IMAN SUAM-SUAM KUKU ITU, HINDARI!

RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN

Selasa, 29 Juni 2021

Wahyu 3:1

“Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Sardis: Inilah firman Dia, yang memiliki ketujuh Roh Allah dan ketujuh bintang itu: Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati!”

Dalam Kitab Wahyu ada sebuah kota dimana perilaku penghuni kota ini bisa menjadi perenungan bagi kita orang Kristen, kota itu adalah Sardis. Kota ini terkenal karena kekayaannya, penduduk kota Sardis hidup dengan kemakmuran oleh hasil alam berupa emas. Namun, dibalik kenyamanan mereka sebagai orang Kristen tidak dipakai untuk pertumbuhan iman. Disinilah teguran keras disampaikan oleh Tuhan, dibalik kenyamanan mereka Tuhan tidak melihat pekerjaan yang sempurna dihadapanNya. Walaupun mereka hidup sebagai seorang Kristen, namun mereka mati secara rohani. Inilah yang menjadi peringatan Tuhan kepada jemaat Sardis supaya mereka bertobat dan kembali sebagaimana ketika mereka menerima Injil kebenaran Tuhan. Dalam Perjanjian Baru, istilah “Mati” dapat juga menggambarkan kehidupan orang yang hidup di dalam dosa (Luk.15: 24; Roma 6: 13; Ef.2:1,5). Bisa saja dari fisik seseorang itu hidup, namun dari iman dia adalah mati. Hal ini menggambarkan sikap seseorang yang menjalankan rutinitas kekristenan, namun sikap dan perbuatannya bertentangan dengan firman Tuhan. Kita patut bersyukur karena kasih setia Tuhan yag besar yang mengingatkan dan memberikan kesempatan bagi kita untuk bertobat. Dan kita diingatkan melalui nas ini supaya sepanjang hidup ita tetap berjaga-jaga, sehingga kita tidak terlena oleh kenikmatan dunia yang membuat iman kita mati. Jangan sampai kita tidak menyadari, kita merasa orang Kristen yang diselamatkan padahal di hadapan Tuhan kita adalah orang yang sudah mati. Sebagai orang yang telah diselamatkan oleh Yesus Kristus, selayaknya kita mengucap syukur dan menghargai keselamatan yang telah diberikanNya pada kita. Rasa syukur kita selayaknya tidak lagi menampilkan iman yang ‘suam-suam kuku’. Jika Tuhan sudah menyucikan kita, maka jangan lagi kita mengotorinya, namun kita harus menjaganya tetap suci hingga waktunya Tuhan datang menjemput kita.

 BE.227:4 “Jesus Ngolu ni Tondingku”

Tangkup au Jesus Tuhanku Tiop au mansai gomos, Asa unang runsur pathu Sian dalan na tingkos

Doa

“Ya Allah Bapa, bimbinglah aku untuk tetap beriman kepadaMu saja. Amin”

Selamat beraktivitas

Jangan Abai Protokol Kesehatan

Tuhan Yesus memberkati

Pdt.Anggiat Saut Simanullang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *