PENGHARAPAN

RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN

Jumat, 20 Mei 2022

2KORINTUS 3:12

“Karena kami mempunyai pengharapan yang demikian, maka kami bertindak dengan penuh keberanian.”

Seorang pemuda desa, yang merantau ke kota berbekal ijazah sarjana, berusaha mencari pekerjaan. Setiap hari ia sibuk membuka dan mencari situs lowongan kerja. Entah berapa banyak sudah lamaran yang telah ia buat dan dikirim via email, via pos, bahkan ada yang diantar langsung. Hari berganti, bahkan bulan berganti bulan, namun belum satu pun pangilan yang datang. Akhirnya, saat yang ditunggu-tunggu tiba, Ia dipanggil untuk wawancara pada sebuah perusahan bonafit. Namun apa yang terjadi, ia gagal, sebab dianggap kurang komunikatif dan tidak menguasai bahasa Inggris. Dengan hati yang pedih dan hancur, ia menganggap perjuangan dan harapannya selama ini sia-sia. Saat berjalan menelusuri trotoar, ia bertemu dengan seorang anak jalanan penjual koran yang hanya mempunyai satu kaki dan berusaha menaiki anak tangga jembatan penyeberangan. Pemuda itu merasa kasihan dan menawarkan jasa untuk membantu. Tetapi anak itu bahkan marah dan menolak dengan mengatakan: “Tidak perlu merasa kasihan kepadaku, saya punya pengharapan walau hanya dengan satu kaki, aku dapat menaiki puluhan anak tangga ini dan ini kulakukan setiap hari dengan keberanian dan jangan pernah berpikir bahwa dalam kekurangan ini aku lemah, pengharapanku untuk hidup tidak akan pudar selama aku kuat”. Si pemuda tersentak mendengar ucapan dan itu menyadarkannya. Ia merenungkan: Kalau seorang anak dengan satu kaki memiliki berpengharapan kuat untuk menghadapi hidupnya dan dengan keberanian menjalani puluhan anak tangga tiap hari, kenapa ia tidak memiliki pengharapan yang lebih kuat? Keberanian dalam pengharapan dalam memberitakan keselamatan yang dari Kristus, itu yang Paulus ingin nyatakan kepada orang-orang Korintus. Pengharapan untuk berdiri kuat dan teguh dalam iman, dan menjadi surat keselamatan yang telah disingkapkan atau dibukakan oleh Kristus dalam Perjanjian Baru. Bukan seperti pelayanan dalam Perjanjian Lama, yang masih tertutup, layaknya selubung Musa yang masih menutupi wajahnya saat menerima 2 Loh Batu berisi Hukum Taurat, karena kemuliaan Allah menyinari. Demikianlah selubung yang masih menutupi hati dan keselamatan Iman yang bila hanya berfokuskan kepada Hukum Taurat dan bukan kepada Kristus. Selubung itu kini sudah dibuka dalam diri Yesus yang telah dinyatakannya untuk keselamatan, itu yang menjadi tujuan hidup iman untuk mendapatkan kemuliaan yang memiliki arti, yang tidak akan pudar, itu juga yang mendasari Paulus mempunyai pengharapan dan bertindak dengan penuh keberanian. 23 Pengharapan kita hanya dalam Kristus, sebab Ia adalah jalan keselamatan, Ia Air Kehidupan, Ia Roti Kehidupan. Apabila hati seorang berbalik kepada Tuhan, maka selubung itu diambil dari padanya dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar (2 Kor. 3:18) itu harus menjadi pengharapan kita yang kuat, yang memerdekakan, sebab Kristus yang menguasai Roh kita menjadi kekuatan kita untuk mendapatkan KemuliaanNya. Amin. Salam: Pdt. Ramli S. Sihombing, STh.

BE.241:1 “Asal Ma Ibana

Asal ma Ibana Sai tongtong di au, Jala denggan ni basaNa Unang lupa sian au Ndang be anggo sala Holan las ni roha huhilala

DOA

Ya Bapa, jadikan aku pribadi yang tetap memiliki pengharapan. Amin

Selamat beraktivitas

Jangan Abai Protokol Kesehatan

Tuhan Yesus memberkati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *