KASIH SETIA ALLAH

RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN

Senin, 14 Maret 2022

MAZMUR 107:3+8

“yang dikumpulkan-Nya dari negeri-negeri, dari timur dan dari barat, dari utara dan dari selatan. Biarlah mereka bersyukur kepada TUHAN karena kasih setia-Nya, karena perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib terhadap anak-anak manusia”.

Nas ini merupakan nyanyian syukur umat Israel yang mengalami kasih setia Allah, yang diterima melalui karya penebusan Allah dalam hidup mereka. Penebusan Allah dialami umat tidak hanya dari kungkungan problem kehidupan sosial-jasmani umat, namun juga kungkungan problem kehidupan rohani umat. Misalnya, terkait dengan problem kehidupan sosial-jasmani, lazim pada masa itu, ketika umat jatuh miskin dan harus menjual sebagian tanahnya, pertolongan Allah dirasakan melalui kerabatnya yang mau menebus tanah yang dijual tersebut dan diberikan kembali kepadanya. Kebaikan hati kerabatnya ini disyukuri sebagai wujud kasih setia Allah yang menolong mereka. Terkait problem kehidupan rohani, umat sering merasakan dirinya sebagai musafir atau perantau, pengembara di padang pasir yang merasakan lapar dan haus jiwanya. Namun pada akhirnya jiwa yang haus dan lapar ini dipuaskan oleh Allah, yang berkenan menunjukkan jalan yang lurus dan benar hingga sampai tujuan. Melalui mazmur seperti inilah, kesetiaan Allah dihayati, dirasakan, dan dialami oleh umat. Umat menyadari: kasih setia Allah bersifat permanen, bukan temporer. Kasih setia-Nya tetap, bukan sementara. Kasih-Nya begitu dalam dan bertahan lama, bukan dangkal dan cepat berlalu. Kasih setia Allah semacam inilah yang pada akhirnya menjadi sumber kehidupan umat untuk mengembangkan kesetiaan mereka dalam beragam kehidupan yang dialami. Ketika Allah merelasikan dengan penyataan diri-Nya melalui Yesus Kristus Putera-Nya, hal itu merupakan wujud kesetiaan Allah yang permanen dengan umat-Nya karena Yesus Kristus datang untuk membawa kehidupan baru kepada umat-Nya. Maka sejatinya umat tidak membalasNya dengan kesetiaan yang temporer atau berkala. Kesetiaan kita pada Allah atas kasih-Nya yang sempurna dalam Kristus janganlah jangka pendek, melainkan tetap dalam wujud kesetiaan jangka panjang. Amin. Salam: Pdt. Arthur M. Sitorus, STh., MM

BE.575 “Puji ma Debata na Songkal”

Puji ma Debata na songkal, Pasangap ma goarNa. Puji ma angka rura dohot lung, angka dolok na timbo. Dohot hasak ni galumbang sude mamuji Ho. Langit i na mansai hembang Bintang i na mansai torang, Ombun i na mansai saksak, Pasangaphon Ho O Debata. Tung so olo tading au lao mamuji Ho Tuhan, Nasa gogo bahenonku lao pasangaphon Ho, Ro di ujung ni ngolungku sai pujionku Ho.

Doa

Ya, Tuhan Allah Terima kasih atas kasih setiaMu yang selalu menyertai perjalanan hidup kami. Ajarlah aku juga untuk selalu setia kepadaMu. Amin

Selamat beraktivitas

Jangan Abai Protokol Kesehatan

Tuhan Yesus memberkati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *