DAFTAR YANG BERULANGTAHUN KELAHIRAN DAN PERKAWINAN, 22 – 28 NOPEMBER 2021

ULANG TAHUN KELAHIRAN

NO NAMA L/P TANGGAL LAHIR USIA WIJK
1 Novrando Simbolon L 22-11-1990 31 KAMPUNG POLRI
2 Novita Sari Simanjuntak P 22-11-2001 20 ALAB DAME
3 Yessica Delarosa Nainggolan P 22-11-2002 19 WONOSARI 3
4 Gaga Christian Fernando Napitupulu L 22-11-2005 16 KAMPUNG POLRI
5 Christian Nopendra Pasaribu L 22-11-2007 14 ALAB DAME
6 Zilvania Roselin Felicia br SIregar P 22-11-2017 4 ALAB DAME
7 Pasti Siagian P 23-11-1951 70 PARLUASAN
8 Lima Wartina Naibaho P 23-11-1970 51 WONOSARI 4 KAMPUNG TARUTUNG
9 Rolia  Br Silitonga P 23-11-1976 45 WONOSARI 2
10 Tiurlan  Sipahutar P 23-11-1977 44 KAMPUNG KRISTEN
11 Sarah Novita Sakeraya Napitupulu P 23-11-2001 20 PASAR HITAM / KAMPUNG TOBA
12 Jerida Tampubolon S.Pd P 24-11-1967 54 ALAB DAME
13 Andi Simatupang L 24-11-1978 43 WONOSARI 2
14 Tagam Luhut  Panjaitan L 24-11-1982 39 WONOSARI 4 KAMPUNG TARUTUNG
15 Handika Syahputra Tamba L 24-11-2003 18 ALAB DAME
16 Yehezkiel Alexi Putra  Sihotang L 24-11-2017 4 WONOSARI 3
17 Yehezkiel Alexsi Putra Sihotang L 24-11-2017 4 WONOSARI 3
18 Viktor  Sitompul L 25-11-1955 66 KAMPUNG POLRI
19 Askot Maruli Pasaribu L 25-11-1969 52 KAMPUNG POLRI
20 SARAH PURBA P 25-11-1976 45 WONOSARI 4 KAMPUNG TARUTUNG
21 THAMRIN WAHIDIN SITOHANG L 25-11-1976 45 KAMPUNG KRISTEN
22 Elfina E. N.  Girsang P 25-11-1977 44 WONOSARI 3
23 Timbul Sihotang L 25-11-1978 43 KAMPUNG KRISTEN
24 Reni Hutagalung P 25-11-1991 30 ALAB DAME
25 Ticher Day Noventina  Sihombing P 25-11-1996 25 WONOSARI 4 KAMPUNG TARUTUNG
26 Tetrin Anelia Tambunan P 25-11-1998 23 PARLUASAN
27 Jeny Tumanggor P 25-11-2009 12 PARLUASAN
28 M Deliana Sitohang P 26-11-1962 59 PASAR HITAM / KAMPUNG TOBA
29 Djapola Marolop Sitindaon L 26-11-1966 55 KAMPUNG KRISTEN
30 Friska Olivia Josephin br Sianipar P 26-11-1986 35 PARLUASAN
31 Monariani Christina Togatorop AmKeb P 26-11-1988 33 WONOSARI 4 KAMPUNG TARUTUNG
32 Intan Susanti Hutagaol P 26-11-2005 16 PASAR HITAM / KAMPUNG TOBA
33 Immanuel Siagian L 26-11-2008 13 PASAR HITAM / KAMPUNG TOBA
34 Elnoah GM Sipahutar L 26-11-2012 9 WONOSARI 4 KAMPUNG TARUTUNG
35 Estelina br Samosir P 27-11-1958 63 KAMPUNG KRISTEN
36 Andarasi Simanullang L 27-11-1964 57 ALAB DAME
37 Herry Gunawan L 27-11-1990 31 KAMPUNG POLRI
38 Lestari Sitohang P 27-11-1998 23 ALAB DAME
39 Novandri  Sitinjak P 27-11-2000 21 PASAR HITAM / KAMPUNG TOBA
40 Sifra Netanya Marpaung P 27-11-2009 12 KAMPUNG POLRI
41 Mesi Imanuel Sitorus L 27-11-2010 11 KAMPUNG POLRI
42 Vincen Kennedy Simamora L 27-11-2014 7 ALAB DAME
43 Arnalem Simanjuntak L 28-11-1948 73 ALAB DAME
44 Ferry Duan Sijabat L 28-11-1976 45 WONOSARI 4 KAMPUNG TARUTUNG
45 Hottua Friska Daniati br Sinaga P 28-11-1994 27 WONOSARI 3
46 Lastaida Sitohang P 28-11-1995 26 ALAB DAME
47 Yudika  Sirait L 28-11-1995 26 KAMPUNG POLRI
48 Joy V Marpaung L 28-11-2011 10 TELADAN/WONOSARI 1

ULANGTAHUN PERKAWINAN

NO NAMA TANGGAL THN WIJK
1 Wilson  Nababan / Juliana Siagian 22-11-1979 42 TELADAN/WONOSARI 1
2 Eko Valentino Sitinjak / Regina Anastasya br.Sitorus 22-11-2019 2 ALAB DAME
3 Pollang Manihuruk / Risdawati  Silalahi 23-11-2005 16 WONOSARI 3
4 Tagam Luhut  Panjaitan / Haro Romauli Br Rumapea 23-11-2012 9 WONOSARI 4 KAMPUNG TARUTUNG
5 David Marpaung / Minaria br. Sihombing 24-11-2005 16 KAMPUNG POLRI
6 Elisa Gultom / Sartina Simanjuntak 25-11-1994 27 PARLUASAN
7 Sukaria Sahat Parulian Marpaung / Parrohaon Rosmawati  Simarmata 26-11-1983 38 KAMPUNG KRISTEN
8 Djapola Marolop Sitindaon / Nita Panjaitan 26-11-1992 29 KAMPUNG KRISTEN
9 Bachrum Mahmud Naiborhu/ Linda Siagian (+) 27-11-1978 43 ALAB DAME
10 Pasonter Lubis / Roida Royani Gultom 27-11-1998 23 WONOSARI 3
11 Roni Astro Pardosi / Rosmaida Juliana br Simanjuntak 27-11-2006 15 KAMPUNG KRISTEN
12 Delesman Nainggolan / Anna Parulian Sihite 28-11-1987 34 WONOSARI 4 KAMPUNG TARUTUNG

DAFTAR YANG BERULANGTAHUN KELAHIRAN DAN PERKAWINAN 15 – 21 NOPEMBER 2021

ULANGTAHUN KELAHIRAN

NO NAMA L/P TANGGAL LAHIR USIA WIJK
1 Riwanto Marpaung L 15-11-1958 63 KAMPUNG KRISTEN
2 Minar br Sirait P 15-11-1963 58 KAMPUNG KRISTEN
3 Elfina D Pane P 15-11-1981 40 TELADAN/WONOSARI 1
4 Kristiani Naibaho P 15-11-1994 27 WONOSARI 4 KAMPUNG TARUTUNG
5 Yenita Peronica Tobing P 15-11-1997 24 WONOSARI 4 KAMPUNG TARUTUNG
6 Rivi Denzel Silalahi L 15-11-2006 15 KAMPUNG POLRI
7 Sintong Parlagotan  Lubis L 16-11-1992 29 TELADAN/WONOSARI 1
8 Noperman Harris Samuel Sidauruk L 16-11-1993 28 MEMBANG MUDA
9 Hendri Siallagan L 16-11-1994 27 WONOSARI 3
10 Putra L 16-11-2002 19 WONOSARI 2
11 Martha Magdalena  Sijabat P 16-11-2014 7 WONOSARI 3
12 Sorta Nababan P 17-11-1948 73 TELADAN/WONOSARI 1
13 Timbul Mangasal Nainggolan L 17-11-1972 49 WONOSARI 3
14 St. Hotmalinda br Sitohang Am.Keb P 17-11-1977 44 KAMPUNG KRISTEN
15 Tiurma Uli  br Nadapdap P 17-11-1990 31 WONOSARI 3
16 Nadine Novena Napitupulu P 17-11-2007 14 WONOSARI 4 KAMPUNG TARUTUNG
17 Felicia Rihana Renata Pane P 17-11-2010 11 KAMPUNG KRISTEN
18 Kezia Ivanna Emery Marpaung P 17-11-2017 4 ALAB DAME
19 Kezra Belvania Valerie Marpaung P 17-11-2017 4 ALAB DAME
20 Titin Novelin Pandiangan P 18-11-1982 39 TELADAN/WONOSARI 1
21 Charles Anderson Manurung L 18-11-1991 30 KAMPUNG KRISTEN
22 Ulian Tobing L 18-11-1994 27 WONOSARI 4 KAMPUNG TARUTUNG
23 Denya Lestari Sijabat P 18-11-1997 24 KAMPUNG KRISTEN
24 Reinhard Joel Andika Silaban L 18-11-2002 19 WONOSARI 4 KAMPUNG TARUTUNG
25 Sahat Volber Daniel Saragih L 18-11-2002 19 WONOSARI 4 KAMPUNG TARUTUNG
26 Celine Tamara Geraldine Aritonang P 18-11-2006 15 WONOSARI 4 KAMPUNG TARUTUNG
27 Doli Sabriel Siahaan L 18-11-2016 5 KAMPUNG KRISTEN
28 Marinus Simanjuntak L 19-11-1954 67 KAMPUNG KRISTEN
29 Patar Sitompul  Silaen L 19-11-1959 62 KAMPUNG KRISTEN
30 Michael Syahputra L 19-11-2012 9 KAMPUNG POLRI
31 Togu Tambunan L 20-11-1960 61 WONOSARI 3
32 St Masry Manik P 20-11-1963 58 PASAR HITAM / KAMPUNG TOBA
33 Roslina Siregar P 20-11-1966 55 WONOSARI 3
34 Lodewyk Nelson Lumbantoruan L 20-11-1969 52 PARLUASAN
35 Benna  Siadari P 20-11-1974 47 KAMPUNG KRISTEN
36 Edine Maranatai Pardede P 20-11-1981 40 KAMPUNG POLRI
37 Ernida br Simaremare P 20-11-1999 22 KAMPUNG KRISTEN
38 Parulian Simamora L 20-11-2000 21 WONOSARI 3
39 Aurelia Stella Afika  Simanjuntak P 20-11-2012 9 PASAR HITAM / KAMPUNG TOBA
40 Andreas Hermand Frederick Simangunsong L 20-11-2013 8 WONOSARI 4 KAMPUNG TARUTUNG
41 BETARIA PANJAITAN P 20-11-2014 7 PARLUASAN
42 Demak Tampubolon L 21-11-1967 54 WONOSARI 4 KAMPUNG TARUTUNG
43 Herdina  Malau P 21-11-1999 22 WONOSARI 2
44 Luni Ester Purba P 21-11-1999 22 WONOSARI 2
45 Riska Adelina  Panjaitan P 21-11-2013 8 TELADAN/WONOSARI 1
46 Denggan  Silaen L 21-11-2016 5 KAMPUNG KRISTEN

ULANGTAHUN PERKAWINAN

NO NAMA TANGGAL THN WIJK
1 Donal Berlin Siahaan / Donna Perpe Sianipar 15-11-1983 38 WONOSARI 3
2 Patar Panjaitan / Doris Simorangkir 15-11-2001 20 PASAR HITAM / KAMPUNG TOBA
3 Maraden Simangunsong, S.Pd / Runiati Sihombing 15-11-2011 10 WONOSARI 4 KAMPUNG TARUTUNG
4 Parlindungan Lubis / Elfina D Pane 19-11-2004 17 TELADAN/WONOSARI 1
5 Robert  Simaremare / Maristan Limbong 20-11-1996 25 KAMPUNG KRISTEN

TAHUN LITURGI GEREJAWI

Tahun Liturgi atau Tahun Gereja, yang disebut juga Kalender Liturgi, adalah siklus masa liturgi dalam gereja-gereja Kristiani yang menentukan kapan hari-hari orang kudus, hari-hari peringatan, dan hari-hari besar harus dirayakan serta bagian mana dari Kitab Suci yang diasosiasikan dengan hari-hari raya tersebut..

Untuk masa yang berbeda dalam satu tahun liturgi, digunakan warna-warna liturgis yang berbeda pula. Hari-hari raya Gereja Timur (Gereja Ortodoks TimurGereja Ortodoks OrientalGereja-Gereja Katolik Timur) jatuh pada tanggal yang berbeda dengan Gereja Barat (Gereja Katolik RomaGereja AnglikanGereja Lutherandan Gereja-Gereja Protestan), meskipun inti perayaannya sama.

Untuk gereja-gereja di Indonesia yang kebanyakan digolongkan sebagai Gereja Barat, kalender ini pun tidak semuanya dirayakan oleh seluruh denominasi Kristen. Gereja Katolik Indonesia merayakan semua hari raya kalender ini, sedangkan gereja-gereja lainnya ada beberapa yang tidak dirayakan, ada juga denominasi Kristen yang tidak merayakan hari-hari raya ini satupun, contohnya Gereja Masehi Advent Hari KetujuhGereja Yesus Sejati, dan Saksi-Saksi Yehuwa. Gereja Protestan Indonesia misalnya, kebanyakan hanya merayakan 5 hari raya utama, yaitu:

meskipun ada beberapa yang merayakan AdvenRabu Abu, dan beberapa lainnya. Gereja di luar Indonesia lebih beragam lagi, sehingga tidak dapat ditarik suatu patokan selain daripada hari raya-hari raya yang umum ini.

Hari-hari raya tidak tetap

Baik di Gereja Timur maupun Barat, banyak hari raya jatuh pada tanggal yang berbeda-beda dari tahun ke tahun, meskipun dalam hampir semua kasus perbedaan tanggal ini terjadi karena perbedaan tanggal perayaan Paskah.

Banyaknya hari raya juga berbeda dalam tiap Gereja; umumnya jumlah hari raya Gereja-Gereja Protestan lebih sedikit daripada jumlah hari raya Gereja Katolik dan Ortodoks, serta banyak yang tidak merayakan hari-hari raya Perawan Maria dan hari-hari peringatan para kudus.

Siklus liturgi

Siklus liturgi membagi satu tahun menjadi serangkaian masa, tiap masa memiliki nuansa, penekanan teologis, dan bentuk doa tersendiri, yang tampak pada perbedaan cara-cara mendekorasi gedung gereja, vestimentum, bagian-bagian Kitab Suci yang dibacakan, tema khotbah, dan bahkan tradisi-tradisi dan praktik-praktik yang berbeda-beda diperingati secara pribadi atau di rumah.

Dalam Gereja-Gereja yang mengikuti tahun liturgi, bagian kitab suci yang dibacakan tiap hari Minggu (bahkan tiap hari dalam beberapa tradisi) telah diatur dalam sebuah daftar yang dalam Gereja Katolik Roma disebut Ordo Lectionum Missae (Daftar Bacaan Misa).

Di kalangan umat Kristiani Barat non-Katolik, Gereja Anglikan dan Lutheran secara tradisional mengikuti daftar bacaan tersebut sejak era Reformasi Protestan. Dengan adanya reformasi liturgis dalam Gereja Katolik setelah Konsili Vatikan II pada era 1960-an, makin banyak Gereja Protestan (Gereja MethodisGereja-Gereja ReformasiGereja-Gereja Persatuan, dll) yang mengadopsi sistem daftar bacaan.

Penggunaan daftar bacaan tersebut makin menumbuhkan kesadaran akan tahun liturgi di kalangan umat Protestan pada dasawarsa-dasawarsa abad ke-20, khususnya dalam denominasi-denominasi utama.

Kalender Alkitab

Kalender Alkitab didasarkan atas siklus bulan baru. Satu tahun terhitung mulai terbitnya bulan baru pertama pada saat atau sesudah equinox (saat matahari terlihat berada tepat di atas garis katulistiwa, terjadi antara tanggal 20 Maret dan 22 September tiap tahun menurut kalender Masehi) sampai terbitnya bulan baru pada saat atau sesudah equinox berikutnya. Ini berarti titik awal kalender Alkitab tidak tetap seperti kalender modern.

Formula dasar kalender ini awalnya terdapat dalam Alkitab: “Berfirmanlah Allah: “Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,” (Kejadian 1:14). “Berfirmanlah TUHAN kepada Musa dan Harun di tanah Mesir: “Bulan inilah akan menjadi permulaan segala bulan bagimu; itu akan menjadi bulan pertama bagimu tiap-tiap tahun,” (Keluaran 12:1-2). “Hari ini kamu keluar, dalam bulan Abib,” (Keluaran 13:4).

Satu bulan dimulai dari satu terbitnya bulan baru sampai terbitnya bulan baru berikutnya. “Bulan berganti bulan, dan Sabat berganti Sabat, maka seluruh umat manusia akan datang untuk sujud menyembah di hadapan-Ku, firman TUHAN” (Yesaya 66:23). “Dalam bulan pertama, yakni bulan Nisan, dalam tahun yang kedua belas zaman raja Ahasyweros, orang membuang pur–yakni undi–di depan Haman, hari demi hari dan bulan demi bulan sampai jatuh pada bulan yang kedua belas, yakni bulan Adar.” (Ester 3:7).

Bulan-bulan dalam kalender Alkitab adalah sebagai berikut:

No Penanggalan Yahudi Lama Hari Periode
1 Nisan/Nissan 30 Maret-April
2 Iyar 29 April-Mei
3 Siwan 30 Mei-Juni
4 Tammuz/Tammus 29 Juni-Juli
5 Ab 30 Juli-Agustus
6 Elel 29 Agustus-September
7 Tisyri 30 September-Oktober
8 Markhesywan 29/30 Oktober-November
9 Kislew 30/29 November-Desember
10 Tebet 29 Desember-Januari
11 Shvat 30 Januari-Februari
12 Adar 29/(30) Februari-Maret
Total 354/(355)  

 

Kalender liturgi Barat

Kalender liturgi Kristiani Barat didasarkan atas siklus romawi atau Ritus Latin dari Gereja Katolik, termasuk kalender Lutheran, Anglikan, dan Protestan karena siklus tersebut sudah ada sebelum Reformasi Protestan.

Umumnya, masa-masa liturgi dalam Kekristenan Barat terdiri atas AdvenNatal, Masa Biasa (masa sesudah Epifani), Puasa atau PrapaskahPaskah, dan Masa biasa (masa sesudah Pentakosta atau sesudah Hari Minggu Tritunggal Maha Kudus).

Adven

Dari kata Latin adventus, “kedatangan”, masa pertama dalam tahun liturgi ini dimulai pada hari minggu ke-4 sebelum Natal dan berakhir pada malam Natal.

Sesungguhnya masa adven adalah masa untuk berpuasa, sebagai persiapan diri menjelang kedatangan Kristus. Meskipun sering dimaknai sebagai penantian akan kedatangan Kristus sebagai seorang bayi pada malam Natal, namun bacaan-bacaan Alkitab pada masa ini memuat tema eskatologi—penantian akan kedatangan Kristus pada akhir zaman, ketika “Serigala akan tinggal bersama domba dan macan tutul akan berbaring di samping kambing. Anak lembu dan anak singa akan makan rumput bersama-sama, dan seorang anak kecil akan menggiringnya” (Yesaya 11:6) dan ketika Allah telah “menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah” (MagnificatLukas 1:52)–khususnya pada paruh pertama masa tersebut.

Periode penantian ini kerap ditandai dengan Krans Adven, rangkaian dedaunan hijau berbentuk lingkaran dengan empat batang lilin. Meskipun maksud utama dari krans adven adalah sebagai penanda berjalannya waktu, banyak gereja memaknai tiap lilin dengan tema-tema khusus, seperti ‘harapan’, ‘iman’, ‘suka-cita’, dan ‘kasih’.

Warna: Ungu, atau biru dalam beberapa tradisi. Pada hari Minggu ke-3 dalam masa Adven, yang juga disebut sebagai Hari Minggu Gaudete, di beberapa tempat digunakan warna merah muda.

Meskipun ritus Katolik Romawi menghapus “Gloria in Excelsis” dalam misa-misa selama masa adven (tidak seperti Misa untuk hari-hari raya), “Alleluia” tetap ada (ritus Katolik tradisional hanya ada Gradual tanpa “Alleluia”, kecuali pada hari Minggu).

Natal

Masa Natal dimulai pada Malam Natal (24 Desember) dan berakhir pada perayaan Epifani (6 Januari). Hari Natal sendiri jatuh pada tanggal 25 Desember.

Masa Natal dalam kalender Katolik Romawi berlanjut hingga Perayaan Pembaptisan Kristus, yang dalam kalender pra-Vatikan II ditetapkan pada tanggal 13 Januari.

Warna: Putih atau emas.

4 peristiwa utama Natal:

Kelahiran Yesus-25 Desember, Perayaan nama suci Yesus dan penghormatan kepada Maria-1 Januari, Perayaan Keluarga Kudus-Hari minggu ke-2 sesudah Natal, Perayaan Epifani-Hari Minggu ke-3 dalam masa Natal

Masa biasa (“Masa Sesudah Epifani” dan “Septuagesima”)

Dalam Gereja Katolik Roma dan beberapa tradisi Protestan, Masa Biasa adalah minggu-minggu biasa yang tidak termasuk dalam suatu masa tertentu. Dalam masa ini terdapat 33 atau 34 Hari Minggu. Dalam Ritus Romawi modern, bagian pertama Masa Biasa dimulai dari hari sesudah Perayaan Pembaptisan Kristus sampai hari Selasa sebelum Hari Rabu Abu (permulaan Masa Prapaskah). Masa Biasa pertama ini memiliki 3 sampai 8 hari Minggu, tergantung tanggal Perayaan Paskah.

Istilah “Masa Biasa” menggantikan istilah “Masa Sesudah Epifani” dan “Septuagesima” (masa menjelang Prapaskah), yang masih digunakan oleh umat Katolik tradisional dan umat Katolik lain yang masih berpegang pada Misa kuno pra-Vatikan II yang dikenal sebagai Ritus Tridentina. Beberapa ritus Protestan juga menggunakan terminologi lama tersebut.

Dalam ritus Romawi yang lebih tua, masa sesudah Epifani dapat saja memiliki 1 sampai 6 hari Minggu, dengan masa Septuagesima yang lamanya 17-hari dimulai pada hari Minggu ke-9 sebelum Paskah dan berakhir pada hari Selasa sebelum hari Rabu Abu. Semua hari Minggu yang hilang sesudah Epifani dipindahkan ke masa sesudah Pentakosta dan dirayakan antara Hari minggu ke-23 dan Hari Minggu yang terakhir. Namun jika jumlah hari minggu dalam tahun tersebut tidak menutupi hari-hari Minggu pengganti tersebut, maka Hari Minggu jatuhnya bertepatan dengan Hari Minggu Septuagesima dirayakan pada hari sebelumnya (hari Sabtu); Dalam kasus tanggal Paskah jatuhnya sangat terlambat sehingga hanya ada 23 hari Minggu sesudah Pentakosta, Misa untuk hari Minggu ke-23 dirayakan pada hari sebelum hari Minggu terakhir sesudah Pentakosta.

Reformasi tahun 1962 mengubah praktik tersebut dengan menghilangkan saja hari-hari Minggu pengganti tersebut. Selama masa Septuagesima, diadopsi beberapa kebiasaan masa Prapaskah, termasuk penghapusan “Alleluia”, dan “Gloria” pada hari-hari Minggu, vestimentumnya pun berwarna ungu.

Warna: Hijau.

Masa Prapaskah dan Masa Sengsara

Prapaskah adalah masa puasa utama dalam Gereja sebagai persiapan sebelum Paskah. Dimulai sejak hari Rabu Abu hingga berakhir pada hari Minggu Palma, di awal Pekan Suci. Masa puasa ini berlangsung selama 40 hari, terhitung mulai hari Rabu Abu sampai hari Minggu Palma. Selama empat puluh hari tersebut, madah Kemuliaan kepada Allah dan Alleluia tidak digunakan dalam Misa. “Kemuliaan dan Pujian” umumnya digunakan sebagai ganti Alleluia sedangkan Kemuliaan kepada Allah dihilangkan.

Sebelum reformasi 1970, dua pekan terakhir dari masa Prapaskah dalam Gereja Romawi dikenal sebagai Masa Sengsara. Selama masa ini Gloria Patri (Kemuliaan Kepada Bapa…) dihilangkan kecuali sesudah pendarasan Mazmur dalam ibadat harian, bacaan-bacaan mulai lebih berfokus pada Sengsara Kristus, dan, yang paling tampak adalah diselubunginya salib dan arca-arca dengan kain ungu. Hari Jumat sebelum Jumat Agung adalah hari peringatan Ke-7 Duka Bunda Maria. Jika hari peringatan St. Yusuf atau Anunsiasi jatuh dalam Pekan Suci, maka hari-hari tersebut dipindahkan ke pekan sesudah Paskah.

Warna: Ungu. Dalam beberapa tradisi, warna merah muda digunakan pada hari Minggu ke-4 dalam Masa Prapaskah, yang disebut Hari Minggu Laetare.

Trihari Suci terdiri atas:

  • Kamis Putih
    • Peringatan Perjamuan Terakhir Kristus bersama murid-muridNya dalam ibadah atau Misa malam hari
    • Beberapa Gereja juga melaksanakan upacara pembasuhan kaki
    • Sudah menjadi kebiasaan pada malam tersebut untuk melaksanakan ibadat Berjaga-jaga atau yang lazim dalam Gereja Katolik Indonesia disebut Tuguran, dimulai seusai Misa malam hari dan berlanjut hingga tengah malam (kadang-kadang dilanjutkan hingga terbit fajar hari Jumat Agung, dan dilanjutkan dengan liturgi pagi hari)
    • Warna: Putih
  • Jumat Agung
    • Peringatan Kesengsaraan Yesus Kristus
    • Dalam Gereja Katolik Roma, pada hari ini perayaan Misa digantikan dengan ibadat doa
    • Warna: Bervariasi: Tanpa warna, Merah, atau Hitam digunakan dalam tradisi-tradisi yang berlainan (kain-kain yang berwarna disingkirkan pada hari ini, warna liturgi hanya terlihat pada vestimentum)
    • Dalam Gereja Katolik Ritur Romawi dan Gereja Anglikan Tinggi, sebuah salib secara seremonial disingkapkan selubungnya (dan sebelum Vatikan II, salib-salib yang lain juga ditanggalkan selubungnya, tanpa upacara, sesudah ibadat Jumat Agung)
  • Sabtu Suci
    • Memperingati hari di mana jenazah Kristus terbaring dalam Makam
    • Dalam Gereja Katolik Ritus Romawi, Misa tidak dipersembahkan pada hari ini
    • Warna: Tidak ada
  • Malam Paskah
    • Dilaksanakan sesudah matahari terbenam pada hari Sabtu Suci, atau sebelum fajar menyingsing pada hari Paskah, sebagai permulaan perayaan Kebangkitan Kristus.
      lihat pula Lilin Paskah
    • Warna: Putih, sering digunakan bersama warna emas.
    • Dalam Ritus Romawi pra-Vatikan II, selama madah “Gloria in Excelsis” dilantunkan dalam Misa tersebut, organ dan lonceng-lonceng dibunyikan setelah tidak dipergunakan selama 2 hari, serta arca-arca, yang diselubungi selama masa Sengsara, ditanggalkan selubungnya.

Paskah

Paskah adalah perayaan kebangkitan Yesus. Paskah jatuh pada tanggal yang berbeda tiap tahun, menurut sistem penanggalan berdasarkan kalender-bulan (untuk rinciannya lihat computus). Masa Paskah dimulai sejak Malam Paskah sampai Hari Minggu Pentakosta dalam kalender Katolik dan Protestan. Dalam kalender yang digunakan oleh umat Katolik tradisional, Masa Paskah berakhir pada hari ke-8 sesudah Pentakosta.

Dalam tradisi Katolik Romawi, selama 8 hari sesudah Hari Minggu Paskah, semua perayaan lain dilarang. Jika Paskah jatuh pada tanggal 25 Aprillitani panjang yang biasanya didoakan pada hari itu ditunda sampai hari Selasa berikutnya. Selama 50 hari Masa Paskah, Gloria dan Te Deum diucapkan tiap hari, bahkan hari-hari feria.

Hari Kamis Kenaikan, hari peringatan kembalinya Yesus ke surga setelah kebangkitan-Nya, adalah hari ke-40 setelah Paskah. Di beberapa temapt, perayaan ini dialihkan ke hari Minggu sesudahnya. Pentakosta adalah hari ke-50, dan hari peringatan diturunkannya Roh Kudus ke atas para rasul. Pentakosta secara umum dianggap sebagai hari jadi Gereja.

Warna: Putih atau Emas, kecuali pada hari Pentakosta. Pada hari Pentakosta warna merahlah yang digunakan.

Masa Biasa (“Masa sesudah Pentakosta” dan “Masa Kerajaan”)

Masa Biasa yang jatuh sesudah Masa Paskah, mulai Hari Minggu Pentakosta sampai Hari Sabtu sebelum Hari Minggu Pertama Masa Adven. Sebelum kalender liturgi Romawi direformasi pada Konsili Vatikan II, hari-hari Minggu pada masa ini disebut “Hari-hari Minggu sesudah Pentakosra” oleh umat Katolik Romawi; umat Ortodoks Timur dan beberapa umat Protestan masih menggunakan istilah ini. Hari Minggu pertama sesudah Pentakosta adalah Hari Minggu Tritunggal dalam dalam banyak tradisi hari Minggu terakhir dalam Masa Biasa adalah hari raya Kristus Raja.

Variasi-variasi selama masa ini mencakup:

  • Dalam kalender Katolik tradisional, Hari Kristus Raja jatuh pada hari Minggu terakhir pada Bulan Oktober bukannya Hari Minggu terakhir sebelum Adven.
  • Dalam tradisi Katolik dan beberapa kalangan Anglikan, perayaan Corpus Christidilaksanakan pada hari ke-11 setelah Pentakosta, namun kadang kala dialihkan ke hari Minggu sesudahnya.
  • Dalam tradisi Katolik, hari Jumat dalam minggu ke-3 sesudah Pentakosta adalah hari raya Hati Kudus
  • Sebagian besar tradisi barat merayakan Hari Semua Orang Kuduspada tanggal 1 November atau pada hari Minggu sesudahnya. Warna liturgisnya adalah putih.
  • Beberapa tradisi meryakan Hari St. Mikhael(Michaelmas) pada tanggal 29 September.
  • Beberapa tradisi merayakan Hari St. Martinus(Martinmas) pada tanggal 11 November.
  • Dalam beberapa tradisi Protestan, khususnya yang erat terkait dengan tradisi Lutheran, Hari Minggu Reformasidirayakan pada hari Minggu sebelum tanggal 31 Oktober, memperingati peristiwa dipakukannya 95 Tesis pada pintu Gereja Kastil di Wittenberg oleh Martin Luther. Warna liturgisnya adalah Merah, perlambang Roh Kudus yang terus-menerus bekerja membaharui Gereja.
  • Banyak tradisi menjadikan beberapa minggu dalam Masa Biasa sebagai masa untuk memusatkan perhatian pada kedatangan Kerajaan Allah (sehingga tahun liturgi menjadi satu siklus penuh dengan mendalami salah satu tema Adven sebelum memasuki masa Adven). Dalam Ritus Romawi, tiga hari Minggu terakhir Masa Biasa diisi tema eskatologi, meskipun hari-hari Minggu tersebut tetap dimaknai sebagai hari-hari Minggu Masa Biasa. Akan tetapi beberapa tradisi mengubah maknanya dan kadang-kadang warna liturginya pula. Misalnya, Gereja Inggrismenggunakan istilah “Hari-hari Minggu sebelum Adven” untuk menyebut ke-4 hari Minggu terakhir dalam Masa Biasa dan mengizinkan penggunaan vestimentum berwarna merah sebagai alternatif. Istilah “Masa Kerajaan” digunakan beberapa denominasi, di antaranya oleh Gereja Metodis Persatuan di AS dan Gereja Kristen – Sinode Santo Timotius. Dalam Gereja Lutheran – Sinode Missouri, periode ini dikenal sebagai “Periode Akhir Zaman,” dan vestimentum merah dikenakan pada hari Minggu pertama dan kedua.

Warna: Hijau

Maria Diangkat Ke Surga (Katolik Ritus Romawi)

Pada tanggal 15 Agustus, yakni tanggal yang sama dengan hari raya Tertidurnya Theotokos di Gereja Timur, umat Kristiani Barat merayakan peristiwa terangkatnya Maria secara badaniah ke surga. Hari raya ini boleh jadi adalah hari raya tertua dalam Gereja Kristen, yang dirayakan baik dalam Gereja Timur maupun Barat. Ajaran mengenai hari raya ini secara dogmatis ditetapkan pada tanggal 1 November 1950 oleh Paus Pius XII dalam Bula Kepausan Munificentissimus Deus.

Dalam tradisi Anglikan dan Lutheran, serta beberapa tradisi lain, tanggal 15 Agustus dirayakan sebagai hari peringatan St. Maria, Bunda Tuhan. Warna yang digunakan adalah putih.

Gereja Anglikan

Gereja Inggris menggunakan penanggalan liturgi yang sangat mirip dengan Kalender Liturgi Gereja Romawi. Meskipun tidak sama dengan kalender yang ada dalam Buku Doa Bersama dan Buku Ibadah Alternatif (1980), namun Tahun Liturgi yang mirip Tahun Liturgi Gereja Romawi digunakan sejak Gereja Anglikan mengadopsi pola-pola ibadah dan liturgi baru yang ada dalam Ibadah Bersama, pada tahun 2000. Pembagian tahun menjadi masa Natal dan masa Paskah yang disela oleh masa Biasa, identik dengan kalender Romawi. Mayoritas hari-hari raya juga diperingati, dengan beberapa pengecualian, terutama hari raya Maria Diangkat Ke Surga, yang tidak diakui oleh pengajaran Alkitabiah Gereja Inggris, dan oleh karena itu ditolak.

Gereja Ortodoks Timur

Tahun liturgi dalam Gereja Ortodoks Timur dicirikan dengan adanya puasa-puasa serta hari-hari raya orang-orang kudus yang silih berganti, dan sangat mirip dengan tahun liturgi Katolik Romawi yang telah dipaparkan di atas. Sekalipun demikian, Tahun Baru Gereja secara tradisional dimulai pada tanggal 1 September, bukannya Hari Minggu Pertama Masa Adven. Tahun liturgi Ortodoks ini mencakup Siklus Tetap dan Siklus Paskah (atau Siklus Tidak Tetap). Hari raya terpenting adalah Paskah—Hari Raya dari segala Hari Raya. Berikutnya adalah ke-12 Hari Raya Utama untuk memperingati berbagai peristiwa penting dalam kehidupan Yesus Kristus dan Theotokos.

Mayoritas umat Kristiani Ortodoks menggunakan kalender Julian untuk menentukan tanggal hari-hari raya gerejawi. Meskipun banyak yang telah mengadopsi kalender Julian yang telah direvisi, namun mereka tetap menggunakan kalender Julian untuk menentukan tanggal hari-hari raya dalam siklus Paskah. Mereka juga menggunakan Kalender Gregorian yang modern untuk menentukan tanggal hari-hari raya yang ditetapkan menurut tanggal kalender tersebut. Dari tahun 1900 sampai tahun 2100, terdapat selisih tiga belas hari antara kalender Gregorian dan kalender Julian. Di beberapa negara Ortodoks, hari-hari raya sipil tertentu ditentukan berdasarkan kalender Julian. Dengan demikian, sebagai contoh, Natal dirayakan pada tanggal 7 Januari di negara-negara tersebut. Komputasi hari Paskah tetap menggunakan kalender Julian, bahkan oleh Gereja-gereja yang menggunakan kalender Julian yang telah direvisi.

Ada empat masa puasa dalam setahun: puasa terpenting adalah Puasa Besar yang merupakan masa yang intens untuk berpuasa, beramal dan berdoa, selama empat puluh hari sebelum hari Minggu Palma dan Pekan Suci sebagai persiapan perayaan Paskah. Puasa Natal (Puasa Musim Dingin) adalah masa persiapan perayaan Kelahiran Kristus (Natal), namun jika di Barat masa Advent lamanya hanya empat minggu, maka Puasa Natal Gereja Timur berlangsung selama empat puluh hari penuh. Puasa Para Rasul lamanya bervariasi, mulai dari delapan hari sampai enam minggu, sebagai persiapan Hari Raya Santo Petrus dan Paulus (29 Juni). Puasa Tertidurnya Theotokos lamanya dua minggu, mulai tanggal 1 sampai 14 Agustus sebagai persiapan hari raya Tertidurnya Theotokos (15 Agustus). Tahun Liturgi diatur sedemikian rupa agar selama berlangsungnya masing-masing masa puasa tersebut, dirayakan salah satu dari hari-hari raya utama, sehingga puasa dapat dijalani dengan suka cita.

Selain masa-masa puasa tersebut, umat Kristiani Ortodoks berpuasa tiap hari Rabu dan Jumat (dan beberapa biara Ortodoks juga berpuasa tiap hari Senin). Beberapa tanggal tertentu dalam setahun ditetapkan sebagai hari puasa, meskipun jatuh pada hari Sabtu atau Minggu (dalam kasus semacam ini, puasanya agak diringankan, namun tidak dihilangkan sama sekali); hari-hari tersebut adalah: Hari Raya Pemenggalan St. Yohanes Pembaptis, dan Hari Raya Eksaltasi Salib. Ada beberapa periode bebas-puasa, di mana orang dilarang berpuasa, bahkan pada hari Selasa dan Jumat. Hari-hari tersebut adalah: seminggu sesudah paskah, seminggu sesudah Pentakosta, dan periode mulai Natal sampai malam Teofani (Epifani).

Paskah

Hari raya terbesar adalah Paskah, yang perhitungan tanggalnya oleh umat Ortodoks berbeda dengan umat Kristiani Barat. Baik di Gereja Barat maupun timur tanggal Paskah jatuh pada hari Minggu Pertama sesudah bulan purnama pada atau sesudah tanggal 21 Maret (yakni secara nominal adalah hari vernal equinox). Meskipun demikian, jika umat Kristiani barat mengikuti Kalender Gregorian dalam perhitungannya, maka umat Ortodoks memperhitungkannya dengan tanggal 21 Maret menurut Kalender Yulian, serta mengikuti aturan tambahan yakni Paskah Kristiani tidak boleh mendahului atau bertepatan dengan Paskah Yahudi (lihat computus untuk penjelasan lebih lanjut).

Tanggal Paskah adalah pusat dari keseluruhan tahun gerejawi, bukan saja karena menentukan tanggal permulaan Puasa Besar dan Pentakosta, namun juga karena memengaruhi siklus dari hari-hari raya tidak tetap, bacaan-bacaan Kitab Suci dam Oktoekhos (naskah yang dinyanyikan menurut delapan moda gerejawi) sepanjang satu tahun tersebut. Ada pula sejumlah hari-hari raya kecil sepanjang tahun yang didasarkan pada tanggal Paskah. Siklus tidak tetap dimulai pada Hari Minggu Zakeus (Hari Minggu pertama dalam masa persiapan untuk Puasa Besar), meskipun siklus Oktoeckos tetap berlanjut sampai Hari Minggu Palma.

Tanggal Paskah memengaruhi masa liturgi berikut ini:

Dua Belas Hari Raya Utama

Beberapa hari raya di bawah ini mengikuti siklus tetap, dan beberapa lagi di antaranya mengikuti siklus tidak tetap (paskah). Sebagian besar hari-hari raya pada siklus tetap memiliki periode persiapan yang disebut Pra-pesta, dan periode perayaan sesudahnya, mirip dengan Octav dalam Gereja Barat, yang disebut Pasca-pesta. Hari-hari raya besar pada siklus Paskah tidak memiliki pra-pesta. Lamanya pra-pesta dan pasca-pesta bervariasi, tergantung pada hari rayanya.

CATATAN: Dalam praktik Gereja Timur, jika hari raya ini jatuh pada Pekan Suci atau hari Paskah, maka hari raya anunsiasi ini tidak dipindahkan ke hari berikutnya. Justru jika tanggal kedua hari raya tersebut jatuhnya bertepatan, yakni yang dikenal sebagai hari “Kyriou-Paskha,” maka hari tersebut dianggap sangat istimewa.

Hari-hari raya lain

Hari-hari raya tambahan berikut ini dirayakan seperti hari-hari raya besar:

Setiap hari dalam setahun diperingati beberapa orang kudus atau beberapa peristiwa dalam kehidupan Kristus atau Theotokos. Bilamana tiba suatu hari raya dalam siklus tidak tetap, maka hari raya dalam siklus tetap pada tanggal tersebut dipindahkan, semua doa perayaannya dinyanyikan dalam Ibadat Penutup hari itu atau salah satu hari berikutnya yang dirasa paling sesuai.

Siklus

Selain siklus tetap dan siklus tidak tetap, ada pula sejumlah siklus liturgi dalam tahun gerejawi yang memengaruhi perayaan ibadat-ibadat suci. Ini mencakup, Siklus Harian, Siklus Mingguan, Siklus Injil-Injil Ibadat Matin, dan Oktoekhos.

Penerapan Sekuler

Karena adanya dominasi agama kristen di Eropa pada Abad Pertengahan, banyak fitur-fitur penanggalan Kristiani terinkorporasi ke dalam kalender sekuler. Banyak hari-hari raya Kristiani menjadi hari libur, dan kini dirayakan oleh semua orang, beragama maupun tidak beragama, Kristiani maupun non-Kristiani — di seluruh dunia (untuk perayaan-perayaan tertentu). Perayaan-perayaan sekuler tersebut memiliki kemiripan-kemiripan tertentu dengan perayaan-perayaan rohani asalnya, kerap pula mencakup unsur-unsur ritual festifal kafir yang jatuh pada tanggal yang sama.

 

DAFTAR YANG BERULANGTAHUN, 08 – 14 NOPEMBER 2021

ULANGTAHUN KELAHIRAN

NO NAMA L/P TANGGAL LAHIR USIA WIJK
1 Tiermin br Sihombing P 08-11-1962 59 WONOSARI 3
2 Tigor Pasaribu SKM L 08-11-1969 52 ALAB DAME
3 Freddy Sitompul L 08-11-1971 50 ALAB DAME
4 Merlin Tiurma Purba P 08-11-1978 43 KAMPUNG POLRI
5 Imanuel Dolok Saribu L 08-11-1983 38 KAMPUNG KRISTEN
6 Elperida Gultom P 08-11-1988 33 PASAR HITAM / KAMPUNG TOBA
7 Ricky Putra Gunawan Malau L 08-11-1992 29 WONOSARI 3
8 Tianchi Ratri Marella Sihombing P 08-11-1998 23 WONOSARI 4 KAMPUNG TARUTUNG
9 Kitab Sitorus L 09-11-1949 72 TELADAN/WONOSARI 1
10 St Rajin Hasoloan Marbun L 09-11-1974 47 WONOSARI 2
11 Guntur Hotmaruli Simanjuntak L 09-11-1987 34 PARLUASAN
12 Ferdian Pandapotan Sijabat L 09-11-1988 33 WONOSARI 3
13 Leni Marlina Kristinawaty Hasibuan P 09-11-2000 21 WONOSARI 2
14 Novita Sari Lubis P 09-11-2008 13 WONOSARI 3
15 Sahat Pasaribu L 10-11-1962 59 ALAB DAME
16 Rustina Simanjuntak P 10-11-1968 53 PARLUASAN
17 Marta Martini Sitorus P 10-11-1977 44 ALAB DAME
18 St Hamonangan Marisi Sihombing L 10-11-1984 37 MEMBANG MUDA
19 Lasri Hasibuan P 10-11-1984 37 WONOSARI 4 KAMPUNG TARUTUNG
20 Rosida Sitanggang P 10-11-1990 31 KAMPUNG POLRI
21 Jekson Pasaribu L 10-11-1992 29 ALAB DAME
22 Puan Sari Uli Arta Lubis P 10-11-2002 19 WONOSARI 3
23 Albert Giovand Natanael Sitorus L 10-11-2010 11 WONOSARI 3
24 Lumani  Pasaribu P 11-11-1947 74 KAMPUNG KRISTEN
25 Marusaha Siagian L 11-11-1962 59 KAMPUNG POLRI
26 Esron Jonatan Martua Simanjuntak L 11-11-1985 36 KAMPUNG KRISTEN
27 Novita Eka Fitri br Silaban P 11-11-1993 28 KAMPUNG KRISTEN
28 Pitta Uli  br Gultom P 11-11-1995 26 KAMPUNG POLRI
29 Sinta Noviana Marpaung P 11-11-2001 20 WONOSARI 2
30 Agung Pratama Sinurat L 11-11-2002 19 PASAR HITAM / KAMPUNG TOBA
31 Eliana Pangaribuan P 11-11-2006 15 TELADAN/WONOSARI 1
32 Ruth Kezia Sijabat P 11-11-2007 14 ALAB DAME
33 Alpredo Simanjuntak L 11-11-2009 12 PARLUASAN
34 Frelionel Sinaga L 11-11-2016 5 ALAB DAME
35 Cantika Sidauruk P 11-11-2018 3 KAMPUNG KRISTEN
36 Herlina br Sijabat P 12-11-1982 39 WONOSARI 3
37 Rizal  Lumban Gaol L 12-11-1988 33 WONOSARI 2
38 Wiliam Titania Sihotang P 13-11-1998 23 WONOSARI 3
39 Parasian Siringoringo L 14-11-1991 30 KAMPUNG POLRI

ULANGTAHUN PERKAWINAN

NO NAMA TANGGAL THN WIJK
1 Lambok Haratua Sihite / Juliana Rajagukguk 09-11-2013 8 WONOSARI 2
2 Suriyatno Putra Sihombing / Ulima Endah Lestari 10-11-2005 16 TELADAN/WONOSARI 1
3 Andi Lala Siahaan / Lasmian br Sinaga 11-11-2004 17 ALAB DAME
4 Ramses Saragih / Eka Syahputri Sitorus 11-11-2011 10 PARLUASAN
5 Wasinton Lontung Soaduon Aritonang / Monariani Christina Togatorop AmKeb 12-11-2011 10 WONOSARI 4 KAMPUNG TARUTUNG
6 Tiorman Saut Pardosi / Sariulina Nainggolan 13-11-2008 13 KAMPUNG POLRI

AKU MENDERITA TAPI TIDAK MALU

RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN

Sabtu, 13 November 2021

2TIMOTEUS 1:12

“Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu; karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan.”

Nas di atas menunjukkan komitmen rasul Paulus dalam mengikut Kristus; apa pun yang terjadi dan resiko apa pun yang harus ditanggung, Paulus tidak pernah berubah sikap, karena ia tahu kepada siapa ia percaya. Seperti Pauluskah komitmen kita selama ini?  Belum menghadapi aniaya dan penderitaan seperti yang dialami Paulus kita sudah enggan mengikut Tuhan.  Menyediakan sedikit waktu untuk bersaat teduh dan membaca Alkitab kita tidak disiplin dan malas melakukannya, sedangkan untuk berselancar di dunia maya dan nongkrong dengan teman, kita betah berlama-lama; ketika tertegur oleh firman yang keras kita langsung tersinggung dan ngambek tidak mau ke gereja lagi; dihimbau untuk terlibat dalam pelayanan, kita sudah menyiapkan 1001 alasan sebagai jurus menghindar.  Adalah omong kosong jika kita berkata Kristus yang utama jika tidak disertai tindakan nyata yang menunjukkan kita mengutamakanNya dalam segala hal.  Kita masih enggan melepaskan dunia dengan segala kenyamanannya.  Tuhan tidak ingin ada ‘ilah’ lain di hadapanNya, sebab hal itu adalah perzinahan rohani.  FirmanNya menegaskan:  “…persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah.  Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.”  (Yakobus 4:4b-c). Tidak mudah menjadi pengikut Kristus.  Kita berpikir jika kita mengikut Dia perjalanan hidup kita akan enak dan bisa semau gue.  Tidak!  Ada tanggung jawab besar berada di pundak kita yaitu pikul salib dan memiliki kehidupan yang ‘berbeda’ dengan dunia, karena sebagai orang Kristen kita ini adalah ‘Kristus-Kristus kecil’ di bumi yang artinya kehidupan kita harus benar-benar mencerminkan Kristus.  Adalah anugerah dan sukacita tersendiri bila kita dipercaya Tuhan menjadi saksi-saksiNya.

BE.150:4 “Ndang Ahu Nampuna Ahu”

Ndang au nampuna ahu Ndang tarhasiphon au, Sai Jesus do artangku Ndang be maila au. Torop pe manginsahi au Direhe pe Tuhanku Sai Jesus do di au

Doa

“Ya Allah Bapa, ajar aku mengaminkan bahwa FirmanMu itu adalah pelita bagi kakiku dan terang dalam jalanku. Amin.

Selamat beraktivitas

Jangan Abai Protokol Kesehatan

Tuhan Yesus memberkati

FIRMANMU PELITA BAGI KAKI, TERANG BAGI JALANKU

RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN

Jumat, 12 November 2021

MAZMUR 119:105

“Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.”

Berjalan ditengah belantara dunia ini memerlukan pedoman atau kompas kehidupan, agar kita tidak akan alami disorientasi atau kehilangan arah dan tujuan-tujuan hidup. Demikian juga dengan hidup orang ber-Iman, mereka harus miliki standart hidup yang jelas, dasar-dasar kemantapan Iman yang kuat dan jiwa serta mental yang stabil agar tidak mudah diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran yang menyesatkan. Disinilah ” FIRMAN-MU ITU PELITA BAGI KAKIKU DAN TERANG BAGI JALANKU “(Mazmur 119:105). Firman-Mu Pelita bagi kakiku menegaskan bahwa, apabila kita pedomani Firman Allah dengan mantap, maka itu dapat mengantar kita dengan mantap pula untuk menjalani kegelapan dunia ini. Disaat pikiran kita gelap karena rupa-rupa masalah kehidupan, Firman Tuhan mampu menerangi jalan keluar. Disaat hati kita gelisah oleh berbagai tekanan dan beban-beban masalah, Firman Tuhan mampu memberi solusi.

Dengan menjadikan Firman Tuhan sebagai senjata rokhani kita, maka kita akan miliki kekuatan ekstra untuk menghadapi berbagai jenis rongrongan dunia yang menyesatkan. Dengan selalu berpegang teguh pada Sabda Kebenaran Firman, maka kita pasti memiliki kejernihan akal budi, cerahnya hati dan kuatnya Iman menghadapi derasnya tekanan hidup ini. Tuhan selalu hadir didalam Sabda-Nya, karena SabdaNya berkuasa. Bagi mereka yang berpegang pada Firman-Nya, Dia hadir mendampingi kita. – Firman Tuhan menuntun kita yang ada dijalan yang benar, dihadapkan dengan jalan-jalan dunia yang kadang menyesatkan. Karena Tuhah yang ber-Firman, Dia ada dan mengawal Firman-Nya agar setiap kita yang mengandalkan FirmanNya punya kekuatan, tidak mudah ragu dan goncang hadapi masalah. Firman-Nya punya kuasa untuk menghibur yang sedih, menguatkan yang lemah, menopang yang ragu, dan menuntun yang sesat. Hanya mereka yang percaya bahwa Firman Tuhan itu berkuasa, maka itu akan memberi kekuatan didalam menjalani hidupnya. Bagi yang ragu, Firman Tuhan itu tak punya arti apa-apa sebab untuk apa Tuhan mau beri Kuasa lewat FirmanNya, apabila kita sendiri meragukan KuasaNya.

BE.25:1 “HataMi ale Tuhanhu”

HataMi ale Tuhanku Arta na umarga i, Sai paian di rohangku Unang so hutiop i. Molo so be sitiopan Hata na badia i, Aha nama haojahan Ni haporseaon i?

Doa

“Ya Allah Bapa, ajar aku mengaminkan bahwa FirmanMu itu adalah pelita bagi kakiku dan terang dalam jalanku. Amin.

Selamat beraktivitas

Jangan Abai Protokol Kesehatan

Tuhan Yesus memberkati

TUHAN TIDAK MENCOBAI SIAPAPUN

RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN

Kamis, 11 November 2021

YAKOBUS 1:13

“Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: “Pencobaan ini datang dari Allah!” Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapa pun.”

Dunia ini penuh dengan pencobaan.  Setiap orang dapat  mengalaminya. Para pengikut Kristus tidak terkecuali. Pencobaan itu bukan berasal dari Allah!  Apabila seseorang dicobai, janganlah ia berkat: “Pencobaan ini berasal dari Allah!” Allah adalah kudus, karena itu:  Ia tidak dapat dicobai yang jahat; dan  Ia sendiri tidak mencobai siapa pun untuk melakukan kejahatan. Dari mana datangnya pencobaan itu?  Pencobaan itu datangnya keinginan daging (Yak.1:14). Selain itu,  pencobaan juga datang dari dunia dan Iblis.   Bahkan si Iblis yang licik itu senantiasa menggunakan keinginan daging dan jalan dunia ini untuk menjatuhkan orang-orang percaya. Oleh karena itu orang-orang percaya harus senantiasa sadar dan berjaga-jaga (1Ptr.5:8-9). Walaupun pencobaan itu bukan dari Allah, tetapi hal itu tidak berarti di luar sepengetahuan Allah. Contohnya pencobaan yang dialami Ayub.  Iblis yang mencobai Ayub dengan berbagai kesulitan dan penderitaan, namun ia tidak dapat melakukannya tanpa seijin Tuhan. Iblis mencobai Ayub dengan tujuan untuk menjatuhkannya. Allah mengijinkannya karena Ia mengenal Ayub, dan Ia memakai kesulitan itu untuk menguji iman Ayub. Ayub terbukti tahan uji dan ia semakin bertumbuh lewat pencobaan itu (Ayb. 42:5). Pada akhirnya Allah memulihkan Ayub dengan keadaan yang lebih baik (Ayb. 42:10).

Sebagian teolog Kristen membedakan antara pencobaan dan ujian. Tuhan menguji manusia, tetapi Ia tidak mencobai.  Pencobaan berasal dari Si jahat. Ujian bertujuan untuk memurnikan dan mempertumbuhkan iman seseorang, sedangkan pencobaan bertujuan untuk menjatuhkan atau menghancurkan kehidupan seseorang. Allah mengetahui setiap keberadaan hidup kita, termasuk di saat kita sedang berbagai pencobaan.   Kendatipun Allah mengijinkan pencobaan menimpa diri kita, tetapi Ia tidak pernah membiarkan kita seorang diri menghadapinya.

Janji firman Tuhan yang menghiburkan kita yaitu: “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya” (1Korintus 10:13).

BE.785:1 “Alo Pangunjunan”

Alo pangunjunan sai benget ma ho, Ai molo dung monang lam togu ma ho. Angka hajahaton sai patunduk ma, Jesus pangasahon ingkon monang ho. Jalo pangurupion sian Tuhanta Jesus, Dapot ho hagogoon mandopang musu i.

Doa

“Ya Allah Bapa, jadikan aku untuk memahami bahwa pencobaan itu tidak bersumber dariMu dan apabila dicobai mampukan aku menyadari bahwa Engkau tidak membiarkanku sendirian menghadapinya. Amin.

Selamat beraktivitas

Jangan Abai Protokol Kesehatan

Tuhan Yesus memberkati

MENYIANYIAKAN HIDUP ATAU HIDUP DALAM RESIKO?

RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN

Rabu, 10 November 2021

KISAH PARA RASUL 20:24

“Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.”

Seluruh hidup Paulus merupakan pengalaman dari satu resiko yang penuh tekanan ke resiko lainnya. Ia berkata dalam Kisah 20:23, “Roh kudus bersaksi kepadaku dalam setiap kota bahwa penjara dan sengsara menunggu aku.” Tetapi ia tidak pernah tahu dalam bentuk apakah semuanya itu akan terjadi, atau kapan semuanya terjadi, atau oleh siapakah itu semua terjadi. Paulus telah memutuskan untuk mempertaruhkan nyawanya di Yerusalem dengan pemahaman penuh tentang apa yang mungkin terjadi. Apa yang telah di tanggungnya membuat ia tidak ragu tentang apa yang akan terjadi di Yerusalem.

Lima kali aku disesah orang Yahudi, setiap kali empat puluh  kurang satu pukulan, tiga kali aku didera, satu kali aku dilempari dengan batu,  tiga kali mengalami karam kapal, sehari semalam aku terkatung-katung di tengah laut. Dalam perjalananku aku sering diancam bahaya banjir dan bahaya penyamun, bahaya dari pihak orang-orang Yahudi dan dari pihak orang-orang bukan Yahudi; bahaya di kota,  bahaya di padang gurun, bahaya di tengah laut, dan bahaya dari pihak saudara-saudara palsu. Aku banyak berjerih lelah dan bekerja berat; kerap kali aku tidak tidur; aku lapar dan dahaga; kerap kali aku berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian, dan dengan tidak menyebut banyak hal lain lagi, urusanku sehari-hari, yaitu untuk memelihara semua jemaat-jemaat (2Kor.11:24-28).

Apa artinya ayat ini? Artinya adalah Paulus tidak pernah tahu dari mana asalnya pukulan berikutnya. Setiap hari ia mempertaruhkan nyawanya untuk kepentingan Allah. Jalan-jalan darat tidak aman. Sungai-sungai tidak aman. Bangsanya sendiri, orang Yahudi, tidak aman. Bangsa-bangsa lain tidak aman. Kota-kota tidak aman. Padang gurun tidak aman. Laut tidak aman. Bahkan orang-orang yang disebut Kristen tidak aman. Ia mempunyai dua pilihan: menyia-nyiakan hidupnya atau hidup dengan resiko. Dan ia menjawab pilihan itu dengan jelas “Tetapi akau tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang injil kasih karunia Allah (Kis. 20:21). Ia tidak perah tahu akan apa yang terjadi setiap hari. Tetapi jalan Kalvari memanggil dan ia mempertahankan hidupnya setiap hari. Dan itu tepat!

Apakah kita telah mengikuti jejak Rasul Paulus dengan melayani secara total dan bersedia menanggung risiko apa pun agar kehendak Allah terlaksana? Bila gereja selalu mencari aman dan mundur saat menghadapi masalah berat, Amanat Agung Kristus tak akan pernah terselesaikan? Karena itu, beranilah bertaruh nyawa kita demi pengembangan Injil Kerajaan Allah di bumi ini.

BE.467: “Asi ni Roham Hupuji”

Sai papulik rohanami, gabe pangoloi di Ho. Asa marsahala hami, lao mangkatindangkon Ho. IngananMu rohanami, TondiMi manggohi i. Pangke dohot ngolunami gabe ulaulaMi.

Doa

“Ya Allah Bapa, jadikan aku untuk melayani dan mengimaniMu secara total dalam hidupku dan menerima resiko apapun yang menjadi kehendakMu. Amin

Selamat beraktivitas

Jangan Abai Protokol Kesehatan

Tuhan Yesus memberkati

MENANTIKAN DENGAN DIAM

RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN

Selasa, 09 November 2021

RATAPAN 3:26

“Adalah baik menanti dengan diam pertolongan TUHAN.”

Di dalam Ratapan ada sebuah ayat yang mengingatkan hal ini. “Adalah baik menanti dengan diam pertolongan TUHAN.” Mengapa baik bagi kita untuk diam dalam menanti pertolongan Tuhan? Karena dengan diam kita bisa terhindar dari berbagai godaan yang menyesatkan. Dengan diam kita bisa fokus mengambil momen perenungan, introspeksi ke dalam diri kita, mencari tahu kalau-kalau ada yang masih belum kita bereskan. Dengan diam kita bisa terhindar dari mengambil langkah-langkah yang hanya didasarkan kepada perasaan emosional, tidak rasional dalam memutuskan. Dengan diam itu bisa mencegah kita melakukan kesalahan-kesalahan yang hanya akan menambah masalah.

Jika dalam Ratapan kita diingatkan oleh Yeremia, dalam Mazmur kita bisa mendengar langsung lewat suara Tuhan langsung. “Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!” (Mazmur 46:11). Bukankah kita sering lupa kepada Tuhan ketika kepanikan sedang berkecamuk menguasai kita? Ambil jeda sejenak, diam dan berhentilah. Lalu ajak pikiran dan hati anda kembali mengingat bahwa ada Tuhan yang berkuasa atas segala sesuatu, mampu melakukan sesuatu bahkan hal yang paling mustahil sekalipun. Kembali mengingat janji-janji Tuhan yang begitu mengasihi kita, kuasaNya yang ajaib yang mengatasi bumi. Masalah mungkin tidak langsung selesai, pergumulan masih akan terus berlangsung, tapi ada saatnya kita harus mengambil langkah tersebut sebelum kita mengambil langkah yang keliru.

BE.9:1 “Hupuji Holong ni RohaMu”

Hupuji holong ni rohaMu, O Tuhan Jesus Rajangki. Tu Ho hulehon ma tondingku, Ai i do pinangidoMi, Huhalupahon ma diringku. Mamingkir holong ni rohaMu

Doa

“Ya Allah Bapa, jadikan aku menjadi pribadi yang menanti dengan diam petunjukMu didalam hidupku. Amin

Selamat beraktivitas

Jangan Abai Protokol Kesehatan

Tuhan Yesus memberkati

PENGAKUAN IMAN RASULI, SEJARAH DAN MAKNANYA BAGI ORANG KRISTEN

Salah satu deklarasi iman dalam sejarah Kristen adalah ‘Kredo Rasul’. Kredo ini kemudian dipakai oleh gereja-gereja Kristen, khususnya gereja yang berakar dalam tradisi Barat. Sementara di kalangan Gereja Katolik Roma, kredo ini disebut dengan Syahadat Para Rasul.

Kredo ini dipercayai disusun oleh ke-12 rasul setelah 10 hari kenaikan Yesus ke Surga, tepatnya pada Hari Pentakosta. Kemudian dibagi dalam tiga bagian utama yaitu pertama mengenai Allah Bapa dan penciptaan manusia. Kedua, mengenai Allah Anak dan penebus dan ketiga, mengenai Allah Roh Kudus dan pengudusan kita.

Kredo ini juga berisi 12 butir dan diyakini merupakan hasil pernyataan dari masing-masing murid Yesus. Untuk kali pertama ditemukan dalam bentuk sepucuk surat yang sejarahnya dikirim dari Konsili Milano kepada pemimpin Gereja Katolik bernama Paus Siricus pada tahun 390 Masehi. Demikian isinya: “Bila engkau tidak memuji ajaran-ajaran para imam … biarlah pujian itu setidak-tidaknya diberikan kepada Symbolum Apostolorum yang selalu dilestarikan oleh Gereja Roma dan akan tetap dipertahankan agar tidak dilanggar.”

Kredo ini adalah rumusan dasar gereja mula-mula yang dibuat berdasarkan amanat agung Yesus untuk menjadikan segala bangsa murid-Nya, membaptis mereka dalam nama Bapa, Putra dan Roh Kudus (Matius 28: 18-20). Itu sebabnya kredo ini jadi pengakuan iman yang dianggap sah bagi gereja. Unsur Tritunggal-nya dalam Allah Bapa, Putra dan Roh Kudus menjadi satu pernyataan iman yang sesuai dengan injil.

Sejarah Munculnya Pengakuan Iman Rasuli

Seiring berkembangnya kekristenan, semakin banyak pula aliran-aliran kepercayaan yang menyesatkan iman. Akhirnya, untuk melawan ajaran-ajaran yang tak benar, bapa-bapa gereja menyusun rumusan ‘Pengakuan Iman Rasuli’ yang berisi pernyataan kepada Tritunggal. “Aku percaya kepada Allah Bapa, Aku percaya kepada Kristus Yesus, Aku percaya kepada Roh Kudus.”

Di surat Uskup Mercellus dari Ankyra yang hidup pada tahun 340 SM, ditemukan kutipan rumusan Pengakuan Iman Rasuli tersebut dalam bahasa Yunani. Kemudian teks itu diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dan diberi judul ‘Symbolum Apostolorum’ (Pengakuan Iman Para Rasuli). Isinya pun tetap berisi 12 butir pernyataan iman yang mengandung makna yang cukup mendalam.

Makna di Balik 12 Butir Pengakuan Iman Rasuli

  1. Aku percaya kepada Allah, Bapa yang mahakuasa, Khalik langit dan bumi.

Pernyataan iman ini membuktikan bahwa hanya ada satu Tuhan (Ulangan 6: 4). Dia adalah Allah semesta, Tuhan Yang Maha Kuasa (Wahyu 4: 2-11). Dia menciptakan semua yang ada sebagai Bapa (Kejadian 1: 1), Anak (Yohanes 1: 3; Kolose 1: 16-17) dan Roh Kudus (kejadian 1: 2).

  1. Dan kepada Yesus Kristus, AnakNya yang tunggal, Tuhan kita

Yesus adalah ‘Juruslamat’ (Matius 1: 21), orang yang datang ‘untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang’ (Lukas 19: 10). “Kristus” berarti “Mesias” (Yohanes 1: 41), pribadi yang diurapi Allah untuk memerintah atas bangsa-bangsa (Mazmur 2: 1-9).

Dia adalah ‘Putra Tunggal Allah” (Matius 3: 17; 16: 16). Dia adalah “Tuhan”, Guru dan Raja kita (Wahyu 22: 20). Dia datang untuk memberitakan tentang Kerajaan Allah (Matius 4: 17) dan akan mewujudkannya saat Dia kembali (Wahyu 19: 16). Dia memanggil kita untuk memberitakan bahwa Kerajaan Sorga sudah dekat (Matius 10: 7) dan membawa semua orang (Matius 28: 19; Kisah 1: 8) dipimpin oleh-Nya.

  1. “…yang dikandung daripada Roh Kudus, lahir dari anak dara Maria..”

Yesus memilih meninggalkan tahta-Nya di surga dan datang ke bumi (Filipi 2: 6-7). Caranya pun unik, dimana Dia sendiri memilih perawan Maria mengandung dengan kuasa Roh Kudus (Lukas 1: 34-35). Inkarnasi-Nya adalah mujizat yang melaluinya Dia disebut Immanuel atau ‘Tuhan beserta kita’ (Matius 1: 23).

  1. “…yang menderita di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, mati dan dikuburkan, turun ke dalam kerajaan maut..”

Perjalanan hidup sampai kematian Yesus didokumentasikan dalam Kitab Suci oleh sejarawan Romawi dan Yahudi (Lukas 23: 26). Dia datang menjadi ‘korban penebus bagi dosa-dosa kita’ (1 Yohanes 2: 2), mati bagi kita (2 Korintus 5: 21) untuk membayar hukuman atas dosa-dosa kita dan membeli keselamatan atas kita (Roma 5: 8-9).

  1. “…pada hari yang ketiga bangkit pula dari antara orang mati..”

Kebangkitan Yesus (Matius 28: 1-10) adalah mujizat yang membuktikan keilahian-Nya (1 Korintus 15: 12-20). Dia bangkit kembali saat Dia berjanji (Matius 16: 21) membuktikan bahwa firman Tuhan itu berkuasa (Matius 28: 18), dapat dipercaya (Matius 5: 18) dan relevan sampai hari ini (2 Timotius 3: 16-17). Kebangkitan Yesus juga menjadi kekuatan injil bagi orang Kristen (Kisah 2: 29-33; 17: 31).

  1. “…naik ke sorga, duduk di sebelah kanan Allah, Bapa yang mahakuasa..”

Kenaikan Yesus (Kisah Para Rasul 1: 9) juga membuktikan keilahian-Nya. Saat ini, Dia benar-benar sudah duduk ‘di sebelah kanan Allah dan juga menjadi perantara bagi kita’ (Roma 8: 34).

  1. “…dan akan datang dari sana untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati.”

Waktu Yesus naik ke surga, Ia akan kembali lagi untuk yang kedua kalinya (Kisah Para Rasul 1: 10-11). Orang Kristen tidak tahu kapan Yesus akan kembali (Matius 24: 36), jadi kita harus lebih dulu mempersiapkan diri untuk menyambut hari itu (Lukas 12: 40).

  1. Aku percaya kepada Roh Kudus

Roh Kudus adalah Tuhan itu sendiri (Kisah Para Rasul 5: 4, 9). Dia tinggal di dalam diri setiap orang percaya (Roma 8: 18; 1 Korintus 3: 16). Karunia-Nya adalah untuk pelayanan (1 Korintus 12: 28-29; Roma 12: 6-8; Efesus 4: 11-13). Kita dipanggil untuk tunduk kepada pimpinannya dan memperoleh kekuatan dari-Nya untuk dapat menjalani hari-hari (Efesus 5: 18).

  1. “…gereja yang kudus dan am; persekutuan orang kudus..”

Pernyataan ini diartikan bahwa gereja didirikan oleh Yesus (Matius 16: 18) dan gereja tersebut adalah tubuhnya sendiri (1 Korintus 12: 27). Semua orang percaya (1 Korintus 12: 13) dari semua masa (Ibrani 12: 1) adalah bagian dari gereja yang am.

  1. “pengampunan dosa..”

Kita diselamatkan oleh kasih karunia melalui iman (Efesus 2: 8-9). Keselamatan adalah pemberian dari Allah (Roma 6: 23). Kita masing-masing menerima karunia itu secara pribadi (Yohanes 3: 3) dengan cara mengakui terlebih dahulu segala dosa-dosa kita kepada Allah (Amsal 28: 13) dengan bertobat (Kisah Para Rasul 3: 19; 2 Korintus 7: 10), meminta Yesus mengampuni dosa-dosa (Lukas 11: 4) dan mempercayainya sebagai Tuhan dalam hidupnya (Roma 10: 13).

Saat kita menyatakan komitmen kita kepada Yesus, maka Dia akan membuat kita menjadi ciptaan baru (2 Korintus 5: 17) dan akan selalu memegang erat tangan kita selamanya (Yohanes 10: 28). Sebagai orang percaya, kita harus terus mengakui dosa-dosa kita kepada Tuhan dan mencari rahmat pengampunan-Nya (1 Yohanes 1: 8-10). Upah dosa adalah maut (Roma 6: 23), orang-orang yang menolak tawaran keselamatan dari Allah dalam Kristus akan terpisah untuk selamanya dari Allah (Yohanes 3; 18; Wahyu 20: 15).

 “…kebangkitan daging..”

Kebangkitan Yesus memungkinkan kita hidup dalam kekekalan bersama Dia (1 Korintus 15: 22). Orang-orang percaya tidak akan pernah mati (Yohanes 11: 25-26). Meskipun secara fisik kita akan mati, tapi secara roh kita akan tetap menyatu bersama Yesus di surga (Lukas 23: 43).

  1. “…dan hidup yang kekal. Amin..”

Orang Kristen akan menghabiskan kekekalan bersama Tuhan dalam tubuh yang tak akan pernah binasa (1 Korintus 15: 42-44. 53-55), menyembah Dia untuk selama-lamanya (Wahyu 5: 13). Yesus datang untuk memberi kita kehidupan berlimpah (Yohanes 10: 10) dan hidup yang kekal bersama Dia di surga (Yohanes 14: 1-3). Inilah pernyataan iman yang patutnya terus dijalankan oleh gereja Tuhan sampai saat ini. Karena dengan menyatakan Pengakuan Iman Rasuli ini, kita dihadapan Tuhan telah mengakui-Nya secara jujur sebagai Allah yang esa.