MILIKILAH HATI BERSYUKUR

RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN

Selasa, 07 Desember 2021

YESAYA 38:17

“Sesungguhnya, penderitaan yang pahit menjadi keselamatan bagiku; Engkaulah yang mencegah jiwaku dari lobang kebinasaan. Sebab Engkau telah melemparkan segala dosaku jauh dari hadapan-Mu.”

Ucapan syukur adalah salah satu kekuatan terbesar dalam hidup orang percaya.  Tapi dalam prakteknya banyak orang Kristen sulit mengucap syukur.  Mereka berdalih:  “Bagaimana bisa bersyukur, kalau rumah tanggaku sedang hancur, juga tokoku sepi, bisnisku sedang pailit, hutangku banyak, sakit-penyakitku belum sembuh, studi anakku juga gagal.”  Seringkali kita baru mau bersyukur ketika mengalami mujizat, berkat dan pertolongan dari Tuhan.  Namun, walaupun tidak ada mujizat, walaupun keadaan belum seperti diharapkan, walaupun doa-doa kita belum dijawab, walaupun pertolongan Tuhan belum kita alami, haruslah orang percaya mampu mengucap syukur!

Hizkia berkata,  “…hanyalah orang yang hidup, dialah yang mengucap syukur kepada-Mu, seperti aku pada hari ini;”  (Yesaya 38:19).  Artinya setiap orang yang hidup wajib mengucap syukur kepada Tuhan.  Dengan kata lain hanya orang mati saja yang berhenti mengucap syukur.  Pemazmur memperingatkan,  Biarlah segala yang bernafas memuji TUHAN!”  (Mazmur 150:6).  Hizkia mengucap syukur kepada Tuhan bukan semata-mata karena ia telah disembuhkan dari sakitnya, atau karena Tuhan sangat bermurah hati kepadanya dengan memperpanjang umurnya lima belas tahun lagi  (Yesaya 38:5), tapi karena tidak ada alasan baginya untuk tidak mengucap syukur kepada Tuhan.

Mengapa kita harus mengucap syukur di segala keadaan?  Dengan bersyukur kita tidak akan mudah merasa lelah.  Jika hati dipenuhi ucapan syukur, apa pun yang kita kerjakan, tidak akan membuat kita cepat merasa lelah, dan kita pun akan mengerjakan segala sesuatunya dengan sepenuh hati.  Sebaliknya, kalau segala sesuatu dikerjakan dengan keluh-kesah dan persungutan, seringan apa pun pekerjaan, akan terasa berat dikerjakan.  Dengan bersyukur, seseorang akan memiliki semangat juang yang tinggi, tidak menyerah dan berputus asa, karena ia tahu ada Tuhan yang selalu menyertai dan memberi kekuatan kepadanya.  Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.”  (Yesaya 40:29).

BE.448:1 “O Tuhan Jesus Ho Do Mamorsan”

O Tuhan Jesus, Ho do ngolungku, Au pinangolu ni mudarMi. Angka na loja, angka na sorat, Boi maradian di lambungMi, Sai pujionku Ho, Tuhanki, ala Ho mate di silang i. Di sitaononku, parungkilonku, Tangkas hubege di jouhon Ho : Hatop au ro.

Doa

“Ya Allah Bapa, ajar aku senantiasa bersyukur. Amin.

Selamat beraktivitas

Jangan Abai Protokol Kesehatan

Tuhan Yesus memberkati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *