TIDAK MENJADI HAKIM BAGI ORANG LAIN

RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN

Rabu, 09 Juni 2021

ROMA 2:1

“Karena itu, hai manusia, siapa pun juga engkau, yang menghakimi orang lain, engkau sendiri tidak bebas dari salah. Sebab, dalam menghakimi orang lain, engkau menghakimi dirimu sendiri, karena engkau yang menghakimi orang lain, melakukan hal-hal yang sama”.

Kali ini Renungan kita mengingatkan kita untuk tidak menjadi Hakim bagi orang lain. Apa itu menghakimi? Menghakimi adalah: mengadili atau berlaku sebagai hakim. Ini merupakan suatu keotoritasan  dari seseorang yang diberi kuasa. Seorang hakim akan bertindak sebagai orang yang memiliki keotoritasan  atas warga sipil. Jika Anda berbuat salah, pemerintah akan memanggil Anda, atau menyeret Anda ke pengadilan, atau jika ada dua orang yang berselisih, mereka membawa persoalan tersebut kepada pihak yang memiliki keotoritasan  yang lebih tinggi. Hakim merupakan perwujudan dari pihak yang memiliki keotoritasan  yang lebih tinggi. Saat ini kita disapa, ketika kita menghakimi orang lain, kita sedang menghakimi diri kita sendiri. Tuhan Yesus berkata, “Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu?”. Yesus mempertanyakan hal itu karena selumbar adalah benda yang sangat kecil. Yang harus kita perhatikan adalah kita tidak boleh menghakimi berdasarkan suatu kecurigaan dan harus memenuhi persayaratan di atas. Tentu saja kalau kita tidak dalam posisi menghakimi, maka kita tidak perlu menghakimi. Kita dapat menilai suatu pendapat atau tindakan seseorang dan dapat memberikan argumentasi. Kita dapat menilai bahwa suatu perbuatan adalah tidak dapat dipertanggungjawabkan secara moral, karena memang perbuatan tersebut adalah tidak baik, namun kita tidak dapat menilai secara persis apa yang mendasari perbuatan tersebut. Kita boleh saja “menilai” bahwa orang lain salah atas dasar kebenaran yang saat ini kita pegang. Tapi akan sungguh naif kalau kita sampai “menghakimi” orang lain, karena hal itu pastilah didasari pada paradigma yang menganggap bahwa diri kita yang paling benar. Marilah kita belajar memperlakukan orang lain sebagaimana diri sendiri ingin diperlakukan. Saat ini kita dipanggil menjadi saudara bagi sesama kita, kita saling menjaga, kita saling memulihkan, kita saling menopang, kita saling belajar satu sama lain.

BE.720:1 “Naeng Marsinondang Ngolungku”

Naeng marsinondang ngolungku diigil Jesus i, Manang didia pe ahu tongtong huingot i. Tiur marsinondang, Ido niigil ni Jesus. Tongtong marsinondang, Panondang do au tutu

Doa

“Ya Allah Bapa, ajar aku untuk tidak menghakimi sesamaku. Amin.

Selamat beraktivitas

Jangan Abai Protokol Kesehatan

Tuhan Yesus memberkati

Pdt.Anggiat Saut Simanullang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *