LITURGI PARTANGIANGAN KELUARGA 30 SEPTEMBER 2020

Bernyanyi BE.4:1+3 “Sai Puji Debata”

♫  Sai puji Debata Dibaen asi rohaNa/Huhut tongtong basa Di nasa tinompaNa/ Ria ma hita be Mamuji Debata/ Ai sesa do nuaeng Dosanta i dibaen.

♫  Dibahen i tama Pujion ni rohanta/ Tuhanta Debata Nang Jesus pe AnakNa/ Nang pangondian i Naung ro tu hita on/Manggonti Jesus i Pujion do tongtong.

Votum – Introitus – Doa (P- Pemimpin; K-Keluarga; S- Semua)

P-  Di dalam nama Allah Bapa, dan nama AnakNya Tuhan Yesus Kristus dan nama Roh Kudus, yang menciptakan langit dan bumi.

K-  Amin

P-  Dari jauh Tuhan menampakkan diri kepadanya: Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setiaku kepadamu”. Marilah kita berdoa: Ya Allah Bapa kami yang di Surga! Berikanlah bagi kami Roh kedamaian dan kebenaran supaya kami mengerti kehendakMu, dan dengan segenap kekuatan kami dapat melakukan kedamaian dan kebenaran itu oleh karena AnakMu Tuhan Yesus Kristus Tuhan kami. Amin.

Bernyanyi BE.719:1-2 “Hubege SoaraM O Jesus”

♫    Hubege soaraM O Jesus, Hubege soaraM O Jesus/ Hubege soaraM O Jesus, Na manjouhon “ihuthon ma au”/Togu au Jesus Tuhanku, Iringiring ma langkangku/ Patuduhon ma dalanMu,Asa unang unang lilu au.

♫    Hupasahat ma diringku Hupasahat ma diringku Hupasahat ma diringku  Mangihuthon Jesus Tuhanki/ Togu au Jesus Tuhanku, Iringiring ma langkangku, Patuduhon ma dalanMu, Asa unang unang lilu au.

Pembacaan Alkitab dan Renungan: 1KORINTUS 11,8-12

P-    Sebab laki-laki tidak berasal dari perempuan, tetapi perempuan berasal dari laki-laki.

K-   Dan laki-laki tidak diciptakan karena perempuan, tetapi perempuan diciptakan karena laki-laki.

P-    Sebab itu, perempuan harus memakai tanda wibawa di kepalanya oleh karena para malaikat.

K–   Namun demikian, dalam Tuhan tidak ada perempuan tanpa laki-laki dan tidak ada laki-laki tanpa perempuan.

P-    Sebab sama seperti perempuan berasal dari laki-laki, demikian pula laki-laki dilahirkan oleh perempuan; dan segala sesuatu berasal dari Allah.

“KITA SETARA DIHADAPAN TUHAN”

Jemaat Tuhan Terkasih,

Dalam tradisi orang Yahudi, perempuan tidak memiliki hak dan kebebasan yang sama dengan laki-laki. Namun, dalam perikop ini, Paulus memberikan kebebasan kepada perempuan di dalam gereja. Hal ini tampak dari diperbolehkannya mereka melayani – berdoa dan bernubuat – dalam gereja. Namun, di samping kebebasan itu, Paulus memberikan persyaratan yaitu bahwa dalam kebebasan untuk melayani, perempuan harus mengenakan tudung. Mengapa? Pertama, bagi mereka yang sudah menikah, jika tidak menudungi kepalanya itu menandakan ketidaksetiaannya kepada suaminya, dan sedang mencari laki-laki lain. Mereka akan menjadi sama para perempuan tunasusila yang memang sedang mencari laki-laki. Kedua, dalam dunia Yunani dan Yahudi, suami adalah kepala dari istri. Ketika istri tidak menudungi kepalanya, ia menghina suaminya. Itulah sebabnya Paulus menginginkan suatu perbedaan yang sangat hakiki bagi perempuan yang melayani, yaitu bahwa dia adalah perempuan yang setia terhadap suami, dan menghormati suaminya. Meskipun demikian, Paulus perlu menegaskan bahwa keharusan wanita memakai tudung ini tidak berarti menunjukkan wanita lebih rendah daripada pria, karena baik pria maupun wanita sama berharga di mata Tuhan dan saling memerlukan satu dengan yang lain. Demikian juga, di masa kini, wanita tidak boleh direndahkan atau diperlakukan sewenang-wenang hanya karena ia adalah kaum yang lebih lemah. Justru Alkitab mencatat demikian supaya para pria melindungi, mengayomi dan mengasihi wanita. Wanita juga harus mendapatkan kesempatan yang sama dengan pria dalam bidang apa pun, termasuk dalam pelayanan di rumah Tuhan, tanpa melupakan peran dan fungsinya yang unik sebagai wanita.

Jemaat Tuhan Terkasih, teks kita saat ini sering disalahpahami sebagai teks yang berbicara tentang sikap dan penampilan wanita dalam berliturgi. Hal ini kurang tepat. Lebih tepat apabila teks ini dipahami sebagai komentar Paulus mengenai penampilan yang tepat bagi pria dan wanita dalam berdoa dan bernubuat. Banyak problem dalam kehidupan jemaat di Korintus muncul sebagai akibat dari sikap meremehkan dan acuh tak acuh terhadap hal-hal fisik dan kelakuan yang baik, padahal sikap remeh dan acuh tak acuh terhadap hal-hal fisik ini dapat mengantar kepada pelecehan yang lebih serius atas kewibawaan dan kebebasan Kristen, serta merusak tujuan sesungguhnya dari tindakan liturgi dan ibadah. Paulus juga mendorong umat Korintus untuk menghargai perbedaan gender. Tindakan menolak perbedaan ini oleh Paulus dianggap sebagai tindakan menolak tatanan yang dimaksudkan Allah dalam menciptakan pria dan wanita. Rasul Paulus dalam ayat 7-12 menggunakan cerita penciptaan dari Kejadian pasal 2. Laki-laki diciptakan oleh Allah, dan perempuan berasal dari laki-laki, laki-laki (bukan perempuan) secara langsung adalah “sinar dan gambaran Allah”. Urutan tatanannya adalah; wanita, laki-laki, Allah. Dalam ayat 8-9 Paulus mengelaborasi gagasan ini, dan pada ay.10 ia menerapkannya pada kerudung. Akan tetapi pada ayat 11-12 koreksi dimasukkan: wanita dan pria adalah sama; mereka saling membutuhkan satu sama lain.

Jemaat Tuhan Terkasih, Tindakan umat Korintus yang kelihatannya sepele ternyata ditanggapi secara serius oleh Paulus, bukan karena tingkah laku jemaat wanita di Korintus menimbulkan kekacauan di dalam komunitas jemaat, melainkan karena mereka melecehkan tatanan ciptaan Allah. Kepada para wanita yang tidak menutupi kepalanya Paulus tidak memberikan perintah khusus untuk melakukan sesuatu, tetapi Paulus mengajarkan bahwa wanita disalahkan apabila dalam beberapa hal mengabaikan perbedaan mereka dengan para pria, termasuk perbedaan di dalam Gereja. Teguran ini tepat untuk segala keadaan, bahkan apabila seseorang mengklaim jika apa yang disampaikan Paulus ini tidak merujuk pada perilaku publik, melainkan perihal pelayanan di rumah. Dalam kekristenan, khususnya Alkitab, laki-laki dan perempuan pada dasarnya memiliki status dan peran yang sama. Mereka diciptakan segambar dengan Allah dan berasal dari satu sumber. Laki-laki berasal dari Allah dan perempuan berasal dari laki-laki. Laki-laki dan perempuan ditempat di dunia ini secara bersama-sama dalam satu kesatuan, dalam sebuah relasi baik personal/pribadi maupun kerja. Mereka berfungsi untuk mengelola, memanfaatkan dan memelihara dunia ciptaan Tuhan dan sekaligus berreproduksi untuk melanjutkan keturunan/manusia. Namun dalam lingkungan umat Kristen sejak awal maupun hingga saat ini, ada saja pandangan dan sikap yang membeda-bedakan kedua jenis kelamin itu. Ini memang dipengaruhi oleh budaya atau adat istiadat di mana umat itu berada. Ini yang perlu dipahami oleh kita sebagai orang Kristen pada masa kini dan dengan begitu kita tidak menerima dan menerapkan begitu saja ajaran dan praktek yang merendahkan salah satu pihak, terutama perempuan. Melihat status dan peran laki-laki dan perempuan sebagaimana diciptakan oleh Tuhan, ada persamaan atau kesetaraan antara laki-laki dan perempuan. Ini yang perlu diperjuangkan oleh setiap orang percaya. Amin.

Bernyanyi BE.730,1+3 “Sai Patau Ma Diringku Ale Tuhan”

♫  Sai patau ma diringku ale Tuhan, Papatarhon hinauliMi Tuhan/ Suru ma tondiMi, saor tu rohangki/ Lao papatar HolongMu tu donganki.

♫  Sai patau ma diringku ale Tuhan, Papatarhon hinauliMi Tuhan/ Suru ma TondiMi, saor tu rohangki/ Lao patandahon diriM tu donganki.

Doa Syafaat

Bernyanyi BE.123:1+3 “Ale Dongan na Saroha” (Persembahan)

Ale dongan na saroha, manjalahi dame i/ Dompak Jesus tapasada, holong ni rohanta i/ Ai Ibana do ulunta, hita do ruasNa i/ Tuhan Jesus do gurunta, hita siseanNa i.

Sai pasada ale Tuhan, angka na porsea i/ Asa masihaholongan, songon na pinatikMi/ Di bagasan hasintongan, i do pinangidoMi/ Sai padomu angka dongan, na tutu sinondangMi.

Doa Persembahan – Doa Bapa Kami – Amin, Amin, Amin

P- Ya Allah, Bapa Kami yang di Surga, kami mengaku bahwa Tuhan adalah sumber dari segala karunia yang melimpah dalam kehidupan kami. Di akhir ibadah ini kami menyerahkan persembahan kami sebagai persembahan kepada Tuhan. Terimalah dan berkatilah agar dapat dipergunakan untuk pekerjaan dan pelayanan kerajaan Tuhan di dunia ini. Bukalah hati kami mengenal betapa banyak berkat dan karunia yang kami peroleh dari Tuhan, supaya kami senantiasa bersyukur kepadaMu di dalam nama Yesus Kristus Tuhan kami. Amin. Secara bersama mari mengucapkan Doa Bapa Kami ….

S-  Menyanyikan: Amin, Amin, Amin.

MURKANYA BUKAN SELAMANYA

Renungan Selasa, 29 September 2020

Kefasikan orang Israel merasuk di berbagai macam segi kehidupan mereka. Mereka tidak memedulikan orang benar yang binasa.  Mereka pun melakukan sihir, zina dan dusta. Dalam hidup mereka, mereka menyembah berhala, termasuk Molokh, dewa bangsa Amon, yang dalam penyembahan kepadanya, orang mempersembahkan anak. Dalam kefasikan seperti itu, mereka menyadari bahwa tidak ada harapan bagi mereka dan mereka pasti binasa. Mereka hancur karena kefasikan mereka. Dalam keadaan inilah, Tuhan menunjukkan kasih sayang-Nya yang besar. Dia menyatakan bahwa murka-Nya bukan untuk selamanya. Dia akan menyembuhkan dan menuntun umat-Nya kembali dan memberikan damai bagi mereka. Manusia seringkali melupakan Tuhan dan memilih jalannya sendiri. Manusia memilih untuk melakukan hal-hal yang tidak benar dalam hidupnya. Pelanggaran demi pelanggaran terjadi dan itu membawa pada kehancuran manusia. Kefasikan dan pemberontakan terhadap Allah dan hukum-hukum-Nya pasti merusak. Tuhan yang memberi aturan adalah Tuhan yang tahu apa yang terbaik bagi manusia. Pemberontakan, ketidaktaatan, dan kefasikan manusia membawa pada kehancuran, kerusakan, penderitaan, dan hilangnya harapan. Akan tetapi Tuhan tidak terus murka. Dia penuh dengan belas kasihan dan kesabaran. Dia terus mencari untuk membawa manusia kembali kepada-Nya. Hanya di dalam Dialah ada pemulihan, penghiburan, dan harapan yang pasti, karena Dia tahu apa yang paling tepat dan paling baik bagi manusia, yang adalah ciptaan-Nya.

“Sebab bukan untuk selama-lamanya Aku hendak berbantah, dan bukan untuk seterusnya Aku hendak murka, supaya semangat mereka jangan lemah lesu di hadapan-Ku, padahal Akulah yang membuat nafas kehidupan.” (Yesaya 57,16)

BE.557,3 “Dao Dumenggan”

Dao dumenggan holong ni rohaM/ Dao umarga sian ngolungkon/ Sai pujionku ma Ho Tuhanku/ Sandok ngolungku do mamuji Ho.

Doa

Ya Allah Bapa, terima kasih atas kasihMu dimana murkaMu tidak berlangsung atas selamanya. Amin.

Selamat hari Selasa

(Pdt.Anggiat Saut Simanullang)

LITURGI IBADAH PARTANGIANGAN KELUARGA, 23 SEPTEMBER 2020

Bernyanyi BE.205:1-2 “Ale Jesus Tuhannami”

♫   Ale Jesus Tuhannami, Bereng hami na dison/ PinarmahanMi do hami, Saluhutna na dison/ Sai asi rohaM di hami, Sai pangolu hami on/

♫   Ale Jesus, togu hami, Asa unang mago be/ Manang ise sian hami, Sai porsea ma sude/ Sai na hot di Ho ma hami Dao ma jea sasude/

Votum – Introitus – Doa (P- Pemimpin; K-Keluarga; S- Semua)

P-  Di dalam nama Allah Bapa, dan nama AnakNya Tuhan Yesus Kristus dan nama Roh Kudus, yang menciptakan langit dan bumi.

K-  Amin

P-  Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus AnakNya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita. Saudara-saudaraku yang kekasih, Jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi kita. Marilah kita berdoa: Ya Tuhan Allah, Bapa kami yang Maha Pengasih! Kami berkumpul di tempat ini memohon dari segenap hati kami: Kuatkanlah iman kami agar dapat memiliki cara hidup yang baik sesuai dengan kehendakMu. Jaga dan peliharalah kami sampai pada akhir hidup kami, oleh karena AnakMu, Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.

Bernyanyi BE.826:1-2 “Gohi Au Tuhan”

♫   Gohi au Tuhan marhite HataMi/ Gohi au Tuhan marhite HataMi/ Songon hudon na rumar do au Tuhan di sumurMi/Gohi au Tuhan marhite HataMi.

♫   Gohi au Tuhan marhite HataMi/ Gohi au Tuhan marhite HataMi/ Na mauas do tondingku O Tuhan di HataMi/ Gohi au Tuhan marhite HataMi.

Pembacaan Alkitab dan Renungan: LUKAS 14,12-14

P-  Dan Yesus berkata juga kepada orang yang mengundang Dia: “Apabila engkau mengadakan perjamuan siang atau perjamuan malam, janganlah engkau mengundang sahabat-sahabatmu atau saudara-saudaramu atau kaum keluargamu atau tetangga-tetanggamu yang kaya, karena mereka akan membalasnya dengan mengundang engkau pula dan dengan demikian engkau mendapat balasnya.

KTetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta.

S-  Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar.”

KEPEDULIAN KEPADA DISABILITAS

Jemaat Tuhan Terkasih,

Kisah ini dimulai ketika Tuhan Yesus dan murid-muridnya diundang makan bersama oleh seorang Farisi dalam pesta jamuan yang mewah (14:7-11). Tuhan Yesus melihat dan menyaksikan banyak tamu yang berebutan untuk duduk ditempat terhormat dengan cara mengambil tempat paling depan. Itulah sebabnya Ia mengajar para murid tentang kenyataan ini dan menyampaikan “barangsiapa meninggikan diri, akan direndakan dan barang siapa merendahkan diri akan ditinggikan”. (ay.11). Selesai mengajarkan itu, Tuhan Yesus menyarankan sesuatu kepada tuan rumah tentang bagaimana cara mengundang orang ketika membuat pesta. Inti dari pengajaran Yesus kepada tuan rumah yang mengundangnya adalah: sesungguhnya lebih baik mengundang orang miskin dan terlantar dari pada mengundang orang kaya. Sebab dengan mengundang orang terhormat atapun kaya, mereka pasti membalas kebaikannmu. Namun jika mengundang orang susah dan miskin, mereka sudah pasti tidak mampu membalasnya, Namun Tuhan sendiri yang akan membalas kebaikanmu itu. Bagaimana memahami ucapan Tuhan Yesus ini? Sebelumnya marilah kita melihat dan memahami kondisi kehidupan dan status sosial saat itu. Di Israel kala itu, orang miskin, orang cacat, orang lumpuh dan orang buta tidak mendapat tunjangan sosial karena belum terpikirkan oleh penguasa pada jaman itu. Jadi di tengah-tengah masyarakat jaman itu ada cukup banyak orang miskin yang terlantar. Mereka umumnya adalah orang-orang cacat yang tidak dapat bekerja, dan dengan demikian tidak memiliki penghasilan. Mereka biasanya bergantung pada sedekah untuk bisa bertahan hidup. Dan Tuhan Yesus, pada jaman itu, berkata, “Undanglah orang-orang miskin.” Mengapa? Karena mereka tidak akan mampu untuk balas menjamu kita! Lalu apa keuntungan buat kita dengan mengundang para gelandangan yang tidak akan mampu membalas jamuan saya? Banyak orang berpikir bahwa seharusnya yang kita undang adalah mereka yang mampu untuk balik menjamu kita. Begitulah, cara Allah berpikir bertentangan dengan cara manusia berpikir. Ini adalah teguran yang jauh lebih sering kita langgar ketimbang kita jalankan, kita mengundang teman-teman, saudara, kerabat atau juga tetangga kita yang mampu, orang-orang yang ingin kita dekati demi suatu hubungan yang saling menguntungkan, bukankah begitu? Ini adalah suatu praktek yang sudah umum dijalankan oleh orang dunia. Untuk apa anda mengundang seseorang tertentu? Karena pada umumnya setiap orang ingin membangun suatu hubungan yang baik dengan orang itu dan berharap dapat memperoleh manfaat dari hubungan ini.

Jemaat Tuhan Terkasih, Jikalau diperhadapkan dengan kondisi kehidupan sosial kita saat ini  kita akan menemukan: (1) Banyak orang mengundang orang-orang tertentu dengan tujuan untuk mendapatkan manfaat bagi diri sendiri. (2) Banyak memberi dengan harapan untuk dapat menuai suatu hasil dari orang yang menerima pemberian itu. Mengapa? Karena perhatian sering hanya tertuju pada urusan kehormatan ataupun keuntungan. Akan tetapi Tuhan Yesus berkata, “Jika engkau mengejar hasil langsung dari dalam hidup ini dan dari orang-orang di sekitarmu, maka engkau tidak akan memperoleh upah dari Allah.” Ajaran Tuhan terasa sulit karena kita tidak berpikir seperti Dia. Cara kita berpikir condong kepada cara pikir dunia. Kita terikat dalam cara pikir dunia. Dalam benak kita, maka tindakan yang pantas dilakukan adalah tindakan yang memberi keuntungan bagi kita. Prinsip yang sering dibangun dalam dunia ini adalah: “Jika saya mengundang seseorang, saya perlu menghitung manfaat apa yang bisa saya dapatkan dengan mengundang orang itu”. Apakah itu keliru? Tentu saja TIDAK. Sebab bukankah demikian seharusnya terjadi dalam hal memberi dan menerima? Namum pemikiran itu walau kelihatan BENAR, akan menjadi berbeda dengan ajaran Firman Tuhan. Yakni cara dan prinsip memberi berbuat kebajikan menurut Tuhan Yesus. Bagaimana jalan pikiran Tuhan Yesus? Ia memberitahukannya di ayat 13, “Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan,” bukan sekadar acara makan bersama akan tetapi suatu perjamuan, pesta makan yang tentunya perlu biaya besar, apa yang harus anda lakukan? Ia berkata, “Undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu.” Ingatlah pada ucapan Tuhan Yesus yang tercatat di dalam Kisah 20:35, Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima.

Jemaat Tuhan Terkasih, Dalam ayat-ayat yang kita bahas hari ini, Tuhan Yesus berkata, “Jika kamu mengundang seseorang, tanyakanlah pada dirimu sendiri, apa yang engkau inginkan? Apakah engkau mengundangnya supaya nanti ia mengundangmu juga sebagai balasannya? Dengan cara berpikir seperti itu, kita sudah mendapatkan upah. Upah untuk kita langsung lunas terbayar. Akan tetapi jika kita melakukan kebaikan kepada orang-orang yang tidak mampu membalas kebaikan kita, maka akan muncul suatu ketidakseimbangan. Kita memberi sesuatu dan tidak mendapatkan balasan langsung. Allah adalah Allah yang adil dan Ia akan bertindak untuk mengembalikan keseimbangan itu. Dengan demikian, Allahlah yang akan membalas perbuatan baik yang sudah kita kerjakan itu. Pertanyaan penting yang perlu direnungkan adalah, Balasan dari siapakah yang kita inginkan? Dari manusia ataukah dari Allah? Kita semua pasti akan lebih memilih menerima balasan dari Allah ketimbang dari manusia, bukan? Akan tetapi kita juga perlu menyadari bahwa untuk dapat melakukannya tentu tidaklah mudah, dan sudah pasti sangat berat. Dari bacaan Firman Tuhan hari ini, ada beberapa hal yang perlu kita renungkan dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari, yakni:

  1. Apabila kita mengerjakan suatu kebaikan kepada orang lain, apakah motivasi dibalik perbuatan kita ini? Banyak orang melakukan kebaikan agar beroleh kebaikan pula dari orang lain. Itu sungguh manusiawi dan wajar. Namun sebagai orang percaya kita diajarkan bahwa perlu cara pandang ini kita naikkan ke level yang lebih mulia sesuai kemauan Tuhan. Apakah kemauan Tuhan itu? Kita harus berbuat baik kepada semua orang walaupun kita tahu bahwa kelak nanti kita tidak memperoleh balasan setimpal dari orang itu. Motivasi kebaikan yg kita buat harusnya menjadi kesaksian iman kita, sehingga tidak harus beroleh balasan baik juga dari orang lain. Itulah yang dituntut dari Tuhan untuk kita kerjakan.
  2. Apakah keuntungan dari mengerjakan kebaikan tanpa berharap balasan dari orang lain? Jawabnya adalah Tuhan sendirilah yang akan membalas kebaikan itu. Ini memberikan suatu hal yang lebih sukacita sebab bukan manusia yang membalas kebaikan kita, namun Tuhan sendiri yang turun tangan untuk membalas semua perbuatan mulia itu.

Saat ini Firman Tuhan meneduhkan kita untuk merubah cara pandang atas segala kebaikan yang kita kerjakan. Berbuatlah terus kebaikan, walaupun mungkin tidak mendapatkan balasan. Sebab sesuai Firman Tuhan hari ini, suatu saat nanti Tuhan sendirilah yang akan membalas semua kebaikan yang kita lakukan tanpa pamrih itu. Kerjakanlah semua hal seakan untuk Tuhan dan bukan kepada manusia. Kiranya Tuhan memampukan kita untuk melakukannya. Amin.

Bernyanyi BE.724 “Tuhan Baen ma Ngolungkon”

♫  Tuhan baen ma ngolungkon, parbadiai ma di Ho/Pangke ma nang tingkingkon, mamuji pasangap Ho, Mamuji pasangap Ho/

♫  Tanganki di Ho ma i, mangulahon holongMi/ Dohot pangalahongki, sai hombar tu lomoMi, Sai hombar tu lomoMi.

Doa Syafaat

Bernyanyi BE.716:1-2 “Di na Mamolus Sandok Ngolu On” (Persembahan)

♫    Di na mamolus sandok ngolu on, gok do na marsak gale./ Boan sinondang tu na holom i, asa margogo muse./ (Ref.) Bahen ma ahu parhiteanMu, pasupasuM mabaor ma i/ Ale Tuhan hu patupa ma au, baen pasupasu tu dongan sude./

♫     Ula na denggan tu halak sude, songon binaenNa tu ho/ Ingot urupi luhut na gale, gabe parholong ma ho./ (Ref.) Bahen ma ahu …

Doa Persembahan – Doa Bapa Kami – Amin, Amin, Amin

P-  Ya Allah, Bapa Kami yang di Surga, kami mengaku bahwa Tuhan adalah sumber dari segala karunia yang melimpah dalam kehidupan kami. Di akhir ibadah ini kami menyerahkan persembahan kami sebagai persembahan kepada Tuhan. Terimalah dan berkatilah agar dapat dipergunakan untuk pekerjaan dan pelayanan kerajaan Tuhan di dunia ini. Bukalah hati kami mengenal betapa banyak berkat dan karunia yang kami peroleh dari Tuhan, supaya kami senantiasa bersyukur kepadaMu di dalam nama Yesus Kristus Tuhan kami. Amin. Secara bersama mari mengucapkan Doa Bapa Kami ….

S-   Menyanyikan: Amin, Amin, Amin.

VITAMIN PENYEGAR JIWA “Predikat Kristen”

Mengapa orang Kristen kehidupannya selalu disorot oleh orang di sekitarnya? Jawaban atas pertanyaan ini cukup sederhana: karena orang Kristen adalah Surat Kristus yang terbuka (2Kor.3,3) yang kehidupannya secara transparan dilihat, dikecap dan dirasakan oleh orang-orang disekitarnya. Karena kita adalah terang yang selalu menarik perhatian dunia yang diliputi kegelapan. Kita memang Beda!

Mengapa orang Kristen selalu diidentikkan dengan Yesus Kristus? Karena Yesus adalah Tuhan, juruselamat dan guru bagi orang-orang Kristen. Dalam bahasa aslinya, orang Kristen disebut Christianos yang artinya: Kristus-Kristus Kecil (duplikatnya Kristus). Apapun yang kita lakukan sebagai orang Kristen, selalu identic dengan apa yang telah dilakukan oleh Yesus. Menurut sejarahnya, di Antiokhia orang-orang percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan juruselamatnya mendapat predikat baru, yaitu Kristen. Predikat ini diberikan justru oleh orang-orang yang tidak menyukai ‘kepercayaan’ baru ini dan dipakai sebagai sindiran. Mereka melihat bagaimana para pengikut Yesus beribadah, bertutur kata dan berperilaku, semuanya benar-benar menunjukkan segala sesuatu yang pernah dilakukan oleh Yesus. Mereka adalah peniru-peniru Yesus. Mereka adalah murid-murid sejati Yesus (Kis.11,26). Keadaan ini cocok sekali dengan rencana Allah agar setiap pengikut/muridNya bertumbuh menjadi seperti Yesus (Roma 8,29)

Sumber:

Dari berbagai sumber.

DAFTAR YANG BERULANG TAHUN KELAHIRAN DAN PERKAWINAN, 27 SEPTEMBER – 03 OKTOBER 2020

ULANG TAHUN KELAHIRAN 

  1. Renova br Sirait, 27-09-1970, 50Th, ALAB DAME
  2. Asima Priska Pakpahan, 27-09-1974, 46Th, KP.KRISTEN
  3. Minaria br. Sihombing, 27-09-1980, 40Th, KP.POLRI
  4. Dina Laura Harianja, 27-09-2006, 14Th, TELADAN/WON.1
  5. Dyka Teresia Harianja, 27-09-2006, 14Th, TELADAN/WON.1
  6. Steven Sihombing, 27-09-2006, 14Th, TELADAN/WON.1
  7. Coky Agave Sihombing, 27-09-2010, 10Th, TELADAN/WON.1
  8. Ondima Simamora, 28-09-1977, 43Th, KP.POLRI
  9. Rusia Restrika Hutapea, 28-09-1990, 30Th, ALAB DAME
  10. Dedy Eko Saputra Siagian, 28-09-1993, 27Th, PSR HITAM / KP.TOBA
  11. Lovian Andriani Sinambela, 28-09-1993, 27Th, WON.2
  12. Septian Schriven Sahata Hamonangan, 28-09-2008, 12Th, WON.3
  13. Tamar Septian Sitompul, 28-09-2008, 12Th, WON.3
  14. Putri Hosianna Manurung, 28-09-2009, 11Th, TELADAN/WON.1
  15. Tiara Cristi Tumanggor, 28-09-2012, 8Th, PARLUASAN
  16. Sinta Asna Marsaulina Simanjuntak, 29-09-1964, 56Th, KP.POLRI
  17. Tumiar Togatorop, 29-09-1964, 56Th, KP.POLRI
  18. Rosta Sianipar S.Pd , 29-09-1965, 55Th, PARLUASAN
  19. Pemmi Eva Yenni Manurung SE, 29-09-1978, 42Th, ALAB DAME
  20. Delvi Lubis, 29-09-1990, 30Th, WON.2
  21. Frans Alex Marpaung, 29-09-1999, 21Th, KP.KRISTEN
  22. Kristian Haposan Marpaung, 29-09-2009, 11Th, WON.2
  23. Febiola Septia Putri Nainggolan, 29-09-2012, 8Th, M.MUDA
  24. St Engry Freddy Bergiat Simamora, 30-09-1972, 48Th, M.MUDA
  25. Jonny Poltak Oktavianus Sihaloho, 30-09-1979, 41Th, WON.3
  26. Ledi Ana Sitorus, 30-09-2006, 14Th, PSR HITAM / KP.TOBA
  27. Imanuel Fransiskus Tumanggor, 01-10-2004, 16Th, PARLUASAN
  28. Lambok Manik BA, 02-10-1963, 57Th, TELADAN/WON.1
  29. Netty Sitorus, 02-10-1976, 44Th, KP.KRISTEN
  30. Hanna Sinaga, 02-10-1983, 37Th, WON.4 KP.TARUTUNG
  31. Samuel Bonar Hutagalung, 02-10-1991, 29Th, KP.POLRI
  32. Pransius Sohkianto Maharaja, 02-10-1993, 27Th, PSR HITAM / KP.TOBA
  33. Michael Valentino Sibarani, 02-10-1994, 26Th, KP.KRISTEN
  34. Pudan Zuri Ferarri Manik, 02-10-2000, 20Th, PSR HITAM / KP.TOBA
  35. Rolis Jesen Simangunsong, 02-10-2006, 14Th, PSR HITAM / KP.TOBA
  36. Henson Alexander Pasaribu, 02-10-2010, 10Th, KP.POLRI
  37. Rosdiana Herawaty Rajagukguk, 03-10-1968, 52Th, WON.4 KP.TARUTUNG
  38. Hotmaida Manalu, 03-10-1974, 46Th, KP.POLRI
  39. Alexander Ninovan Sigotom Tambunan SE, 03-10-1983, 37Th, TELADAN/WON.1
  40. Diana Sigalingging,03-10-2002, 18Th, WON.4 KP.TARUTUNG
  41. Naomi Anggreni Samosir, 03-10-2003, 17Th, KP.KRISTEN
  42. Bergen Tamado Saragi, 03-10-2006, 14Th, PSR HITAM / KP.TOBA
  43. Kenneth Jason Christgiven, 03-10-2009, 11Th. KP.POLRI

ULANG TAHUN PERKAWINAN

  1. Sampinur Purba / Marada Hutapea, 27-09-1978, 42Th, M.MUDA
  2. Fitner Hutagaol / Roma Siagian, 27-09-1983, 37Th, PSR HITAM / KP.TOBA
  3. Jan Benny V Sinaga / Andry Ker O Hutabarat, 28-09-2001, 19Th, PSR HITAM / KP.TOBA
  4. Parlindungan Sinaga Simandalahi / Rilvana Emelda Sianturi, 02-10-2009, 11Th, PSR HITAM / KP.TOBA

BIAR SELAMAT, BERPALINGLAH!

Renungan Jumat, 28 September 2020

Ada tampilan ironi dalam pemberitaan Nabi Yesaya saat ini, manusia mengelu-elukan kayu yang mereka jadikan dewa, serta berdoa kepadanya. Tuhan bukanlah dewa yang butuh penghargaan sehingga harus diarak dan Tuhan bukan juga dewa yang tidak mampu menyelamatkan bangsanya. Tuhan adalah Allah yang telah ada sejak zaman purbakala. Ia adalah Allah yang setia. Setia pada janji yang telah difirmankan-Nya walaupun umatnya tidak setia. Allah umat Israel berbeda dari dewa-dewi yang disembah bangsa-bangsa
di sekitarnya. Jika dewa-dewa itu butuh pengakuan akan kemahakuasaan mereka, maka Tuhan tidak demikian. Sebab Tuhan adalah Allah yang sejati, bukan allah jadi-jadian. Hal ini ditujukan kepada bangsa Israel yang kocar-kacir oleh pembuangan. Mereka diminta untuk kembali kepada Tuhan untuk dapat diselamatkan. Pernyataan Allah ini sangat relevan untuk kita hayati pada masa sekarang ini. Dewa teknologi dan uang meraja lela. Kita diingatkan untuk hanya bersandar dan bergantung pada Allah. Kiranya hal ini menguatkan kita dalam menghadapi kesulitan dan kesukaran yang ada pada masa kini. Ingatlah bahwa Tuhan tidak pernah melupakan mereka yang setia kepada-Nya! Tuhan tidak pernah berpaling dan mengingkari apa yang telah Ia janjikan kepada umat-Nya. Maka berpalinglah kepada Allah, bersandar hanya pada tangan-Nya yang kekal!

“Berpalinglah kepada-Ku dan biarkanlah dirimu diselamatkan, hai ujung-ujung bumi! Sebab Akulah Allah dan tidak ada yang lain.” (Yesaya 45,22)

KJ.446,3 “Setialah”

Setialah! Bertahanlah tetap, sehingga kau menang./ Setialah! Selamatmu genap, sesudah berperang./ Meski bertambah marabaya, t’lah hampir habis susah payah. Setialah!

Doa

Ya Allah, buatlah hidupku untuk selalu setia kepadaMu dan apabila langkahku saat menjauh dariMu, bimbinglah aku untuk berpaling kepadaMu. Amin.

Selamat hari Senin

(Pdt.Anggiat Saut Simanullang)

DAFTAR YANG BERULANGTAHUN KELAHIRAN DAN PERKAWINAN, 20 – 26 SEPTEMBER 2020

ULANG TAHUN KELAHIRAN 

  1. Elfida Butarbutar, 20-09-1956, 64Th, TELADAN/WON.1
  2. Togu Uli Simanjuntak, 20-09-1976, 44Th, WON.2
  3. Arti br Marbun, 20-09-1993, 27Th, TELADAN/WON.1
  4. Eri Ernandes Simaremare, 20-09-1997, 23Th, KP.KRISTEN
  5. Susi Anggri Ana Siallagan, 20-09-2007, 13Th, KP.KRISTEN
  6. Ida Barita Siahaan, 21-09-1939, 81Th, PSR HITAM / KP.TOBA
  7. Rudi Panjaitan, 21-09-1979, 41Th, PARLUASAN
  8. Nurseptiani br Silaban Am.Keb, 21-09-1992, 28Th, PARLUASAN
  9. Jhon Vernando Naibaho, 21-09-2001, 19Th, WON.4 KP.TARUTUNG
  10. Sarah Yohana Siagian, 21-09-2001, 19Th, PSR HITAM / KP.TOBA
  11. Herlius Fernando Sitorus, 21-09-2005, 15Th, WON.2
  12. St.Tiurida Minar Sitorus, 22-09-1968, 52Th, KP.POLRI
  13. Leo Poldo Marpaung, 22-09-1999, 21Th, PSR HITAM / KP.TOBA
  14. Togar Manurung, 22-09-2005, 15Th, TELADAN/WON.1
  15. Qeisya Rani Simorangkir, 22-09-2007, 13Th, PSR HITAM / KP.TOBA
  16. Quensya Rini Simorangkir, 22-09-2007, 13Th, PSR HITAM / KP.TOBA
  17. Olivia Septi Maya Saragih, 23-09-1999, 21Th, WON.4 KP.TARUTUNG
  18. Amat Sitohang, 24-09-1966, 54Th, ALAB DAME
  19. Andi Irawan Simarmata S.Kep.NS, 24-09-1988, 32Th, PARLUASAN
  20. Sri Hartaty Marpaung, 24-09-1993, 27Th, KP.KRISTEN
  21. Debora Ihut Marito Munthe, 24-09-1995, 25Th, WON.3
  22. Ardi Siallagan, 24-09-1996, 24Th, WON.3
  23. Mahendra Silaban, 24-09-1996, 24Th, WON.3
  24. Deby Ardiana Hasibuan, 24-09-2004, 16Th, KP.KRISTEN
  25. Anggawan Gabrian Manik, 24-09-2019, 1Th, WON.3
  26. Mince Elsye Simangunsong S.Pd, 25-09-1973, 47Th, KP.KRISTEN
  27. H Sitepu AMK, 25-09-1979, 41Th, PARLUASAN
  28. E Jusef P Siadari, 25-09-1981, 39Th, KP.KRISTEN
  29. Pandapotan Manalu S.Pd, 25-09-1988, 32Th, KP.KRISTEN
  30. Rissa Ayu Sitanggang, 25-09-1992, 28Th, PSR HITAM / KP.TOBA
  31. Ryan Matahari Siagian, 25-09-1992, 28Th, PSR HITAM / KP.TOBA
  32. Marchel Sijabat, 25-09-2008, 12Th, WON.3
  33. Angelica Christabel B Siagian, 25-09-2012, 8Th, TELADAN/WON.1
  34. Oloan Sijabat, 26-09-1969, 51Th, ALAB DAME
  35. Horas Mangaris Hutagaol, 26-09-1970, 50Th, TELADAN/WON.1
  36. Erwin Parlindungan Sihite, 26-09-1994, 26Th, WON.2
  37. Rinaldi Antoni Marpaung, 26-09-1997, 23Th, KP.POLRI
  38. William Siahaan, 26-09-2001, 19Th, KP.POLRI
  39. Debora Martinalosa Siagian, 26-09-2002, 18Th, TELADAN/WON.1
  40. Tulus Pardede, 26-09-2006, 14Th, TELADAN/WON.1

ULANG TAHUN PERKAWINAN

  1. Poltak Turnip / Minar br Sirait, 20-09-1984, 36Th, KP.KRISTEN
  2. Herald Oloan Lubis / Rosta Sianipar S.Pd, 20-09-1991, 29Th, PARLUASAN
  3. Petrus Barimbing / Delvi Lubis, 20-09-2011, 9Th, WON.2
  4. Timbul Sihotang / Rasta br Situmorang, 21-09-2006, 14Th, KP.KRISTEN

DIANGGAP BODOH

Renungan Kamis, 24 September 2020

Kalau mau jujur, ketika memandang sesuatu, acap kali kita terfokus kepada penampilan luar seseorang.  Orang kaya diperhatikan; orang miskin dikesampingkan. Orang cantik diprioritaskan, orang lemah diabaikan. Dan, betapa memprihatinkan jika penilaian seperti itu terjadi dalam gereja! Allah kita tidak memandang muka atau penampilan kita. Allah tidak pernah tertipu oleh penampilan seseorang sebab Dia melihat hati. Dia justru memilih orang yang tidak terpandang, dianggap hina, yang tidak berarti bagi dunia, untuk meniadakan apa yang berarti. Paulus mengungkapkan kesadaran yang amat dalam bahwa orang ‘bodoh dan lemah’ justru dipilih Allah. Orang yang merasa dirinya tidak berdaya, lemah, dan bodoh cenderung membutuhkan bantuan dan mendambakan kehadiran serta persahabatan. Demikian pula dalam ketergantungannya pada Allah, mereka benar-benar mengakui kebutuhan mereka akan kehadiran-Nya. Mereka cenderung lebih terbuka terhadap Allah. Sebaliknya, orang yang mencari pengaruh, pujian, dan kekayaan untuk diri sendiri sering tampak tertutup terhadap Allah karena merasa sudah mampu memperolehnya dengan kekuatan sendiri. Orang cenderung lebih tertarik mendandani penampilan luar dengan ‘balutan rohani’ demi membangun reputasi di depan manusia. Allah tidak tertarik dengan topeng semacam itu. Hati-Nya terpikat pada orang yang menyadari ketidakberdayaan mereka dan bersedia mengandalkan kehadiran dan kekuatan-Nya. Merekalah yang dipilih Allah sehingga tidak ada seorang pun yang dapat memegahkan diri di hadapan-Nya. Jadi jangan melihat tampilan luar saja.

“Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat” (1Korintus 1,27)

BE.187,3 “Denggan Do PanoguM”

Dialo Ho sude na jungkat roha, Na timbo i dipatutoru Ho/ Alai sude na serep i marroha, I do na sai diasiasi Ho/ Parhata na gogo di tano on, Di hagigihon rohami sude/ Na dangol i ditatap Ho, hape Naeng urupanMu angka i tongtong./

Doa

Ya Allah Bapa ajar aku untuk melihat hati tidak terjebak dengan penampilan saja. Amin

Selamat hari Kamis

(Pdt.Anggiat Saut Simanullang)

HAMBA YANG TIDAK BERGUNA

Renungan Rabu, 23 September 2020

Seandainya saudara dibuat pilihan, menjadi tuan atau hamba?  Memerintah atau diperintah?  Kayaknya tidak perlu lama banyak orang pasti akan memilih menjadi tuan daripada hamba, memerintah daripada diperintah, bukan begitu? Mengapa? Karena menjadi tuan atau bos berarti mempunyai wewenang dan kuasa untuk memerintah, serta dihormati oleh bawahan.  Namun tidak mudah bagi seseorang yang menempati posisi ‘di atas’ dan terhormat untuk mau merendahkan diri dan berbaur dengan mereka yang ada di bawahnya. Orang-orang Farisi dan ahli Taurat yang mengerti betul firman Tuhan lebih menunjukkan sikapnya sebagai ‘tuan’ daripada seorang hamba Tuhan. Mereka suka sekali mendapatkan pujian dan penghormatan dari sesamanya. Bukan hanya itu, mereka juga memandang rendah orang-orang berdosa.  Sementara menjadi hamba berarti harus siap untuk diperintah serta melayani di mana pun dan kapan pun tanpa punya hak untuk membantah atau mengelak. Jarang sekali orang mau menjadi ‘hamba’ bagi orang lain.  Tapi, inilah yang dilakukan oleh Yesus.  Sesungguhnya Dia punya hak penuh untuk memerintah dan dilayani karena Dia adalah Raja di atas segala raja dan Tuhan di atas segala tuan.  Namun hal ini tidak dilakukan oleh Yesus, “yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.”  (Fil.2:6).  Saat melayani di bumi Yesus harus mengalami penolakan, cibiran dan fitnahan.  Namun Dia tetap membuka tanganNya untuk menolong, menyembuhkan dan memberkati mereka.  Bahkan saat di olok-olok, diludahi, dianiaya, disiksa dan sampai mati di atas Kalvari tiada sepatah kata pun yang keluar dari mulutnya yang menunjukkan bahwa Dia kecewa, mengeluh, bersungut-sungut dan dendam terhadap mereka. Pola hidup yang seperti ini sesungguhnya menjadi acuan bagi kita ketika berinteraksi dan bersosialisi dengan orang lain, dan kita harus berjuang agar pola hidup dan pelayanan seperti ini manjadi bagian dari jiwa dan hidup kita.

“Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.” (Lukas 17,10)

Nyanyian Rohani: “Hati Sebagai Hamba”

Ku tak membawa apa pun juga, Saat kudatang ke dunia/ Kutinggal semua pada akhirnya Saat kukembali ke surga/ (Reff.) Inilah yang kupunya, hati sebagai hamba/ Yang mau taat dan setia pada-Mu Bapa, Kemana pun kubawa hati yang menyembah Dalam roh dan kebenaran sampai selamanya./ Bagaimana kumembalas kasih-Mu Segala yang kupunya itu milik-Mu Itu milik-Mu (Kembali ke Reff.)

Doa

Ya Allah, jadikan aku berhati sebagai hamba yang mau taat dan setia kepadaMu saja. Dalam Yesus Kristus, Amin.

Selamat hari Rabu

(Pdt.Anggiat Saut Simanullang)

MENGARAHKAN MUKA KEPADA TUHAN

Renungan Selasa, 22 September 2020

Kitab Daniel 9 berisikan sebuah doa yang memberi kita sebuah teladan bagaimana caranya berdoa selama masa krisis, yakni dengan menaikkannya dengan sepenuh hati (serius). Perlu kita pahami bahwa doa itu bukan hanya disampaikan begitu saja. Anda harus membiarkan Tuhan melihat betapa pentingnya itu bagi Anda. Daniel hari ini menggambarkan tiga cara berbeda dalam memperlihatkan keseriusannya kepada Allah: Pertama yang ia lakukan: Dia berpuasa. Puasa adalah disiplin spiritual yang telah dipakai orang-orang selama berabad-abad. Yesus mengatakan beberapa mujizat hanya dapat terjadi melalui doa dan puasa, tidak dengan berdoa saja. Mengapa? Berpuasa memberi tahu Tuhan bahwa Anda sungguh-sungguh dengan doa Anda. Musa berpuasa sebelum dia menerima Sepuluh Perintah. Orang Israel berpuasa sebelum mereka maju ke pertempuran besar mereka. Daniel berpuasa untuk menerima bimbingan dari Tuhan. Nehemia berpuasa sebelum memulai proyek pembangunan kembali tembok Yerusalem. Yesus berpuasa untuk menang dalam pencobaan. Puasa tidak harus berhubungan dengan makanan. Itu tentang melepaskan hal-hal lain dari hidup Anda agar Anda dapat fokus dalam doa. Misalnya, Anda bisa berhenti menggunakan gadget atau internet atau menonton televisi pada waktu tertentu dan menggunakan waktu tersebut untuk berdoa. Karena itu mari, mulai saat ini kita mengarahkan muka kita kepada Tuhan Allah ketika menghadapi krisis dan buatlah jam doamu kepadaNya. Amin!

“Lalu aku mengarahkan mukaku kepada Tuhan Allah untuk berdoa dan bermohon, sambil berpuasa dan mengenakan kain kabung serta abu.” (Daniel 9,3)

BE.774,4 “Tung Mabaor Sian Ho”

Huhilala holongMi, na manogu rohangki/ Unang loas au be lilu, manadinghon Ho Tuhanku/ Pandang i do, tujuonku/ Saleleng di ngolungki, Saleleng di ngolungki/ Saleleng di ngolungki, Saleleng di ngolungki/

Doa

Ya Tuhan Allah, arahkanlah wajahku dan hatiku kepada ketika krisis itu hadir dalam hidupku. Amin

Selamat hari Selasa

(Pdt.Anggiat Saut Simanullang)