ‘manusia baru’, tidak lagi menjadi hamba dosa, dan memiliki hidup yang menyenangkan hatiNya.  Bila kita mengikuti Tuhan hanya berorientasi pada materi atau hal-hal lahiriah saja, kelak kita bisa kecewa.  Pengiringan kita kepada Tuhan hendaknya didasari oleh karena kasih kita kepada Tuhan dan rindu melakukan kehendakNya.

BE.232:2 “Sian Sude Parulian na arga”

Naeng ho pistar? Sai dapothon Tuhanmu, Nasa na hurang sai boan tusi. Tu pamodaiNa paunduk rohamu, Asa tiur sasude bogasmi. Tangkup Tuhanmu tung tiop hataNa, Sai pangasahon ma bagabagaNa.

Doa

Ya Allah Bapa, ajarlah aku didalam rohMu agar dapat memahami dan mengerti dengan kehendakMu”. Amin

Selamat beraktivitas

Jangan Abai Protokol Kesehatan

Tuhan Yesus memberkati

Pdt.Anggiat Saut Simanullang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *