“KRISTUS ADALAH YA!”

RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN

Sabtu, 19 Maret 2022

2 KORINTUS 1:20

“Sebab Kristus adalah “ya” bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya oleh Dia kita mengatakan “Amin” untuk memuliakan Allah.”

Seorang novelis Rusia “Leo Tolstoy” mengisahkan tentang seorang tukang sepatu bernama Martin. Setelah istri dan anaknya meninggal, tukang sepatu itu meratap penuh keputusasaan dan ia mengeluh kepada temannya, “Sekarang untuk apa aku hidup?” Kawannya menjawab, “Kamu hidup untuk Allah, Martin. Untuk Allah.” “Bagaimana cara hidup bagi Allah?”, tanya Martin. “Kristus telah menunjukkan jalan keselamatan kepada kita dan semua itu dinyatakan dalam Injil. Cobalah mulai membacanya. Disana kita akan menemui bagaimana hidup yang benar dan bermakna dan segalanya dijelaskan di sana”, jawab temannya itu. Martin membeli sebuah Alkitab dan mulai membacanya. Semakin lama ia membaca, semakin jelaslah apa kehendak Allah bagi dirinya dan apa arti hidup bagi Allah. Maka, beban dihatinya pun semakin ringan. Suatu hari Martin membaca 2 Kor 1:19-20 “Karena Yesus Kristus, Anak Allah, yang telah kami beritakan di tengah-tengah kamu, … bukanlah “ya” dan “tidak”, tetapi sebaliknya di dalam Dia hanya ada “ya”. Sebab Kristus adalah “ya” bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya oleh Dia kita mengatakan “Amin” untuk memuliakan Allah.” Nas tersebut menjadikannya tersentak: bacaan ini sepertinya menuntun hidup ini hanya untuk Kristus (Flp 1:21). 2) Gambaran hidup untuk “ya” bagi Kristus yang ingin dinyatakan Paulus dalam suratnya yang kedua ini kepada jemaat Korintus. Ketaatan dan pilihan hidup untuk setia melayani dan hidup bagi Kristus, itu penekanan yang harus dihidupi sebagai jemaat Allah. Selalu mengikuti keteladanan-Nya yang setia, yang dinyatakan melalui janji-Nya yang telah nyata dalam sosok Yesus, yang menjadi satu-satunya pengharapan umat manusia sebagai puncak wahyu yang tertulis dalam Kitab Suci. “.. Inilah firman dari Amin, Saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah” (Wah 3:14). Kesetiaan akan pilihan “Ya” untuk melayani dan hidup pada Kristus, itu yang harus dihidupi oleh jemaat Kristus di dunia ini. 3) Kristus adalah “Ya”. Pernyataan ini menjadi ketetapan untuk dihidupi jemaat Allah: bagiku hidup adalah Kristus. “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.” (Luk 16:10+13). Setialah untuk selalu “ya” bagi Kristus. “Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.” (Mat 5:37). Amin.

Salam: Pdt.Ramli S.Sihombing,STh.

BE.238:7 “Ihuthon Au Sude Hamu”

Antong girgir ma hita be lao mangihuthon Jesus, dagingta nang tondinta pe talehon ma tu Jesus; Ai na manjua Tuhan i ndang dapot hasonangan i.

Doa

Ya Allah Bapa, ajar aku untuk selalu mengatakan Yesus adalah Ya dalam hidupku. Amin.

Selamat beraktivitas

Jangan Abai Protokol Kesehatan

Tuhan Yesus memberkati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *