BERHENTI DAN KUDUSKAN

RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN

Sabtu, 21 Mei 2022

KEJADIAN 2:3

“Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuatNya itu.”

Tentu sangatlah baik dan patut bersyukur, ketika satu-satu pekerjaan selesai tepat waktu dan tepat guna. Sebaliknya saat pekerjaan tidak rampung pada hal hasil pekerjaan sudah ditunggu-tunggu oleh konsumen, kita sudah dapat bayangkan apa yang terjadi. Minyak goreng saja yang hilang dari peredaran hanya beberapa waktu saja, keresahan sudah muncul di tengah masyarakat. Padahal masih dapat diatasi dengan memanfaatkan air untuk memasak ikan misalnya yang sebelumnya dimasak dengan minyak. Bagaimana lagi kalau sudah kebutuhan prioritas? PekerjaanNya sudah selesai yang diperuntukkan bagi semua makhluk dan Allah bergembira atas hasilnya. Cara mensyukuriNya adalah istirahat. Istirahat di hari ke-7 berarti menguduskan hari Minggu dengan beribadah kepada Tuhan Pencipta – Pencukup kebutuhan seluruh dunia. Inilah yang harus keluarga lakukan dimasa pandemi ini. Bersyukur bersama keluarga dengan beribadah bersama, sebab Allah merampungkan kebutuhan segala penghuni jagad raya ini. Allah sang pecipta dan pemberi hidup itu, mencintai kehidupan. Mensyukuri apa yang diciptaNya. Ada hari khusus untuk mensyukuri apa yang sudah dilakukan. Maka dalam teks kita ini jelas diberitahukan bahwa syukurnya dilaksanakan di hari ke-7. Marilah bersyukur kepada Tuhan sebab Dia mencukupkan kebutuhan hidup kita. Pekerjaan atau hasil karya-Nya itu diperuntukkan untuk semua makhluk teristimewa kepada manusia. Sukacita yang kita temukan di renungan ini adalah ketika banyak yang di untungkan. Banyak yang menikmati. Artinya dalam hal kita menyukuri perlu kita ingat sudah banyakkah yang menikmati karyamu? Ketika kita berhasil mengumpulkan banyak sedangkan sekitar kita kurang merasakan anugerah yang kita berikan, maka dengan demikian syukur kita tidak sempurna. Apakah engkau menghendaki bahwa syukurmu sempurna dihadapan Tuhan? Dalam titah ke-empat, dikatakan: ingat dan kuduskanlah hari sabat, enam harilah lamanya engkau bekerja. Tetapi hari ke tujuh ialah sabat bagi Allah Tuhanmu. Sekarang kita sebagai gambar Allah yang hidup di zaman internetisasi, mari lanjutkan dan rampungkan pekerjaanmu dan syukuri pekerjaanmu di dalam setiap ibadah hari Minggu. Salam: Pdt. Jona Simanungkalit, S. Th, M.M.

BE.256:1Jesus Kristus I do Raja

Jesus Kristus I do Raja, pinabangkit ni Amana Manggomgomi sasude, manggomgomi sasude Jala nasa hajolmaon tu Ibana do mar-Tuhan Parhatopotonna be, parhatopotonna be.

DOA

Ya Bapa, jadikan aku pribadi yang tetap memiliki pengharapan. Amin

Selamat beraktivitas

Jangan Abai Protokol Kesehatan

Tuhan Yesus memberkati

PENGHARAPAN

RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN

Jumat, 20 Mei 2022

2KORINTUS 3:12

“Karena kami mempunyai pengharapan yang demikian, maka kami bertindak dengan penuh keberanian.”

Seorang pemuda desa, yang merantau ke kota berbekal ijazah sarjana, berusaha mencari pekerjaan. Setiap hari ia sibuk membuka dan mencari situs lowongan kerja. Entah berapa banyak sudah lamaran yang telah ia buat dan dikirim via email, via pos, bahkan ada yang diantar langsung. Hari berganti, bahkan bulan berganti bulan, namun belum satu pun pangilan yang datang. Akhirnya, saat yang ditunggu-tunggu tiba, Ia dipanggil untuk wawancara pada sebuah perusahan bonafit. Namun apa yang terjadi, ia gagal, sebab dianggap kurang komunikatif dan tidak menguasai bahasa Inggris. Dengan hati yang pedih dan hancur, ia menganggap perjuangan dan harapannya selama ini sia-sia. Saat berjalan menelusuri trotoar, ia bertemu dengan seorang anak jalanan penjual koran yang hanya mempunyai satu kaki dan berusaha menaiki anak tangga jembatan penyeberangan. Pemuda itu merasa kasihan dan menawarkan jasa untuk membantu. Tetapi anak itu bahkan marah dan menolak dengan mengatakan: “Tidak perlu merasa kasihan kepadaku, saya punya pengharapan walau hanya dengan satu kaki, aku dapat menaiki puluhan anak tangga ini dan ini kulakukan setiap hari dengan keberanian dan jangan pernah berpikir bahwa dalam kekurangan ini aku lemah, pengharapanku untuk hidup tidak akan pudar selama aku kuat”. Si pemuda tersentak mendengar ucapan dan itu menyadarkannya. Ia merenungkan: Kalau seorang anak dengan satu kaki memiliki berpengharapan kuat untuk menghadapi hidupnya dan dengan keberanian menjalani puluhan anak tangga tiap hari, kenapa ia tidak memiliki pengharapan yang lebih kuat? Keberanian dalam pengharapan dalam memberitakan keselamatan yang dari Kristus, itu yang Paulus ingin nyatakan kepada orang-orang Korintus. Pengharapan untuk berdiri kuat dan teguh dalam iman, dan menjadi surat keselamatan yang telah disingkapkan atau dibukakan oleh Kristus dalam Perjanjian Baru. Bukan seperti pelayanan dalam Perjanjian Lama, yang masih tertutup, layaknya selubung Musa yang masih menutupi wajahnya saat menerima 2 Loh Batu berisi Hukum Taurat, karena kemuliaan Allah menyinari. Demikianlah selubung yang masih menutupi hati dan keselamatan Iman yang bila hanya berfokuskan kepada Hukum Taurat dan bukan kepada Kristus. Selubung itu kini sudah dibuka dalam diri Yesus yang telah dinyatakannya untuk keselamatan, itu yang menjadi tujuan hidup iman untuk mendapatkan kemuliaan yang memiliki arti, yang tidak akan pudar, itu juga yang mendasari Paulus mempunyai pengharapan dan bertindak dengan penuh keberanian. 23 Pengharapan kita hanya dalam Kristus, sebab Ia adalah jalan keselamatan, Ia Air Kehidupan, Ia Roti Kehidupan. Apabila hati seorang berbalik kepada Tuhan, maka selubung itu diambil dari padanya dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar (2 Kor. 3:18) itu harus menjadi pengharapan kita yang kuat, yang memerdekakan, sebab Kristus yang menguasai Roh kita menjadi kekuatan kita untuk mendapatkan KemuliaanNya. Amin. Salam: Pdt. Ramli S. Sihombing, STh.

BE.241:1 “Asal Ma Ibana

Asal ma Ibana Sai tongtong di au, Jala denggan ni basaNa Unang lupa sian au Ndang be anggo sala Holan las ni roha huhilala

DOA

Ya Bapa, jadikan aku pribadi yang tetap memiliki pengharapan. Amin

Selamat beraktivitas

Jangan Abai Protokol Kesehatan

Tuhan Yesus memberkati

TUHAN MENYERTAI KITA!

RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN

Kamis, 19 Mei 2022

YEREMIA 30:11

“Sebab Aku menyertai engkau, demikianlah firman TUHAN, untuk menyelamatkan engkau: segala bangsa yang ke antaranya engkau Kuserahkan akan Kuhabiskan, tetapi engkau tidak akan Kuhabiskan. Aku akan menghajar engkau menurut hukum, tetapi Aku sama sekali tidak memandang engkau tak bersalah.”

Aku menyertai engkau! Itulah janji Tuhan yang disampaikan kepada umatNya Israel di zaman Yeremia dan bagi kita umatNya saat ini. Allah menyertai kita adalah janji Tuhan kepada setiap orang yang dikasihiNya. Kata “menyertai” artinya bersama-sama, jadi Allah bersama-sama dengan kita, bahkan tinggal dalam kita sebagai orang yang dikasihiNya. Allah menyertai artinya Allah yang akan membela setiap perkara kita, Tuhan akan menjawab pergumulan kita, menuntun, menolong dan membawa kita berjalan dalam rencana Tuhan. Bersama dengan Allah kita pasti menang dan bahkan lebih dari seorang pemenang. Penyertaan Tuhan tidak dibatasi waktu dan tempat, penyertaanya selama-lamanya. Allah menyertai kita sampai kesudahan zaman, sampai akhir kehidupan kita (Matius 20:28). Kalau saat ini kita memiliki pergumulan, persoalan dan masalah, masa depan yang tidak jelas karena pandemi COVID-19 yang masih terus melanda dan belum ada obatnya, kita harus bangkit dan percaya, Allah menyertai kita dan bersamaNya semuanya pasti bisa kita lewati. Penyertaan Tuhan juga membuat semuanya menjadi mudah; apa yang mustahil bagi manusia tidak mustahil bagi Tuhan. Kunci penyertaan Tuhan yaitu kita harus hidup berkenan di hadapan Tuhan sebab Ia akan menyertai saat kita hidup sesuai dengan kehendakNya. Bahkan kita juga perlu meminta penyertaan Roh Kudus agar kita dibimbing ke arah yang benar dan menuju kepada kebajikan. Mari kita senantiasa mendekatkan diri kepada Tuhan, karena saat kita memiliki hubungan yang baik dengan Tuhan, hidup kita akan selalu disertaiNya. Selain itu kita perlu memiliki kerendahan hati. Artinya, kita menyadari kelemahan kita, dan mengakui ke-Mahakuasaan Tuhan dan sepenuhnya mengandalkan dan mengantungkan hidup kepadaNya. Sebagai orang yang hebat kita bisa jatuh, namun hanya dengan penyertaan Tuhan kita dapat menjadi orang yang tangguh menjalani kehidupan ini. Tuhan akan meneguhkan kita sehingga sekalipun kita jatuh, kita tidak akan sampai tergeletak. Tuhan akan memberikan pertolongan kepada kita tepat pada waktunya. Karena itu, serahkanlah hidupmu kepadaNya, biarkan TUHAN yang menyertai dan bekerja atas hidupmu. Selamat menghidupi penyertaan Tuhan. Amin. Salam: Pdt. Pantas Parapat, M.Th.

BE.217,1 “Jahowa Do Donganku”

Jahowa do donganku Tung ise alongki ? Tangiang ni rohangku Padaohon musu i. Hasian ni Debata Au Kristus ulungki. Tung aha hatahata Ni panginsahi i ?

DOA

Ya Allah Bapa, Teguhkanlah imanku dan ajarlah aku untuk selalu berserah kepadaMu. Amin

Selamat beraktivitas

Jangan Abai Protokol Kesehatan

Tuhan Yesus memberkati

NASEHAT UNTUK MENJADI HAMBA YANG BENAR

RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN

Rabu, 18 Mei 2022

1PETRUS 2:11

“Saudara-saudaraku yang kekasih, aku menasihati kamu, supaya sebagai pendatang dan perantau, kamu menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa”

Setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus adalah hamba Tuhan. Artinya, kita harus menunjukkan kesungguhan dalam menyerahkan seluruh hidup kita hanya untuk Tuhan. Seorang hamba Tuhan tidak boleh meragukan kemahakuasaan Tuhan dalam hidupnya. Itu sebabnya rasul Petrus berpesan mengenai hamba Tuhan yang berkenan di hadapanNya. Kita diingatkan agar menjadi hamba Tuhan yang setia dan taat kepada setiap perintah Tuhan. Ingat dan ketahuilah bahwa sebagai hamba Tuhan, kita diajak untuk mau melawan keinginan daging dan melawan jiwa. Artinya, kita harus lebih mengutamakan apa yang diinginkan Tuhan dibandingkan apa yang diinginkan oleh hawa nafsu kedagingan kita. Kitapun diingatkan untuk selalu siap berbuat baik kepada semua orang di sekitar kita sebagai bentuk ketaatan kepada Tuhan. Alasan Petrus mengingatkan setiap hamba Tuhan untuk selalu melakukan yang terbaik bagi sesama tentunya agar tidak ada celah bagi siapapun yang membenci Yesus dan pengikutNya untuk mencela atau menjelekkan perilaku para pengikut Yesus. “Milikilah cara hidup yang baik di tengah-tengah bangsa-bangsa bukan Yahudi, supaya apabila mereka memfitnah kamu sebagai orang durjana, mereka dapat melihatnya dari perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Allah pada hari Ia melawat mereka” (1Ptr.2:12). Memang tidaklah mudah untuk menjadi hamba Tuhan, namun bukan berarti tidak seorangpun akan sanggup menjadi hamba Tuhan yang benar. Kita menyadari bahwa ada banyak hal yang harus dilewati untuk benar-benar menjadi hamba Tuhan yang benar. Ketahuilah, bahwa untuk menjadi hamba Tuhan yang benar kita harus tetap setia, taat kepada Tuhan dalam siatuasi apapun dan kapanpun, termasuk pergumulan berat saat ini karena masih terus berhadapan dengan pandemi covid-19. Jangan pernah menyerah dengan keadaan yang menyesakkan jiwa apalagi sampai membuat kita putus asa. Ketahuilah, bahwa saat kita sanggup menjalani hidup yang penuh dengan tantangan ini dan selalu menjauhkan diri dari segala godaan kejahatan, maka sesungguhnya kita sedang menempa diri untuk menjadi seorang hamba Tuhan yang benar. Mampu menghadapi penderitaan dan tetap setia kepada Tuhan dengan terus melakukan hal yang baik, itulah yang dikehendaki Tuhan bagi kita. Mari saudaraku, untuk bersungguh hati menyingkirkan segala bentuk keinginan daging dan melakukan apa yang diinginkan Tuhan, Amen. Salam: Pdt. Lundu HM. Simanjuntak, D.Min.

BE.277,4 “Marsada Roha Hita”

Suman tu paisolat Harohaonta be, Lam leleng, lam marbolat do sian sasude. Na so di Tuhan i Ibana do artanta, HataNa sinjatanta dompak na holom i.

DOA

Ya Allah Bapa, berkatilah hambaMu untuk menyingkirkan segala bentuk keinginan daging. Amin

Selamat beraktivitas

Jangan Abai Protokol Kesehatan

Tuhan Yesus memberkati

SETIA DAN MENGASIHI YESUS

RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN

Selasa, 17 Mei 2022

YEHEZKIEL 16:8

“Maka Aku lalu dari situ dan Aku melihat engkau, sungguh, engkau sudah sampai pada masa cinta berahi. Aku menghamparkan kain-Ku kepadamu dan menutupi auratmu. Dengan sumpah Aku mengadakan perjanjian dengan engkau, demikianlah firman Tuhan ALLAH, dan dengan itu engkau Aku punya”

“Gnothi Seauthon”, kenalilah dirimu sendiri, ungkapan itu mungkin sudah pernah kita dengar. Ungkapan ini mengingatkan kita untuk mau dan selalu belajar mengenal diri kita, siapa kita, dari mana asal usul kita dan apa tujuan hidup kita. Dengan belajar mengenal diri sendiri, maka kita akan bisa memaknai dan menjalani hidup ini sesuai dengan kehendak Tuhan, tidak lupa diri dan jauh dari kecongkakan. Dalam kitab Yehezkiel pasal 16 ini Allah mengatakan bahwa Ia telah memilih Israel dan menjadikannya menjadi milikNya. Israel adalah bangsa kecil yang tidak dianggap, bahkan diibaratkan sebagai anak buangan yang tidak diinginkan kehadirannya. Allah memperhatikan bahkan mengangkat mereka sebagai kesayanganNya walaupun mereka tidak layak. Allah bahkan mengikat perjanjian dan bersedia menjadi Allah atas mereka. Allah memperlakukan mereka dengan sangat istimewa dan membuat nama mereka masyhur di antara bangsa-bangsa. Namun apa yang dilakukan bangsa Israel? Sungguh sangat menyakitkan hati Tuhan, mereka melupakan Tuhan dan menyembah kepada berhala yang disembah bangsa lain. Semua yang mereka lakukan merupakan kekejian di mata Tuhan. Mereka membalas kebaikan Tuhan dengan perbuatan-perbuatan yang menyakiti hatiNya, “air susu dibalas air tuba”. Dalam Yohanes 15:16 Yesus mengatakan kepada kita bahwa kita telah dipilihNya menjadi milikNya. Bukan hanya memilih, tetapi Dia juga yang menyertai dan memberkati kehidupan kita. Singkatnya, kita ada hingga detik ini semua karena kasihNya. Tetapi sadar atau tidak, kita juga sering berperilaku seperti Israel sebagaimana dikisahkan dalam renungan ini. Kita membalas kasih dan kebaikan Tuhan dengan perbuatan yang menyakiti hatiNya. Mungkin kita melakukan hal yang jahat, bahkan berkhianat dengan memohon berkat dan keselamatan dari allah lain. Belajar dari apa yang tertulis di dalam firman Tuhan hari ini, kita sebagai orang percaya, memang tidak dapat membalas secara sempurna kebaikan dan kasih setia Allah dalam hidup kita. Namun, kita dipanggil untuk setia dengan terus-menerus mengingat kasih setia-Nya di dalam kehidupan kita. Setiap orang percaya harus terus berusaha mengenal diri serta mengenal Tuhan dan bersandar penuh kepadaNya. Tuhan Yesus Kristus adalah sumber pertolongan dan keselamatan di dalam hidup kita, tetaplah setia dan mengasihiNya. Amin. Salam: Pdt. Hitler E.Hutapea,S.Th.,M.M.

BE.470:1-2 “Jesus Ho Nampuna Au”

  1. Jesus Ho nampuna au dohot na adong di au, Gogo dohot hosangki sahat ma tu tanganMi
  2. Sai rajai ma matangki manangkasi dalanMi, Sai patinggil pinggolhi tumangihon hataMi

DOA

Ya Allah Bapa, berkatilah hambaMu untuk semakin mengenal diri sendiri.Amin

Selamat beraktivitas

Jangan Abai Protokol Kesehatan

Tuhan Yesus memberkati

TUHAN DASAR YANG TETAP

RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN

Senin, 16 Mei 2022

2TIMOTIUS 2:19

“Tetapi dasar yang diletakkan Allah itu teguh dan meterainya ialah: “Tuhan mengenal siapa kepunyaanNya” dan “Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan.”

Ada banyak cara yang dilakukan oleh manusia di dunia ini untuk menghalangi pemahaman manusia akan kebenaran firman Tuhan. Bisa saja mereka mengajarkan hal-hal yang menyimpang dari kebenaran firman Tuhan, misalnya tentang hukum Taurat, kebangkitan, kebenaran dan lain sebagainya. Namun demikian sebagai seorang Kristen yang tangguh dan setia, Paulus mengingatkan Timotius dan kita juga pada saat ini, agar tetap arif dan kuat dalam menghadapi pengajar-pengajar sesat yang berusaha untuk meruntuhkan iman percaya orang Kristen. Tuhan telah meletakkan dasar yang teguh dan meteranya ialah: “Tuhan mengenal siapa kepunyaanNya” dan “setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan”.

Demikian Paulus menyatakannya kepada Timotius agar ia tetap kuat dan tangguh dalam misi pemberitaan Injil, kendati harus menghadapi guru-guru palsu dan penyesat yang membuat iman percaya orang Kristen kacau balau. Kesadaran akan Tuhan yang memiliki kita akan memampukan kita untuk bertahan dalam Kristus hingga selamanya, walau dalam situasi dan keadaan apa pun itu, termasuk meninggalkan kejahatan itu juga merupakan salah satu tanda bahwa kita adalah milik Tuhan, kita adalah kepunyaanNya. Demikian Paulus menekankannya kepada Timotius, anak yang dikasihi-nya. Untuk itu saudara/i, tidak ada alasan bagi siapapun untuk meninggalkan Tuhan, karena Kristus adalah dasarnya. Penderitaan yang kita hadapi sebagai orang Kristen, itu adalah penderitaan biasa, yang tidak dapat dibandingkan besarnya hadiah yang akan kita peroleh kelak dalam kerajaan sorga. Kekuatan dalam Kristus adalah dasar kita untuk bermegah khususnya dalam menghadapi ajaran-ajaran sesat yang bisa saja terjadi kapan saja dan dimana saja. Ingatlah akan kekuatan firman Tuhan yang selalu memampukan kita dan jemaatNya untuk bertahan di dalam Dia Sang Pemilik kita. Selamat beraktivitas, Tuhan Yesus memberkati. Amin.

Salam: Pdt. T. Golkaria Nainggolan, M.Th.

BE.128:1 “Ditanda Debatanta”

Ditanda Debatanta na di Ibana i. Na metmet nang na balga di nasa bangso i. Ndang mago loasonNa nang sada sian i. Ditogu do sudena tu hasonangan i. Ditogu do sudena tu hasonangan i.

DOA

Ya Allah Bapa, berkatilah hambaMu untuk kuat dan tangguh dalam memberitakan InjilMu. Amin

Selamat beraktivitas

Jangan Abai Protokol Kesehatan

Tuhan Yesus memberkati

DAFTAR YANG BERULANGTAHUN, 25 APRIL – 01 MEI 2022

ULANGTAHUN KELAHIRAN

NO NAMA L/P TANGGAL LAHIR USIA WIJK
1 Tiorim br Sianturi P 25-04-1968 54 WONOSARI 3
2 Masron  Sagala L 25-04-1987 35 PARLUASAN
3 Cartika  Tampubolon Amd.Keb P 25-04-1990 32 PARLUASAN
4 Aprina Wati Siagian P 25-04-2000 22 ALAB DAME
5 Daniel Pontas  Simarmata L 26-04-1986 36 ALAB DAME
6 Edi Syah Putra Sitorus L 26-04-1987 35 WONOSARI 2
7 Eka Syahputri Sitorus P 26-04-1987 35 PARLUASAN
8 Benni Kosasi manik L 26-04-1989 33 TELADAN/WONOSARI 1
9 Rico Tampati Simanjuntak L 26-04-1999 23 PARLUASAN
10 Juan Patrik S Sinaga L 26-04-2004 18 PASAR HITAM / KAMPUNG TOBA
11 Ewis Sintara  br. Aritonang P 26-04-2007 15 WONOSARI 3
12 Jeremi Pasaribu L 26-04-2008 14 ALAB DAME
13 Martha  Simanullang P 27-04-1946 76 TELADAN/WONOSARI 1
14 Renata Tampubolon P 27-04-1950 72 KAMPUNG POLRI
15 Firman  Pangaribuan L 27-04-1969 53 WONOSARI 4 KAMPUNG TARUTUNG
16 Santi Ladiana Sitanggang P 27-04-1975 47 KAMPUNG KRISTEN
17 Rudi  Simanjuntak L 27-04-1978 44 KAMPUNG KRISTEN
18 Agnes Kristina  Pardede P 27-04-1997 25 WONOSARI 2
19 Anju Haholongan Pranata  Sitorus L 27-04-2002 20 WONOSARI 2
20 Clara Nelly Rillyna Simarmata P 27-04-2004 18 TELADAN/WONOSARI 1
21 Josua Mindo Tua Sitorus L 27-04-2005 17 WONOSARI 2
22 Radiva Lubis P 27-04-2010 12 WONOSARI 3
23 Pahala Yanto Panjaitan L 28-04-1985 37 ALAB DAME
24 Leo Candra Naibaho L 28-04-1993 29 WONOSARI 4 KAMPUNG TARUTUNG
25 Frans Halomoan Lubis L 28-04-1995 27 KAMPUNG POLRI
26 Tiolina br Sitorus P 28-04-2003 19 WONOSARI 3
27 Hitler Raja Paulihon Lubis L 28-04-2007 15 WONOSARI 3
28 Hinsa Br Simanjuntak P 29-04-1959 63 ALAB DAME
29 Aldy Kevin Sirait L 29-04-2000 22 KAMPUNG KRISTEN
30 Porman  br. Manurung P 30-04-1974 48 TELADAN/WONOSARI 1
31 Angelia Greace Nova Lina br Pakpahan P 30-04-1988 34 PARLUASAN
32 Eka Maria  Marpaung P 30-04-1995 27 WONOSARI 2
33 Benetita Regina P 30-04-2002 20 WONOSARI 3
34 Valencia Irene Panjaitan P 30-04-2015 7 ALAB DAME
35 Felix Joseph Keyzaro Sitorus L 30-04-2018 4 WONOSARI 2
36 Paul Mula Maruba Ambarita L 01-05-1974 48 PASAR HITAM / KAMPUNG TOBA
37 Hotmariasi Simarmata P 01-05-1984 38 ALAB DAME
38 Parsaoran hasudungan Sihite L 01-05-1997 25 TELADAN/WONOSARI 1
39 Titin Romei  Banjarnahor P 01-05-1997 25 WONOSARI 4 KAMPUNG TARUTUNG
40 Juspita Melisa Tambunan P 01-05-2002 20 TELADAN/WONOSARI 1
41 Cleo Argatta Meisya Samosir P 01-05-2005 17 WONOSARI 4 KAMPUNG TARUTUNG

ULANGTAHUN PERKAWINAN

NO NAMA TANGGAL THN WIJK
1 Viktor  Sitompul / Ani Lija 26-04-1982 40 KAMPUNG POLRI
2 Carles Marpaung / Porman N Hasibuan 28-04-1980 42 PASAR HITAM / KAMPUNG TOBA
3 Hardi  Butarbutar / Anna Thresia  Manik 28-04-2012 10 PASAR HITAM / KAMPUNG TOBA
4 Manson Harianja / Elfida Butarbutar 01-05-1981 41 TELADAN/WONOSARI 1

MENGIKATKAN DIRI KEPADA TUHAN

RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN

Sabtu, 30 April 2022

1KORINTUS 6:17

“Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya kepada Tuhan, menjadi satu Roh dengan Dia.”

Kapal yang mengarungi lautan dalam, penuh dengan aneka tantangan, ombak dan topan, serta angin kencang akan mencoba menerjang menghantam, tapi kenapa kapal kokoh dapat bertahan dan tidak tenggelam dihempas dan ditelan oleh gelombang? Dia kuat bertahan, hingga tiba di pelabuhan dengan selamat dan aman. Saudara tau rahasianya? Karena kapal ini terikat dengan sebuah jangkar besi yang berat, jangkar akan menahannya untuk teguh dan tidak terhempas oleh gelombang dahsyat. Bagaikan kapal yang mengalami banyak tantangan, demikian juga manusia mengalami banyak problema hidup yang bagaikan gelombang dahsyat, pengaruh- pengaruh internal dan eksternal, semuanya datang menghadang ingin menenggelamkan manusia itu sendiri. Pertanyaan sejauh manakah kemampuan manusia itu bertahan di tengah ancaman dan godaan dalam segala zaman? Jika manusia itu hanya mengandalkan kekuatannya sendiri, ombak dahsyat akan menenggelamkannya, tetapi bila tali imannya diikatkan dan terhubung kepada Allah, Yesus Kristus dan Roh Kudus, maka dia akan kokoh mampu bertahan menaklukkan segala tantangan hingga menuju pelabuhan yang tenang damai. Immanuel, Tuhan telah meninggalkan kemuliaanNya, turun dari kemahakuasaanNya menuju dunia menjalin hidup dan tali persaudaraan dengan manusia. Allah telah menebus manusia dan menjadikan manusia menjadi baitNya sendiri dan RohNya tinggal di dalam dia (1 Kor 3:16) Manusia adalah anggota tubuh Allah (1 Kor 6:6), serta rupa Allah: Imago Dei (Kej 1:27), manusia tidak jauh berbeda dengan Allah (Mzm 8:6) Allah terlebih dahulu mengikatkan diriNya bagi kita, tapi apa yang terjadi manusia mau diperbudak oleh dosa, tunduk kepada keinginannya, hawa nafsunya sendiri, berlaku jahat dan menghianati Allah. Untuk itu selagi masih ada waktu, gunakan kesempatan untuk mengikatkan dirimu kepada Tuhan kembali. Tuhan masih tetap menunggu agar kita mengikatkan diri kepada Tuhan, sehingga mampu bertahan dan kuat, kokoh, menghadapi ombak dahsyat yang penuh goncangan. Kita akan dituntun hingga tiba pada pelabuhan yang aman dan damai. Tuhan memberkati dan menguatkanmu, sehingga engkau mampu bertahan dan memenangkan segala godaan dan tantangan. Amin, Salam: Pdt. Rein Justin Gultom, S.Th., M.A.

BE.750:1 ”Tu Tondingkon O Jesus”

Tu tondingkon O Jesus, patolhas HataMi, Asa sonang rohangku unang sai ganggu i. Rohangkinon dohot tondingkon naeng tumangihon Ho, Dison do au naposoMon rade tumangihon Ho.

Doa

Ya Allah Bapa, bantulah aku untuk memenangkan segala godaan dan tantangan. Amin

Selamat beraktivitas

Jangan Abai Protokol Kesehatan

Tuhan Yesus memberkati

KASIH DALAM PEKERJAAN

RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN

Jumat, 29 April 2022

1KORINTUS 16:14

“Lakukanlah segala pekerjaanmu di dalam kasih”

Bekerja itu perlu. Dan selama kita bernafas tugas bekerja itu belum berhenti. Tentu ketika kita melirik dari usia produktif dan non produktif sedikit harus menerima lanjutan penjelasan. Sebab memperoleh jawab tersendiri ketika ada pertanyaan, pekerjaan yang menghasilkan material? Ada masa aktif dan purna? Ya. Maka ketika kita masih berada di ranah produktif manfaatkanlah itu sebaik mungkin sebab sesuai berjalannya waktu, kita pasti akan di gantikan oleh generasi muda. Kita akan menjadi purna pada waktunya. Bekerja dengan baik itu sekarang, bukan besok. Sebab besok belum tentu kita dapat bekerja sebaik sekarang. Maka bekerjalah sekarang. Orang yang bekerjalah yang layak menikmati anugerah Tuhan dan orang yang mau bekerjalah rasa syukurnya tidak pernah berhenti. Dalam teks ini Paulus mengangkat salah satu pekerja yakni seorang tentara. Tugasnya adalah menjaga. Maka sebagai seorang penjaga, seharusnyalah siaga. Sebab kesiagaan akan mengurangi ancaman bahkan menghilangkan ancaman dari musuh. Musuh tidak akan berani datang kalau tentara penjaga siaga. Selain penjaga rupanya seorang tentara itu harus berperangDalam masa perang, tentara harus menjadi seorang pahlawan. Mau diperlengkapi dengan senjata, mau dilatih dengan setia. Sebagai seorang tentara-prajurit, demikianlah kiranya orang Kristen. Kesiagaan seorang tentara adalah juga metafora orang Kristen yang harus mengasihi. Sebab ketika kasih itu kita laksanakan sebagaimana seorang tentara yang siap siaga melakukan tugasnya, maka kedamaian pun akan terjadi. Apa pekerjaanmu sekarang? Inilah pertanyaan seseorang kepada semarganya yang bertepatan pulang dari perantauan. Tidak langsung dijawab. Setelah ditanya kedua kalinya, dia pun menjawab: pekerjaannya adalah pegawai gereja. Kemudian dialogpun berlanjut dan pesan yang disampaikan adalah lakukanlah pekerjaanmu itu di dalam kasih. Jangan terpaksa dan jangan merasa kecil hati. Pekerjaan itu ditentukan oleh nilai kasih dari pekerjanya. Sekarang gumulilah kalimat ini, “Seberapa besarkah kasihmu dalam pekerjaanmu?” Salam: Pdt. Jona Simanungkalit, S.Th, M.M.

BE.724:1 ”Tuhan Baen Ma Ngolungkon”

Tuhan baen ma ngolungkon, parbadiai ma di Ho, Pangke ma nang tingkingkon mamuji pasangap Ho, Mamuji pasangap Ho

Doa

Ya Allah Bapa, ajar dan bimbinglah aku, agar kasih selalu ada dalam pekerjaanku. Amin

Selamat beraktivitas

Jangan Abai Protokol Kesehatan

Tuhan Yesus memberkati

OLEH FIRMAN TUHAN

RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN

Kamis, 28 April 2022

MAZMUR 33:6

“Oleh firman TUHAN langit telah dijadikan, oleh nafas dari mulut-Nya segala tentaranya.”

Alkitab disebut firman Tuhan yang hidup. Mengapa? Sebab darinya kita mendapatkan makanan dan minuman rohani. Banyak orang berpikir bahwa roti adalah satu-satunya yang dibutuhkan untuk bisa hidup. Memang benar, makanan jasmani diperlukan agar kita dapat bertahan hidup, namun ada hal lain yang diperlukan untuk membuat hidup lebih dari sekedar bertahan hidup. Ada tertulis: “Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah” (Mat 4:4). Seperti “Bayi yang baru lahir”, yang tidak akan dapat hidup tanpa susu, begitu pula hidup, tidak akan dapat bertahan tanpa ‘air susu murni’ dari firman Tuhan. Seperti makanan bagi tubuh jasmani untuk memberikan asupan energi pada hidup, maka agar dapat benar-benar hidup, firman Tuhan juga merupakan Asupan Kebutuhan. Sebab hati manusia hanya dapat dipuaskan dengan firman Tuhan: “Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya.” (Luk 11:28). Sungguh, firman Tuhan yang hidup dan berkuasa dan “Oleh firman TUHAN langit telah dijadikan, oleh nafas dari mulut-Nya segala tentaranya”. 2)Ungkapan “firman Allah = firman Yehuwa” muncul ratusan kali dalam Alkitab. Oleh ”firman Allah” langit diciptakan, Allah berfirman dan firman itu terlaksana. ”Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” lalu terang itu jadi.” (Kej 1:3). Allah telah mengerjakan segala sesuatunya, “Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga.” (Yoh 5:17). Itu menyimpulkan bahwa melalui firman-Nya: “Sebab Dia berfirman, maka semuanya jadi; Dia memberi perintah, maka semuanya ada.” (Mzm 33:9). Dengan firman-Nya: Semua makhluk hidup dan benda mati tunduk kepada-Nya dan semua ciptaan untuk melaksanakan maksud-tujuan-Nya. Firman-Nya dapat diandalkan; apa pun yang dijanjikan-Nya, Allah akan ingat untuk menepatinya. Sebagaimana telah Ia katakan, firman-Nya akan bertahan sampai waktu yang tidak terbatas dan tidak akan kembali tanpa tercapai tujuannya, “Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu” (Mat 24:35). 3) Firman Allah adalah firman yang hidup, yang memiliki kekuatan untuk mewujudkan Rancangan dan Rencana-Nya, yang menyatakan Kekuasaan dan Kemuliaan-Nya. Firman Allah yang hidup, yang menguatkan dan memotivasi, yang menuntun hidup dan menghibur. Akan hal itu, baiklah kita senantiasa 74 hidup dilandasi oleh firman-Nya setiap hari: “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. Aku telah bersumpah dan aku akan menepatinya, untuk berpegang pada hukum-hukum-Mu yang adil.” (Mzm 119:105-106). Umat Allah yang hidup, senantiasa memberikan waktu untuk bersama firmanNya, menghidupinya dan selalu didalam firmanNya, sebab itu menjadi kekuatan, itu yang menjadi penuntun: “… Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan apa yang benar di mata-Nya, dan memasang telingamu kepada perintah-perintah-Nya dan tetap mengikuti segala ketetapanNya, maka Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit mana pun, yang telah Kutimpakan kepada orang Mesir; sebab Aku TUHANlah yang menyembuhkan engkau.” (Kel 15:26), Amin. Salam: Pdt. Ramli S. Sihombing, S.Th.

BE.575  ”Puji Ma Debata na Songkal”

Puji ma Debata na songkal, Pasangap ma goarNa/ Puji ma angka rura dohot lung, angka dolok na timbo, Dohot hasak ni galumbang sude mamuji Ho/ Langit i na mansai hembang, Bintang i na mansai torang, Ombun i na mansai saksak, Pasangaphon Ho O Debata/ Tung so olo tading au lao mamuji Ho Tuhan, Nasa gogo bahenonku lao pasangaphon Ho, Ro di ujung ni ngolungku sai pujionku Ho.

Doa

Ya Allah Bapa, bimbinglah aku melalui Roh KudusMu untuk melakukan yang benar dihadapanMu. Amin

Selamat beraktivitas

Jangan Abai Protokol Kesehatan

Tuhan Yesus memberkati