KEKUATIRAN DAN HIMPITAN KEKAYAAN

RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN

Kamis, 01 Juli 2021

Matius 13:22

“Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.”

Saudara terkasih, pada hari pertama di bulan Juli ini, kita disapa tentang Perumpamaan Tuhan Yesus yang mengungkapkan arti dari perumpamaan tentang seorang penabur. Benih yang ditabur adalah Firman Tuhan. Ada berbagai macam jenis orang percaya yang menerima Firman, yang digambarkan dengan berbagai jenis tanah. Salah satunya adalah tanah yang penuh semak belukar. Tanah yang penuh semak belukar menjadi gambaran dua jenis orang: Pertama, orang yang kuatir akan bagaimana hidup di dunia ini. Orang percaya jenis ini hidup di dalam masa depan, bukan masa kini, hidup dengan ambisi masa depan di dunia ini. Dia berpikir akan dunia yang lebih baik sedangkan kenyataannya, Alkitab menyatakan bahwa dunia semakin rusak dan akan binasa. Oleh karena itulah Tuhan Yesus berkata, jangan kuatir akan masa depan. Kesusahan sehari cukup sehari saja (Mat.6:25-34). Artinya, kita jangan berambisi. Yang utama dan kekal adalah kebenaran dan Kerajaan-Nya, bukan dunia ini. Asal kita  bertanggungjawab atas hidup dan kerja keras maka hidup kita pasti terpelihara. Banyak orang sibuk dengan persiapan masa depan dirinya dan keluarganya tetapi lupa mempersiapkan dirinya untuk kekekalan sehingga ketika maut menjemput, dia ketakutan dan tidak siap. Apakah tidak boleh orang mempersiapkan masa depan? Boleh saja, tetapi di atas itu, ia juga terutama harus mempersiapkan hidup di dunia yang akan datang, yang bersifat kekal. Kedua, orang yang tertipu, terjerat, terhimpit oleh harta kekayaan dan uang. Orang jenis ini berpikir, uang dan kekayaan dapat mengatasi segala masalah, dapat memberi solusi segalanya. Tetapi ketika ia di ruang ICU dan sekarat, uang tidak dapat membeli kesehatan. Ketika orang yang disayangi (istri, anak, orangtua, kekasih, sahabat) menjelang ajal, uang tidak dapat membeli nyawanya. Itulah yang sebut oleh Tuhan Yesus sebagai mamon yang tidak jujur (Luk.16:11). Rasul Paulus juga mengingatkan cinta akan uang adalah akar segala kejahatan (1Tim.6:10). Mereka yang ingin kaya mengalami penderitaan yang menyesakkan (1Tim.6:9). Tahukah kita bahwa Harta yang sesungguhnya adalah kebenaran Injil dan KerajaanNya. Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya? Apakah kita tidak boleh kaya karena kerja keras kita? Tentu saja boleh, tetapi kita tidak boleh terikat dengannya.

BE.294:1 “Unang Sai Holsoan”

Unang sai holsoan ho, Debatam mangolu do, Dirajai do sasudena, arsakmi naeng buatonNa, Asal ma porsea ho, holsomi maporus do.

Doa

“Ya Allah Bapa, ajar aku untuk tidak kuatir dan terikat dengan harta duniawi. Amin”

Selamat beraktivitas

Jangan Abai Protokol Kesehatan

Tuhan Yesus memberkati

Pdt.Anggiat Saut Simanullang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *