ALLAH DITENGAH-TENGAH KITA

RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN

Kamis, 09 Desember 2021

WAHYU 21:3

“Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: “Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka.”

Tidak jarang di kalangan Kristen memahami bahwa Kerajaan Allah itu adalah di dunia luar, sesuatu yang jauh dari kehidupan kita. Kerajaan Sorga baru kita masuki setelah kebangkitan orang hidup memasuki kehidupan kekal. Pandangan tersebut muncul dari kalangan futurist yang menekankan kehidupan sorgawi itu adalah eskatologi, itu terjadi ketika Yesus datang dalam kemuliaan pandangan ini disatu sisi benar bahwa Kerajaan Allah itu dipenuhi kelak dalam kedatangan Yesus Kristus dalam kemuliaan. Namun kita harus menyadari bahwa tugas Kerajaan Sorga itu dalam bentuk kekinian. Orang percaya menghadirkan Kerajaan Sorga itu ada disini dan kini di dunia yang kita hidup. Dasar penggalian itu didasarkan pada teks-teks Alkitab yang menekankan bahwa Kerajaan Sorga sudah datang kepadamu (Mat.12:28). Menguatkan pandangan ini juga ditemukan dalam salah satu permintaan dalam Doa Bapa: jadilah kehendakmu di bumi seperti di sorga (Mat 6:10). Termasuk dalam renungan kita di pagi hari ini yang mengatakan Kemah Allah ada di tengah-tengah manusia.

Mewujudkan Kerajaan Allah duli dunia ini dipakai penulis kitab Wahyu dengan istilah “Kemah Allah ada di tengah-tengah manusia.” Kemah Allah merupakan istilah pengganti Bait Allah. Sejak Kaisar Nero menghancurkan Bait Suci tahun 70 orang Yahudi tidak lagi memiliki Bait Allah, mereka beribadah di synagoge. Namun kemah Allah adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan kehadiran Allah. Bait Allah bisa di robohkan namun kehadiran Allah tidak seorangpun yang dapat membatasinya; karena Allah itu adalah tanpa batas ruang dan waktu.

Allah hadir kini dan disini. Kehadiran kemah Allah di tengah-tengah manusia akan menghilangkan semua air mata, menghapus kesedihan, tiada lagi ratap tangis dan kesedihan. Kehadiran Allah mengubah segala sesuatu menjadi sukacita dan penuh bahagia. Ini tugas orang percaya kini, bagaimana kita menghadirkan kemah Allah di tengah-tengah persekutuan kita. Dimana orang percaya berada akan mengubah sekitarnya menjadi penuh bahagia. Orang percaya mampu mengubah situasi seturut dengan kehendak Allah. Allah itu omni present, maha hadir namun ada yang menarik dari Paulus bahwa kita adalah Bait Allah (1Kor.3:16). Ini sangat penting kehadiran orang percaya menghadirkan kehadirat Allah di mana kita berada. Di mana orang percaya berada suka sukacita, bahagia dan damai sejahtera hadir.

BE.437:1 “Tung Na Muba Rohangku”

Tung na muba rohangku dibaen Tuhanki, Dung Jesus maringan di au. Nunga sonang au on, tung dame rohangki, Dung Jesus maringan di au. Dung Jesus maringan di au, Dung Jesus maringan di au. Tung na sonang do au dung tu Jesus au lao, Dung Jesus maringan di au.

Doa

Terima kasih ya Allah, atas kehadiranMu di dalam hidup kami. Amin

Selamat beraktivitas

Jangan Abai Protokol Kesehatan

Tuhan Yesus memberkati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *