SELAGI BERNAFAS, PUJILAH TUHAN!

RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN

Rabu, 16 Maret 2022

MAZMUR 150:6

“Biarlah segala yang bernafas memuji TUHAN! Haleluya!”

Mazmur 150:6 ini adalah ayat terakhir dari kitab Mazmur sekaligus penutup dari Mazmur Haleluya (146-150), dimana mazmur ini dibuka dan ditutup dengan seruan “Haleluya”. Seruan untuk memuji Tuhan bukan karena Tuhan ingin dipuji-puji seperti kita manusia yang senang kalau mendapat pujian, disanjung atau yang senang kalau diangkat-angkat orang lain, tetapi memuji Tuhan adalah ungkapan iman, refleksi iman kita yang terdalam atas berkat, kebaikan, kemuliaan dan kasih Tuhan yang besar dalam kehidupan kita. Pemazmur sangat merasakan kebesaran Tuhan. Ia adalah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi, termasuk kita manusia. Tetapi bukan hanya menciptakan, Dia juga Tuhan yang memelihara, menyertai dan memberi apa yang kita butuhkan. Tuhan kita itu bukan seperti tukang jam, yang membuat jam lalu membiarkan jam itu berjalan sendiri. Tetapi Tuhan kita di dalam Yesus Kristus, Dia mencipta, tetapi Dia juga yang menyertai dan memelihara hidup kita. Pemazmur menyadari itu, sungguh tidak terhitung perbuatan dan berkat Tuhan dalam hidupnya. Karena itulah tidak ada alasan baginya untuk tidak memuji Tuhan. Bahkan Pemazmur mengatakan: “biarlah segala yang bernafas memuji Tuhan”. Seluruh yang diciptakan oleh Tuhan patut untuk tunduk mengakui keberadaannya sebagai ciptaan Tuhan dengan memujiNya. Terlebih kita manusia yang dikasihiNya, patutlah kita memuji Tuhan yang telah mengasihi dan yang memberikan nyawaNya untuk keselamatan kita. Selagi ada nafas hidup di dalam diri kita, teruslah memuji Tuhan. Selagi kita diberi Tuhan kesempatan, bermazmurlah bagi Tuhan. Kita memuji Tuhan dengan perkataan kita, dengan suara kita, dengan nyanyian kita, dengan perilaku atau perbuatan kita, dan bahkan dengan seluruh hidup kita. Katakanlah selalu seperti yang dikatakan pemazmur dalam Mazmur 103:1–2 “Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikanNya. Amin.

Salam: Pdt. Hitler E. Hutapea, S.Th., M.M.

BE.562:1-2 ”Hamuna Ale Jolma”

Hamuna ale jolma, sai puji Debata, Hamuna ale jolma, sai puji Debata

Gok asi ni rohaNa, sahat tu hita on, Dohot HabonaronNa, sai hot do i tongtong

Doa

Ya Allah Bapa, ajar aku untuk selalu memuji namaMu. Amin

Selamat beraktivitas

Jangan Abai Protokol Kesehatan

Tuhan Yesus memberkati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *