INILAH TUBUH-KU

RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN

Kamis, 17 Maret 2022

MARKUS 14:22

“Dan ketika Yesus dan murid-murid-Nya sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: “Ambillah, inilah tubuh-Ku.”

Setiap tahun pasti kita pernah mengikuti Perjamuan Kudus di gereja, khusus bagi mereka yang telah menyaksikan imannya (angkat sidi) di gereja. Kita menerima roti dan anggur yang langsung kita terima dari pendeta. Roti melambangkan tubuh Yesus Kristus dan anggur melambangkan darah Yesus Kristus. Hal ini untuk mengenang apa yang telah dilakukan Yesus kepada murid-muridNya pada malam Paskah. Dan Yesus pun berpesan agar murid-muridNya melakukan hal itu. Saudaraku, ingatlah bahwa ketika kita mengikuti Perjamuan Kudus, tentu kita bukan mau memperbesar bahwa Yesus itu menderita, melainkan yang kita perbesar adalah Yesus telah memenangkan kita. Jadi jangan berhenti hanya sampai pada Yesus menderita saja tetapi lanjutkan bahwa Ia menderita untuk memenangkan kita. Sehingga ketika kita mengikuti Perjamuan Kudus, sepatutnya hati kita bergembira bukan bersedih. “Ambillah, inilah tubuhKu,” kata Yesus kepada murid-muridNya, dan kata yang sama juga dikatakan pendeta kepada kita sebelum membagikan roti perjamuan Kudus, atau saat membagikan roti perjamuan Kudus. Saat itu kita akan membayangkan bahwa tubuh Yesus telah menderita dikorbankan di kayu Salib hanya untuk memenangkan kita atau memerdekakan kita dari kuasa maut. Kita mengingat sebuah slogan yang berkata: Bangsa yang maju adalah bangsa yang selalu mengenang jasa para pahlawannya yang telah berjuang untuk merebut kemerdekaan. Demikianlah orang Kristen yang benar adalah yang selalu mengenang pengorbanan Yesus di Kayu Salib untuk memenangkan kita dan memerdekakan kita dari kuasa kematian. Memakan tubuh Kristus itu sama dengan bahwa kita telah menerima Kristus hadir dalam hidup kita dan kita pun ada dalam Kristus. Memakan roti sebagai lambang tubuh Kristus pada perjamuan Kudus, maka kita juga dapat membayangkan sedang menerima obat yang ampuh yang akan memberikan kehidupan kepada kita. Karena memang kematian Yesus adalah bertujuan untuk memenangkan kita dari kuasa iblis, Amen. Salam: Pdt. Lundu H.M. Simanjuntak, D.Min.

BE.785:2 ”Alo Pangunjunan”

Sai tundalhon dosa sai burju ma ho, Unang siinsahan diparange ho. Anak hatiuron baen tiruan ho, Jesus pangasahon ingkon monang ho. Jalo pangurupion sian Tuhanta Jesus, Dapot ho hagogoon mandopang musu i

Doa

Ya Allah Bapa, ajar aku untuk selalu mengingat pengorbananMu yang menderita demi keselamatan kami. Amin.

Selamat beraktivitas

Jangan Abai Protokol Kesehatan

Tuhan Yesus memberkati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *