MENGAKHIRI DENGAN BAIK

RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN

Selasa, 17 Agustus 2021

PENGKHOTBAH 7:8

“Akhir suatu hal lebih baik dari pada awalnya. Panjang sabar lebih baik dari pada tinggi hati.”

Manakah yang lebih mudah? Memulai sesuatu atau melanjutkan dan menyelesaikan sesuatu? Tergantung tipe orangnya. Bagi orang praktis, apalagi kaya ide, memulai sesuatu hanya semudah ia berpikir atau berucap. Namun, bagi orang yang banyak berhitung, membayangkan dulu proses detailnya, memulai sesuatu adalah tantangan besar. Perlu energi besar untuk mengambil langkah pertama. Sementara bagi yang mudah memulai, energi lebih besar diperlukan untuk tetap bertekun dan tak cepat beralih memulai hal lain lagi. Perkataan Pengkhotbah dalam ayat pilihan hari ini menarik. Ia tidak cuma menunjukkan suatu perbandingan yang dihayatinya benar: “Akhir suatu hal lebih baik daripada awalnya”. Ia juga menyertakan kualifikasi pendukungnya: “Panjang sabar lebih baik daripada tinggi hati”. Untuk setia sampai akhir jelas dibutuhkan kesabaran yang panjang. Dan, kita perlu waspada agar tidak tergoda untuk berhenti dari sesuatu yang belum selesai karena tinggi hati. Karena takut ketahuan gagal, misalnya; atau bosan; atau tidak siap menjalani proses “perendahan” dan pemurnian karakter yang semakin berat dan sulit. Yesus telah memberi teladan agung saat Dia melapor kepada Bapa: “Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku” (Yoh.17:4). “Dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat” (Fil.2:8). Apakah kita juga rindu memuliakan Tuhan dalam pekerjaan dan pelayanan kita? Mari tunaikan tugas yang dipercayakan kepada kita dengan tidak setengah hati dan juga tidak setengah jadi. Salam kemerdekaan! (PASS)

BE.249:4 “Ngot Ma Ho O Tondingki”

Dungo, jaga rohami Unang dililuhon/ Hisap ni dagingmu i Jala ditaluhon. Ginjang ni Roha i Do jumotjot ala Pangalapan sala

Doa

“Ya Allah Bapa, mampukan aku untuk selalu memuliakanMu selalu di dalam hidupku. Amin”

Selamat beraktivitas

Jangan Abai Protokol Kesehatan

Tuhan Yesus memberkati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *