KASIH DALAM PEKERJAAN

RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN

Jumat, 29 April 2022

1KORINTUS 16:14

“Lakukanlah segala pekerjaanmu di dalam kasih”

Bekerja itu perlu. Dan selama kita bernafas tugas bekerja itu belum berhenti. Tentu ketika kita melirik dari usia produktif dan non produktif sedikit harus menerima lanjutan penjelasan. Sebab memperoleh jawab tersendiri ketika ada pertanyaan, pekerjaan yang menghasilkan material? Ada masa aktif dan purna? Ya. Maka ketika kita masih berada di ranah produktif manfaatkanlah itu sebaik mungkin sebab sesuai berjalannya waktu, kita pasti akan di gantikan oleh generasi muda. Kita akan menjadi purna pada waktunya. Bekerja dengan baik itu sekarang, bukan besok. Sebab besok belum tentu kita dapat bekerja sebaik sekarang. Maka bekerjalah sekarang. Orang yang bekerjalah yang layak menikmati anugerah Tuhan dan orang yang mau bekerjalah rasa syukurnya tidak pernah berhenti. Dalam teks ini Paulus mengangkat salah satu pekerja yakni seorang tentara. Tugasnya adalah menjaga. Maka sebagai seorang penjaga, seharusnyalah siaga. Sebab kesiagaan akan mengurangi ancaman bahkan menghilangkan ancaman dari musuh. Musuh tidak akan berani datang kalau tentara penjaga siaga. Selain penjaga rupanya seorang tentara itu harus berperangDalam masa perang, tentara harus menjadi seorang pahlawan. Mau diperlengkapi dengan senjata, mau dilatih dengan setia. Sebagai seorang tentara-prajurit, demikianlah kiranya orang Kristen. Kesiagaan seorang tentara adalah juga metafora orang Kristen yang harus mengasihi. Sebab ketika kasih itu kita laksanakan sebagaimana seorang tentara yang siap siaga melakukan tugasnya, maka kedamaian pun akan terjadi. Apa pekerjaanmu sekarang? Inilah pertanyaan seseorang kepada semarganya yang bertepatan pulang dari perantauan. Tidak langsung dijawab. Setelah ditanya kedua kalinya, dia pun menjawab: pekerjaannya adalah pegawai gereja. Kemudian dialogpun berlanjut dan pesan yang disampaikan adalah lakukanlah pekerjaanmu itu di dalam kasih. Jangan terpaksa dan jangan merasa kecil hati. Pekerjaan itu ditentukan oleh nilai kasih dari pekerjanya. Sekarang gumulilah kalimat ini, “Seberapa besarkah kasihmu dalam pekerjaanmu?” Salam: Pdt. Jona Simanungkalit, S.Th, M.M.

BE.724:1 ”Tuhan Baen Ma Ngolungkon”

Tuhan baen ma ngolungkon, parbadiai ma di Ho, Pangke ma nang tingkingkon mamuji pasangap Ho, Mamuji pasangap Ho

Doa

Ya Allah Bapa, ajar dan bimbinglah aku, agar kasih selalu ada dalam pekerjaanku. Amin

Selamat beraktivitas

Jangan Abai Protokol Kesehatan

Tuhan Yesus memberkati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *