JANGAN TAWAR HATI

RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN

Rabu, 30 Juni 2021

Amsal 24:10

“Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu”.

Tidak terasa, hari-hari dalam bulan Juni ini telah kita lewati. Hari ini hari terakhir di bulan ini, apakah yang anda rasakan?  Masihkah kita memiliki hati yang tawar?  Mungkin, setiap kita pernah mengalami apa yang disebut dengan tawar hati, terlebih-lebih ketika sedang diperhadapkan pada pergumulan yang berat. Tawar hati menunjuk pada suatu kondisi hati yang dilanda kekecewaan mendalam karena beratnya beban yang harus ditanggung oleh seseorang. Tawar hati inilah yang mengakibatkan seseorang menjadi lemah, kehilangan semangat dan putus asa. Nas Renungan hari ini menyatakan bahwa jika kita tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatan kita. Ketika mendapat mandat untuk memimpin bangsa Israel menggantikan Musa, Tuhan mengingatkan Yosua,  “Janganlah kecut dan tawar hati, sebab Tuhan, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi.”  (Yos.1:9b).  Jika Yosua terus tawar hati, niscaya dia tidak akan mampu membawa bangsa Israel merebut tanah Kanaan.  Akhirnya Yosua terus berjalan dengan iman memimpin bangsa Israel, dikuatkan dengan janji Tuhan bahwa  “Setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakimu Kuberikan kepada kamu, seperti yang telah Kujanjikan kepada Musa.”  (Yos.1:3).  Berjalan dengan iman bukanlah suatu tindakan yang nekat tanpa dasar, tapi tindakan yang disertai dengan keyakinan akan firman Tuhan, mempercayakan diri kepadaNya, dan taat kepadaNya.  Berjalan dalam iman berarti  “…tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.”  (2Kor.4:18).  Dalam Ibrani 11:1 dikatakan,  “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.”. Saat ini melalui nas ini kita diajak untuk percaya pada pemeliharaan Tuhan karena hal itu mutlak bagi setiap orang percaya.  Yakinlah bahwa Tuhan tidak pernah memberikan pencobaan melampaui batas kekuatan kita. Pada saat yang tepat, Dia pasti akan menolong dan memberikan jalan ke luar yang terbaik.  Karena itu jangan lupa untuk selalu bersyukur dalam segala keadaan dan mengamini setiap janji Tuhan dalam hidup kita.

BE.283:4 “Nang Sipata Pe Idaon”

Pos rohangku di Amangku Nang beha hagogotanku, Sai holong rohaNa i, Di au on anakNa i.

Doa

“Ya Allah Bapa, ajar aku kuat menghadapi segala kesesakan yang terjadi dalam hidupku. Amin”

Selamat beraktivitas

Jangan Abai Protokol Kesehatan

Tuhan Yesus memberkati

Pdt.Anggiat Saut Simanullang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *