BAHAN PENELAAHAN ALKITAB PEMUDA HKBP MARET – APRIL 2021

Minggu Palmarum

Tanggal 28 Maret 2021

  1. Bernyanyi    : 287,1+2 “Sekarang Bersyukur”
  2. Doa Pembuka
  3. Pembacaan Nas Alkitab : KELUARAN 15,1-11
  4. Pengantar

PEMBEBASAN AJAIB ALLAH ATAS UMATNYA”

Nama Keluaran diambil dari peristiwa pokok yang diceritakan dalam buku ini, yaitu keluarnya bangsa Israel dari Mesir, tempat mereka diperbudak. Dalam buku ini ada tiga bagian yang penting:

  1. Pembebasan orang Ibrani dari perbudakan dan perjalanan mereka ke Gunung Sinai,
  2. Perjanjian Allah dengan umatNya di Sinai, kepada bangsa Israel diberikan hukum-hukum moral, sipil dan keagamaan untuk pedoman hidup
  3. Pembuatan tempat beribadah dengan segala peralatannya untuk bangsa Israel, peraturan-peraturan untuk para imam dan cara beribadah kepada Allah

Buku ini terutama mengisahkan apa yang dilakukan Allah pada waktu Ia membebaskan umatNya yang diperbudak, lalu membina mereka menjadi suatu bangsa yang mempunyai harapan bagi masa depan. Tokoh utama dalam buku ini adalah Musa, orang yang dipilih Allah untuk memimpin umatNya keluar dari Mesir.

Sebelum Nas ini dikisahkan, Firaun, yang mendesak orang Ibrani untuk secepatnya meninggalkan Mesir, hendak membawa mereka pulang kembali sebagai tawanan perang. Ia mengira dapat menjebak mereka di antara sebuah batu karang dan Laut Merah. Namun orang Israel menyeberanginya dengan berjalan di dasarnya, dan ketika pasukan Firaun ikut turun mengejar mereka, air pun menerjang menenggelamkan pasukan itu. Setelah pembebasan yang dahsyat ini, Musa, lelaki yang tidak pintar berkata-kata itu pun – menyanyi!, dan Nyanyian tersebutlah yang menjadi bahan PA kita saat ini.

Ayat 3 kedengaran aneh di telinga kita pada awalnya: “TUHAN itu pahlawan perang.” Mengapa?  Pertama, kita tidak biasa menyebut TUHAN dengan sebutan yang sama dengan manusia, namun itu yang dilakukan orang Israel. Kedua, kita seringkali merasa canggung bila membayangkan Allah sebagai pahlawan perang. Kita menemukan pemikiran yang sama dalam Yesaya 42:13, “TUHAN keluar berperang seperti pahlawan…. terhadap musuh-musuh-Nya la membuktikan kepahlawanan-Nya: Dan Mazmur 24:8 memuji-Nya, “TUHAN, perkasa dalam peperangan”. Jadi seharusnya kita tidak kaget. Seringkali di dalam Alkitab, Allah disebut “Pemimpin Pasukan: Kata Ibrani yang dipakai adalah tsaba, yang berarti pasukan perang. Gambaran tentang Allah yang perkasa berlanjut di dalam nyanyian Musa: la menghancurkan musuh” (Kel. 15:6). Ia “meruntuhkan siapa yang bangkit menentang” (ay.7).

Dalam nyanyiannya, Musa melanjutkan “tangan kanan” Allah yang perkasa (ay.6), hembusan “nafas hidung-Mu’ (ay.8), dan “api murka-Mu. yang memakan mereka sebagai tunggul gandum” (ay.7). Tetapi Allah yang perkasa itu adalah pengayom umat-Nya. “Dengan kasih setia-Mu Engkau menuntun umat yang telah Kau tebus” (ay.13). Dan, “Engkau membawa mereka dan Kau cangkokkan mereka di atas gunung milik-Mu sendiri” (ay.17). Kata “kasih setia” dalam ayat 13 diterjemahkan dari kata hesed. Kata Ibrani ini sering digunakan pada Allah dan menunjukkan kesetiaan-Nya pada perjanjian dengan umat-Nya. Ia menjanjikan Abraham akan memiliki banyak keturunan dan memiliki tanah yang luas. Dan Allah mengulangi janji ini ketika Ia berbicara kepada Musa (Kel.6:4,8). Allah berkata. “Aku ingat kepada perjanjian-Ku” (ay.5). Saatnya bagi Allah untuk melaksanakan janji-Nya.

Apa pesan untuk kita saat ini? Pertama, Tuhan itu sumber, sasaran pujian, saluran dan sandaran kasih yang kekal bagi ciptaanNya. Ia pencipta ‘musik dan lagu’ dan menyediakan syairnya dengan menceritakan perbuatanNya. Israel takjub dan gentar melihat gemuruh ombak besar menutupi laut dan hati mereka meluap oleh kekaguman dan kegentaran kepada Kuasa Allah. Allah dirasakan sungguh sebagai kekuatan ajaib yang di luar kemampuan manusia. Kedua, Ketika segala sesuatu dalam kehidupan kita baik-baik saja dan terjadi hal-hal yang membanggakan kita, penuh berkat melimpah dan sukacita, kita akan dengan mudah mengucap syukur dan memuji Allah. Tetapi jika doa-doa kita sepertinya tidak dijawab, Allah seperti diam dan mengizinkan kegagalan menghampiri hidup, bisakah kita tetap mengucap syukur dan memuji Dia? Melihat Allah yang telah diidentifikasi Musa dalam nyanyian ini, tidak ada alasan bagi kita orang percaya untuk tidak menyembah dan mensyukuri apapun kondisi kita. Dia adalah Allah yang setia dan sampai selamalamanya kesetiaannya.

Diskusi:

  1. Sesuai dengan Nas PA saat ini, apa yang memotivasi bangsa Israel untuk bersyukur? Coba uraikan kembali kronologi peristiwanya dan pelajaran apa yang bisa kita petik untuk kita saat ini?
  2. Ketika kegagalan menghampiri hidup kita, sesungguhnya kita diharapkan untuk tetap setia mengucap syukur kepada Tuhan. Menurutmu apakah ini sulit? Mengapa sulit?
  1. Bernyanyi KJ.439,1-2 “Bila Topan K’ras Melanda Hidupmu”
  2. Doa syafaat
  3. Bernyanyi KJ.345,1-2 “Sertai Kami Tuhan”
  4. Doa Bapa Kami

Minggu Paskah I

Tanggal 04 April 2021

  1. Bernyanyi    : KJ.18:1-2  “Allah Hadir Bagi Kita”
  2. Doa Pembuka
  3. Pembacaan Nas Alkitab : 1PETRUS 1,1-7
  4. Pengantar    :

DIPELIHARA DALAM KEKUATAN ALLAH KARENA IMAN

Sekitar Tahun 65, agama Kristen telah berkembang begitu pesat sampai menjadi sebuah ancaman bagi kekaisaran Romawi. Orang Kristen merasakan gelombang penganiayaan pertama terhadap iman mereka dan menjadi lebih besar di kemudian hari. Surat Petrus yang pertama ini ditulis untuk menguatkan orang Kristen dalam masa-masa percobaan ini. Surat ini sendiri ditulis oleh Rasul Petrus, murid Tuhan Yesus yang menjadi pemimpin gerakan awal Kristen di Yerusalem (Kis.2,14-41). Petrus akhirnya pergi ke Roma, ibukota kekaisaran Romawi. Dari Roma, ia menunjukkan suratnya kepada orang percaya yang sudah  “tersebar di Pontus, Galatia, Kapodokia, Asia kecil dan Bitinia” (1:1-2). Barangkali penindasan para pejabat Romawi sudah memaksa orang Kristen ke wilayah-wilayah yang jauh ini. Petrus mendorong orang percaya yang menderita ini untuk mengikuti teladan Kristus. Penganiayaan dan kematian dan kebangkitanNya memberi jaminan dan harapan untuk masa depan.

Dalam Nas PA saat ini ada beberapa Istilah untuk kita telaah lebih dalam lagi sehingga memberi pemahaman lebih dalam iman Kristen kita, yakni: Rencana Allah (Ay.2). Rencana Allah atau dalam terjemahan New Internatinal Version, disebut Rencana Ilahi, haruslah kita mengerti sebagai kasih dan tujuan abadi Allah bagi umatNya dan perkataan Yang dipilih, ialah himpunan orang percaya sejati (yaitu kita) yang dipilih selaras dengan ketetapan Allah untuk menebus gerejaNya dengan darah AnakNya Yesus Kristus, dengan pemahaman yang demikian kita harus menyadari bahwa setiap orang percaya harus berpartisipasi dalam keterpilihan tersebut dengan bertekun dalam iman dalam segala hal termasuk ketika menghadapi penderitaan karena dengan demikianlah maka kita menjadikan panggilan dan pemilihan kita semakin teguh.

“….telah melahirkan kita kembali”. (ay.3). Ayat ini berkenaan juga dengan perkataan Tuhan Yesus dalam Injil Yohanes 3,3 “Yesus menjawab, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.”. Artinya sebagai orang Kristen harus diperbaharui, tanpa ini maka seseorang tidak akan mungkin dapat melihat kerajaan Allah, yaitu menerima hidup kekal dan keselamatan. Apakah Pembaharuan itu? Pembaharuan adalah penciptaan kembali dan perubahan sifat seseorang oleh Allah di dalam Roh Kudus. Melalui proses ini hidup kekal dari Allah sendiri disalurkan kedalam hati orang percaya sehingga dia menjadi anak Allah atau ciptaan yang baru yang tidak menyesuaikan hidupnya dengan dunia namun kini diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan (Ef.4,24). Pembaharuan ini sangat diperlukan karena terlepas dari Kristus semua orang dengan sifat bawaannya adalah orang berdosa dan tidak mungkin taat dan berkenan kepada Allah (Mzm 51,7; Yer.17,9; Rom.8,7-8, 1Kor.2,14, Ef.2,3).

“ ….. Dipelihara dalam Kekuatan Allah Karena imanmu…”(Ay.5). Ayat ini menyajikan 3 Kebenaran mengenai jaminan orang percaya, sebuah berita yang relevan bagi pembaca surat ini karena banyak diantaranya sedang menderita penganiayaan yang hebat. Pertama, Orang percaya dipelihara/dilindungi dalam kekuatan Allah terhadap semua kekuatan kejahatan yang hendak menghancurkan kehidupan dan keselamatan mereka dalam Kristus (2Tim.4,18; Yud.1,24 bnd.Roma 8,31-39). Kedua, syarat penting untuk memperoleh perlindungan Allah ini ialah Iman. Allah yang melindungi kita dengan kasih karuniaNya tidaklah bekerja secara sewenang-wenang saja, karena hanya karena iman orang percaya dilindungi oleh kuasa Allah. Ketiga, sasaran pokok perlindungan Allah oleh iman orang percaya adalah Keselamatan, dalam hal ini keselamatan menunjuk kepada dimensi yang akan datang yaitu memperoleh warisan di sorga.

…membuktikan kemurnian imanmu..” (ay.7). Sebagaimana keterangan di atas, penderitaan adalah tema yang ditekankan sepanjang surat ini. Kita harus bersukacita dalam pencobaan kita (bnd.ay.6) karena dengan tetap setia kepada Kristus di tengah-tengah semua itu akan memurnikan iman kita dan menghasilkan pujian, kemuliaan dan hormat bagi kita dan bagi Tuhan Yesus pada saat kedatanganNya. Tuhan memandang ketabahan kita dalam pencobaan dan iman kita kepada Kristus sebagai sesuatu yang sangat berharga bagiNya.

Dari telaah Nas Alkitab di atas saat ini waktunya menjalankan kontemplasi dan membangun komitmen. (1). Tuhan memiliki maksud yang penting atas setiap pencobaan yang diijinkanNya terjadi dalam diri kita. Mungkin pencobaan itu sempat membuat kita tergoncang, sedih, dan berdukacita. Tetapi itu semua ada dalam rencana Allah untuk membuat kita menjadi lebih baik lagi, dengan menguji iman kita. (2).Tujuan Tuhan menguji iman kita adalah untuk membuktikan tingkat kemurnian iman itu sendiri. Jika kita sungguh-sungguh hidup berkenan di hadapan Tuhan, menjauhi larangan dan melakukan apa yang menjadi perintah dan kehendakNya, kita tidak perlu takut terhadap ujian yang akan kita hadapi. Justru ujian-ujian tersebut akan membuat kita semakin cemerlang. Sama seperti emas yang semakin lama akan terlihat semakin cemerlang ketika diproses (dibakar dan dimurnikan) dalam api panas yang menyala-nyala. Emas berbeda dengan kayu. Semakin dibakar, emas justru akan semakin murni, sementara kayu akan terbakar dan hanya akan menjadi abu. (3) Kita harus tetap berjaga-jaga senantiasa. Jangan lengah dan jangan memberi kesempatan sekecil apapun kepada Iblis (Ef 4:27). Setialah hingga akhir, sehingga kita akan memperoleh pujian dan kemuliaan dan kehormatan dari Tuhan pada hari akhir, terlebih kita sudah merayakan Paskah yang menjadi wujudnyata kasih setia Allah kepada kita.

  1. Diskusi:
  2. Saat ini mari kita mengevaluasi diri. Sudahkah iman yang kita miliki adalah iman yang benar dan murni? Apakah iman yang kita miliki sudah benar-benar iman yang teguh kepada Tuhan Yesus Kristus?
  3. Masihkan kita masih merasakan pemeliharaan Tuhan dalam hidup kita? Sebutkan dalam bentuk apa pemeliharaan Tuhan tersebut.

 

  1. Bernyanyi KJ.450,1+4 “ ‘Hidup Kita Yang Benar”
  2. Doa syafaat
  3. Bernyanyi KJ.446,1-2 “Setialah”
  4. Doa Bapa Kami

Minggu Quosimodogeniti

Tanggal 11 April 2021

  1. Bernyanyi    : KJ.413:1+3  “Tuhan, Pimpin Anakmu”
  2. Doa Pembuka
  3. Pembacaan Nas Alkitab : YESAYA 25,1-9
  4. Pengantar    :

TETAP BERSYUKUR, WALAU DIHUKUM

Kitab Yesaya adalah kitab nubuatan yang paling terkenal dalam Perjanjian Lama, mungkin karena penekanannya pada tema keselamatan dan nubuatnya tentang Mesias yang akan datang. Karena antisipasinya akan kedatangan Yesus Kristus dan pesan penebusanNya. Yesaya dipanggil sebagai nabi “dalam tahun matinya raja Uzia” (6:1; sekitar 740sM). Melalui sebuah penglihatan yang dramatis dari Tuhan di bait suci. Dia menyampaikan pesan-pesan Allah tentang penghakiman dan harapan kepada umat dari kerajaan Selatan (Yehuda) selama 40 tahun ke depan. Nas kita saat ini masuk dalam bagian pertama dari pelayanan Yesaya, saudara bangsa Yehuda, Kerajaan Utara (Israel), jatuh ke tangan Asyur karena dosa dan pemberontakannya kepada Allah (2Raj.17,5-23). Yesaya mengatakan kepada Yehuda bahwa hal yang sama akan terjadi kecuali umat berhenti menyembah dewa-dewa palsu dan mengikuti satu-satunya Allah yang sejati. Namun, pesan nabi tentang penghakiman Allah yang akan datang bercampur baur dengan nubuat-nubuat tentang harapan akan masa depan.

Nas PA kita saat ini berisikan penegasan tentang harapan. Meskipun Allah akan menghakimi dan mendisiplinkan umatNya, Dia tidak akan menolak mereka. Setelah mereka dibuang diantara bangsa asing untuk sementara waktu, mereka akan dipulihkan ke tanah air mereka (2Taw.36,22-23). Berita ini membuat umat memuji Allah: “Percayalah kepada Tuhan selama-lamanya, sebab Tuhan Allah adalah gunung batu yang kekal” (bnd.26,4).

…..di gunung Sion ini …” (ay.6). Yesaya bernubuat tentang kerajaan dan keselamatan yang akan datang setelah Kristus datang kembali ke bumi (ay.6-12.Bnd.Why 19-21). Sedangkan perkataan “…Anggur yang Tua benar, masakan yang bergemuk” menggambarkan Pesta mewah yang akan dinikmati dalam Kerajaan Allah ialah berkat-berkat indah yang dialami orang percaya dihadapanNya. Suatu perjamuan dengan dengan “anggur tua” secara harafiah artinya “perjamuan keawetan”, mungkin mengacu kepada sari buah anggur yang telah diawetkan untuk jangka waktu yang lama. Perhatikan Yer.48:11-12, dimana Allah membandingkan Moab dengan sari anggur yang dibiarkan di atas endapannya sehingga “rasanya tetap padanya, dan baunya tidak berubah” yang artinya berkat-berkat Allah, yang telah tersimpan selama berabad-abad untuk umatNya yang setia, tidak akan berubah maksudnya dari semula.

“…meniadakan Maut untu seterusnya dan ….menghapuskan Air Mata …” (ay.8). Di dalam Kerajaan Allah yang akan datang, kesedihan, kesusahan, dan kematian yang kini merajalela di atas bumi akan disingkirkan dan tidak akan kembali lagi. Bagaikan orang tua yang penuh perhatian, Allah sendiri akan menghapuskan air mata dari anak-anakNya, dan tidak akan ada lagi alasan untuk menangis atau susah. Berkat-berkat yang mulia ini baru akan terjadi bila Kristus datang kembali ke bumi, mengalahkan kejahatan dan memerintah seluruh ciptaan. Janji-janji semacam itu seharusnya membuat kita melihat kasih dan belas kasihan Tuhan yang besar bagi kita dan menyebabkan kita berdoa dengan sungguh-sungguh dan tidak berkeputusan untuk penggenapan mulia dari penebusan melalui Kristus (Why.22:17,20).

“…TUHAN yang Kita nanti-nantikan ..” (Ay.9). Yesaya melukiskan orang yang setia dalam Kerajaan Allah sebagai mereka yang telah mempercayai Tuhan. Semua orang percaya harus mengandalkan Tuhan, menantikan dengan harapan akan kedatangan Kristus, dan penggenapan semua janjiNya (1Kor.1,7;Tit.2,13).

Nah, dengan Penelaahan yang lumayan panjang di atas, saat ini kita mengambil pesan untuk kita hidupi. Pertama, Tuhan tidak akan membiarkan kita tanpa harapan. Kasih-Nya yang megah itu menghapuskan apa saja yang membutakan kita, mengejutkan kita dengan satu penglihatan yang indah tentang satu kehidupan yang baik dan rahmat yang melimpah-limpah. Kedua, Hukuman menjadi langkah awal bagi pemulihan yang ditegakkan Tuhan. Dengan hukuman, umat justru semakin dekat dan bergantung kepada Tuhan. Hukuman tersebut harus dipandang sebagai rencana pemulihan Allah yang dirancangkan Tuhan bagi umatNya agar Tuhan menjadi Raja bagi umatNya, menjadi Allah satu-satunya yang disembah oleh umat manusia. Dibalik rancangan tersebut ada sesuatu yang indah, yaitu kemenangan Tuhan atas semesta alam, sebagaimana kita rayakan dalam Perayan Paskah yang sudah kita laksanakan. Karena itu mari tetap ucapkan syukur atas teguranNya karena itu merupakan tanda kasihNya, segeralah bertobat!

  1. Diskusi:
  2. Pernah merasa kehilangan harapan? Apa yang saudara kerjakan setelah merasakan hal itu?
  3. Dari Nas kita saat ini, menurutmu bagaimana seharusnya kita menunjukkan hidup keimanan kita?
  1. Bernyanyi KJ.406,1+3 “Ya, Tuhan Bimbing Aku”
  2. Doa syafaat
  3. Bernyanyi KJ.416,1-2 “Tersembunyi Ujung Jalan”
  4. Doa Bapa Kami

Minggu Misericordias Domini

Tanggal 18 April 2021

  1. Bernyanyi    : KJ.376:1+4  “Ikut Dikau Saja Tuhan”
  2. Doa Pembuka
  3. Pembacaan Nas Alkitab : 2KORINTUS 5,14-21
  4. Pengantar    :

“BERDAMAI DENGAN ALLAH MELALUI KRISTUS”

Surat Paulus kedua kepada jemaat Korintus adalah lanjutan dari korespondensi pertamanya dengan orang Korintus. Rupanya orang percaya di Korintus sudah menanggapi dengan baik beberapa peringatannya dalam surat pertama, dan ia menulis untuk mengungkapkan penghargaannya atas tindakan mereka (2Kor.2:1-11; Pasal 7). Ia mungkin menulis surat ini sekitar tahun 58. Tetapi di beberapa tempat dalam surat ini, Paulus menyatakan bahwa masih ada masalah di jemaat Korintus. Mandatnya sebagai seorang Pelayan Kristus dipertanyakan oleh beberapa orang di Korintus. Paulus membela panggilan dan pelayanannya, meyakinkan jemaat itu bahwa pekerjaannya di tengah mereka dilandaskan akan kasih kepada Kristus dan ia memperhatikan kesejahteraan mereka. Surat Korintus ini adalah salah satu dari banyak tulisan Paulus yang emosional dan pribadi. Ia mengakui menderita beberapa penyakit yang disebutnya “duri dalam daging” (12,7). Ia juga menulis daftar penderitaan yang sudah ia tanggung ketika melakukan perjalanan misi karena Kristus (11:16-33). Meskipun lemah dan tidak sempurna, ia bersyukur bahwa kekurangannya menyatakan “bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah bukan dari diri kami” (4:7). Khusus Nas kita saat ini mengabarkan bahwa Allah mengutus PutraNya, Yesus Kristus untuk menjembatani rekonsiliasi antara para pendosa dengan diriNya melalui kematianNya di kayu salib. Paulus melihat pelayanannya sebagai bagian dari rencana Ilahi ini. Ia melayani sebagai seorang duta bagi Kristus, memohon kepada yang lain, “berilah dirimu didamaikan dengan Allah” (ay.20).

“….ia adalah ciptaan baru: ….” (ay.17). Melalui perintah Allah yang berkuasa untuk menciptakan itu (4:6), mereka yang menerima Yesus Kristus oleh iman dijadikan ciptaan baru dimana Roh Allah memerintah (Rom.8,14; Gal.5,25; Ef.2,10). Orang percaya itu menjadi seorang yang baru diperbaharui seturut dengan citra Allah, ikut merasakan kemuliaanNya (3:18). Dengan pengetahuan dan pengertian yang dibaharui dan hidup dalam kekudusan.

“…mendamaikan kita dengan diriNya ..” (Ay.18). Pendamaian merupakan satu segi dari karya penebusan Kristus, pemulihan orang yang berdosa kepada persekutuan dengan Allah. Mengapa? Ada beberapa alasan. Pertama, Dosa  dan pemberontakan umat manusia telah mengakibatkan permusuhan terhadap Allah dan pengasingan dariNya. (Ef.2,3; Kol.1,21). Pemberontakan ini mendatangkan murka dan hukuman Allah. (Rom.1,18;24-32). Kedua, Melalui kematian Kristus yang menebus, Allah telah menyingkirkan penghalang dosa dan membuka suatu jalan bagi orang yang berdosa untuk kembali kepada Allah (Rom.3,25, Ef.2,15-16). Ketiga, Pendamaian itu berlaku bagi setiap orang melalui pertobatan pribadinya dan imannya dalam Kristus (Mat.3,2; Rom.3,22). Keempat, Gereja telah dikaruniai pelayanan pendamaian yang memanggil seluruh umat untuk diperdamaikan kepada Allah.

“Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuatNya menjadi dosa …” (Ay.21). Alkitab sama sekali tidak menyatakan bahwa Kristus telah benar-benar menjadi seorang “berdosa”, sebab Dia tetap menjadi Anak Domba Allah yang tidak bercela. Tetapi Kristus telah mengambil dosa kita atas diriNya sendiri dan Allah Bapa menjadikanNya sasaran hukuman Allah Bapa ketika Kristus menjadi korban karena dosa kita di atas kayu salib (Yes.53:10). Pada waktu mengambil alih hukuman kita itu, Yesus telah memungkinkan Allah secara adil mengampuni orang yang berdosa.

“…supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah”. (Ay.21). Khusus untuk pernyataan ini ada beberapa catatan: (1). Kebenaran yang disebut dalam ayat ini tidak menunjuk kepada suatu kebenaran secara hukum, tetapi kepada kebenaran yang nyata dalam kehidupan sehari-hari sebagai sebagai ciptaan baru, yaitu kepada watak dan keadaan moral mereka yang didasarkan pada dan mengalir dalam iman mereka dalam Kristus. Seluruh konteks dalam bagian ini (ay.14-21) berkaitan dengan cara orang percaya yang hidup bagi Kristus, dikendalikan oleh ‘kasih Kristus’, menjadi suatu ciptaan baru dan yang menggenapkan pelayanan pendamaian sebagai wakil Allah dan kebenarannya dalam dunia ini. (2). Kebenaran Allah dinyatakan dan dialami oleh orang percaya dalam dunia ini dengan cara tetap tinggal di dalam Kristus. Hanya selama kita hidup dalam persekutuan dengan Kristus kita akan menjadi kebenaran Allah (Yoh.14,4-5).

Dari keterangan di atas, kini saatnya kita menyimpulkan dan membuat perenungan atas nas ini. Allah mempunyai pintu perdamaian bagi kita. Atas inisiatif-Nya dan karena kasih-Nya yang tak terbatas, Allah memulihkan hubungan yang rusak dengan manusia lewat kematian Kristus di kayu salib. Kita pernah jauh dari Allah, tetapi dalam belas kasih-Nya, Dia tidak meninggalkan kita. Dia menawarkan perdamaian dengan-Nya“ dengan tidak memper-hitungkan pelanggaran mereka”. Tuntutan keadilan terpenuhi ketika “[Yesus] yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah”. Setelah kita menerima uluran tangan perdamaian Allah, kita diberi tugas penting untuk membawa pesan perdamaian tersebut kepada orang lain. Kini kita mewakili Allah yang ajaib dan penuh kasih, yang menawarkan pengampunan dan pemulihan penuh kepada setiap orang yang percaya.

  1. Diskusi:
  2. Pernah mengalami putus hubungan dengan orang yang kita cintai? Bisakah digambarkan bagaimana rasanya putus hubungan?
  3. Nas saat ini menyampaikan pesan rekonsiliasi atau pendamaian kepada kita, menurutmu apa yang bisa kita lakukan untuk menindaklanjuti pesan pendamaian tersebut? Sebutkan.
  4. Bernyanyi KJ.424,1+3 “Yesus Menginginkan Daku”
  5. Doa syafaat
  6. Bernyanyi KJ.427,1-2 “Ku Suka menuturkan”
  7. Doa Bapa Kami

LITURGI PARTANGIANGAN KELUARGA 01 JULI 2020

Bernyanyi BE.453:3-4 “Sada Goar na Umuli”

♫   Sipalua do goarMu, saut malua tondingki. Nasa rante ni sibolis ingkon sega baenon nii. goarMi, Tuhanki, holan i do endengki, goarMi, Jesuski do pamalum rohangki.

♫   Sai endehon ma goarNa, burju hatindangkon i, Paima sahat hita sogot lao sumomba Tuhan i. . goarMi, Tuhanki, holan i do endengki, goarMi, Jesuski do pamalum rohangki.

Votum – Introitus – Doa (P- Pemimpin; K-Keluarga; S- Semua)

P-  Di dalam nama Allah Bapa, dan nama AnakNya Tuhan Yesus Kristus dan nama Roh Kudus, yang menciptakan langit dan bumi.

K- Amin

P-  Bergembiralah karena Tuhan; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu. Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah kepadaNya dan Ia akan bertindak.

K- Berdiam dirilah dihadapan Tuhan dan nantikan Dia. Percayalah kepada Tuhan dan lakukanlah yang baik, sebab Tuhan mencintai hukum dan Ia Tidak meninggalkan orang-orang yang dikasihiNya

P-  Marilah Kita berdoa! Ya Tuhan Allah! Kasihanilah kami, karena kami tidak dapat berbuat sesuatu apapun kalau Tuhan tidak bersama dengan kami. Berilah hal-hal yang rohani bagi kami supaya kami dapat melakukan kehendakMu. Sertailah kami supaya kami bersama dengan Tuhan melalui FirmanMu, oleh karena AnakMu Tuhan Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.

Bernyanyi BE.123:1+3 “Ale Dongan na Saroha”

♫  Ale dongan na saroha Manjalahi dame i Dompak Jesus tapasada Holong ni rohanta i Ai Ibana do ulunta Hita do ruasNa i. Tuhan Jesus do gurunta Hita siseanNa i.

♫  Sai pasada ale Tuhan Angka na porsea i Asa masihaholongan Songon na pinatikMi Dibagasan hasintongan I do pinangidoMi Sai padomu angka dongan Na tutu sinondangMi.

Pembacaan Alkitab ROMA 15:7-13 dan Keterangan

P–   Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah.

K-   Yang aku maksudkan ialah, bahwa oleh karena kebenaran Allah Kristus telah menjadi pelayan orang-orang bersunat untuk mengokohkan janji yang telah diberikan-Nya kepada nenek moyang kita,

P-   dan untuk memungkinkan bangsa-bangsa, supaya mereka memuliakan Allah karena rahmat-Nya, seperti ada tertulis: “Sebab itu aku akan memuliakan Engkau di antara bangsa-bangsa dan menyanyikan mazmur bagi nama-Mu.”

K-   Dan selanjutnya: “Bersukacitalah, hai bangsa-bangsa, dengan umat-Nya.”

P-   Dan lagi: “Pujilah Tuhan, hai kamu semua bangsa-bangsa, dan biarlah segala suku bangsa memuji Dia.”

K-   Dan selanjutnya kata Yesaya: “Taruk dari pangkal Isai akan terbit, dan Ia akan bangkit untuk memerintah bangsa-bangsa, dan kepada-Nyalah bangsa-bangsa akan menaruh harapan.”

P-   Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan.

K-   Saudara-saudaraku, aku sendiri memang yakin tentang kamu, bahwa kamu juga telah penuh dengan kebaikan dan dengan segala pengetahuan dan sanggup untuk saling menasihati.

P-   Namun, karena kasih karunia yang telah dianugerahkan Allah kepadaku, aku di sana sini dengan agak berani telah menulis kepadamu untuk mengingatkan kamu

“PERLUNYA ORANG KRISTEN SALING MENERIMA”

Jemaat Tuhan Terkasih,

Kekristenan bertumbuh begitu hebat di kota Roma. Orang-orang Kristen disana begitu menyadari panggilan mereka sebagai orang yang telah dikhususkan. Namun di dalam pertumbuhan itu muncul masalah yang cukup tajam yaitu perbedaan Yahudi dengan non-Yahudi, dan orang bersunat dengan tak bersunat. Selain itu kekristenan juga menghadapi tantangan yang sangat berat dari pemerintah Romawi. Dalam situasi itulah, Paulus menekankan kepada mereka pentingnya kerukunan, dimana mereka boleh saling menerima. Paulus menegaskan agar kerukunan itu dimulai dari hidup persekutuan orang-orang percaya. Hidup di dalam kerukunan akan memberikan sukacita dan damai sejahtera bagi kehidupan manusia.

Jemaat yang Terkasih

Satu hati dan satu suara memiliki standar, dimana seluruh tindakan adalah untuk kemuliaan Allah. Karena itu, yang mendasar dalam memuliakan Tuhan adalah dimana setiap orang boleh saling menerima. Kristus telah melakukan itu dengan menerima setiap orang, bahkan sekalipun orang itu berdosa. Kristus mengampuni setiap orang yang berkenan datang kepadaNya yang menjadi kemuliaan bagi Tuhan. Semuanya menjadi satu di dalam penebusan Kristus, tidak ada lagi orang bersunat dan tak bersunat, yang kuat dan lemah, tetapi semua bersatu dalam memuliakan Tuhan. Setiap orang memang memiliki kekurangan tetapi hendaklah saling menerima. Orang yang belum dapat menerima orang lain, berarti orang itu belum mengimani kematian Kristus sebagai penebusan dosanya. Kesatuan di dalam persekutuan Tuhan bukan berdasarkan demokrasi tetapi saling menerima. Itulah satu hati dan satu suara dalam memuliakan Tuhan. Kesatuan di dalam Kristus akan menjadi teladan terhadap sekitarnya. Keteladanan itu akan membuat bangsa atau orang lain terpanggil untuk memuliakan Tuhan. Adalah tugas setiap orang percaya untuk membawa jiwa memuji dan memuliakan Tuhan. Bukan hanya manusia yang telah bergabung dalam komunitas Kristus tetapi hendaklah semua memuji Tuhan. Sikap menjadi sebuah teladan yang tepat untuk menyatakan kabar baik bagi setiap orang. Tuhan memang menciptakan kita dengan berbagai perbedaan; asal daerah, profesi, tingkat ekonomi, bentuk badan, hobi, suku, marga, kulit, status. Tetapi Kristus tidak menghendaki perbedaan itu memisahkan yang satu dengan yang lain. Perbedaan justru menjadi sebuah keindahan di dalam hidup manusia bila kita memahami maksud Tuhan. Jika perbedaan itu kita gunakan untuk kemuliaan Tuhan maka hidup itu menjadi indah.

Jemaat yang Terkasih,

Sebagai anggota jemaat Tuhan, kita harus berusaha untuk menciptakan kerukunan satu sama lain, supaya gereja tetap kuat dan kokoh.  Meski memiliki latar belakang yang berbeda-beda  kita adalah satu, “…sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh,”  (1Kor.12:12).  Jadi kita harus menerima dan memperlakukan orang lain sebagai saudara, sebagaimana Kristus telah menerima dan melayani jiwa-jiwa tanpa pandang bulu,  “supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan. Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita.”  (1 Korintus 12:25-26).  Keadaan ini tidak akan menjadi kenyataan bila kita tidak menjadikan Kristus sebagai satu-satunya teladan dalam hidup ini.  Kita tidak mungkin dapat memiliki hubungan yang baik dengan orang lain apabila hubungan kita dengan Tuhan juga tidak baik. Amin.

Bernyanyi BE.650:1+8 “Dipasada HolongNa i”

  Dipasada holongNa i, saluhut na porsea i. Na tarjou tu sada panghirimon i, songon daging ni Kristus i.

♫    Rap masiurupan ma, di bagasan holongNa i. Taradoti hasadaon ni Tondi i, pinadomu ni dame i

 Doa Syafaat.

Bernyanyi BE.658:1-2 “Tu Portibi on na Rundut” (Persembahan)

♫   Tu portibi on na rundut borhat ma ho. Galak bahen palitomu sai dungo ho. Boan sondang tu na holom mangurupi na mardangol. I do barita na uli ni Kristus i

♫     Taradoti hasadaon ni ruas i. Talului birubiru na mago i. Hata ni Tuhan Jahowa do pasada houm nang hata. Sian sude partingkian tu Debata

Doa Persembahan – Doa Bapa Kami – Amin, Amin, Amin

P-  Ya Allah, Bapa Kami yang di Surga, kami mengaku bahwa Tuhan adalah sumber dari segala karunia yang melimpah dalam kehidupan kami. Di akhir ibadah ini kami menyerahkan persembahan kami sebagai persembahan kepada Tuhan. Terimalah dan berkatilah agar dapat dipergunakan untuk pekerjaan dan pelayanan kerajaan Tuhan di dunia ini. Bukalah hati kami mengenal betapa banyak berkat dan karun ia yang kami peroleh dari Tuhan, supaya kami senantiasa bersyukur kepadaMu di dalam nama Yesus Kristus Tuhan kami. Amin. Secara bersama mari mengucapkan Doa Bapa Kami ….

S-   Menyanyikan: Amin, Amin, Amin.

LITURGI PARTANGIANGAN KELUARGA, 17 JUNI 2020

Bernyanyi BE.569: 569:1-2 “O Debata Tung Longang Do Rohangku”

♫  O Debata tung longang do rohangku, Molo hubereng na tinompaMi. Saluhut bintang, hilap dohot ronggur, Manghatindanghon hasangaponMi. Marende au Tuhan mamuji Ho, O Debata, sangap do Ho. Marende au Tuhan mamuji Ho. O Debata, sangap do Ho

♫  Di ladang di adaran dohot tombak. Marende pidong tung mansai sonang. Punsu ni dolok, sunge dohot rura, Mamaritahon sangapMi Tuhan. Marende au Tuhan mamuji Ho, O Debata, sangap do Ho. Marende au Tuhan mamuji Ho, O Debata, sangap do Ho

Votum – Introitus – Doa (P- Pemimpin; K-Keluarga; S- Semua)

P-  Di dalam nama Allah Bapa, dan nama AnakNya Tuhan Yesus Kristus dan nama Roh Kudus, yang menciptakan langit dan bumi.

K- Amin

P-  Demikian Firman Tuhan Allah: “ …orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya; tetapi tidak ada damai sejahtera bagi orang-orang fasik!” Marilah Kita Berdoa: Ya Tuhan Allah yang Maha Kuasa! Berikanlah bagi kami iman yang benar, yang tumbuh dan kuat.Berikanlah bagi kami pengharapan yang hidup supaya kami bersukacita melakukan kehendakMu. Dengarkanlah doa kami ini di dalam nama AnakMu, Tuhan Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin

Bernyanyi BE.192:2-3 “O Tuhan Jesus, Raja ni Sudena”

♫  Tombak denggan do, Hauma pe denggan do. Na rumatarata i. Jesus dumenggan, Jesus gumodang, Sibaen las ni rohanta i

♫  Bulan tiur do, Bintang pe torang do, Nang mataniari pe. Jesus tumiur
Jesus tumorang, Sumurung sian i sude.

Pembacaan Alkitab WAHYU 7:1-3 dan Renungan

P–   Kemudian dari pada itu aku melihat empat malaikat berdiri pada keempat penjuru bumi dan mereka menahan keempat angin bumi, supaya jangan ada angin bertiup di darat, atau di laut atau di pohon-pohon.

K–   Dan aku melihat seorang malaikat lain muncul dari tempat matahari terbit. Ia membawa meterai Allah yang hidup; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada keempat malaikat yang ditugaskan untuk merusakkan bumi dan laut,

P-    katanya: “Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!”

“ORANG KRISTEN DAN LINGKUNGAN HIDUP”

 Jemaat Tuhan yang terkasih,

Wahyu kepada Yohanes ini ditulis pada masa-masa orang-orang Kristen ditekan dan dianiaya karena percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan. Maksud utama penulisnya ialah untuk memberi harapan serta semangat kepada para pembacanya, dan juga untuk mendorong mereka supaya tetap percaya pada waktu dianiaya dan di tekan. Kitab Wahyu datang kepada Yohanes dibawah inspirasi ilahi melalui serangkaian penglihatan. Meskipun orang percaya mengalami penganiayaan, Yohanes menegaskan bahwa Allah Yang Maha Kuasa akan menggenapi janji-janjiNya dan melaksanakan tujuanNya dalam sejarah. Yesus Kristus akan menang atas kuasa-kuasa Setan, dan Dia akan memerintah selamanya sebagai Raja di atas segala raja dan Tuhan atas segala tuan.

Jemaat Tuhan Terkasih,

Nas renungan saat ini berisikan Empat orang Malaikat berdiri pada keempat penjuru bumi. Keempat malaikat ini mendapat kuasa untuk merusak darat, laut dan pohon-pohon. Kemudian muncul malaikat lain dari sebelah Timur dan membawa segel dari Allah yang hidup. Dengan suara keras malaikat itu memanggil keempat malaikat yang sudah mendapat kuasa dari Allah itu, Dia mengatakan jangan dulu merusakkan darat dan laut, ataupun pohon-pohon jikalau belum memberi tanda segel di dahi hamba-hamba Allah. Pesan malaikat inilah yang mejadi pesan kepada kita saat ini. Kita diajak kembali memahami dan menyadari keberadaan kita dan ciptaan Tuhan yang lain yang kita sebut dengan lingkungan hidup. Sesungguhnya sebagai orang Kristen kita mempercayai dan menyaksikan Allah yang menciptakan manusia dengan tempat tinggalnya dan tempatnya bekerja di dunia ini (Kej.2:5-15). Dialah yang memiliki semua yang diciptakanNya. Tempat manusia bekerja adalah daratan, laut dan langit/ruang angkasa. Allah memberikan kuasa kepada manusia untuk memelihara dunia ini dengan tanggung jawab penuh. Dipihak yang lain, kita juga harus memahami bahwa Karya Yesus Kristus adalah membebaskan manusia, segala ciptaan dan juga dunia ini (Kol.1:15-20; Roma 8:19-33). Apa yang kita pahami dan ketahui dari kedua hal ini? Kita menyaksikan tanggungjawab manusia untuk melestarikan semua ciptaan Allah supaya manusia itu dapat bekerja, sehat dan sejahtera (Mazmur 8:4-10). Karenanya sudah seharusnya kita menentang setiap kegiatan yang merusak lingkungan, seperti membakar dan menebang pohon di hutan atau hutan belantara (Ulangan 5:20; 19-20). Kita seharusnya menentang setiap usaha yang mencemari air dan udara, juga air limbah yang mengandung racun dari pabrik-pabrik, karena tidak memedulikan saluran air limbah dan pencemaran udara, sehingga merusak air minum dan pernafasan manusia (Bnd.Maz.104:1-23; Wahyu 22:1-2).

Jemaat Tuhan Terkasih,

Pada prinsipnya setiap kita sudah diberikan apa yang kita inginkan. Segala sesuatu sudah ada dan kita hanya bisa untuk menggunakannya. Tuhan telah memberikan itu semua kepada kita supaya kita bisa menggunakan dengan penuh tanggung jawab dan kewajiban kita adalah menjaganya. Dalam hubungannya dengan ekologis, saya berpikir bahwa alam ini sudah diberikan kepada manusia secara cuma-cuma, semuanya seolah-olah menjadi milik kita manusia. Oleh karena itu sudah selayaknya kita menjaga dan melestarikannya sebagai wujud dari tanggung jawab kita atas alam ciptaan. Tanggung jawab manusia terhadap alam dapat dikatakan juga sebagai bentuk wujud solidaritas manusia terhadap kosmis, manusia di dorong untuk mengambil sebuah kebijakan yang pro terhadap alam, pro terhadap lingkungan, dengan demikian kita menentang setiap tindakan yang menyakiti binatang tertentu atau memusnahkan species tertentu. Bertolak dari pernyataan tersebut kita harus merefleksikan bahwa karena kita dan seluruh alam ciptaan adalah hasil karya Allah, hendaknya kita juga menjadi seperti Allah yang adalah kasih itu. Allah telah menciptakan seluruh alam semesta dan akhirnya dia menciptakan kita menurut gambar dan rupaNya sendiri (bdk Kej 1: 26-27). kiranya ini yang harus kita pegang jika kita benar-benar ingin melihat alam itu sebagai sesama yang diciptakan sama oleh Allah, dan kelebihan manusia adalah dia diciptakan seturut gambar dan rupa Allah.

Jemaat Tuhan Terkasih,

Persoalan tentang lingkungan hidup adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan kita. Karena ada hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi. Alam akan menjaga kita jika kita juga berbuat yang baik terhadap alam, demikianpun sebaliknya, kita harus bertanggung jawab dan menggunakan alam itu dengan sebaik mungkin. Letak persoalan yang terjadi pada saat ini dengan berbagai macam bencana alam yang melanda kehidupan manusia adalah karena ulah manusia itu sendiri. Manusia kurang menggunakan alam yang ada dengan sebaik mungkin. Maka perlulah menjaga keutuhan ciptaan, dan perlu adanya suatu pertobatan ekologis. Pertobatan ekologis bukan hanya kesadaran pentingnya lingkungan hidup bagi manusia, tetapi karena lingkungan hidup adalah saudara kita. Untuk itu pula perlunya pembaharuan diri untuk menjaga dan mencintai alam sebab alam merupakan sarana bagi kita untuk memuliakan Allah. Dengan mencintai alam, manusia menjadi semakin kaya dan semakin merealisasikan dirinya sebagai pribadi ekologis. Manusia semakin berkembang bersama alam, dengan segala watak dan kepribadiannya yang tenang, damai, penuh kasih sayang dan wawasan manusia akan semakin luas seluas alam. Amin.

Bernyanyi BE.783:1-2 “Tuhan Sitompa Saluhut”

   Tuhan sitompa saluhut, Ho do na marmulia i. Ndang na tarasam saluhut nilehonMi.

♫    Patar do asi rohaMi di sinondang ni ari i. Di gogo ni hauma i, nilehonMi.

Doa Syafaat.

Bernyanyi BE.565:2+4 “Las Rohangku Lao Mamuji” (Persembahan)

♫   Sude jadijadianMu, laut, tano, langit i. Angka bintang dohot bulan nang mataniari i. Hauma, ladang, nang harangan, rura dohot dolok i. Saluhutna mangendehon sangap di Tuhanta i

♫   Rap ma hita mangendehon, sangap di GoarNa i. Tapangiar soaranta lao mamuji Tuhan i. Sun do holong ni rohaNa na so marnamontok i
I do pasadahon hita salelenglelengna i.

Doa Persembahan – Doa Bapa Kami – Amin, Amin, Amin

P-  Ya Allah, Bapa Kami yang di Surga, kami mengaku bahwa Tuhan adalah sumber dari segala karunia yang melimpah dalam kehidupan kami. Di akhir ibadah ini kami menyerahkan persembahan kami sebagai persembahan kepada Tuhan. Terimalah dan berkatilah agar dapat dipergunakan untuk pekerjaan dan pelayanan kerajaan Tuhan di dunia. Bukalah hati kami mengenal betapa banyak berkat dan karunia yang kami peroleh dari Tuhan, supaya kami senantiasa bersyukur kepadaMu di dalam nama Yesus Kristus Tuhan kami. Amin. Secara bersama mari mengucapkan Doa Bapa Kami ….

S-   Menyanyikan: Amin, Amin, Amin.

LITURGI PARTANGIANGAN KELUARGA, 24 JUNI 2020

Bernyanyi BE.9:1+3 “Hupuji Holong ni RohaMu”

♫  Hupuji holong ni rohaMu. O Tuhan Jesus Rajangki. Tu Ho hulehon ma tondingku Ai i do pinangidoMi. Huhalupahon ma diringku, Mamingkir holong ni rohaMu

♫  Huhilala ingkon martuhan, Ingkon mangolu au di Ho. Ndang jumpang au be hangoluan, Aut unang dipatupa Ho. Sai Ho do paradiananhu, Sai gok di Ho nama langkangku.

Votum – Introitus – Doa (P- Pemimpin; K-Keluarga; S- Semua)

P-  Di dalam nama Allah Bapa, dan nama AnakNya Tuhan Yesus Kristus dan nama Roh Kudus, yang menciptakan langit dan bumi.

K- Amin

P-  Dari jauh Tuhan menampakkan diri kepadanya: Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setiaKu kepadamu. Marilah Kita Berdoa: Ya Tuhan Allah, Bapa kami yang di surga! Berilah kepada kami hati yang kudus, pikiran yang baik dan jiwa yang sungguh melakukan pekerjaan yang baik. Berilah kami damai agar kami merasa aman dan tenteram di dalam perlindunganMu. Kiranya kami senantiasa berpegang pada firmanMu dalam hidup rumah tangga dan keluarga kami. Jaga dan kuatkanlah kami di dalam Yesus Kristus Tuhan Kami, Amin.

Bernyanyi BE.723:1-2 “Tu JoloM o Tuhan”

♫  Tu joloM O Tuhan sahat ma diringkon, Pangke ma au hombar tu lomoM. Molo ndang Ho Tuhan maringanan di au, diringkon ndang mararga be i. (Ref.) Tung pogos pe dison manang sonang tahe, marsigantung tu Ho sasude. Holan Ho huihuthon ndang be diringkon, togutogu ma tu na ture.

♫  Tu joloM O Tuhan sai gara rohangkon. Tung unduk do mangoloi Ho. TondiMi ma tongtong margogoihon au on, mangulahon lomo ni rohaM. (Ref.) Tung pogos pe dison …

Pembacaan Alkitab KIDUNG AGUNG 8:5-7 dan Keterangan

P–   Siapakah dia yang muncul dari padang gurun, yang bersandar pada kekasihnya? — Di bawah pohon apel kubangunkan engkau, di sanalah ibumu telah mengandung engkau, di sanalah ia mengandung dan melahirkan engkau.

K-   Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN!

P–   Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya. Sekalipun orang memberi segala harta benda rumahnya untuk cinta, namun ia pasti akan dihina.

“MEMBANGUN KELUARGA BAHAGIA”

Jemaat Tuhan yang terkasih,

Menurut data Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kementrian Agama tahun 2011 tingkat perceraian di Indonesia tiap tahun selalu meningkat. Menurut data terakhir, angkanya mencapai 10%, artinya, 1 dari 10 pasangan berakhir cerai. Tanpa melihat data statistik pun sepertinya kita tidak heran dengan fakta ini. Berita cerai kini makin sering masuk ke ruang keluarga. Jika diuraikan lebih rinci, penyebab utama perceraian (51%) adalah masalah ekonomi, seperti suami lari dari tanggungjawab. Penyebab kedua (32%) adalah ketidakharmonisan – perselisihan yang terus menerus dan tidak bisa didamaikan lagi. Penyebab ketiga (11%) masalah orang ketiga, selingkuh dan cemburu. Selebihnya adalah masalah-masalah kecil yang persentasenya tidak begitu banyak. Pernikahan di antara orang Kristen pun tidak sedikit yang mengalami permasalahan dalam rumah tangga yang kemudian berujung kepada perceraian. Walaupun di pihak lain gereja tidak merestui perceraian tersebut, namun banyak keluarga Kristen yang telah pisah rumah dan bahkan cerai secara diam-diam.  Dengan kenyataan tersebut di atas, orang Kristen harus lebih berjuang dan sungguh-sungguh dalam membina keluarga bahagia dan nas renungan saat ini merupakan awalan yang baik untuk sampai kepada keluarga bahagia.

Jemaat Tuhan Terkasih,

Kitab Kidung Agung berbicara tentang Cinta Kasih. Ditulis oleh Raja Salomo. Beliau memiliki bakat dan nilai seni yang sangat kuat. Menggunakan gaya bahasa, puisi dan sajak yang indah pada saat itu. Salomo juga telah menggubah 3000 Amsal dan membuat 1005 nyanyian (I Raj. 4: 32). Inti berita kitab ini adalah cinta kasih yang sejati antara laki-laki dan perempuan. Salomo dengan Gadis Sulam yang hitam manis (1:5). Ada tafsiran yang mengatakan: mulanya gadis tersebut adalah pegawainya, gadis desa yang sederhana. Tetapi pada akhirnya menjadi istri Salomo. Salomo mengungkapkan/ menyakinkan cintanya pada gadis itu dengan saling memuji menyatakan kerinduan dan cinta. Inilah yang menjadi latar belakang kalimat: CINTA KUAT SEPERTI MAUT (8: 6). Nas ini mengungkapkan cinta yang dijunjung begitu rupa, diletakkan dan diekpresikan dari hati dengan kalimat: “Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu…. Kegairahan gigih seperti dunia orang mati…” (ay. 6). Penggunaan kata “meterai” mengandung pengertian tentang kepemilikan yang sah. Cinta yang telah dimiliki tidak dapat dibeli atau ditukar dengan apapun.

Jemaat yang Terkasih,

Cinta adalah dasar sebuah relasi. Cinta bukan sebuah teori atau pemanis karena terdapat unsur kepemilikan, hanya maut yang dapat memisahkan, karena itu harus dijaga dalam kekudusan. Cinta mudah disebutkan tetapi bukan sesuatu yang mudah untuk dilakukan. Bahkan Salomo pun yang begitu cakap menuliskan puisi indah tentang cinta, pada akhirnya gagal melakukan puisi cintanya itu. Tentunya, ini menjadi peringatan keras bagi kita semua. Namun ada teladan sebuah Cinta sejati yang paling tepat untuk menggambarkan kalimat “CINTA KUAT SEPERTI MAUT” yaitu cinta kasih TuhanYesus yang telah mengorbankan diriNya di atas kayu salib. Itulah sumber cinta yang kekal dan abadi. Cinta kasih yang sungguh rela berkorban demi yang dicintai. Cinta yang tulus iklhas, tidak pamrih dan tak pernah ingkar, cinta kasih yang kudus. Cinta sejati yang selalu memberi makna dalam setiap kehidupan yang dicintai. Demikianlah Allah mencintai manusia dengan“Tak berkesudahan kasih setia TUHAN,tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!”(Ratapan 3: 22-23). Melalui Firman Tuhan saat ini, biarlah cinta kasih Tuhan yang sejati mendasari dan menjadi sumber cinta kita kepada pasangan kita, keluarga kita, juga kepada sesama manusia. Cinta Tuhan yang mempunyai kekuatan luar biasa. Cinta yang rela berkorban, tulus ikhlas, tidak pamrih, tidak mendendam, bahkan dapat mengampuni. Mari kita temukan dan belajar dari cinta kasih Tuhan ini. Niscaya lambat laun cintaNya yang besar menguasai, mengalir dalam dan melalui kehidupan kita serta dirasakan oleh sesama. Dicintai untuk mencintai. Amin!

 Bernyanyi BE.159:3-4 “Martua Dongan Angka Na Sabagas”

   Martua na saripe, pangajari Di anakkonNa, asa tong burju. Na so marpansohotan ganup ari, tumangiangkon angka i tutu. Tu Tuhan Jesus asa sai Ibana Mamasumasu sasudena i, huhut dilehon asi ni rohaNa Manogihonsa tu lambungNa i

♫    Martua dongan, angka na sajabu Parlas ni roha di bagasan Ho.
O Jesus na ringkot mamasumasu angka na holong roha i di Ho
Martua ma tutu sude nasida Nang di na songgop hasusaan pe.
Ai sai diapul Ho rohanasida Paima ditogu Ho tu jabuMi.

Doa Syafaat.

Bernyanyi BE.792:4 “Pasupasu Hami O Tuhan” (Persembahan)

♫   (Ref.) Pasu-pasu hami o Tuhan sai usehon dameM i, Sai ampehon tanganMi Tuhan, lehon tu au gogoM i. Di portibi on, baen ma au Tuhan, siradoti haholongon. Togutogu ma hami on Tuhan, marparange na denggan. (Kembali ke Ref.)

Doa Persembahan – Doa Bapa Kami – Amin, Amin, Amin

P-  Ya Allah, Bapa Kami yang di Surga, kami mengaku bahwa Tuhan adalah sumber dari segala karunia yang melimpah dalam kehidupan kami. Di akhir ibadah ini kami menyerahkan persembahan kami sebagai persembahan kepada Tuhan. Terimalah dan berkatilah agar dapat dipergunakan untuk pekerjaan dan pelayanan kerajaan Tuhan di dunia. Bukalah hati kami mengenal betapa banyak berkat dan karunia yang kami peroleh dari Tuhan, supaya kami senantiasa bersyukur kepadaMu di dalam nama Yesus Kristus Tuhan kami. Amin. Secara bersama mari mengucapkan Doa Bapa Kami ….

S-   Menyanyikan: Amin, Amin, Amin.

LITURGI IBADAH MINGGU TRINITATIS DI RUMAH, 7 JUNI 2020

BERNYANYI BE.648:1-2 “SANGAP DI DEBATA AMA”

 Sangap di Debata Ama, sangap di AnakNa i, Nang di Tondi Porbadia Debata na songkal i, Haleluya puji Tuhan salelenglelengna i.

♫   Puji Raja siparholong Sipalua jolma i. Na patauhon hita bongot tu harajaonNa i. Haleluya puji Tuhan Raja na tarsilang i.

VOTUM – INTROITUS – DOA

P– Di dalam Nama Allah Bapa, dan Nama AnakNya Tuhan Yesus Kristus, dan Nama Roh Kudus yang menciptakan langit dan bumi. Amin.    Sesungguhnya mata Tuhan tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setiaNya. Jiwa kita menanti-nantikan Tuhan. Dialah penolong kita dan perisai kita! Ya, karena Dia hati kita bersukacita, sebab kepada namaNya yang kudus kita percaya. Kasih setiaMu, ya Tuhan, kiranya menyertai kami, seperti kami berharap kepadaMu. Haleluya!

K- (Menyanyikan): Haleluya, Haleluya, Haleluya!

P- Marilah kita berdoa: Ya Allah kami, Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus! Kami mengucapkan terima kasih kepadaMu, karena Tuhan menjadikan, menyelamatkan dan menguduskan kami melalui kasihMu. Jagailah kami dari mara bahaya dan pencobaan, hiburlah kami pada waktu kesusahan, bantulah kami kalau jatuh. Pimpinlah kami di akhir hidup kami agar kami masuk ke dalam kerajaanMu. Di sanalah kami memuji Tuhan dalam hati dan perkataan yan baharu. Amin.

BERNYANYI BE.10:1 HUPUJI HUPASANGAP HO

♫  Hupuji hupasangap Ho Amang pardenggan basa. Ai jadijadianMu do sude angka na masa. Ditompa Ho do sasude Dagingku ro di tondi pe Pinuji ma goarMu

PEMBACAAN HUKUM TUHAN

P-    Hukum Tuhan yang ditetapkan untuk kita pada Minggu Trinitatis ini tertulis dalam 3 Johannes  1:11. Saudaraku yang kekasih, janganlah meniru yang jahat, melainkan yang baik. Barangsiapa berbuat baik, ia berasal dari Allah, tetapi barangsiapa berbuat jahat, ia tidak pernah melihat Allah.

Marilah kita bersama-sama berdoa memohon kekuatan dari Tuhan kita.

K-   Ya Tuhan Allah, kuatkanlah kami untuk melakukan yang sesuai dengan hukumMu. Amin.

BERNYANYI: BE.114:1 ALE JAHOWA DEBATA

♫   Ale Jahowa Debata Sai tatap hami on. Ai masiboan dosana be do hami tu joloM. Asi rohaM di hami be Sai sesa dosa i sude. Marhite Jesus AnakMi Na mate di hau silang i. Di Golgata Di dolok Golgata

doa permohonan dan janji allah:

P- Ya Tuhan, Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus! Engkau kudus dan seluruh bumi penuh kemuliaanMu. Terpuji dan dimuliakanlah Engkau sampai selama-lamanya, oleh karena kami dan seluruh gerejaMu telah menerima pengasihanMu. Kami penuh sukacita karena Engkau telah memperlihatkan dan menyatakan diriMu, kasih dan pengasihanMu, kelapangan hatiMu, keampunan dosa, kehidupan yang kekal, harta surgawi serta penghukumanMu kelak. Semuanya itu tidak ternilai, karena yang tidak pernah dipahami manusia, Engkau ungkapkan kepada kami; yang belum pernah dilihat manusia, Engkau nyatakan kepada kami; yang tidak pernah dirindukan manusia , Engkau anugerahkan kepada kami, yang tidak dapat diberikan dunia ini, Engkau limpahkan kepada kami. Oleh karena itu kami menyerahkan kepadaMu: Tubuh, Jiwa dan Roh dan segala yang ada pada kami. Ampunilah dosa kami oleh karena anakMu, Tuhan Yesus Kristus, Tuhan kami.

K- Ya Tuhan, Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus! Ampunilah dosa kami.

P- Ya Tuhan, Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus! Kami berterima kasih atas pengasihanMu yang telah menjadikan kami, menurut gambar dan rupaMu untuk berkuasa atas segala ciptaanMu. Engkau memberkati kami beranakcucu, memenuhi bumi dan kami hidup dari ciptaanMu. Tetapi Tuhan, kami sering tidak bersyukur atas apa yang telah Engkau perbuat dalam hidup kami, kami tidak memelihara ciptaanMu, kami hanya mementingkan diri kami sendiri. Sehingga ciptaanMu tidak menjadi berkat bagi kami, sebaliknya menjadi sumber malapetaka bagi kami. Terjadilah banjir dan longsor, hutan semakin habis, air dan sungai menjadi kotor, laut dan udara sudah tercemar. Kasihanilah kami dan biarlah kami semakin sadar dan mau menjaga dan merawat bumi ini sehingga Engkau termulia atas segala ciptaanMu.

K- Ya Tuhan, Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus! Ampunilah dosa kami.

P-   Ya Tuhan, Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus! Pada masa sekarang ini begitu beratnya penderitaan yang kami hadapi oleh karena pandemic covid 19. Kiranya Tuhan, segeralah berlalu penderitaan ini dari hadapan kami. Hanya pengasihanMulah yang kami harapkan untu mengakhiri dan memenangkan kami menghadapi penderitaan ini. Sekarang Tuhan, sesuai dengan petunjuk pemerintah, kami akan memasuki tatanan kehidupan baru yang disebut dengan “New Normal Life”, berdamai dengan covid 19. Dengan kepasrahan kami menyampaikan ke hadapanMu, sertailah kami Tuhan, supaya tetap hati-hati dan waspada melanjutkan hidup kami. Tidak anggap remeh tetapi tetap menaati aturan yang berhubungan dengan itu supaya tidak salah langkah sehingga menyebabkan hal-hal yang tidak diinginkan. Kami percaya, kalau kami tetap di dalam doa dan mengikuti segala aturan yang ditetapkan, kami akan bersukacita menjalaninya. Engkaulah yang mendahului langkah kami dan kami akan mengikutiMu.

K-    Ya Tuhan, Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus! Kasihanilah kami.

P-    Ya Tuhan Allah Bapa kami yang Mahakuasa. Kami berseru dan memanggil namaMu karena kami susah dan gelisah mengingat segala dosa dan kejahatan kami. Kasihanilah kami orang berdosa ini. Ya Tuhan Yesus Kristus, Engkau telah datang ke dunia menjadi manusia, mati dan bangkit kembali serta naik ke surge utnuk membela dan menyelamatkan kami. Kasihani dan kuatkanlah iman kami untuk bersyukur kepadaMu. Ya Roh Kudus penghibur orang yang berduka. Sembuhkanlah segala penyakit dan penderitaan kami karena dosa. Tinggallah bersama kami agar kami senantiasa bergembira dan penuh gairah melakukan kehendakMu. Engkaulah sumber pengasihan dan pengampunan, janganlah lupakan kami. Dengarlah doa permohonan kami ini ya Allah, Bapa, Anak dan Roh Kudus. Amin.

K-   (Menyanyikan): BE.688:1,3 “TUHAN

Tuhan jotjot do marsak donganhi, ala na sala pambahenanhi, Hatangku langka nang parulanhi, jora ma au.

Nuaeng na ro do au sumomba Ho, pasahat ngolungki Tuhan tu Ho, Tuhan lehon ma roha na holong, urupi au.

P-    Janji Tuhan: Demikianlah Firman Tuhan: Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaanKu. Kemuliaan bagi Allah di tempat yang Mahatinggi!

K-    Amin.

BERNYANYI B 113:2 DEBATA SITOLUSADA”  

♫  Sai ingani ma rohangku, sai parbadiai ma au, Asa tong tutu hatangku, unang be margabus au. Sasude na na roa pe, tanggal sian au muse Ho dipuji, o Tuhanhu, hata dohot pambaenanhu.

EPISTEL:

P-    Firman Tuhan yang ditetapkan untuk kita pada minggu TRINITATIS hari ini, tertulis dalam Johannes 1 : 29 – 34. Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.

K-    Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.

P-    Dan aku sendiri pun mula-mula tidak mengenal Dia, tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada Israel.”

K-    Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya: “Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atasNya.

P-    Dan aku pun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku:

K-    Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus.

P-    Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah.” Demikian Firman Tuhan. Berbahagialah yang mendengar Firman Tuhan serta memeliharanya. Amin.

BERNYANYI B 228: 5 “JESUS HAPOSANHU ”

♫  Jesus do Tuhanhu, parsigantunganhu. Jesus do ojahan, ni haporseaon. Ndada au tahutan, nang di parmaraan. Jesus do Tuhanhu, Parsigantunganhu.

PENGAKUAN IMAN:

P-    Marilah kita bersama-sama mengaku iman kepercayaan kita kepada Tuhan, seperti saudara-saudara kita se iman, di dunia ini.

J-     Aku percaya . . . .

BERNYANYI B783: 1, 6 TUHAN SITOMPA SALUHUT

♫   Tuhan Sitompa saluhut, Ho do na marmulia i, Ndang na tarasam saluhut nilehonMi.

Ndang tarbalos burjuMi disesa Ho do dosa i, Togu do pangkirimon i nilehonMi.

DOA SYAFAAT

BERNYANYI B28: 1 “HATA NI JAHOWA”

♫  Hata ni Jahowa sipadame jolma hangoluan i. Halalas ni roha siapuli roha ni na marsak i. Gogo ni Debatangki paluahon na porsea sian nasa jea.

KHOTBAH: KEJADIAN 1:26-31

P- Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”

K- Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

P– Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”

KBerfirmanlah Allah: “Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu.

P- Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya.” Dan jadilah demikian.

K- Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.

KEMULIAAN ALLAH ATAS CIPTAANNYA

Dalam Etika Kristen menyebutkan bahwa Pandangan kita terhadap seseorang menentukan sikap kita terhadap dia. Maksudnya jika dalam pikiran kita sudah tertanam bahwa sesuatu itu atau seseorang itu tidak baik, maka kita tidak akan mau menyentuhnya atau memujinya. Sekalipun pakaian seseorang itu bagus maka dalam mata kita akan selalu jelek. Tetapi jika dalam pandangan kita seseorang itu baik maka jelekpun pakaiannya maka dalam pandangan kita akan selalu bagus. Demikian halnya dengan pandangan kita atas ciptaan Allah yang lainnya.

Jemaat Tuhan Terkasih, Dalam Kejadian 1:26-28 kita membaca tentang penciptaan manusia; Kej 2:4-25 memberikan rincian yang lebih lengkap mengenai penciptaan dan lingkungan mereka. Kedua kisah ini saling melengkapi dan mengajarkan beberapa hal. Yakni baik laki-laki maupun perempuan diciptakan secara khusus oleh Allah, (Kej 1:27). Laki-laki dan wanita keduanya diciptakan menurut “gambar” dan “rupa” Allah. Berdasarkan gambar ini, mereka dapat menanggapi dan bersekutu dengan Allah dan secara unik mencerminkan kasih, kemuliaan dan kekudusan-Nya. Mereka harus melakukannya dengan mengenal dan menaati-Nya (Kej 2:15-17). Manusia memiliki keserupaan moral dengan Allah, karena mereka tidak berdosa dan kudus, memiliki hikmat, hati yang mengasihi dan kehendak untuk melakukan yang benar (bd. Ef 4:24). Mereka hidup dalam persekutuan pribadi dengan Allah yang meliputi ketaatan moral (Kej 2:16-17) dan hubungan yang intim. Ketika Adam dan Hawa berdosa, keserupaan moral dengan Allah ini tercemar (Kej 6:5). Dalam proses penebusan, orang percaya harus diperbaharui kepada keserupaan moral itu lagi (bd. Ef 4:22-24; Kol 3:10). Adam dan Hawa memiliki keserupaan alamiah dengan Allah. Mereka diciptakan sebagai makhluk yang berkepribadian dengan roh, pikiran, perasaan, kesadaran diri, dan kuasa untuk memilih (Kej 2:19-20; Kej 3:6-7; 9:6). Sampai batas tertentu susunan jasmaniah laki-laki dan wanita itu menurut gambar Allah. Hal ini tidak berlaku untuk hewan. Allah memberikan kepada manusia gambar yang dengannya Dia akan tampil kepada mereka (Kej 18:1-2) dan bentuk yang akan dipakai Anak-Nya kelak (Luk 1:35; Fili 2:7; Ibr 10:5). Penciptaan manusia dalam rupa Allah tidak berarti bahwa mereka adalah ilahi. Seluruh kehidupan manusia pada mulanya berasal dari Adam dan Hawa (Kej 3:20). Menjadi gambar Allah adalah menjadi wakil Allah di dunia ini. Ini bukan semata-mata privilese (kepemilikan hak-hak khusus) melainkan juga tanggung jawab. Semakin besar hak diberikan, semakin berat pula kewajibannya. Menjadi gambar Allah bukan hanya memiliki sejumlah potensi Ilahi, tetapi bagaimana mewujudkan potensi itu bagi kemuliaan Allah.

Kita dapat melihat bahwa pengaturan Allah atas manusia di sini sama sekali tidak membuka peluang untuk eksploitasi atas alam ini. Pertama, manusia diaturkan bukan untuk menjadi raja dunia melainkan mewakili Raja, Sang Pemilik dunia. Tindakan manusia merusak alam milik Allah adalah tidak berkenan bahkan berdosa di hadapan-Nya. Kedua, kerusakan alam berarti pula berkurangnya kenyamanan hidup manusia. Artinya konsekuensi penyalahgunaan kekuasaan Ilahi akan dirasakan paling berat oleh manusia sendiri. Dosa yang menyebabkan gambar Allah dalam diri manusia tidak berfungsi dengan benar. Manusia hidup bukan untuk kemuliaan Allah melainkan untuk kepentingan diri sendiri yang bersifat merusak dan menghancurkan. Hanya satu jalan untuk memperbaiki semua ini, yaitu dengan mengizinkan Allah memperbarui gambarNya di dalam diri kita oleh karya penyelamatan Yesus. Amin!

BERNYANYI B116:1–2 “DITOMPA HO DO AU” (Persembahan)

♫   Di tompa Ho do au, sondangi rohangkon; Tung basabasaMi sude na di au on. Gomgomi pamatanghu, naeng Ho do oloanhu, Sai lehon ma gogongku, lomoM naeng ulaonhu. Urupi tatap au tutu, Panompa na burju.

Tuhan Sihophop au, sai buri tondingkon. Marhite mudarMi torusi ngolungkon. Pinuji ma GoarMu, arga ma pangkophopMu, Dibaen pangalahongku, nang nasa ulaonhu. O Jesus Sipalua au, tu Ho ma au patau.

PENGUTUSAN:

U-   Marilah kita mendoakan persembahan kita: Ya Allah Bapa kami yang di sorga. Kami mengaku bahwa Tuhan adalah sumber dari segala karunia yang melimpah dalam kehidupan kami masing-masing. Sebahagian dari pada karunia itu, kami serahkan kembali sebagai persembahan kepada Tuhan. Terimalah dan berkatilah persembahan umatMu ini, agar dapat kami pergunakan untuk pekerjaan dan pelayanan kerajaan Tuhan di dunia ini. Bukalah hati kami untuk mengenal betapa banyak berkat dan karunia yang kami peroleh dari Tuhan, supaya kami senantiasa bersyukur kepadaMu di dalam Nama Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.

P-   Marilah kita berdoa Bapa Kami – Berkat – Amin, Amin, Amin.

LITURGI PARTANGIANGAN KELUARGA 3 JUNI 2020

Bernyanyi BE.648:1-2 “Sangap di Debata Ama”

♫   Sangap di Debata Ama, sangap di AnakNa i Nang di Tondi Porbadia. Debata na songkal i/ Haleluya puji Tuhan salelenglelengna i

Puji Raja siparholong Sipalua jolma i. Na patauhon hita bongot tu harajaonNa i. Haleluya puji Tuhan Raja na tarsilang i

Votum – Introitus – Doa (P- Pemimpin; K-Keluarga; S- Semua)

P-  Di dalam nama Allah Bapa, dan nama AnakNya Tuhan Yesus Kristus dan nama Roh Kudus, yang menciptakan langit dan bumi.

K- Amin

P-  Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam surga. Sebab di dalam Dia, Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita Kudus dan tak bercacat di hadapanNya.

K- Sesungguhnya mata Tuhan tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setiaNya.

P-  Jiwa kita menanti-nantikan Tuhan. Dialah penolong kita dan perisai kita! Ya, karena Dia hati kita bersukacita, sebab kepada namaNya yang kudus kita percaya. Kasih setiaMu, ya Tuhan, kiranya menyertai kami, seperti kami berharap kepadaMu. Marilah Kita Berdoa: Ya Allah kami, Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus! Kami mengucapkan terima kasih padaMu, karena Tuhan menjadikan, menyelamatkan dan menguduskan kami melalui kasihMu. Jagailah kami dari mara bahaya dan pencobaan, hiburlah kami pada waktu kesusahan, bantulah kami kalau jatuh, pimpinlah kami di akhir hidup kami agar kami masuk ke dalam kerajaanMu. Di sanalah kami memuji Tuhan dalam hati dan perkataan yang baru. Amin

Bernyanyi BE.826:1+3 “Gohi Au Tuhan”

♫  Gohi au Tuhan marhite HataMi. Gohi au Tuhan marhite HataMi, songon hudon na rumar do au Tuhan di sumurMi, Gohi au Tuhan marhite HataMi.

♫  Gohi au Tuhan marhite HataMi. Gohi au Tuhan marhite HataMi. Asa tang jala matoras au marhite HataMi. Gohi au Tuhan marhite HataMi.

Pembacaan Alkitab dan Renungan

P–   Firman Tuhan yang menjadi renungan saat ini tertulis dalam Injil YOHANES 1:29-34, mari kita membacanya dengan responsoria: Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.

K-   Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.

P–   Dan aku sendiri pun mula-mula tidak mengenal Dia, tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada Israel.”

K–   Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya: “Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya.

P–   Dan aku pun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus.

K-   Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah.”

P-   Demikian Firman Tuhan! Mari kita dengar keterangan berikut ini

“BERANI BERSAKSI”

 Jemaat Tuhan Terkasih, Menjadi saksi bagi Yesus adalah tanggung samua orang Kristen. Itu bukan pilihan tapi keharusan! Saksi adalah seseorang yang melihat atau mengetahui sesuatu terkait sebuah perkara, dan diminta untuk memberitahukannya. Menjadi saksi tidak memerlukan gelar pendidikan atau jabatan tertentu. Namun, tidak semua orang bisa menjadi saksi Yesus, melainkan hanya mereka yang telah memiliki hubungan pribadi denganNya, mengenalNya melalui firman Allah, dan juga melalui pengalaman rohaninya. Sesungguhnya setiap orang percaya telah diberi kuasa untuk bersaksi. Kita sudah diperlengkapi oleh Tuhan untuk melakukannya (Mark.16:16-18). Karena itu, pergunakanlah kuasa yang diberikan kepada kita. Saksikanlah Kristus yang berkuasa mengampuni dan menyelamatkan orang berdosa, baik melalui perkataan dan tindakan kita, sehingga mereka mengenal Tuhan dan masuk ke dalam terangNya.

Jemaat terkasih, terkait dengan kesaksian, ada hal yang cukup menarik disampaikan oleh Yohanes Pembaptis dan menjadi pegangan bagi kita sebelum kita menjadi saksi Kristus. Apakah itu? Yohanes Pembaptis adalah tokoh yang dikenal banyak orang ketika itu sebagai orang yang diutus Tuhan untuk memberi kesaksian akan terang yang sudah bersinar dalam kegelapan. Namun ia mempersaksikan bahwa ia bukan terang itu! Ia bukan Mesias, yaitu orang yang resmi diutus Tuhan kepada umatNya untuk menuntun mereka kembali kepadaNya, Ia juga bukan Elia, artinya ia bukan menjadi pertanda bahwa akhir zaman sudah diambang pintu. Inilah yang disebut KEJUJURAN! Dengan pengenalan orang banyak akan dia dan kerinduan serta harapan mereka yang besar kepadanya, bisa saja dia mengaku bahwa ia adalah Mesias itu, namun itu tidak dilakukannya! Dia justru berkata: “Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.” (Ay.30). Ketika kita membudayakan hidup jujur, sesungguhnya kita sudah menjadi saksi dari Kristus itu sendiri.

Yohanes mempersaksikan bahwa terang itu bersinar dan Ia telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atasNya. (Ay.32). Tuhan Yesus bertemu dengan dia ditempat ia sedang berkhotbah dan membaptis. Dia mengenali Tuhan Yesus dengan jelas sebagai Mesias yang telah lama dinantikan dan itulah puncak dari kesaksiannya. Pertanyaan sekarang adalah, apakah kita mengenal Yesus sebagai Mesias seperti Yohanes pembaptis mengenalNya? Apakah kita hanya sebagai pengikut dan tidak mengenalnya dengan jelas? Inilah momen yang baik bagi kita untuk mengenal Yesus lebih baik dan lebih dalam lagi. Jangan hanya sebagai follower atau pengikut saja. Dengan mengenal lebih dalam, baru kita bisa menjadi saksiNya. Dalam Injil ini, Yohanes menitikberatkan pemberian, yaitu hidup sejati dan kekal, yang diberikan Allah melalui Kristus. Pemberian itu sudah mulai di dunia, dan dapat dialami oleh orang-orang yang menerima Yesus sebagai jalan kepada Allah, sebagai yang menyatakan Allah, dan sebagai Pemberi Hidup. Dengan demikian saat ini, kita diarahkan dan diajak untuk mengalami sendiri KEBER-ADA-AN Yesus dalam hidup kita. Dimanakah Dia? Dia tidak jauh dari kita. Dia ada ditengah-tengah kita. Dia adalah Allah present (maha Hadir). Kita akan merasakan keberadaanNya dan memahamiNya dan mengenalNya dengan tuntunan dan ajaran Roh Kudus. Roh Penghibur yang sudah dijanjikanNya itu. Dan kembali kita diingatkan bahwa inilah kekuatan kita, inilah semangat baru bagi kita. Dalam menjalani kehidupan dengan beragam dinamika dan problematikanya, ingat dan sadarilah Allah kita sedang mendampingi kita. Dia memberikan kekuatan dan kemampuan baru bagi kita. Dan ketika kita merasakan keber-ada-an dan penyertaanNya dalam hidup kita, Beranilah Bersaksi atas DIA. Nyatakan dalam hatimu, Aku bangga menjadi Kristen! (I am Proud to be a Christian). Selamat Bersaksi, Tuhan Yesus memberkati. Amin.

Bernyanyi BE.519:1+3 “Tarbege Do Panjou ni Kristus”

   Tarbege do panjou ni Kristus torus di tano Batak i. Ise na sumeahon hosa. Ise manghophop dongan i? Hita sude, naeng ma rade Nang dilele da, Haposan ma di Debata

♫  Antong, ringgas ma lao mamboan barita ni Tuhanta i. Tu angka marga di na holom, asa dapotan dohot i. Hita sude, naeng ma rade
Nang dilele da, Haposan ma di Debata

 Doa Syafaat.

Bernyanyi BE.518:1+4 “Marsinondang Dibaen Jesus” (Persembahan)

♫  Marsinondang dibaen Jesus asi ni rohaNa i. Jala hita do disuru, asa tapaboa i. Tapagalak palitonta, tapatiur dalan i. Ai torop dope na lilu, sai hatop ma mulak i

♫   Dongan, so tung mintop lampu na ringkot tu dongan i. So tung mago angka jolma dibaen halembaonmi. Tapagalak palitonta, tapatiur dalan i Ai torop dope na lilu, sai hatop ma mulak i

Doa Persembahan – Doa Bapa Kami – Amin, Amin, Amin

P-  Ya Allah, Bapa Kami yang di Surga, kami mengaku bahwa Tuhan adalah sumber dari segala karunia yang melimpah dalam kehidupan kami. Di akhir ibadah ini kami menyerahkan persembahan kami sebagai persembahan kepada Tuhan. Terimalah dan berkatilah agar dapat dipergunakan untuk pekerjaan dan pelayanan kerajaan Tuhan di dunia. Bukalah hati kami mengenal betapa banyak berkat dan karunia yang kami peroleh dari Tuhan, supaya kami senantiasa bersyukur kepadaMu di dalam nama Yesus Kristus Tuhan kami. Amin.

P-   Secara bersama mari mengucapkan Doa Bapa Kami ….

S-   Menyanyikan

LITURGI PAERTANGIANGAN RABU, 27 MEI 2020

1. BERNYANYI BE. 645: 1-2 RO MA HO PARASIROHA
Ro ma Ho parasi roha sai pagirgir rohangkon Mangendehon denggan basa ni lehonMu di au on, Tiruonhu ma suruan mangendehon sangapMi, Pujionhu Ho Jahowa partanobatoanki.
Na malua do tondingku, ala hagogoonMi Pos rohangku boanonMu diringkon tu surgo i Jesus sai lului au, atik tung na lilu au Na dihophop Ho do au, na mambaen mangolu au.

2. VOTUM – INTROITUS – DOA
P : Di dalam Nama Allah Bapa, dan Nama AnakNya Tuhan Yesus Kristus, dan Nama Roh Kudus yang menciptakan langit dan bumi. Amin.
K : Demikianlah Firman Tuhan Allah: “Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu, dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.” RohKu akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapanKu dan tetap berpegang pada peraturan-peraturanKu dan melakukannya.
P : Marilah kita berdoa: Ya Tuhan Allah Bapa kami! Engkau yang mengajar dan menerangi hati orang-orang percaya melalui Roh Kudus. Bukalah mata hati kami juga dengan RohMu, agar kehidupan kami sesuai dengan kehendakMu, dan hati kami penuh damai dan sukacita, dalam Tuhan Yesus Kristus. A m i n.

3. BERNYANYI BE. 465: 1 PASUPASU LEHONONMU
Pasupasu lehononMu i do bagabagaMi Songon angka udan nene sai tu au ma netek i. Nang tu au, nang tu au, patetekkon i tu au

4. KOTBAH
P : Firman Tuhan yang menjadi Renungan untuk kita pada malam hari ini tertulis dalam Galatia 5: 16- 26. Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.
K : Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging karena keduanya bertentangan–sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.
P : Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat.
K : Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,
P : penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,
K : kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu–seperti yang telah kubuat dahulu–bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah
P : Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
K : kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.
P : Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.
K : Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh,
P : dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki. Demikian firman Tuhan. Sekarang mari kita baca keterangan firman Tuhan

HIDUP MENURUT ROH
Antidot adalah obat penawar racun (bisa) atau penangkal penyakit. Dalam pandangan Paulus, orang Galatia bagai sedang menderita penyakit karena ada konflik di internal komunitas mereka. Sebelumnya, yaitu dalam Galatia 5:13, Paulus telah menekankan bahwa manusia dimerdekakan oleh Kristus bukan untuk hidup dalam dosa, melainkan untuk saling melayani berdasarkan kasih. Lalu mengapa konflik ini dapat terjadi? Karena ada peperangan antara kedagingan dan keinginan Roh di dalam diri orang-orang Galatia, yang sayangnya sering berakhir dengan kemenangan di pihak kedagingan. Sebab itu Paulus menyediakan antidot bagi keegoisan dan perselisihan itu, yaitu “hidup oleh Roh” dan dipimpin oleh Roh”. Orang yang hidup dalam kedagingan tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. Hidup oleh Roh tidak sama dengan hidup di bawah hukum Taurat. Hidup oleh Roh bermakna kemerdekaan sedangkan hidup di bawah hukum Taurat berarti terikat belenggu. Hidup oleh Roh adalah anugerah hidup baru dari Roh Kudus. Hidup oleh Roh adalah prasyarat untuk dapat dipimpin oleh Roh. Orang yang hidup oleh Roh akan mengenali suara Roh dan mampu taat pada pimpinan-Nya. Kepatuhan seseorang pada kepemimpinan Roh dalam hidupnya merupakan antidot bagi segala penyakit kedagingan yang Paulus daftarkan dalam perikop ini (19-21). Bila orang percaya kepada Kristus dan menaklukkan diri di bawah kepemimpinan Roh Kudus maka ia akan mengalami sebuah perubahan radikal dan akan menghasilkan buah Roh (22-23). Hidup menurut Roh akan termanifestasi dalam kerukunan dan keharmonisan di antara orang-orang seiman (25-26). Ini memperlihatkan kepada kita bahwa tunduknya seseorang pada pimpinan dan arahan Roh akan terlihat dalam sikap hidup kesehariannya, yang menunjukkan ketaatannya pada kehendak Allah. Dan salah satunya akan terlihat dalam sikap serta kerukunan seseorang dengan saudara-saudara seiman. Memang tidak mudah untuk hidup dalam Roh atau menjauh dari dosa dan melepaskan diri dari ikatan dosa yang selama ini membelenggu hidup. Tanpa adanya pertobatan sejati kita akan selalu ada dalam jerat Iblis. Sia-sia saja membanggakan diri karena status kita sebagai orang Kristen atau anak Tuhan padahal cara hidup kita sama dengan orang-orang dunia yang belum diselamatkan, sebab firmanNya dengan tegas menyatakan, “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” (Roma 12:2). Kita harus memiliki kualitas hidup yang berbeda sebagai ciri khas yang membedakan kita dengan orang dunia. Kita harus bisa menjadi saksi Kristus, hidup seperti surat terbuka yang bisa dibaca oleh semua orang, sebab dunia membutuhkan bukti. Tuhan menuntut kita untuk menghasilkan buah-buah roh (Galatia 5:22-23). Dan kita hanya bisa berbuah jika kita tinggal di dalam Tuhan dan Dia di dalam kita. Tinggal dalam Tuhan artinya selalu dekat denganNya serta taat melakukan kehendakNya, sehingga Tuhan akan bekerja dalam hidup kita melalui karya Roh Kudus yang akan memimpin kita pada ketaatan: “…Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran;” (Yohanes16:13a). Kadangkala kita ingin melepaskan diri dari perbuatan daging yang menyesatkan, tapi Iblis yang penuh tipu muslihat tidak menyerah begitu saja. Iblis selalu berusaha melemahkan iman anak-anak Tuhan sehingga banyak dari kita yang masih saja jatuh dalam dosa yang sama dengan melakukan penyembahan berhala, hidup dalam perzinahan, pesta pora dan hawa nafsu, yang tanpa kita sadari telah mengotori Bait Roh Kudus yang ada di dalam kita. Untuk hidup dalam pimpinan Roh Kudus kita memerlukan Tuhan untuk mengubah hati kita.

5. BERNYANYI BE. 792: 1-2 PASUPASU HAMI O TUHAN
Reff: Pasu-pasu hami o Tuhan sai usehon dameM i, Sai ampehon tanganMi Tuhan, lehon tu au gogoM I. Di portibi on, baen ma au Tuhan, habaoran ni las ni roha tu na marsak i tu na dangol i gabe pangapuli i.
Di portibi on, baen ma au Tuhan, monang maralohon dosa dibahen gogoM i, talu musu i sibolis pangago i. Reff

6. DOA SYAFAAT
7. BERNYANYI BE. 443: 1-2 DUNG TUHAN JESUS
Dung Tuhan Jesus nampuna au Songgop dameNa, biarhu lao Taripar gogo ngoluNa i Nasa dosangku naung sae do I Tabaritahon holongNa i Didia Tuhan tudoshon i? Tuk manumpahi, tarlobi da Sasada Jesus pinuji ma
Di Ho ngolungku, las rohangki Jumolo Jesus siluaMi PangiringonMu, tolongMu i Mangalo dosa nang rohangki Tabaritahon holongNa i Didia Tuhan, tudoshon i? Tuk manumpahi, tarlobi da Sasada Jesus pinuji ma

8. DOA PERSEMBAHAN- DOA BAPA KAMI
P : Marilah kita menyerahkan persembahan kita kepada Tuhan kita berdoa. Ya Allah Bapa kami yang di surga. Kami mengaku bahwa Tuhan adalah sumber dari segala karunia yang melimpah dalam kehidupan kami masing-masing. Sebahagian dari pada karunia itu, kami serahkan kembali sebagai persembahan kepadaTuhan. Terimalah dan berkatilah persembahan umatMu ini, agar dapat kami pergunakan untuk pekerjaan dan pelayanan kerajaanTuhan di duniaini. Bukalah hati kami untuk mengenal betapa banyak berkat dan karunia yang kami peroleh dariTuhan, supaya kami senantiasa bersyukur kepadaMu di dalam namaYesus KristusTuhan kami. Amin. Secara bersama mari ber doa dalam Doa Bapa kami
K – Bapa kami yang di surga….

LITURGI IBADAH PENTAKOSTA-1, 31 MEI 2020

I. PERSIAPAN:
1. Ibadah dipimpin oleh Kepala keluarga
2. Salah seorang dari anggota keluarga akan memimpin doa syafaat.
3. Kantong Persembahan disediakan

II. IBADAH
1. PEMBUKAAN:
P : Terpujilah Tuhan Allah di dalam Yesus Kristus yang telah menggenapi janjiNya seperti yang dikatakanNya di dalam Yohanes 14 : 16 – 17, “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.
J : Terpujilah Tuhan Allah yang Mahakasih yang telah membela kita.
P : Penggenapan janji Allah itu adalah peristiwa Turunnya Roh Kudus. Itulah sekarang yang kita peringati, kita rayakan dan kita syukuri. Dengan demikian, marilah kita bersama-sama di dalam persekutuan yang kudus bersama dengan Allah di dalam ibadah kita. Marilah kita bernyanyi:

2. Marende BE No. 102: 1 – 2 “O TONDI PARBADIA I BONGOTI”
O Tondi Parbadia i, bongoti rohanami be, ro, Sipatiur roha! O sondang sian Surgo i, sondangi rohanami be, tu halalas ni roha! Asa masa patupahon pinodahon ni hataMu, sai tu hami ma rohaMu.
Ho do silehon roha i di nasa na porsea i, tumpahi rohanaMi! Patogu rohanami be, pasar hataM tu sasude sai tong dongani hami!
On pe, sude, parrohahon, hatuaon lehononMu, Sipujion do goarMu.

3. VOTUM – INTROITUS – DOA :
P : Di dalam Nama Allah Bapa, dan Nama AnakNya Tuhan Yesus Kristus, dan Nama Roh Kudus yang menciptakan langit dan bumi. Amin.(Majelis Jemaat).
P : Demikianlah Firman Tuhan Allah: “Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu, dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.” RohKu akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapanKu dan tetap berpegang pada peraturan-peraturanKu dan melakukannya.Haleluya!
J : (Menyanyikan): Haleluya, Haleluya, Haleluya!
P : Marilah kita berdoa: Ya Tuhan Allah Bapa kami! Engkau yang mengajar dan menerangi hati orang-orang percaya melalui Roh Kudus. Bukalah mata hati kami juga dengan RohMu, agar kehidupan kami sesuai dengan kehendakMu, dan hati kami penuh damai dan sukacita, dalam Tuhan Yesus Kristus. A m i n.

4. Marende BE No. 462: 1 “ALE TONDI PORBADIA”
Ale Tondi Porbadia, sai songgopi hami on. Rohanami ma paria lao mamuji Ho tongtong. Ho tongtong, Ho tongtong, lao mamuji Ho tongtong.

5. HUKUM TAURAT:
P : Hukum Tuhan untuk kita pada Peringatan Turunnya Roh Kudus hari ini, tertulis dalam 2 Timotius 1: 7 – 8.“Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah.
Marilah kita bersama-sama berdoa memohon kekuatan dari Tuhan kita.
J : Ya Tuhan Allah, kuatkanlah kami untuk melakukan yang sesuai dengan hukumMu. Amin.

6. Marende BE No. 424: 1“SOARA NI TONDI”
Soara ni Tondi ni Tuhanta i, Jot-jot dilaosi, ditulak ho I. Sai tanda jeamu, pauba roham, Dapothon Tuhanmu, sisesa dosam.

7. DOA PERMOHONAN DAN JANJI ALLAH
P : Ya Tuhan Allah Bapa kami. Engkaulah Tuhan yang menganugerahkan RohMu yang kudus kepada kami orang yang hina ini. Supaya kami diajari, dipimpin, diterangi dan dikuduskan serta dikuatkan untuk menghayati FirmanMu. RohMu kudus mempersatukan kami yang Engkau pilih agar saling menerima dan mengasihi selaku anggota Tubuh Kristus yang kudus. Dari jurang yang dalam kami berseru kepadaMu, ya Tuhan! Tuhan, dengarkanlah suara kami.Biarlah telingaMu menaruh perhatian kepada suara permohonan kami. Jika Engkau, ya Tuhan, mengingat-ingat kesalahan-kesalahan, Tuhan, siapakah yang dapat tahan?Tetapi padaMu ada pengampunan, dengarkanlah suara jeritan kami.
J : Ya Tuhan Allah Bapa kami, kasihanilah kami.
P : Ya Tuhan Allah Bapa kami.Kami berterima kasih dan memuji namaMu karena kebesaran dan kemuliaan yang Engkau nyatakan kepada kami.Kami bersukacita, karena Engkau telah menganugerahkan Roh Kudus kepada kami.Namun kami mengingat penderitaan kami dan penderitaan bumi ini yang diakibatkan pandemic Covid-19, yang sedang kami hadapi sekarang ini.Kasihanilah kami dan segeralah kiranya berlalu pandemic Covid-19 dari muka bumi ini.Seperti yang telah Engkau perbuat kepada bangsaMu dari perbudakan Mesir, yang di pimpin oleh Musa.Yang menaruh Roh Kudus-Mu dalam hati mereka. Yang membelah air di depan mereka, yang menuntun mereka melintasi samudera raya, seperti ternak yang turun ke dalam lembah. Roh TUHAN membawa mereka ke tempat perhentian.
J : Ya Tuhan Allah Bapa kami, kasihanilah kami.
P : Ya Tuhan Allah Bapa kami. Berkatilahlah GerejaMu selama di dunia ini.Walaupun GerejaMu menghadapi kesusahan karena pandemic Covid-19 ini, namun Engkau melimpahkan rupa-rupa karunia kepada jemaatMu agar semakin bertambah pemberita Injil, pengajar, dan yang rela mengasihi sesamanya manusia.Pakailah GerejaMu menjadi saluran berkat kepada dunia, terhadap yang berkekurangan dan yang berkesusahan.Berkatilah dan kuatkanlah para pelayan di gerejaMu.Terangi dan berkatilah persekutuan orang Kristen di gedung Gereja, di sekolah dan di rumah masing-masing.Teguhkanlah iman jemaatMu di mana pun berada. Kalau pun harus menghadapi penderitaan saat ini, namun kami percaya, Engkau akanmengakhiri penderitaan ini karena pengasihanMu, dan Engkau akan menuntun kami dengan RohMu kepada kesenangan.
J : Ya Tuhan Allah Bapa kami, kasihanilah kami dan ampunilah dosa kami.
P : Ya Allah Bapa kami yang di surga. Engkau mengampuni dosa kami orang yang hina dan tercela ini di dalam Anak kesayanganMu.Kasihanilah kami, orang yang berdukacita yang berdosa ini. Nyatakanlah di dalam hati dan jiwa kami ini akan keampunan segala dosa dan kesalahan kami itu. Karuniakanlah Roh Kudus bagi kami untuk memberi kekuatan, keteguhan dan ketetapan hati supaya iman kami tidak tergoyahkan.Bimbing dan ajarlah kami, ya Tuhan agar kami benar-benar dan sungguh-sungguh menyerahkan diri, hati dan jiwa kami, kepadaMu saja, sebagai korban yang hidup dan kudus, oleh sebab AnakMu, Yesus Kristus, Tuhan kami.A m i n.
J : (Mangendehon): BE No. 432:1“SIAN HURUNGAN NI DOSANGKI”
Sian hurungan ni dosangki, ro au tu Ho, ro au tu Ho Tuhaluaon di mudarMi, Jesus au ro tu Ho Nasa rohangku malum, hipas, gabe mamora nang pe pogos Sian jeangku ro au tu Ho, Jesus au ro tu Ho
P : Janji Tuhan akan keampunan dosa-dosa kita :Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kami kesumbah, akan menjadi putih seperti bulu domba.Kemuliaan bagi Allah di tempat yang Mahatinggi!
J : Amin.

8. Marende BE No. 194: 1, 4“AUT SO ASI ROHAM”
Aut so asi rohaM, aut so godang basaM, tu dia au? Alai dibaen basaM, dohot asi rohaM, tu surgo au Disuru AnakMi, tu au TondiNa i, na sian Ho
Manogu tondingki, tu hasonangan i, pinuji Ho

9. E P I S T E L:
P : Firman Tuhan yang ditetapkan untuk kita pada Peringatan Turunnya Roh Kudushari ini, tertulis dalam Galatia 5 : 16 – 26. Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.
J : Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging karena keduanya bertentangan sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.
P : Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat.
J : Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,
P : penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,
J : kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu seperti yang telah kubuat dahulu bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.
P : Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
J : kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.
P : Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.
J : Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh,
P : dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki. Demikian Firman Tuhan:Berbahagialah orang yang mendengarkan Firman Allah serta memeliharanya. Amin.

10. Marende BE No. 464: 3“HUBOAN MA DIRINGKU”
Ias do au diburi Ho, ale Tuhanki, Naeng dohot parulanhu hombar tu hataMi. Pagalak ma rohangku, dison managam au. TondiMi ma suru, na boi manggomgom au.

11. PENGAKUAN IMAN PERCAYA :
P : Marilah kita bersama-sama mengaku iman kepercayaan kita, sebagaimana teman-teman seiman di seluruh dunia. Kita bersama-sama mengucapkannya:
J : Aku Percaya…..

12. Marende BE No. 109: 2“SAI SONGGOPI HAMI ON”
Tondi hasangapon i sai ingani rohanami. Pargogoi ma hami be maralohon dosanami Asa tung malua hami sian hadosaonnami.

13. DOA SYAFAAT :
14. Marende BE No. 463: 1“PASUPASUM TONGOSONMU”
PasupasuM tongosonMu, i do didok hataMi, Suru tondiM na badia, bosur ma baen rohangki. HagogoonMu songgop ma tu rohangkon.
Unang sai holan manetek, gohi sandok diringkon.

15. KHOTBAH :
Firman Tuhan Buat kita dalam Ibadah Minggu Pentakosta I, saat ini tertulis dalam Kitab Yesaya 63: 11-14, beginilah Firman Tuhan,
P: Lalu teringatlah mereka kepada zaman dahulu kala, zaman Musa, hamba-Nya itu: Di manakah Dia yang membawa mereka naik dari laut bersama-sama dengan penggembala kambing domba-Nya? Di manakah Dia yang menaruh Roh Kudus-Nya dalam hati mereka;
K: yang dengan tangan-Nya yang agung menyertai Musa di sebelah kanan; yang membelah air di depan mereka untuk membuat nama abadi bagi-Nya;
P: yang menuntun mereka melintasi samudera raya seperti kuda melintasi padang gurun? Mereka tidak pernah tersandung,
K: seperti ternak yang turun ke dalam lembah. Roh TUHAN membawa mereka ke tempat perhentian. Demikianlah Engkau memimpin umat-Mu untuk membuat nama yang agung bagi-Mu.
P: Demikian Firman Tuhan, Saya akan membacakan keterangannya kepada kita

Roh Kudus adalah Pribadi ketiga Allah Tri-Tunggal. Dalam Kisah Para Rasul 2 tertulis Roh Kudus dicurahkan atas rasul-rasul pada hari Pentakosta (Pentakosta Yahudi adalah hari raya panen). Namun ini bukan berarti Roh Kudus baru diciptakan pada saat Pentakosta. Roh Kudus tidak terpisahkan dari Allah Bapa dan Allah Anak. Meskipun peran-Nya terlihat signifikan dalam Perjanjian Baru khususnya saat kita membaca Kisah Para Rasul dan surat-surat, Roh Kudus sebetulnya sudah bekerja sejak kekal. Minggu ini kita memperingati Hari Turunnya Roh Kudus, yang menurut kalender gerejawi 50 hari setelah kebangkitan Tuhan Yesus. Kita memperingati dan merayakan. Jangan kita memahami Roh Kudus bolak-balik naik dan turun sehingga ada Pentakosta kedua. Roh Kudus yang turun itu sudah berkarya sejak dulu, sekarang dan sampai Maranatha. Bahan khotbah kita adalah satu bukti keikutsertaan Roh Kudus dalam karya penyelamatan sejak Perjanjian Lama. Yesaya 63: 11-14 adalah bagian Trito-Yesaya, masa sesudah kembali ke Yehuda dari pembuangan Babel. Di sini pergumulan yang dihadapi umat adalah kehidupan saat kembali ke Yerusalem dan usaha membangun kembali Bait Allah. Apa yang terjadi saat mereka kembali? Yerusalem tidak seperti dulu lagi. Ada perasaan asing sekalipun mereka kembali ke “rumah” sendiri. Identitas sebagai bangsa pilihan seperti dipertanyakan kembali. Mereka mengalami krisis iman. Perasaan bahwa Tuhan jauh dari mereka. Di masa ini Yesaya tampil memberikan pengharapan, dengan mengingat perbuatan Tuhan di masa lampau. Pada ayat 10 dikatakan Tuhan berubah menjadi musuh umatnya, berperang melawan mereka, karena mereka memberontak dan mendukakan Roh Kudus. Umat merindukan masa-masa dimana Tuhan berperang bagi mereka, bukan berperang melawan mereka. Saat itulah umat tersadar betapa mereka perlu Tuhan. Mereka mengingat Tuhan. Mereka bertanya: “Dimanakah Dia…..?” Mereka mencari Tuhan. Tuhan yang sejak zaman dahulu kala, zaman Musa, selalu memberikan pertolongan bagi umat-Nya. Mereka mencari Tuhan yang menaruh Roh Kudus dalam hati umat-Nya (ay 11).
Peristiwa yang tidak pernah terlupakan oleh orang Israel salah satunya adalah saat Tuhan membebaskan mereka dari Mesir. Tuhan sendiri yang menyelamatkan mereka menyeberangi laut Merah, dengan membelahnya menjadi dua hingga bisa dilintasi. Mereka melintasi samudera raya seperti kuda melintasi padang gurun. Tidak tersandung dalam perjalanan. Sampai ke tempat perhentian.Roh Tuhan membawa mereka ke tempat perhentian. Tempat yang aman dan nyaman setelah perjalanan yang melelahkan. Semua ini hanya bisa terjadi saat Tuhan ada di pihak umat-Nya.Pola teologi seperti ini sangat kuat terlihat dalam kitab nabi-nabi. Saat umat bertindak sebagai pemberontak, Allah bertindak sebagai musuh bagi mereka. Ketika umat berseru memohon pengampunan, Allah kembali menunjukkan kasih setia-Nya pada mereka.Dalam doa pengakuan dan permohonan ini, Yesaya mewakili bangsa Yehuda memohon agar Tuhan memimpin kembali umat-Nya. Bangsa Yehuda memang sudah terbebas dari masa pembuangan, mereka sudah menempuh perjalanan kembali ke tanah perjanjian itu. Tetapi mereka merindukan jaminan bahwa Allah ada di pihak mereka. Ada kerinduan agar hubungan Allah dengan umat-Nya dipulihkan, dan Yerusalem pun dipulihkan. Semua karya Tuhan yang menyelamatkan manusia, adalah untuk nama abadi bagi-Nya (ayat 12 dan 14). Bangsa Israel sering berpaling dari Tuhan dan menyembah ilah lain. Namun Tuhan selalu menunjukkan kepada mereka kuasa-Nya yang melebihi kuasa ilah manapun. Maksud Tuhan menyelamatkan bukan supaya manusia bisa memegahkan diri, melainkan memegahkan Tuhan. Yang seharusnya kita persaksikan adalah nama Tuhan. Perbuatan-Nya yang tidak bisa dilakukan allah manapun. Dan itu yang membuat kita mengakui tanpa penyertaan Tuhan Allah kita bukan apa-apa.
Mengingat karya Allah dimasa lampau, menolong kita untuk tetap berpengharapan pada masa kini. Sebab Allah tidak berubah. Itulah kenapa Alkitab tetap relevan. Sekalipun konteks pergumulan yang dihadapi oleh bangsa Israel berbeda dengan yang kita hadapi, Tuhan Allah yang dipersaksikan teks Alkitab ini adalah Allah yang sama dengan yang kita sembah. Kita berusaha berefleksi dari jatuh bangunnya iman percaya orang Israel. Kita juga selalu bisa berefleksi dari masa lalu kita sendiri. Tentunya kita pun sudah mengalami Tuhan dalam hidup kita. Kadang kita seperti bangsa Yehuda, tidak setia menjalankan perintah Tuhan. Lalu saat kesulitan menghimpit, kita kembali mencari Tuhan. Saat itulah kita harus betul-betul bertobat dan menyerahkan hidup dipimpin oleh Tuhan. Tuhanlah yang memimpin dan mengarahkan hidup kita.
ü Pentakosta bagi orang Kristen adalah peringatan akan peristiwa turunnya Roh Kudus atas para rasul. Jadi bukan hari ini kita baru menerima Roh Kudus. Ia telah, sedang, dan akan terus menemani kita. Roh Kudus menolong dan membimbing, menopang dan meneguhkan. Kita yang hidup dalam tuntunan Roh Kudus, tidak akan mengikuti keinginan daging. Hidup dalam Roh, berarti dipimpin oleh Roh. Jangan mengaku hidup dalam Roh kalau kita masih hidup sebagai pemberontak. Hidup yang dipimpin oleh Roh Kudus berarti dari hidup kita tercermin buah dari Roh Kudus itu. Dalam diri kita pastilah ada kasih, ada sukacita, ada damai sejahtera, ada kesabaran, ada kemurahan, ada kebaikan, ada kesetiaan, ada kelemahlembutan, dan penguasaan diri (Galatia 5: 16-26). Roh Kudus tidak terbatas hanya hadir di gereja, dalam ibadah dan doa, tetapi IA hadir setiap saat. Saat kita bekerja, saat kita bergaul, saat kita bersama keluarga. Apakah kita sudah hidup dalam tuntunan Roh Kudus?
Ilustrasi: Seorang anak kecil ketakutan menyeberangi sebuah jembatan gantung. Ia berjalan bersama Ayahnya. Tangannya yang kecil berpegangan namun karena berkeringat menjadi licin, dan genggamannya terlepas. Ayahnya meraih tangan kecil itu dan memegangnya dengan kokoh. Mereka berjalan bersama menyeberangi jembatan itu tanpa ada halangan. Inilah gambaran Tuhan memegang tangan kita dan menuntun langkah kita. Tangan kita lemah, genggaman kita bisa terlepas.Tetapi tangan Tuhan kuat dan kokoh. Tangan itulah yang menopang kita agar tidak jatuh ke dalam dosa. Tangan itulah yang mempunyai kekuatan agar kita tidak berputus asa dalam kesulitan. Maka kita bernyanyi: “Peganglah tanganku, jangan lepaskan. Kaulah harapan dalam hidupku..” Penopang yang kokoh itu hadir dalam hidup kita, Dialah Roh Kudus. Amin

16. Marende BE No. 467: 1,2 “ASI NI ROHAM HUPUJI” P.Pelean
Asi ni rohaM hupuji ala Ho manobus au. Dipaias Ho rohangku, gabe soranganMu au. IngananMu rohanami, TondiMi manggohi I. Pangke dohot ngolunami gabe ulaulaMi. Sai ramoti ma rohangku, asa boi gohanMu au. Sai mabaor ma pasupasu, nang marhite sian au. IngananMu….

17. PENUTUP :
P : Jemaat yang dikasihi Tuhan, teguhkanlah hatimu, sebab Roh Allah yang menuntunmu kepada kesenangan. Karena itu, tetaplah berpengharapan yang hidup kepadaNya.Ingatlah, selama kita masih di dunia ini, kita pasti menghadapi kesusahan, penderitaan dan kesengsaraan. Tetapi kalau kita berpengharapan yang hidup kepada Allah dan kepada janjiNya, kita akan memenangkan segala perkara yang terjadi pada kita sampai akhir. Firman Tuhan berkata dalam Yesaya 63: 14 “seperti ternak yang turun ke dalam lembah. Roh TUHAN membawa mereka ke tempat perhentian.Demikianlah Engkau memimpin umat-Mu untuk membuat nama yang agung bagi-Mu.”
J : Terpujilah Tuhan Allah yang menuntun kita kepada kesenangan.
P : Janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki. Tetapi hiduplah oleh Roh denganberbuahkan : kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,kelemahlembutan, penguasaan diri. Sebab itulah yang dikehendaki Allah untuk kita lakukan untuk menghadirkan Kerajaan Allah di bumi ini.
J : (Mangendehon) BE No. 305: 3“ALE TONDINGKU HEHE MA”
Tatopot ulaonta be baen sangap di Tuhanta Sai hehe hita sasude paboa las rohanta Mamangke hagogoon i nilehon ni Tuhanta I Tu hita saluhutna.
P : Marilah kita berdoa untuk menyerahkan persembahan kita kepada Tuhan: Ya Allah Bapa kami yang di surga.Kami mengaku bahwa Tuhan adalah sumber dari segala karunia yang melimpah dalam kehidupan kami masing-masing.Sebahagian dari pada karunia itu, kami serahkan kembali sebagai persembahan kepada Tuhan.Terimalah dan berkatilah persembahan umatMu ini, agar dapat kami pergunakan untuk pekerjaan dan pelayanan kerajaan Tuhan di dunia ini. Bukalah hati kami untuk mengenal betapa banyak berkat dan karunia yang kami peroleh dari Tuhan, supaya kami senantiasa bersyukur kepadaMu di dalam nama Yesus Kristus Tuhan kami. Amin.
Marilah kita berdoa: Ya Tuhan Allah Bapa kami. Tidak ternilai besarnya anugerahMu kepada kami, karena Roh Kudus Engkau menganugerahkan kepada kami orang yang hina ini.PemberianMu melebihi dunia dengan segala isinya.Kami berterima kasih dan memuji namaMu karena kebesaran dan kemuliaan yang Engkau nyatakan kepada kami. Curahkanlah Roh kudus kepada jemaatMu, dan orang-orang percaya yang setia dan taat kepada Yesus Kristus Tuhan kami, agar kami diajar, dipimpin, diterangi dan dikuduskan serta dikuatkan untuk menghayati firmanMu.Ya Roh Kudus persatukanlah jemaat yang Engkau pilih agar saling menerima dan saling mengasihi selaku anggota tubuh Kristus yang kudus. Sinari dan terangilah hati kami agar kami mengenal segala dosa dan kesalahan kami, dan agar kami setiap hari disucikan dan diperbaharui serta layak bersekutu di dalam jemaatMu yang kudus dan Am. Tolonglah kami agar tetap menyadari bahwa kami telah diperdamaikan dengan Allah dengan penuh keyakinan kami dapat berseru : Bapa kami di dalam Tuhan Yesus Kristus. Limpahkanlah rupa-rupa karunia kepada jemaatMu agar semakin bertambah banyak pemberita Injil, pengajar, dan yang rela mengasihi sesamanya manusia. Terangi dan berkatilah persekutuan orang Kristen di gedung Gereja, di sekolah dan di rumahnya masing-masing agar mereka sadar akan persekutuan di surga kelak. Bangunkanlah orang yang tertidur dan berilah kekuatan kepada orang yang lemah.Sadarkanlah orang fasik dan tegar hati supaya mereka bertobat dan meninggalkan kejahatan mereka.Berilah hikmat kepada orang yang rendah hati dan hiburkanlah orang yang sengsara dan menderita agar mereka tidak dicemoohkan dunia ini. Lindungi dan tinggallah bersama orang yang teraniaya karena iman kepada Kristus agar mereka tidak kuatir akan bagaimana dan apa yang harus mereka katakan. Bimbinglah pemerintah, penguasa dan raja, agar mereka bertindak adil dan takut akan hari penghakimanMu kelak. Kuatkan iman kami agar kami selalu yakin bahwa segala dosa kami telah diampuni dan kami akan Engkau antar kepada hidup yang kekal. Teguhkanlah pengharapan yang hidup di hati kami agar kami yakin bahwa walaupun sesudah kulit tubuh ini sangat rusak, tanpa daging pun kami akan melihat yang membangkitkan kami kembali dalam Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin. Secara bersama mari kita ucapkan Doa Bapa Kami:
Sude: Bapa kami yang di sorga, dikuduskanlah namaMu datanglah kerajaanMu jadilah kehendakMu di bumi seperti di sorga.Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya. Dan ampunilah kami akan kesalahan kami seperti kami juga telah mengampuni orang yang bersalah kepada kami. Dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena Engkau punya Kerajaan dan Kekuasaan dan Kemuliaan sampai selama-lamanya, Amin.
P : Berkat !( Majelis / Parhalado ).
R : (Menyanyikan ) Amin, Amin, Amin.

LITURGI IBADAH PENTAKOSTA – II, 01 JUNI 2020

1. Bernyanyi BE. No. 108: 1-2 “Hata ni Jahowa”
Baen ma gabagaba dohot bungabunga, nang pelean I. Ai nuaeng ma jumpang ari parningotan, Pentakoste I. Haroro ni Tondi do, i ma Tondi Porbadia, masuk tu huria.
Jangkon ma Ibana, ai asi rohaNa ro tu hita on. Asa sondangonNa, tiur bahenonNa parrohaon tongtong. Jangkon ma Ibana da, asa dao sude arsakmu, Nang pardangolanmu.

2. Votum – Introitus – Doa
P : Di dalam nama Allah Bapa, Anak-Nya Tuhan Yesus Kristus dan Roh Kudus, yang menciptakan langit dan bumi.
K : Amin.
P : Keselamatan dan kemuliaan dan kekuasaan adalah pada Allah kita. Karena Kasih-Nya yang besar, Dia berikan Roh-Nya bagi kita agar kita beroleh kekuatan menapaki langkah hidup kita
K : Aku mengucap syukur kepada Allah, karena Roh Allah tinggal dalamku. Hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorai karena Roh kudus tercurah bagiku.
P : Betapa berharganya Roh-Mu ya Allah, anak-anak manusia berlindung dalam naungan Roh-Mu. Sebab oleh Roh-Mu kami beroleh penghiburan dan kekuatan, dan oleh Roh-Mu kami dituntun ke kehidupan yang kekal. Haleluya.
K : (menyanyikan: HALELUYA-HALELUYA-HALELUYA)
P : Marilah kita berdoa ! Ya Tuhan Yesus! Kami berterimakasih kepada-Mu, karena Engkau memanggil kami masuk kedalam Gereja yang Engkau dirikan di dunia ini. Berilah Roh Kudus kedalam hati kami, supaya kami mengaku bahwa Engkaulah sumber hidup kami, dan supaya kami bertaut dengan Engkau melalui Iman yang benar itu, dan supaya kami dengan penuh sukacita memuliakan NamaMu, yang terpuji selama-lamanya, Amin.

3. Bernyanyi BE. 106: 5 “Ale Tuhan Amanami”
Patandahon ma tu ahu dosa na buni dope, Angka na paholang ahu sian Debata tahe. Asa topotanhu i tu Tuhanhu Jesus i, Jala au paluaonNa sian dosa saluhutna.

4. Hukum Taurat
P : Saudara-saudara yang terkasih! Marilah kita dengarkan Hukum Taurat Tuhan yang tertulis dalam konfessi HKBP tentang Roh Kudus pasal 1B.3. Tentang Allah Roh Kudus: Allah Roh Kudus adalah penyataan Allah melalui RohNya. Di dalam kepribadianNya, ketritunggalan Allah, Roh Kudus bekerja bersama Allah Bapa dan Allah Anak, dari sejak awal sampai selama-lamanya. Roh Allahlah yang memelihara, menuntun, bernubuat bagi semua manusia dan meneguhkan hokum keadilan yang ada di dunia ini.
K : Roh Kuduslah yang meneruskan pekerjaan Yesus Kristus di dunia ini, untuk memanggil, mengumpulkan, menyatukan orang percaya menjadi persekutuan, menggalakkan kesaksian, dan pelayanan, dan yang menguduskan Gereja melalui kabar baik.
P : Roh Kuduslah yang mengajarkan dunia ini tentang dosa, kebenaran dan hokum. Dialah yang memeteraikan keselamatan orang percaya, membuat orang bertobat, menerangi, membaharui kepribadian, menuntun manusia kepada kebenaran, mengajar manusia memuliakan Allah dan menyediakan senjata roh bagi orang percaya.
K : Dengan ajaran ini kita menolak segala bentuk kerasukan roh, apakah itu upaya penjagaan diri manusia secara sadar ataupun yang lahir dari ketidaksadaran.
P : Demikian juga ajaran yang mengatakan bahwa orang yang dipenuhi Roh tidak perlu bertobat. Kita juga menolak bahasa asing (glosalalia) yang tidak dapat dimengerti orang yang menjadi pemicu keributan dalam persekutuan orang percaya. Demikian Pengakuan Iman kita tentang Roh Kudus. Marilah kita memohon kekuatan untuk melakukan hukumNya.
S : Ya, Tuhan Allah kuatkanlah kami melakukan yang sesuai dengan HukumMu, Amin.

5. Bernyanyi BE. No. 177: 3-4 “Ndada tarhatahon”
Jesus do manaoni dosa sasude. Nunga digarari do utangta be. Nunga pola mate Tuhan Jesus i Paluahon hita sian dosa i.
O hamu pardosa sai tandai ma i. Lehon di Ibana rohamuna be. I do pangidoan ni Tuhanta i. Asa sai tong sonang bahenonNa i

6. Doa Permohonan dan janji Allah
P : Saudara-saudara! Dengan penuh penyesalan, marilah kita datang menghampiri Tuhan, untuk mengaku dosa-dosa kita dihadapanNya. Marilah kita sujud menyembah memohon belaskasihanNya dengan segala kerendahan hati. Nyatakanlah segala dosa-dosa dan pelanggaran-pelanggaran yang kita lakukan kepada Tuhan.
K : Ya, Tuhan kami yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Kini kami umatMu yang berdosa ini datang ke hadapanMu untuk mengaku dosa-dosa kami. Sungguh kami menyadari betapa seringnya kami menyimpang dari jalanMu yang benar itu. Kami sering melakukan perbuatan yang bertentangan dengan kehendakMu, baik melalui perkataan, tindakan dan cara-cara kami yang melukai sesama kami.
P : Kami sering melupakan persekutuan dengan Tuhan karena terlena dalam hawa nafsu kedagingan kami. Lihatlah kami anak-anakMu ini, yang sering mendukakan hati sesama, orang tua dan para pemimpin kami, terutama mendukakan hati Tuhan. Ya, Tuhan, kasihanilah kami, dan ampunilah kesalahan kami.
K : (menyanyikan BE.683: 1 “DiadopanMu Jesus, marsomba au huhut tungki. Lao manopoti dosangki di adopanMu Jesus”)
P : Dengarkanlah Janji Tuhan akan keampunan dosa-dosa kita: Demikian firman Tuhan: ”Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaanKu. Sebab Akulah TUHAN, Allahmu, dan tidak ada Juruselamat selain daripadaKu” Kemuliaan bagi Allah di tempat yang Maha tinggi.
S : Amin.

7. Bernyanyi BE. No. 465: 1 “Pasupasu lehononMu”
Pasu pasu lehononMu, ido bagabagaMi. Songon angka udan nene sai tu au menetek i. Nang tu au, nang tu au. Patetekhon i tu au

8. EPISTEL
P : Firman Tuhan yang menjadi Epistel untuk kita pada hari ini Pentakosta ke II tertulis dalam Keluaran 35: 30- 35 Berkatalah Musa kepada orang Israel: “Lihatlah, TUHAN telah menunjuk Bezaleel bin Uri bin Hur, dari suku Yehuda,
K : dan telah memenuhinya dengan Roh Allah, dengan keahlian, pengertian dan pengetahuan, dalam segala macam pekerjaan,
P : yakni untuk membuat berbagai rancangan supaya dikerjakan dari emas, perak dan tembaga,
K : untuk mengasah batu permata supaya ditatah; untuk mengukir kayu dan untuk bekerja dalam segala macam pekerjaan yang dirancang itu.
P : Dan TUHAN menanam dalam hatinya, dan dalam hati Aholiab bin Ahisamakh dari suku Dan, kepandaian untuk mengajar.
K : Ia telah memenuhi mereka dengan keahlian, untuk membuat segala macam pekerjaan seorang tukang, pekerjaan seorang ahli, pekerjaan seorang yang membuat tenunan yang berwarna-warna dari kain ungu tua, kain ungu muda, kain kirmizi dan lenan halus, dan pekerjaan seorang tukang tenun, yakni sebagai pelaksana segala macam pekerjaan dan perancang segala sesuatu.
P : Demikianlah Firman Tuhan, Berbahagialah orang yang mendengar Firman Tuhan serta memeliharanya di dalam hatinya.
S : Amin

9. Bernyanyi BE. 358: 1 “Hamu saluhut harajaon”
Hamu saluhut harajaon, marolopolop ma hamu. Endehon ma hamuliaon ni goar ni Debatamu. Tu Debata ma dok hamuna, na songkal do pambaenanMi; Ai musuMi pe saluhutna marsomba do di joloMi.

10. Pengakuan Iman Rasuli
P : Rap ma hita manghatindanghon haporseaonta i songon panghatindanghonon ni donganta sahaporseaon di sandok portibi on, rap ma hita mandok.
K : Ahu porsea …

11. Bernyanyi BE. No. 102: 1 “O Tondi Parbadia, bongoti”
Tondi Porbadia i bongoti rohanami be, Ro sipatiur roha. O sondang sain surgo i Sondangi rohanami be, tu halalas ni roha. Asa masa patupahon pinodahon ni hataMu, Sai tu hami ma rohaMu.

12. Doa Syafaat
13. Bernyanyi BE. 645: 1-2 “Roma Ho Parasiroha”
Ro ma Ho parasi roha sai pagirgir rohangkon Mangendehon denggan basa ni lehonMu di au on, Tiruonhu ma suruan mangendehon sangapMi, Pujionhu Ho Jahowa partanobatoanki.
Na malua do tondingku, ala hagogoonMi Pos rohangku boanonMu diringkon tu surgo i Jesus sai lului au, atik tung na lilu au. Na dihonghop Ho do au na mambaen mangolu au

14. KOTBAH
P : Firman Tuha yang menjadi Nas kotbah untuk kita pada ibadah Pentakosta ke II ini tertulis dalam 1 Korintus 2:1-5. Demikianlah pula, ketika aku datang kepadamu, saudara-saudara, aku tidak datang dengan kata-kata yang indah atau dengan hikmat untuk menyampaikan kesaksian Allah kepada kamu.
K : Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan.
P : Aku juga telah datang kepadamu dalam kelemahan dan dengan sangat takut dan gentar.
K : Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh
P : supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah.

HIDUP OLEH KUASA ROH
Jika kita melihat kitab Korintus pasal dua, Paulus kembali menekankan bahwa pemberitaan Injil yang dia lakukan bukan dengan kekuatannya, bukan dengan hikmat yang dia miliki, tetapi dengan kekuatan Allah. Mari kita perhatikan 1 Kor 2:1-5 yang berkata, “Demikianlah pula, ketika aku datang kepadamu, saudara-saudara, aku tidak datang dengan kata-kata yang indah atau dengan hikmat untuk menyampaikan kesaksian Allah kepada kamu. Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan. Aku juga telah datang kepadamu dalam kelemahan dan dengan sangat takut dan gentar. Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh, supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah.” Dalam ayat 1 Paulus kembali menekankan bahwa ketika dia datang dan tinggal bersama-sama dengan jemaat yang ada di Korintus, dia tidak memberitakan Injil dengan kalimat-kalimat yang indah atau kata-kata yang muluk-muluk, tetapi dengan kata-kata yang sederhana, tetapi disertai dengan kuasa dari Roh Kudus. Hal itu Paulus tekankan kembali pada ayat 4, bahwa ucapan-ucapannya dalam pemberitaan Injil bukan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh. Kata “hikmat yang meyakinkan” dalam bahasa Yunani digunakan kata peithos yang artinya bujukan. Dalam pemberitaan Injil, Paulus tidak pernah membujuk orang untuk mempercayai Injil yang dia beritakan. Pemberitaan Injil bukanlah suatu bujukan, tetapi suatu deklarasi. Kita tidak perlu membujuk orang supaya mempercayai Injil. Kita tidak perlu membujuk orang supaya menjadi seorang Kristen. Yang perlu kita lakukan adalah mendeklarasikan Injil itu sendiri, dengan keyakinan bahwa Roh Kudus akan bekerja dalam diri setiap orang, supaya mereka percaya kepada Injil Yesus Kristus yang menyelamatkan. Sering orang bertanya kepada saya bagaimana cara melakukan penginjilan yang efektif.
Pada umumnya orang yang mengajukan pertanyaan itu adalah orang-orang yang belum pernah memberitakan Injil dengan alasan tidak tahu caranya. Memang ada banyak cara atau metode pemberitaan Injil, namun keefektifannya bukan tergantung pada metodenya, karena satu metode tidak bisa diterapkan pada segala situasi dan segala tempat. Keefektifan pemberitaan Injil bukan terletak pada metode, tetapi terletak pada ketergantungan kita pada kuasa Roh Kudus. Dan cara yang paling efektif untuk pemberitaan Injil adalah dengan memberitakan Injil itu sendiri. Tetapi banyak orang yang enggan memberitakan Injil dengan alasan tidak tahu metode yang paling tepat, yang menurut hemat saya, alasan yang sesungguhnya adalah tidak memiliki komitmen untuk pemberitaan Injil. dalam ayat 4 berkata, “My message and my preaching were not with wise and persuasive words, but with a demonstration of the Spirit’s power”. Pemberitaan Injil bukan bersandar pada hikmat manusia. Pemberitaan Injil juga bukan dengan kalimat yang indah atau bujukan, tetapi pemberitaan Injil harus bersandar pada kekuatan Roh Kudus, supaya Roh Kudus bekerja dalam diri setiap orang yang mendengar Injil itu sendiri. Jika pemberitaan Injil yang kita lakukan bersandar pada kekuatan Roh Kudus, maka Allah akan mendemonstrasikan kuasanya dalam pemberitaan Injil yang kita lakukan. Jika hal ini kita lakukan, maka setiap orang yang menerima Injil Kristus akan bersandar dan bergantung pada kekuatan Allah.
Paulus sendiri mengatakan dalam ayat 3 bahwa ketika dia berada ditengah-tengah orang Korintus, dia berada dalam kelemahan, dalam perasaan takut dan gentar. Saya percaya ada banyak hal yang membuat Paulus merasa lemah, takut dan gentar. Paulus merasa lemah, karena dia bukanlah orang yang fasih berbicara. Paulus merasa takut karena orang Korintus bisa saja menolak dia dan bahkan mengancam jiwanya. Namun dia tetap bertekad untuk memberitakan Injil, karena dia tahu dengan kuasa apa dia memberitakan Injil itu. Dia memberitakan Injil dengan bersandar pada kekuatan Roh Kudus. Apakah Anda pernah merasa tidak berdaya dalam memberitakan Injil? Apakah Anda pernah merasa takut untuk memberitakan Injil? Pauluspun pernah mengalami perasaan yang sama. Sayapun pernah mengalami perasaan yang sama. Dan jika Anda memiliki perasaan yang sama, pesan saya adalah supaya Anda mulai memberitakan Injil, dan Roh Kudus akan menolong Anda.
Mari kita kembali memperhatikan ayat 2 yang berkata, “Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan.” Satu-satunya keinginan Paulus adalah bahwa Yesus Kristus nyata ditengah-tengah umat yang ada di Korintus. Paulus tidak memiliki keinginan yang lain, dan itulah sebabnya dia berkata, “Aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa.” Paulus tidak memiliki keinginan yang lain, selain melihat bahwa Yesus Kristus dikenal dandipercaya oleh penduduk kota Korintus. Itulah kerinduan dan keinginan Paulus satu-satunya dalam pelayanannya.
Tidak ada seorangpun yang telah diselamatkan, yang tidak menyampaikan kabar keselamatan itu kepada orang lain. Dengan kata lain, setiap orang Kristen pasti melakukan pemberitaan Injil. Tetapi apakah Anda memiliki keingingan seperti yang dimiliki Paulus? Apakah Anda memiliki keinginan yang kuat bahwa ditempat dimana Anda berada, disitu orang-orang akan mengenal Kristus? Apakah Anda memiliki keinginan yang kuat bahwa orang-orang disekitar Anda akan mengenal Kristus? Jika Anda memiliki keinginan yang seperti itu, maka Anda tidak akan pernah berhenti, sebelum melihat orang-orang disekitar Anda merasakan kasih Kristus. Anda tidak akan berhenti memberitakan kasih karunia dan keselamatan dari Yesus Kristus, sebelum orang-orang yang disekitar Anda menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamatnya. Amin

17. Bernyanyi BE. 105: 1-2 “Ro ma Tondi Parbadia”
Ro ma Tondi Porbadia Debatangku situtu. Rohanami ma paria mangoloi hataM burju. Sai sondangi ma tongtong rohanami na holom.
Lehon ma di rohanami hapistaran na sintong. Asa tung huboto hami marparange di joloM. Sian haliluon pe sai palua hami be.

18. Doa Persembahan- Doa Bapa kami
P : Marilah kita menyerahkan persembahan kita kepada Tuhan kita berdoa. Ya Allah Bapa kami yang di surga. Kami mengaku bahwa Tuhan adalah sumber dari segala karunia yang melimpah dalam kehidupan kami masing-masing. Sebahagian dari pada karunia itu, kami serahkan kembali sebagai persembahan kepadaTuhan. Terimalah dan berkatilah persembahan umatMu ini, agar dapat kami pergunakan untuk pekerjaan dan pelayanan kerajaanTuhan di duniaini. Bukalah hati kami untuk mengenal betapa banyak berkat dan karunia yang kami peroleh dariTuhan, supaya kami senantiasa bersyukur kepadaMu di dalam namaYesus KristusTuhan kami. Amin. Secara bersama mari ber doa dalam Doa Bapa kami
K : Bapa kami yang di surga….

TUHAN TIDAK MENINGGALKAN KITA IA AKAN MENJAWAB

Renungan Selasa, 26 Mei 2020

Beberapa hari kedepan, masa darurat bencana Covid 19 di negara kita akan berakhir. Sebagaimana kita ketahui masa darurat bencana ini berlangsung 91 hari (29 Februari 2020 s/d 29 Mei 2020). Kita belum tahu apakah masa darurat bencana ini akan dicabut atau diperpanjang. Namun dengan himbauan pemerintah yang meminta kita untuk berdamai dengan corona beserta himbauan lainnya, sepertinya kita akan memasuki satu fase yang diberi nama New Normal. Namun apapun yang menjadi keputusan pemerintah, kita yakin semuanya dilakukan demi kesehatan dan kesejahteraan kita. Dengan melihat kondisi virus corona masih ada dalam kehidupan di bumi ini, bisa saja kita beranggapan Tuhan tidak menjawab permohonan kita. Apa memang demikian? Hari ini nabi Yesaya kembali menyapa kita dengan perkataan TUHAN akan menjawab dan tidak akan meninggalkan kita. Perkataan ini sesungguhnya disampaikan kepada bangsa Yehuda yang sedang terbuang di Babel. Ketika itu dengan kondisi pahit getir kehidupan yang terjadi, mereka merasa sudah ditinggalkan TUHAN. Karenanya mereka membuat berhala untuk disembah. Yesaya mengingatkan mereka bahwa berhala yang dibuat tangan manusia itu tidak hidup, Allah itu hidup, dan Dia adalah Tuhan yang luar biasa. Dengan pernyataan nabi Yesaya ini kita diajak menjadi pribadi yang optimis. Walau corona belum lenyap dari bumi ini, bukan berarti TUHAN tak menjawab doa kita. Dia punya otoritas sendiri akan hidup kita.
Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan Tuhan dari jalan kita dan rancangan Tuhan dari rancangan kita (Yes.55:9). Dia punya takaran sendiri akan hidup kita. Dan satu yang pasti, walau wabah ini belum meninggalkan kita, Tuhan juga tidak akan pernah meninggalkan kita.

“Orang-orang sengsara dan orang-orang miskin sedang mencari air, tetapi tidak ada, lidah mereka kering kehausan; tetapi Aku, TUHAN, akan menjawab mereka, dan sebagai Allah orang Israel Aku tidak akan meninggalkan mereka.” (Yesaya 41:17)

BE.485:1 ”Dongani Au Tuhan”
Dongani au Tuhan sondangi rohangki/ Pangiring ni mataM patongon langkangki/ Sandok sude gogongku padohot pingkiranku/ Huboan peleanku mangula ulaonMu/ Ai i hinalomohonMi, urupi rohangki

Doa
Ya Tuhan, terima kasih buat sapaan firmanMu yang mengatakan bahwa Engkau tidak akan pernah meninggalkan kami. Mampukan kami menyadari itu agar kami hidup dalam pengharapan kepadaMu. Amin

Selamat hari Selasa
(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)