DAFTAR YANG BERULANGTAHUN, 25 APRIL – 01 MEI 2022

ULANGTAHUN KELAHIRAN

NO NAMA L/P TANGGAL LAHIR USIA WIJK
1 Tiorim br Sianturi P 25-04-1968 54 WONOSARI 3
2 Masron  Sagala L 25-04-1987 35 PARLUASAN
3 Cartika  Tampubolon Amd.Keb P 25-04-1990 32 PARLUASAN
4 Aprina Wati Siagian P 25-04-2000 22 ALAB DAME
5 Daniel Pontas  Simarmata L 26-04-1986 36 ALAB DAME
6 Edi Syah Putra Sitorus L 26-04-1987 35 WONOSARI 2
7 Eka Syahputri Sitorus P 26-04-1987 35 PARLUASAN
8 Benni Kosasi manik L 26-04-1989 33 TELADAN/WONOSARI 1
9 Rico Tampati Simanjuntak L 26-04-1999 23 PARLUASAN
10 Juan Patrik S Sinaga L 26-04-2004 18 PASAR HITAM / KAMPUNG TOBA
11 Ewis Sintara  br. Aritonang P 26-04-2007 15 WONOSARI 3
12 Jeremi Pasaribu L 26-04-2008 14 ALAB DAME
13 Martha  Simanullang P 27-04-1946 76 TELADAN/WONOSARI 1
14 Renata Tampubolon P 27-04-1950 72 KAMPUNG POLRI
15 Firman  Pangaribuan L 27-04-1969 53 WONOSARI 4 KAMPUNG TARUTUNG
16 Santi Ladiana Sitanggang P 27-04-1975 47 KAMPUNG KRISTEN
17 Rudi  Simanjuntak L 27-04-1978 44 KAMPUNG KRISTEN
18 Agnes Kristina  Pardede P 27-04-1997 25 WONOSARI 2
19 Anju Haholongan Pranata  Sitorus L 27-04-2002 20 WONOSARI 2
20 Clara Nelly Rillyna Simarmata P 27-04-2004 18 TELADAN/WONOSARI 1
21 Josua Mindo Tua Sitorus L 27-04-2005 17 WONOSARI 2
22 Radiva Lubis P 27-04-2010 12 WONOSARI 3
23 Pahala Yanto Panjaitan L 28-04-1985 37 ALAB DAME
24 Leo Candra Naibaho L 28-04-1993 29 WONOSARI 4 KAMPUNG TARUTUNG
25 Frans Halomoan Lubis L 28-04-1995 27 KAMPUNG POLRI
26 Tiolina br Sitorus P 28-04-2003 19 WONOSARI 3
27 Hitler Raja Paulihon Lubis L 28-04-2007 15 WONOSARI 3
28 Hinsa Br Simanjuntak P 29-04-1959 63 ALAB DAME
29 Aldy Kevin Sirait L 29-04-2000 22 KAMPUNG KRISTEN
30 Porman  br. Manurung P 30-04-1974 48 TELADAN/WONOSARI 1
31 Angelia Greace Nova Lina br Pakpahan P 30-04-1988 34 PARLUASAN
32 Eka Maria  Marpaung P 30-04-1995 27 WONOSARI 2
33 Benetita Regina P 30-04-2002 20 WONOSARI 3
34 Valencia Irene Panjaitan P 30-04-2015 7 ALAB DAME
35 Felix Joseph Keyzaro Sitorus L 30-04-2018 4 WONOSARI 2
36 Paul Mula Maruba Ambarita L 01-05-1974 48 PASAR HITAM / KAMPUNG TOBA
37 Hotmariasi Simarmata P 01-05-1984 38 ALAB DAME
38 Parsaoran hasudungan Sihite L 01-05-1997 25 TELADAN/WONOSARI 1
39 Titin Romei  Banjarnahor P 01-05-1997 25 WONOSARI 4 KAMPUNG TARUTUNG
40 Juspita Melisa Tambunan P 01-05-2002 20 TELADAN/WONOSARI 1
41 Cleo Argatta Meisya Samosir P 01-05-2005 17 WONOSARI 4 KAMPUNG TARUTUNG

ULANGTAHUN PERKAWINAN

NO NAMA TANGGAL THN WIJK
1 Viktor  Sitompul / Ani Lija 26-04-1982 40 KAMPUNG POLRI
2 Carles Marpaung / Porman N Hasibuan 28-04-1980 42 PASAR HITAM / KAMPUNG TOBA
3 Hardi  Butarbutar / Anna Thresia  Manik 28-04-2012 10 PASAR HITAM / KAMPUNG TOBA
4 Manson Harianja / Elfida Butarbutar 01-05-1981 41 TELADAN/WONOSARI 1

MENGIKATKAN DIRI KEPADA TUHAN

RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN

Sabtu, 30 April 2022

1KORINTUS 6:17

“Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya kepada Tuhan, menjadi satu Roh dengan Dia.”

Kapal yang mengarungi lautan dalam, penuh dengan aneka tantangan, ombak dan topan, serta angin kencang akan mencoba menerjang menghantam, tapi kenapa kapal kokoh dapat bertahan dan tidak tenggelam dihempas dan ditelan oleh gelombang? Dia kuat bertahan, hingga tiba di pelabuhan dengan selamat dan aman. Saudara tau rahasianya? Karena kapal ini terikat dengan sebuah jangkar besi yang berat, jangkar akan menahannya untuk teguh dan tidak terhempas oleh gelombang dahsyat. Bagaikan kapal yang mengalami banyak tantangan, demikian juga manusia mengalami banyak problema hidup yang bagaikan gelombang dahsyat, pengaruh- pengaruh internal dan eksternal, semuanya datang menghadang ingin menenggelamkan manusia itu sendiri. Pertanyaan sejauh manakah kemampuan manusia itu bertahan di tengah ancaman dan godaan dalam segala zaman? Jika manusia itu hanya mengandalkan kekuatannya sendiri, ombak dahsyat akan menenggelamkannya, tetapi bila tali imannya diikatkan dan terhubung kepada Allah, Yesus Kristus dan Roh Kudus, maka dia akan kokoh mampu bertahan menaklukkan segala tantangan hingga menuju pelabuhan yang tenang damai. Immanuel, Tuhan telah meninggalkan kemuliaanNya, turun dari kemahakuasaanNya menuju dunia menjalin hidup dan tali persaudaraan dengan manusia. Allah telah menebus manusia dan menjadikan manusia menjadi baitNya sendiri dan RohNya tinggal di dalam dia (1 Kor 3:16) Manusia adalah anggota tubuh Allah (1 Kor 6:6), serta rupa Allah: Imago Dei (Kej 1:27), manusia tidak jauh berbeda dengan Allah (Mzm 8:6) Allah terlebih dahulu mengikatkan diriNya bagi kita, tapi apa yang terjadi manusia mau diperbudak oleh dosa, tunduk kepada keinginannya, hawa nafsunya sendiri, berlaku jahat dan menghianati Allah. Untuk itu selagi masih ada waktu, gunakan kesempatan untuk mengikatkan dirimu kepada Tuhan kembali. Tuhan masih tetap menunggu agar kita mengikatkan diri kepada Tuhan, sehingga mampu bertahan dan kuat, kokoh, menghadapi ombak dahsyat yang penuh goncangan. Kita akan dituntun hingga tiba pada pelabuhan yang aman dan damai. Tuhan memberkati dan menguatkanmu, sehingga engkau mampu bertahan dan memenangkan segala godaan dan tantangan. Amin, Salam: Pdt. Rein Justin Gultom, S.Th., M.A.

BE.750:1 ”Tu Tondingkon O Jesus”

Tu tondingkon O Jesus, patolhas HataMi, Asa sonang rohangku unang sai ganggu i. Rohangkinon dohot tondingkon naeng tumangihon Ho, Dison do au naposoMon rade tumangihon Ho.

Doa

Ya Allah Bapa, bantulah aku untuk memenangkan segala godaan dan tantangan. Amin

Selamat beraktivitas

Jangan Abai Protokol Kesehatan

Tuhan Yesus memberkati

KASIH DALAM PEKERJAAN

RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN

Jumat, 29 April 2022

1KORINTUS 16:14

“Lakukanlah segala pekerjaanmu di dalam kasih”

Bekerja itu perlu. Dan selama kita bernafas tugas bekerja itu belum berhenti. Tentu ketika kita melirik dari usia produktif dan non produktif sedikit harus menerima lanjutan penjelasan. Sebab memperoleh jawab tersendiri ketika ada pertanyaan, pekerjaan yang menghasilkan material? Ada masa aktif dan purna? Ya. Maka ketika kita masih berada di ranah produktif manfaatkanlah itu sebaik mungkin sebab sesuai berjalannya waktu, kita pasti akan di gantikan oleh generasi muda. Kita akan menjadi purna pada waktunya. Bekerja dengan baik itu sekarang, bukan besok. Sebab besok belum tentu kita dapat bekerja sebaik sekarang. Maka bekerjalah sekarang. Orang yang bekerjalah yang layak menikmati anugerah Tuhan dan orang yang mau bekerjalah rasa syukurnya tidak pernah berhenti. Dalam teks ini Paulus mengangkat salah satu pekerja yakni seorang tentara. Tugasnya adalah menjaga. Maka sebagai seorang penjaga, seharusnyalah siaga. Sebab kesiagaan akan mengurangi ancaman bahkan menghilangkan ancaman dari musuh. Musuh tidak akan berani datang kalau tentara penjaga siaga. Selain penjaga rupanya seorang tentara itu harus berperangDalam masa perang, tentara harus menjadi seorang pahlawan. Mau diperlengkapi dengan senjata, mau dilatih dengan setia. Sebagai seorang tentara-prajurit, demikianlah kiranya orang Kristen. Kesiagaan seorang tentara adalah juga metafora orang Kristen yang harus mengasihi. Sebab ketika kasih itu kita laksanakan sebagaimana seorang tentara yang siap siaga melakukan tugasnya, maka kedamaian pun akan terjadi. Apa pekerjaanmu sekarang? Inilah pertanyaan seseorang kepada semarganya yang bertepatan pulang dari perantauan. Tidak langsung dijawab. Setelah ditanya kedua kalinya, dia pun menjawab: pekerjaannya adalah pegawai gereja. Kemudian dialogpun berlanjut dan pesan yang disampaikan adalah lakukanlah pekerjaanmu itu di dalam kasih. Jangan terpaksa dan jangan merasa kecil hati. Pekerjaan itu ditentukan oleh nilai kasih dari pekerjanya. Sekarang gumulilah kalimat ini, “Seberapa besarkah kasihmu dalam pekerjaanmu?” Salam: Pdt. Jona Simanungkalit, S.Th, M.M.

BE.724:1 ”Tuhan Baen Ma Ngolungkon”

Tuhan baen ma ngolungkon, parbadiai ma di Ho, Pangke ma nang tingkingkon mamuji pasangap Ho, Mamuji pasangap Ho

Doa

Ya Allah Bapa, ajar dan bimbinglah aku, agar kasih selalu ada dalam pekerjaanku. Amin

Selamat beraktivitas

Jangan Abai Protokol Kesehatan

Tuhan Yesus memberkati

OLEH FIRMAN TUHAN

RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN

Kamis, 28 April 2022

MAZMUR 33:6

“Oleh firman TUHAN langit telah dijadikan, oleh nafas dari mulut-Nya segala tentaranya.”

Alkitab disebut firman Tuhan yang hidup. Mengapa? Sebab darinya kita mendapatkan makanan dan minuman rohani. Banyak orang berpikir bahwa roti adalah satu-satunya yang dibutuhkan untuk bisa hidup. Memang benar, makanan jasmani diperlukan agar kita dapat bertahan hidup, namun ada hal lain yang diperlukan untuk membuat hidup lebih dari sekedar bertahan hidup. Ada tertulis: “Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah” (Mat 4:4). Seperti “Bayi yang baru lahir”, yang tidak akan dapat hidup tanpa susu, begitu pula hidup, tidak akan dapat bertahan tanpa ‘air susu murni’ dari firman Tuhan. Seperti makanan bagi tubuh jasmani untuk memberikan asupan energi pada hidup, maka agar dapat benar-benar hidup, firman Tuhan juga merupakan Asupan Kebutuhan. Sebab hati manusia hanya dapat dipuaskan dengan firman Tuhan: “Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya.” (Luk 11:28). Sungguh, firman Tuhan yang hidup dan berkuasa dan “Oleh firman TUHAN langit telah dijadikan, oleh nafas dari mulut-Nya segala tentaranya”. 2)Ungkapan “firman Allah = firman Yehuwa” muncul ratusan kali dalam Alkitab. Oleh ”firman Allah” langit diciptakan, Allah berfirman dan firman itu terlaksana. ”Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” lalu terang itu jadi.” (Kej 1:3). Allah telah mengerjakan segala sesuatunya, “Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga.” (Yoh 5:17). Itu menyimpulkan bahwa melalui firman-Nya: “Sebab Dia berfirman, maka semuanya jadi; Dia memberi perintah, maka semuanya ada.” (Mzm 33:9). Dengan firman-Nya: Semua makhluk hidup dan benda mati tunduk kepada-Nya dan semua ciptaan untuk melaksanakan maksud-tujuan-Nya. Firman-Nya dapat diandalkan; apa pun yang dijanjikan-Nya, Allah akan ingat untuk menepatinya. Sebagaimana telah Ia katakan, firman-Nya akan bertahan sampai waktu yang tidak terbatas dan tidak akan kembali tanpa tercapai tujuannya, “Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu” (Mat 24:35). 3) Firman Allah adalah firman yang hidup, yang memiliki kekuatan untuk mewujudkan Rancangan dan Rencana-Nya, yang menyatakan Kekuasaan dan Kemuliaan-Nya. Firman Allah yang hidup, yang menguatkan dan memotivasi, yang menuntun hidup dan menghibur. Akan hal itu, baiklah kita senantiasa 74 hidup dilandasi oleh firman-Nya setiap hari: “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. Aku telah bersumpah dan aku akan menepatinya, untuk berpegang pada hukum-hukum-Mu yang adil.” (Mzm 119:105-106). Umat Allah yang hidup, senantiasa memberikan waktu untuk bersama firmanNya, menghidupinya dan selalu didalam firmanNya, sebab itu menjadi kekuatan, itu yang menjadi penuntun: “… Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan apa yang benar di mata-Nya, dan memasang telingamu kepada perintah-perintah-Nya dan tetap mengikuti segala ketetapanNya, maka Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit mana pun, yang telah Kutimpakan kepada orang Mesir; sebab Aku TUHANlah yang menyembuhkan engkau.” (Kel 15:26), Amin. Salam: Pdt. Ramli S. Sihombing, S.Th.

BE.575  ”Puji Ma Debata na Songkal”

Puji ma Debata na songkal, Pasangap ma goarNa/ Puji ma angka rura dohot lung, angka dolok na timbo, Dohot hasak ni galumbang sude mamuji Ho/ Langit i na mansai hembang, Bintang i na mansai torang, Ombun i na mansai saksak, Pasangaphon Ho O Debata/ Tung so olo tading au lao mamuji Ho Tuhan, Nasa gogo bahenonku lao pasangaphon Ho, Ro di ujung ni ngolungku sai pujionku Ho.

Doa

Ya Allah Bapa, bimbinglah aku melalui Roh KudusMu untuk melakukan yang benar dihadapanMu. Amin

Selamat beraktivitas

Jangan Abai Protokol Kesehatan

Tuhan Yesus memberkati

TERANG YESUS BERCAHAYA DALAM HATIKU

RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN

Rabu, 27 April 2022

2KORINTUS 4:6

“Sebab Allah yang telah berfirman: “Dari dalam gelap akan terbit terang!”, Ia juga yang membuat terang-Nya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus.”

Di tengah keadaan yang tidak baik, apakah kehadiran kita menjadi pembawa pengharapan atau semakin memperkeruh suasana? Ada istilah yang mengatakan: lebih baik memperbaiki yang rusak daripada membuangnya. Artinya, lebih baik memperbaiki karena masih memiliki harapan untuk diperbaiki dan dapat digunakan kembali. Pengharapan dan kesediaan hati menjadi penggerak dalam melakukan tugas panggilan untuk memberitakan Injil Kristus dalam segala keadaan. Seperti Paulus, ia percaya bahwa apa yang dilakukannya didalam terang adalah berasal dari Kristus. Walau terkadang pemberitaannya sulit diterima oleh pengikutnya ataupun yang mendengarkannya, Paulus yakin pemberitaannya akan dipakai Allah sebagai alat-Nya untuk menerbitkan terang ditengah kegelapan. Kristus yang membuat terang-Nya bercahaya dalam hati kitapun akan menerangi kita, sehingga kita juga dapat menjadi terang bagi sesama. Melalui pemberitaan Injil Kristus, kita semakin mengenal dan menghidupi kemuliaan Allah didalam Yesus Kristus. Pemberitaan Injil membuat kita mengalami terang Injil yang berkuasa atas hati dan kehidupan kita. Terang itu tidak berasal dari diri kita sendiri, tetapi dianugerahkan melalui para pemberita Injil. Terang Injil menjadi anugerah terindah dalam hidup, sebab kita telah menerima keselamatan dan pengampunan dosa. Oleh karena itu, kita harus memberitakan Injil ke tengah dunia. Terang yang dianugerahkan dalam hati kita akan semakin bercahaya melalui cara hidup dan perkataan kita. Walaupun tantangan dan rintangannya berat, terang Injil tersebut pasti memampukan kita untuk senantiasa memancarkan cahayanya. Kegelapan tidak akan sanggup meredupkan sekecil apapun cahaya tersebut jika kita setia terhadap Injil dan panggilan sebagai pemberita-Nya. Marilah kita membawa terang Injil walau itu memerlukan pengorbanan waktu dan keinginan pribadi. Bercahayalah dengan terang Injil Kristus sebagai harta rohani bagi kita. Amin! Salam: Pdt. Marinda Purba

BE.518 :1 “Marsinondang Dibaen Jesus”

Marsinondang dibaen Jesus asi ni rohaNa i,Jala hita do disuru, asa tapaboa i. Tapagalak palitonta, tapatiur dalan i/ Ai torop dope na lilu, sai hatop ma mulak i

Doa

Tuhan Yesus, Bercahayalah dalam hidupku.Amin

Selamat beraktivitas

Jangan Abai Protokol Kesehatan

Tuhan Yesus memberkati

MENGAPA MASIH MENGELUH?

RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN

Selasa, 26 April 2022

RATAPAN 3:39

“Mengapa orang hidup mengeluh? Biarlah setiap orang mengeluh tentang dosanya!”

Hampir setiap orang yang hidup pasti pernah mengeluh. Ada banyak hal yang membuat orang mengeluh. Apalagi di situasi saat ini. Demikian juga dalam Kitab Ratapan yang ditulis pada zaman kejayaan Israel telah lenyap yakni ketika orang Israel diangkut sebagai orang-orang buangan di Babel, mereka mengeluh karena ditindas dan harus menjalani kehidupan yg berat. Padahal itu terjadi karena dosa mereka sendiri. Mereka telah mendurhaka dan memberontak kepada Tuhan. Daripada mengeluhkan akibat dosanya sendiri, Alkitab menulis bahwa lebih baik orang hidup mengeluh karena dosa yg telah mereka dilakukan. (Ratapan 3:39). Mengeluh dan meratap tidaklah akan mengubah keadaan. Oleh sebab itu, nabi Yeremia mengajak umat Israel untuk menyelidiki dan memeriksa hidupnya serta kembali berpaling kepad Tuhan. Ketika umat Israel merendahkan diri, bertobat dan kembali kepada Tuhan, maka saat itulah Tuhan berjanji akan mengembalikan kejayaan mereka. Dan janjiNya itu digenapi 70 tahun kemudian, yaitu pada zaman pemerintahan Koresy dan raja Artahsatra, umat Israel diizinkan utk pulang ke negerinya dan membangun kembali rumah bagi Tuhan di Yerusalem yang terletak di Yehuda. (Yer.34:14 dan 2Taw.36:22-23). Untuk itu, kita-pun perlu belajar untuk tidak mengeluh atas segala sesuatu yg terjadi. Kalaupun mau mengeluh, maka lebih baik kita mengeluh atas semua dosa, kesalahan dan pelanggaran yang telah kita perbuat dengan pikiran, perkataan dan perbuatan terhadap sesama ataupun terhadap Tuhan. (Rat.3:40) Kemudian segeralah bertobat dan berpaling kembali kepada Tuhan, dan lakukanlah apa yang benar dihadapan Tuhan. Maka dengan demikian Tuhan-pun akan memulihkan hidup kita.

BE.503 :1- 2 “Na Loja Ho O Donganhi”

Na loja ho, o donganhi, dibahen hasusaan i, Rade di ho adian i, sai bereng dompak Jesus i. So ho, ungutungutmi paso, So ho, ungutungutmi paso. Hohom ma ho, paso saritami.

Doa

Tuhan Yesus, ajarlah kami untuk dapat menginterospeksi diri kami dan mampukanlah kami untuk segera bertobat dan berpaling kembali kepadaMu. Amin

Selamat beraktivitas

Jangan Abai Protokol Kesehatan

Tuhan Yesus memberkati

ROH ALLAH MEMERDEKAKANMU

RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN

Senin, 25 April 2022

2KORINTUS 3:17

“Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan.”

Banyak orang jujur karena takut polisi. Banyak orang tertib karena takut dilihat orang lain. Banyak orang kelihatannya alim karena tetangganya. Seperti itulah cara hidup orang yang berada dibawah perbudakan hukum Taurat. Mereka melakukan kebaikan atau keagamaan oleh karena tuntutan hukum, dan bukan kesadaran yang murni keluar dari dalam hatinya yang paling dalam. Bahkan tidak sedikit orang yang menyebut dirinya “Kristen” namun hidup seperti halnya hidup dibawah perbudakan hukum Taurat. Seperti itukah kita? Jika itu adalah kita, maka kita belum merdeka. Kita belum dimerdekakan dari perbudakan hukum Taurat. Dimerdekakan dari hukum Taurat artinya, kita hidup benar bukan oleh karena tuntutan dari sesuatu yang berada diluar diri kita, misalnya hukum, namun kita hidup benar oleh karena hati kita yang sudah diubahkan oleh Tuhan yang senantiasa memancarkan kebaikan, kebanaran dan kesucian. Namun tanpa kelahiran kembali atau dimerdekakan oleh Roh Tuhan, seseorang tidak akan memiliki integritas yang sejati. Ukuran watak seseorang yang sesungguhnya adalah apa yang dilakukannya meskipun tidak akan ketahuan. Betapa banyak orang yang menjadi budak dari rasa takut akan kematian. Separuh dari manusia di dunia ini takut akan kematian. Siapakah orang yang tidak takut akan kematian? Hanya orang yang percaya kepada Tuhan atau telah diselamatkan-Nya yang tidak takut akan kematian lagi. Orang Kristen sejati atau orang yang telah memperoleh keselamatan agung dari Tuhan melalui kelahiran kembali dan pertobatan sejati adalah orang yang telah dimerdekakan dari rasa takutnya akan kematian yang menjadi sesuatu yang umum dalam instink kehidupan manusa. Karena itu, terimalah Roh Kudus dalam hati dan kehidupan kita maka Ia akan membebaskan kita. Amin. Salam: Pdt. Arthur M. Sitorus, STh., MM

BE.2:2 “Tuhan Baen Ma Ngolungkon”

Togihon ma au tu AnakMu, Asa tu Ho ditogu au muse TondiM pasaorhon tu tondingku Manogu au di dalan na ture, Asa tongtong gok dame rohangki, Huhut girgir mamuji goarMi

Doa

Ya Allah Bapa ajar aku menerima Roh Kudus dalam hidupku agar selalu berharap padaMu saja. Amin

Selamat beraktivitas

Jangan Abai Protokol Kesehatan

Tuhan Yesus memberkati

DAFTAR YANG BERULANGTAHUN KELAHIRAN DAN PERKAWINAN, 4-9 APRIL 2022

ULANGTAHU KELAHIRAN

NO NAMA L/P TANGGAL LAHIR USIA WIJK
1 D Hutagaol P 04-04-1946 76 PASAR HITAM / KAMPUNG TOBA
2 Karnida br Sagala P 04-04-1969 53 WONOSARI 3
3 Relita Susianti Sianipar P 04-04-1972 50 WONOSARI 3
4 Sabar Romulus Situmeang L 04-04-1978 44 KAMPUNG POLRI
5 Raffles Damlin Hutapea L 04-04-1986 36 ALAB DAME
6 Yosua Marpaung L 04-04-2010 12 PASAR HITAM / KAMPUNG TOBA
7 Nasya Aqueena Simarmata P 04-04-2019 3 PARLUASAN
8 Birma Simbolon L 05-04-1952 70 TELADAN/WONOSARI 1
9 St.  Niriati Pasaribu S.Pd P 05-04-1962 60 WONOSARI 2
10 Ito Anry Dyne Pakpahan P 05-04-1992 30 WONOSARI 3
11 Dany Samuel Nainggolan L 05-04-1995 27 WONOSARI 4 KAMPUNG TARUTUNG
12 Darwinsyah Simangunsong L 05-04-2002 20 TELADAN/WONOSARI 1
13 Aberald Maruli Sihaloho L 05-04-2006 16 KAMPUNG KRISTEN
14 Moureen Zefanya Pasaribu P 05-04-2009 13 KAMPUNG POLRI
15 Saut Manurung L 06-04-1964 58 PASAR HITAM / KAMPUNG TOBA
16 Jansen Hutagaol L 06-04-1968 54 PASAR HITAM / KAMPUNG TOBA
17 Cherlinda Martuana br Tampubolon P 06-04-1986 36 PARLUASAN
18 Kornelius L 06-04-1992 30 TELADAN/WONOSARI 1
19 Sany Gracia Sitompul P 06-04-2002 20 WONOSARI 2
20 Yoel Stevano Simaremare L 06-04-2011 11 WONOSARI 4 KAMPUNG TARUTUNG
21 Donal Berlin Siahaan L 07-04-1962 60 WONOSARI 3
22 Jelita  Hutapea P 07-04-1975 47 PASAR HITAM / KAMPUNG TOBA
23 Nelly Laura Sitorus P 07-04-1986 36 WONOSARI 2
24 Timanur Nadeak P 07-04-1987 35 TELADAN/WONOSARI 1
25 Hasiholan Mangaratua Manik L 07-04-1998 24 PASAR HITAM / KAMPUNG TOBA
26 Hoki Simatia Bela Siahaan L 07-04-2014 8 KAMPUNG POLRI
27 Tiur Maida Simangunsong P 08-04-1960 62 KAMPUNG KRISTEN
28 Hotmian Panjaitan P 08-04-1974 48 WONOSARI 2
29 Risnawati Nababan P 08-04-1974 48 TELADAN/WONOSARI 1
30 Tetti Valmyria br Manurung P 08-04-1977 45 KAMPUNG KRISTEN
31 Lia Maria  br Silalahi Amd.Kom P 08-04-1994 28 WONOSARI 4 KAMPUNG TARUTUNG
32 Hetty Leuse br Sitorus P 08-04-2008 14 WONOSARI 3
33 Windy Claudia Marpaung P 08-04-2009 13 PARLUASAN
34 Rani Aprilla Pasaribu P 08-04-2011 11 MEMBANG MUDA
35 Axella Flora  br Samosir L 08-04-2017 5 WONOSARI 3
36 Rutniaty Sihombing S.S P 09-04-1982 40 WONOSARI 4 KAMPUNG TARUTUNG
37 Luhut M Tampubolon L 09-04-1990 32 ALAB DAME
38 Lady Pardede P 09-04-2005 17 TELADAN/WONOSARI 1
39 Fernandes Simanullang L 10-04-1985 37 WONOSARI 3
40 Rudi Oloan Sihotang L 10-04-1988 34 WONOSARI 3
41 Canroi Ganda Tua  Sihite L 10-04-1996 26 WONOSARI 2
42 Elisa Hananya Putri  Sianturi L 10-04-2005 17 WONOSARI 2
43 Damar Fores Sitindaon L 10-04-2014 8 KAMPUNG KRISTEN
44 Irene Adeline Simarmata P 10-04-2021 1 PARLUASAN

ULANGTAHUN PERKAWINAN

NO NAMA TANGGAL THN WIJK
1 Andarasi Simanullang / Friska Rumanti Simanjuntak 04-04- 22 ALAB DAME
2 Erikson Silaban / Juniar Marpaung 04-04-1993 29 WONOSARI 3
3 Amrianto Simamora / Hotmariasi Simarmata 04-04-2012 10 ALAB DAME
4 Jonny Poltak Oktavianus Sihaloho / Nurma Nelly wati br Pandiangan 05-04-2013 9 WONOSARI 4 KAMPUNG TARUTUNG
5 Parel  Napitupulu / Meridesi  Doloksaribu 06-04-2002 20 WONOSARI 4 KAMPUNG TARUTUNG
6 Rudy Hariono Sagala / Putri Carolina br.Nababan 06-04-2021 1 KAMPUNG KRISTEN
7 Parningotan Juni Anto Simanjuntak / Rika Riana Sinurat 08-04-2003 19 WONOSARI 4 KAMPUNG TARUTUNG
8 Jumper Simorangkir / Netty  Sitorus 10-04-2002 20 KAMPUNG KRISTEN

TUJUAN NASEHAT YANG SEBENARNYA

RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN

Sabtu, 09 April 2022

1TIMOTIIUS 1:5

“Tujuan nasihat itu ialah kasih yang timbul dari hati yang suci, dari hati nurani yang murni dan dari iman yang tulus ikhlas”

Paulus dalam suratnya kepada Timotius mengatakan bahwa tujuan nasehat itu ialah kasih yang timbul dari hati yang suci dan hati nurani yang murni dan dari iman yang tulus ikhlas. Sangat jelas bahwa nasehat itu harus diberikan dalam kasih supaya mereka yang mendengar nasehat juga boleh memiliki kasih yang sama dengan kasih kita dan juga kasih Tuhan. Sebagai contoh, jika ada orang yang sedang dimusuhi oleh orang lain, nasehat apa yang harus kita berikan? Salah satu nasehat yang baik adalah jika kita menasehatkan agar orang tersebut mengampuni orang lain yang memusuhinya. Dalam hal itu kita memberikan nasehat dalam kasih supaya orang tersebut memiliki kasih yang sama dengan kita. Jika kita belum hidup dalam kasih, maka akan mustahil kita dapat memberikan nasehat dalam kasih. Selanjutnya, nasehat juga diberikan supaya mereka yang mendengarnya dapat memiliki hati nurani yang murni. Nasehat harus diberikan dari iman yang tulus ikhlas. Di sini ada dua kata penting yaitu iman dan ketulusan atau keikhlasan. Nasehat yang diberikan dari iman artinya adalah dalam setiap hal, nasehat yang kita berikan tidak menyimpang dari kebenaran Firman Tuhan. Nasehat yang diberikan dari iman yang benar akan membuat orang yang mendengar dan melakukan nasehat tersebut semakin beriman kepada Tuhan dan bukannya justru meninggalkan Tuhan. Nasehat harus diberikan dengan ketulusan dan kehikhlasan. Artinya dalam memberikan nasehat kita tidak boleh mengharapkan sesuatu. Jangan sampai kita memberikan nasehat kepada orang lain dengan tujuan untuk keuntungan dan kepentingan diri kita sendiri. Dalam ayat selanjutnya Paulus dengan tegas mengatakan bahwa ada orang-orang yang tidak sampai pada tujuan itu, yaitu tujuan memberikan nasehat dengan benar. Akibatnya, mereka tersesat dalam omongan yang sia-sia [ay. 6]. Tentu dalam hal ini jika nasehat tidak diberikan dengan benar, maka yang ada hanyalah perdebatan tanpa akhir. Akhirnya terciptalah suatu omongan atau perkataan yang sia-sia antara kedua belah pihak. Nasehat yang menyesatkan jika dilakukan maka akan menimbulkan masalah baru. Selanjutnya pihak yang menerima nasehat akan menyalahkan pihak yang memberi nasehat, dan seterusnya. Oleh karena itu, ketika kita mau memberi nasehat harus terlebih dahulu menguji diri kita sendiri terlebih dahulu apakah kita sudah layak dan pantas untuk memberi nasehat dengan benar sesuai Firman Tuhan. Selamat memberi nasehat dengan benar. Amin. Salam: Pdt. Pantas Parapat, M.Th.

BE.724:1 “Tuhan Baen Ma Ngolungkon”

Tuhan baen ma ngolungkon, parbadiai ma di Ho. Pangke ma nang tingkingkon mamuji pasangap Ho, Mamuji pasangap Ho

Doa

Ya Tuhan Allah, Ajar aku menerima nasehat di dalam hidupku. Amin.

Selamat beraktivitas

Jangan Abai Protokol Kesehatan

Tuhan Yesus memberkati

ALLAH MEMPERLENGKAPI UMATNYA

RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN

Jumat, 08 April 2022

YESAYA 49:26

“Aku akan memaksa orang-orang yang menindas engkau memakan dagingnya sendiri, dan mereka akan mabuk minum darahnya sendiri, seperti orang mabuk minum anggur baru, supaya seluruh umat manusia mengetahui, bahwa Aku, TUHAN, adalah Juruselamatmu dan Penebusmu, Yang Mahakuat, Allah Yakub.”

Akhir-akhir ini dunia sedang dilanda ketakutan yang begitu besar, dan dapat kita lihat betapa banyaknya berita buruk yang tersebar dimana-mana. Tidak bisa kita pungkiri, keadaan ini senantiasa dapat membuat iman kita lemah. Para medis pun telah melakukan penelitian yang menyatakan bahwa rasa takut dan kekhawatiran yang muncul secara berlebihan dapat berpengaruh pada imun tubuh yang menjadi lemah. Firman Tuhan hari ini menyapa kita melalui kitab Yesaya yang berbicara mengenai berita penghiburan dan penguatan yang mengembalikan semangat orang Israel. Kisah Yesaya ini bukan sekedar bentuk pertolongan Allah kepada umat-Nya, namun juga sebagai bentuk keyakinan kepada mereka bahwa Allah berkuasa penuh dalam setiap langkah mereka. Melalui Yesaya, Allah memberikan penghiburan bahwa mereka akan segera kembali dari pembuangan dan semua itu adalah kuasa yang luar biasa dari pencipta alam semesta yang mampu membebaskan, memberikan kekuatan serta memperbaharui kehidupan umat ciptaan-Nya. Sekarang ini manusia banyak mengalami penderitaan seperti kemiskinan, perbudakan, penyakit yang membuat seseorang putus asa, bahkan sampai kehilangan iman dan kepercayaannya karena merasa telah ditinggalkan oleh Tuhan. Anggapan bahwa Tuhan meninggalkan kita atau bersembunyi dari kita seringkali kita lontarkan sebagai bentuk gerutu atau protes kepada Tuhan, yang tanpa kita sadari sebenarnya kitalah yang meninggalkan Tuhan. Allah tidak pernah meninggalkan manusia karena Dia setia dan memelihara manusia. Allah memberikan kekuatan dan juga penghiburan. Allah juga menawarkan kepada manusia sesuatu yang lebih yaitu pembaharuan kekuatan jika kita setia dan menantikan Allah. Ini sungguh janji penghiburan yang sangat menguatkan ketika kita berada dalam penderitaan. Kekuatan dan pembaharuan ini tersedia bagi setiap orang yang mau mengandalkan pertolongan dan kekuatan yang hanya dari Allah. Salam: Pdt. Endrico Lambok Sinaga, STh.

BE.349:1 “Hatiha Na So Salpu Be”

Hatiha na so salpu be Sobokkon ronggur do tahe Saringarmi di ahu Sobokkon podang na tajom Ditiham Ho do rohangkon Tu dia nama ahu Tung angka dotdot do au on Di na hupingkir harorom

Doa

Ya Tuhan Allah, Ajar aku menyadari kehadiranMu dalam hidupku dan mengandalkanMu dalam hidupku. Amin.

Selamat beraktivitas

Jangan Abai Protokol Kesehatan

Tuhan Yesus memberkati