TUJUAN NASEHAT YANG SEBENARNYA

RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN

Sabtu, 09 April 2022

1TIMOTIIUS 1:5

“Tujuan nasihat itu ialah kasih yang timbul dari hati yang suci, dari hati nurani yang murni dan dari iman yang tulus ikhlas”

Paulus dalam suratnya kepada Timotius mengatakan bahwa tujuan nasehat itu ialah kasih yang timbul dari hati yang suci dan hati nurani yang murni dan dari iman yang tulus ikhlas. Sangat jelas bahwa nasehat itu harus diberikan dalam kasih supaya mereka yang mendengar nasehat juga boleh memiliki kasih yang sama dengan kasih kita dan juga kasih Tuhan. Sebagai contoh, jika ada orang yang sedang dimusuhi oleh orang lain, nasehat apa yang harus kita berikan? Salah satu nasehat yang baik adalah jika kita menasehatkan agar orang tersebut mengampuni orang lain yang memusuhinya. Dalam hal itu kita memberikan nasehat dalam kasih supaya orang tersebut memiliki kasih yang sama dengan kita. Jika kita belum hidup dalam kasih, maka akan mustahil kita dapat memberikan nasehat dalam kasih. Selanjutnya, nasehat juga diberikan supaya mereka yang mendengarnya dapat memiliki hati nurani yang murni. Nasehat harus diberikan dari iman yang tulus ikhlas. Di sini ada dua kata penting yaitu iman dan ketulusan atau keikhlasan. Nasehat yang diberikan dari iman artinya adalah dalam setiap hal, nasehat yang kita berikan tidak menyimpang dari kebenaran Firman Tuhan. Nasehat yang diberikan dari iman yang benar akan membuat orang yang mendengar dan melakukan nasehat tersebut semakin beriman kepada Tuhan dan bukannya justru meninggalkan Tuhan. Nasehat harus diberikan dengan ketulusan dan kehikhlasan. Artinya dalam memberikan nasehat kita tidak boleh mengharapkan sesuatu. Jangan sampai kita memberikan nasehat kepada orang lain dengan tujuan untuk keuntungan dan kepentingan diri kita sendiri. Dalam ayat selanjutnya Paulus dengan tegas mengatakan bahwa ada orang-orang yang tidak sampai pada tujuan itu, yaitu tujuan memberikan nasehat dengan benar. Akibatnya, mereka tersesat dalam omongan yang sia-sia [ay. 6]. Tentu dalam hal ini jika nasehat tidak diberikan dengan benar, maka yang ada hanyalah perdebatan tanpa akhir. Akhirnya terciptalah suatu omongan atau perkataan yang sia-sia antara kedua belah pihak. Nasehat yang menyesatkan jika dilakukan maka akan menimbulkan masalah baru. Selanjutnya pihak yang menerima nasehat akan menyalahkan pihak yang memberi nasehat, dan seterusnya. Oleh karena itu, ketika kita mau memberi nasehat harus terlebih dahulu menguji diri kita sendiri terlebih dahulu apakah kita sudah layak dan pantas untuk memberi nasehat dengan benar sesuai Firman Tuhan. Selamat memberi nasehat dengan benar. Amin. Salam: Pdt. Pantas Parapat, M.Th.

BE.724:1 “Tuhan Baen Ma Ngolungkon”

Tuhan baen ma ngolungkon, parbadiai ma di Ho. Pangke ma nang tingkingkon mamuji pasangap Ho, Mamuji pasangap Ho

Doa

Ya Tuhan Allah, Ajar aku menerima nasehat di dalam hidupku. Amin.

Selamat beraktivitas

Jangan Abai Protokol Kesehatan

Tuhan Yesus memberkati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *