MINTALAH HIKMAT

RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN

Sabtu, 16 Oktober 2021

1RAJARAJA 3:9

“Maka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang faham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat, sebab siapakah yang sanggup menghakimi umat-Mu yang sangat besar ini?”

Pada waktu menjabat sebagai raja atas Israel usia Salomo masih sangatlah muda dan bisa dikatakan belum memimpin sebuah bangsa yang besar seperti Israel. Usia muda adalah usia yang penuh gejolak, di mana hati dan pikiran dipenuhi oleh banyak keinginan dan itu adalah hal yang sangat wajar, maklum anak muda!

Suatu ketika Tuhan menampakkan diri kepada Salomo dalam mimpi ketika ia mempersembahkan korban di Gibeon, firmanNya,  “Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu.”  (1Raja-Raja 3:5).  Ternyata Salomo tidak meminta hal yang dipikirkan anak-anak muda kebanyakan:  uang, emas, perak, harta, melainkan hikmat.  Apa itu hikmat?  dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia hikmat diartikan kebijakan, kearifan, dan bisa pula diartikan dengan kepandaian, kebijaksanaan, pengertian dan pengetahuan.  Hikmat adalah hal penting yang sangat dibutuhkan pemimpin atau raja untuk memimpin suatu bangsa.  Dengan hikmat Tuhan inilah Salomo beroleh kesanggupan  “…menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat, sebab siapakah yang sanggup menghakimi umat-Mu yang sangat besar ini? Lalu adalah baik di mata Tuhan bahwa Salomo meminta hal yang demikian.”  (1 Raja-Raja 3:9-10).

Tuhan memberikan apa yang diinginkan Salomo, bahkan hal berikut ini:  “apa yang tidak kauminta Aku berikan kepadamu, baik kekayaan maupun kemuliaan, sehingga sepanjang umurmu takkan ada seorangpun seperti engkau di antara raja-raja.”  (1 Raja-Raja 3:13).  Karena berhikmat Salomo dapat menjalankan tugas pemerintahan dan memimpin bangsanya dengan adil dan benar. Oleh karena itu, marilah kita terus mencari dan meminta hikmat dari Tuhan Allah melalui ketaatan beribadah, kesetiaan melaksanakan firman-Nya dalam kehidupan, meminta hikmat dalam doa dan melaksanakan hikmat dalam semua keputusan. Niscaya semua keputusan dan jalan hidup kita akan menghasilkan keberhasilan, kesukacitaan dan kebahagiaan. Amin.

BE.105:2 “Ro ma Tondi Porbadia”

Lehon ma di rohanami Hapistaran na sintong, Asa tung huboto hami Marparange di joloM, Sian haliluon pe Sai palua hami be.

 Doa

“Ya Allah Bapa, berikan aku hikmat agar aku beroleh sukacita dan kebahagiaan. Amin

 Selamat beraktivitas

Jangan Abai Protokol Kesehatan

Tuhan Yesus memberkati

“JANGAN MENCURI LAGI, YA!”

RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN

Jumat, 15 Oktober 2021

EFESUS 4:28

“Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan.”

Membaca pesan Paulus di atas, mungkin kita berkata bahwa ayat itu bukan untuk kita, sebab kita bukanlah pencuri, kita bukan perampok, kita adalah orang baik-baik. Walau demikian, ayat itu mengingatkan kita untuk tidak berbuat curang, salah satu adalah dalam soal uang. Berbuat curang dalam soal uang, sebetulnya mirip-miriplah dengan mencuri yang dimaksudkan Paulus. Atau juga bila kita menahan hak orang, abai dengan sesuatu yang mestinya kita beri ke orang yang seharusnya diberi, inipun sebenarnya mencuri juga. Dalam banyak hal tanggung jawab, seseorang dapat dipercaya, tetapi sering dalam uang tidak dapat dipercaya. Mungkin pernyataan ini terasa keras dan tidak disukai, tapi ini nyata. Tidak hanya di dunia sekuler, tetapi bila tidak hati-hati, masalah uang juga sering melibatkan oknum-oknum rohani dalam pelayanan. Oleh karena takut atau kuatir kekurangan atau yang lebih menyedihkan adalah karena terkontaminasi dengan gaya hidup, orang-orang sering tidak jujur soal uang, agar hidup nyaman dan keinginan terpenuhi. Biarlah nasihat Paulus di atas memantapkan kita untuk memiliki gaya hidup tidak berlebihan, tidak hedonisme, tidak menjadikan uang sebagai dasar hubungan dengan siapapun. Cukupkanlah diri dengan hasil kerja keras kita walau tidak besar imbalan yang didapat sehingga kita “tidak mencuri”… tidak mengambil yang bukan hak kita. Bahkan terlebih indah dan mulia lagi bila kita dapat berbagi dengan apa yang kita miliki kepada orang yang membutuhkan, atau kepada pihak ke mana Tuhan arahkan.

BE.406:3 “Dilambung ni Parsilang”

Di lambung ni parsilang do panjoraanki, Ndang olo be marhilang na somal lao tusi. Margabus nang manangko pe, maruhum na roa, Ndang be diula Kristen i naung sian Golgata.

Doa

“Ya Allah Bapa, jadikan aku menjadi pribadi yang jujur yang tidak mengingini harta milik orang lain dan mampukan aku untuk mencukupkan dengan apa yang Kau b’ri ”. Amin. 

 Selamat beraktivitas

Jangan Abai Protokol Kesehatan

Tuhan Yesus memberkati

“KASIH, TIDAK BERKESUDAHAN!”

RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN

Kamis, 14 Oktober 2021

 1KORINTUS 13:8

“Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap.”

Sesungguhnya agama Kristen identik dengan Kasih atau dapat dikatakan Kristen adalah agama Kasih. Sekarang, apakah Kasih itu? Saat ini Rasul Paulus mencoba menyingkapkan bagi kita dengan apa yang dituliskannya dalam 1Korintus 13:4-7

Kasih itu sabar,
Kasih itu murah hati;
Ia tidak cemburu.
Ia tidak memegahkan diri sendiri dan tidak sombong,
Ia tidak melakukan yang tidak sopan
dan tidak mencari keuntungan diri sendiri.
Ia tidak pemarah
dan tidak menyimpan kesalahan orang lain,
Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.
Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu,
mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.

Puncak dari penjelasannya diakhiri pada ayat ke-8, dimana Paulus berseru: “Kasih tidak berkesudahan!” Kasih yang sejati tidak akan bertahan hanya untuk satu periode waktu saja, karena kalau begitu itu adalah kasih yang bersyarat. Kasih yang diberikan Allah Bapa kita adalah suatu kasih yang tiada habisnya, kasih yang tanpa syarat. Biarlah ini menjadi perenungan bagi kita. Kita tidak pernah melakukan apapun yang membuat kita layak menerima kasih Allah, namun Dia tetap mengasihi kita tanpa syarat. Hari ini, kiranya kita mengasihi seperti yang telah dilakukan oleh Kekasih Jiwa kita, Yesus Kristus.

BE.820:1 “Pangke Ma Tingkin”

Pangke ma tingkim na sian Tuhanmu, Ai tung hatop laho salpu do i. Dia ma arta na hot di ngolumu, Holong na polin na manongtong i. Ai ndang adong na hot di atas tano on, Nasa nauli lao salpu do i, Holong ni roha na hot na manongtong, Holan di Jesus do boi jumpang i.

 Doa

“Ya Allah Bapa, mampukan aku menjadi pribadi yang penuh kasih ”. Amin. 

 Selamat beraktivitas

Jangan Abai Protokol Kesehatan

Tuhan Yesus memberkati

DO THE BEST ! LAKUKANLAH YANG TERBAIK!

RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN

Rabu, 13 Oktober 2021

KOLOSE 3:23

“Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.”

Dalam sebuah tulisan dikisahkan percakapan sebagai berikut: Pejabat kerajaan Italia mendatangi seorang tukang yang tampak teliti dan berusaha sungguh-sungguh dalam pekerjaannya. Dia bertanya kepada tukang itu, “Untuk apa kotak yang kau buat itu?” “Pot bunga, Pak.”

Tertarik, pejabat itu melanjutkan, “Benda itu akan diisi dengan tanah. Mengapa kamu susah-susah membuatnya begitu bagus?” “Saya menyukai hal-hal yang sempurna,” jawab orang itu. “Ah, tak seorang pun akan memerhatikan kesempurnaannya. Pot bunga tidak perlu sedemikian sempurna.”

“Tapi jiwa saya membutuhkannya,” kata orang itu kembali. “Apa Tuan menganggap tukang kayu dari Nazaret itu pernah membuat sesuatu yang lebih rendah dari kemampuan-Nya?” Dengan marah pejabat itu menjawab, “Ini hujat! Kelancanganmu layak mendapat hukuman cambuk. Siapa namamu?” “Michaelangelo, Tuan.”

Alkitab meminta kita memberikan yang terbaik yang bisa kita lakukan, entah dalam pelayanan, pekerjaan, dan dalam segala hal untuk kemuliaan nama Tuhan. Ya, segala hal yang perlu dilakukan harus dilakukan dengan baik. Tidak ada orang, pelanggan, atau jemaat yang tidak suka jika kita selalu berusaha memberi yang terbaik untuk mereka. Melakukan yang terbaik pada hari ini akan membawa Anda ke tempat terbaik di masa depan.

Seorang bijak pernah mengatakan, “Jika seseorang terpanggil menjadi tukang sapu jalanan, maka ia harus menyapu seperti Michelangelo melukis, Beethoven memainkan musik, atau Shakespeare menulis sajak. Apapun pekerjaan Anda lakukanlah sebaik-baiknya.” Hari ini, mari kita renungkan sejenak, apakah sebagai pekerja atau sebagai hamba Tuhan, selama ini kita sudah memberikan kontribusi tertinggi bagi Tuhan dan sesama? Percayalah jika Anda selalu mempersembahkan usaha yang terbaik, maka hal itu akan menjadikan Anda pemenang.

BE.720:1 “Marsinondang Dibaen Jesus”

Naeng marsinondang ngolungku diigil Jesus i, Manang didia pe ahu tongtong huingot i. Tiur marsinondang, Ido niigil ni Jesus. Tongtong marsinondang, Panondang do au tutu

Doa

“Ya Allah Bapa, kuatkanlah aku melakukan yang terbaik dalam hidupku ”. Amin. 

Selamat beraktivitas

Jangan Abai Protokol Kesehatan

Tuhan Yesus memberkati

PEMBALASAN ITU MILIK TUHAN BUKAN KITA

RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN

Selasa, 12 Oktober 2021

ROMA 12:19

“Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan.”

Bagi orang yang menaruh dendam atau niat pembalasan terhadap orang lain, di dalam hatinya tidak ada hal-hal yang positif, melainkan hanya rancangan-rancangan jahat.  Saul menyimpan kebencian dan dendam kepada Daud oleh karena banyak orang mengelu-elukan Daud:  “Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa.”  (1 Samuel 18:17).  Karena hati Saul dipenuhi oleh rasa dendam, maka ekspresi yang keluar pun hal-hal negatif semata, baik itu melalui perkataan dan juga perbuatan.  Pembalasan dendam hanya akan menciptakan penderitaan batin si pelaku.

Yusuf adalah contoh orang yang sanggup mengasihi dan mengampuni musuhnya.  Meski dianiaya dan dibuat menderita oleh saudara-asaudaranya Yusuf tidak menyimpan dendam sedikit pun, tapi ia malah menunjukkan kasih dan kemurahannya.  “Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar. Jadi janganlah takut, aku akan menanggung makanmu dan makan anak-anakmu juga.”  (Kejadian 50:20-21).

Kita tidak diperkenan membalas dendam kepada musuh karena pembalasan adalah hak mutlak Tuhan.  Barangsiapa berusaha membalas dendam kepada orang lain berarti ia telah mencuri hak mutlak milik Tuhan.  Pembalasan itu bukan hak kita, melainkan milik Tuhan sendiri.  Yang menjadi bagian kita adalah mengijinkan Tuhan untuk menangani orang lain.  Biarlah Tuhan sendiri yang bertindak karena Ia punya cara dan waktu sendiri untuk menangani masalah yang terjadi.  Yang harus dilakukan adalah ini:  “…jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya.”  (Roma 12:20).  Jadi cara tepat dalam memperlakukan musuh adalah menunjukkan kasih dan kemurahan kepadanya.  “…kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!”  (Roma 12:21).

BE.44:3 “Hamuna na Porsea i”

Sigati rohamuna be sai tanda dosamu sude paringkot rohamuna, Manjangkon Sipalua i na tuat sian Surgo i manggarar utangmuna. Tanda hata hangoluan na binoan ni Tuhanta na pasae sude dosanta.

Doa

“Ya Allah Bapa, jadikan aku menjadi Pribadi yang Murah Hati. ”. Amin. 

 Selamat beraktivitas

Jangan Abai Protokol Kesehatan

Tuhan Yesus memberkati

HARI INI, MARI MENJAGA HATI

RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN

Senin, 11 Oktober 2021

MATIUS 15:18

“Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang.”

HARI INI, JAGALAH HATIMU!

Kita sering tertipu dengan penampilan luar seseorang. Bahkan, ada yang menilai ukuran kualitas iman seseorang dari penampilan luarnya. Mungkin anda pun pernah punya penilaian seperti itu. Dikisahkan pertemuan seseorang dengan seorang ibu yang kelihatan sangat rohani. Ayat-ayat firman Tuhan mengalir deras dari setiap perkataannya. Kesannya, ia seorang yang sangat rohani. Namun, tidak lama kemudian, ada kenalan yang mengingatkan bahwa ia adalah penipu. Ia bergerak dari satu gereja ke gereja yang lain untuk menipu. Khususnya, bila diadakan baptisan di suatu gereja, maka ia selalu hadir. Kadang-kadang ia mendoakan juga. Namun, setelah akrab ia menipu dengan mengatasnamakan gereja. Banyak jemaat yang akhirnya tertipu. Uang mereka pun raib. Sungguh ironis.

Bacaan kita hari ini dilatarbelakangi oleh tindakan orang Farisi dan ahli Taurat. Mereka menegur keras Tuhan Yesus karena murid-murid tidak mencuci tangan sebelum makan. Padahal, dalam tradisi Yahudi, tindakan itu diharamkan. Orang-orang ini, menuntut tampilan luar, sebagai cerminan kesucian seseorang. Namun, Yesus membantah dan membetulkan pemahaman mereka. Dengan terus terang Yesus mengatakan bukan yang masuk yang menajiskan. Sebaliknya, yang keluarlah, yaitu perkataan dan perbuatan kita, yang menajiskan. Jagalah hati. Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu, dan hujat (Mat. 15:19). Hal senada pernah dikatakan penulis Amsal. Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan (Ams. 4:23). Sebagai orang beriman, marilah menjaga hati kita dari segala yang jahat. Hati kita perlu dijaga sesuai firman Tuhan. Bila hati kita sejalan dengan firman Tuhan, maka kita terluput dari segala yang jahat. Bila kita terhindar dari segala yang jahat, maka Tuhan pun bersukacita atas kita. Dia akan memberkati dan menaungi kita dari kelimpahan anugerah-Nya. Jadi, tanyakan pada diri Anda sendiri, sudahkah Anda menjaga hati hari ini?

BE.691:1 “Hupasahat ma tu Jesus”

Hupasahat ma tu Jesus saluhutna ngolungki, Roha nang pambaenanku saluhutna tingkingki. Hupasahat ma tu Jesus saluhutna diringki, Hupasahat ma tu Jesus  saluhutna ngolungki.

Doa

“Ya Allah Bapa, berikan kemampuan bagiku untuk menjaga hatiku”. Amin.  

Selamat beraktivitas

Jangan Abai Protokol Kesehatan

Tuhan Yesus memberkati

DAFTAR YANG BERULANGTAHUN KELAHIRAN DAN PERKAWINAN, 13 – 19 SEPTEMBER 2021

ULANGTAHUN KELAHIRAN

NO NAMA L/P TANGGAL LAHIR USIA WIJK
1 Esdi Samsul Siadari L 13-09-1992 29 KAMPUNG KRISTEN
2 Michael Jero Sijabat L 13-09-2000 21 ALAB DAME
3 Lewarda Nikanor  Tampubolon L 13-09-2005 16 KAMPUNG POLRI
4 Giselle V M P Simanjuntak P 13-09-2011 10 PARLUASAN
5 Renata Tambunan P 14-09-1954 67 WONOSARI 3
6 Samwhan Ngolu Siahaan L 14-09-1982 39 KAMPUNG KRISTEN
7 Sariulina Nainggolan P 14-09-1982 39 KAMPUNG POLRI
8 Binsar Oloan Simaremare L 14-09-1984 37 WON.4 KP.TARUTUNG
9 Jelita  Nababan P 14-09-1988 33 TELADAN/WONOSARI 1
10 Andi Stepanus Hutapea L 14-09-1992 29 WON.4 KP.TARUTUNG
11 Valeria Damanik P 14-09-2005 16 PARLUASAN
12 Rospita Sirait P 15-09-1957 64 ALAB DAME
13 Timoria Pane P 15-09-1957 64 PARLUASAN
14 Sahat Siagian L 15-09-1959 62 PSR HITAM / KP.TOBA
15 Ninkon Boy Sirait L 15-09-1967 54 WON.4 KP.TARUTUNG
16 St. Posman  Simanjuntak S.Pd L 15-09-1968 53 ALAB DAME
17 Siti Raya Nadeak P 15-09-1969 52 TELADAN/WONOSARI 1
18 Ita br Tarigan P 15-09-1982 39 WON.4 KP.TARUTUNG
19 Sunggul Parningotan Sigiro L 15-09-1983 38 WON.4 KP.TARUTUNG
20 Tomat Napitupulu L 16-09-1947 74 KAMPUNG POLRI
21 Roffi Silalahi P 16-09-1973 48 PARLUASAN
22 Adri Hasiholan Sitanggang L 16-09-1994 27 PSR HITAM / KP.TOBA
23 Sumantri Timoti Silaban L 16-09-2008 13 MEMBANG MUDA
24 Fricilia Dwi Renata Pane P 16-09-2013 8 KAMPUNG KRISTEN
25 Septiawan Nababan L 16-09-2017 4 PARLUASAN
26 Jansen Sijabat L 17-09-1957 64 PSR HITAM / KP.TOBA
27 Jhonson Simanjuntak L 17-09-1971 50 ALAB DAME
28 Ramot Hasudungan Sihite L 17-09-1984 37 TELADAN/WONOSARI 1
29 Efta Debora br Marpaung P 17-09-1988 33 KAMPUNG KRISTEN
30 Septiana Juwinda Sirait P 17-09-1992 29 PARLUASAN
31 Ardi Wandahlan Limbong L 17-09-2001 20 KAMPUNG POLRI
32 Clara Sihaloho P 17-09-2011 10 ALAB DAME
33 Dio Togi Siagian L 17-09-2012 9 WONOSARI 2
34 Lambok Franky Tampubolon S.Pd L 18-09-1983 38 PARLUASAN
35 Reni Suryaningsih Hutapea P 18-09-1983 38 ALAB DAME
36 Daniel Bonar Samosir L 19-09-1968 53 KAMPUNG KRISTEN
37 Petrus Hotlan Lumban Tobing L 19-09-1977 44 WONOSARI 3
38 Helga Dwi Margaretha Tampubolon P 19-09-1989 32 PARLUASAN
39 Joel Sianturi L 19-09-1999 22 TELADAN/WONOSARI 1
40 Devi Chintya Sitanggang P 19-09-2005 16 PARLUASAN
41 Mexwell Perdana Marpaung L 19-09-2009 12 PARLUASAN
42 Frendi Ebenezer Sinaga L 19-09-2012 9 ALAB DAME

ULANGTAHUN PERKAWINAN

NO NAMA TANGGAL THN WIJK
1 J Siagian / D Panggabean 13-09-1991 30 PSR HITAM / KP.TOBA
2 Jhonson M M Sitorus / Ruth Juli Sartika Siburian 16-09-2011 10 PARLUASAN
3 Pahotan  Nababan / Imelda br Pangaribuan 16-09-2013 8 WON.4 KP.TARUTUNG
4 Lambok Franky Tampubolon S.Pd / Dina Mariana Siregar S.Pd 18-09-2010 11 PARLUASAN
5 Andrew Clinton Tampubolon / Lena Intan Dora  Nadeak 19-09-2019 2 PARLUASAN

MURAH HATI SEPERTI BAPA

RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN

Sabtu, 18 September 2021

LUKAS 6:36

“Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.”

Murah hati adalah salah satu sifat atau karakter yang harus ada dalam diri orang percaya.  Mengapa?  Karena Kristus telah meninggalkan teladan hidup bagi kita, maka dari itu kita harus mengikuti jejak-Nya.  Sebagai orang percaya  adalah mutlak bagi kita mewarisi sifat atau karakter dari Bapa-Nya, salah satunya adalah hal kemurahan hati.  Murah hati adalah cara untuk menyatakan perbuatan baik kepada orang lain.  Kemurahan hati selalu ditandai dengan sikap yang penuh belas kasihan terhadap orang lain, adanya tindakan suka memberi, tidak berlaku pelit, suka menolong, baik hati, dan sebagainya. Bermurah hati merupakan perintah Tuhan yang harus dilakukan oleh orang percaya yang telah beroleh kemurahan dari Tuhan.  Karena kemurahan Tuhan sematalah dosa-dosa kita telah diampuni dan kita diselamatkan..

Kemurahan hati berasal dari dua kata latin pati dan cum yang berarti menderita bersama, berbela rasa, murah hati. Kepada siapa kita harus bermurah hati?  Kita harus bermurah hati bukan hanya kepada orang-orang yang berlaku baik kepada kita atau orang yang mengasihi kita, melainkan kepada semua orang, termasuk kepada musuh atau orang yang menyakiti kita sekalipun.  Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka. Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosapun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka.”  (Luk.6:31-32). Alkitab menyatakan bahwa ada berkat tersedia bagi orang-orang yang memiliki kemurahan hati, yaitu mendapatkan upah yang besar dari Tuhan  (Luk.6:33)  dan juga beroleh kemurahan.  “Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.”  (Mat.5:7).  Dinyatakan pula bahwa  “Orang yang murah hati berbuat baik kepada diri sendiri,”  (Amsal 11:17).  Kemurahan hati adalah salah satu dari buah Roh yang harus dihasilkan dalam kehidupan orang percaya  (Gal.5:22-23).  Ini adalah proses hidup yang dikerjakan oleh Roh Kudus dalam diri orang percaya melalui persekutuan yang karib dengan Tuhan, ibadah, pelayanan, doa, dan ketaatannya dalam mengiring Kristus. (PASS)

BE.794:2 “Ro ma Ho Tuhan (1)”

Gok pasupasuM tu na buas roha, Unang ganggu au marasi ni roha. Pargogoi ma au mangurupi dongan, Baen ma pasupasu HuriaM Tuhan.

Doa

“Ya Allah Bapa, ajar aku untuk menjadi pribadi yang Murah hati. Amin”.

Selamat beraktivitas

Jangan Abai Protokol Kesehatan

Tuhan Yesus memberkati

KITA BERENCANA, TUHAN YANG TENTUKAN

RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN

Jumat, 17 September 2021

AMSAL 16:9

“Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi TUHANlah yang menentukan arah langkahnya.”

Tentu kita sudah tidak asing lagi dengan judul di atas. Dan memang demikianlah adanya, karena pada suatu ketika, kita akan menyadari bahwa seberapa hebatnya kemampuan kita dan sematang-matangnya rencana kita, tetap saja kita tidak bisa melawan kehendak Tuhan. Tidak jarang ada banyak orang yang sudah mengeluarkan biaya dan usaha yang tidak sedikit, namun akhirnya harus berakhir dengan kerugian karena ternyata itu tidak sejalan dengan apa yang menjadi kehendak Tuhan. Lewat Amsal Salomo kita diingatkan bahwa “Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi Tuhanlah yang menentukan arah langkahnya.” Ini adalah sebuah pernyataan yang tegas bahwa sehebat apapun kita, kita tidak akan pernah bisa melawan kehendak Tuhan. Kita bisa mencobanya, dan mungkin kita bisa mencapai sesuatu hingga tingkatan tertentu, tetapi walau bagaimanapun sesuatu yang tidak berjalan seperti rancangan Tuhan tentulah tidak sebaik seperti ketika kita berjalan sepenuhnya seturut kehendakNya. Hati atau pikiran kita bisa berpikir tentang jalan yang menurut kita terbaik, tapi di atas segalanya Tuhan tentu lebih tahu tentang kita, karena Dia sendirilah yang “membentuk dan menenun” kita sejak dalam kandungan. Yesaya mengetahui benar hal itu dan berkata “Tetapi sekarang, ya TUHAN, Engkaulah Bapa kami! Kamilah tanah liat dan Engkaulah yang membentuk kami, dan kami sekalian adalah buatan tangan-Mu.” (Yesaya 64:8). Sebagai Pembuat kita, tentu Tuhan lebih mengetahui segala sesuatu tentang kita. Dia jauh lebih tahu apa yang terbaik untuk kita ketimbang apa yang menurut kita terbaik buat kita. Kabar baiknya, Tuhan memang merencanakan segala rancanganNya yang terbaik lengkap dengan segala sesuatu untuk mencapai hari depan yang penuh harapan. Agar kita tidak melakukan sesuatu sia-sia, yang terbaik tentu adalah mengetahui apa yang menjadi rancangan Tuhan buat kita, dan berjalan sesuai itu. Dan kita tidak akan pernah bisa mengetahui itu apabila kita tidak mulai membangun keintiman dengan Tuhan lewat ungkapan syukur, pujian, ketaatan dan doa-doa kita. Selain dari pada itu, kita harus pula memiliki sikap hati yang mau dibentuk. Kita boleh berencana apapun, tetapi jalan dari Tuhan pasti tetap yang paling baik. Sudahkah kita bertanya kepadaNya apa yang menjadi kehendakNya dalam hidup kita? Sudahkah kita mengetahui itu, dan menjalani semua seturut dengan kehendakNya? karenanya temukanlah apa yang menjadi kehendak Tuhan untuk anda dan berjalanlah didalamnya. (PASS)

BE.279:3 “Pasahat ma Sudena”

Diboto Debatanta Parasi roha i Na denggan nang na roa Di hita sasude. Na denggan dipatongon Tu hita sai tongtong, Na roa dipadaohon Manjaga hita on.

Doa

“Ya Allah Bapa, ajar aku untuk menyadari bahwa hanya kepadaMu saja kami berharap. Amin”.

Selamat beraktivitas

Jangan Abai Protokol Kesehatan

Tuhan Yesus memberkati

 

TUHAN TEMPAT KITA BERHARAP

RENUNGAN HKBP AEKKANOPAN

Kamis, 16 September 2021

MAZMUR 130:3

“Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan-kesalahan, Tuhan, siapakah yang dapat tahan?”

Kehidupan dengan segala kompleksitas yang ada terkadang membuat kita sering mengabaikan sapaan Tuhan dalam hidup kita. Dalam keadaan demikian, kita bukannya datang mencari Tuhan, kita justru jatuh dalam kesibukan yang menggiring kita menuju ke jurang keputusasaan. Dalam jurang keputusasaan, pemazmur berteriak kepada Tuhan. Ia merasa terisolasi dan jauh dari Tuhan. Namun, dalam keadaan seperti itu, pemazmur justru dituntun dalam pengakuan akan dosanya. Dalam pengakuannya, ia menyadari bahwa ia tidak akan dapat berseru dan berdiri di hadapan Tuhan jika Tuhan mengingat-ingat setiap kesalahan yang diperbuatnya. Meski demikian, ia tetap berseru kepada-Nya sebab ia menemukan bahwa pada Allah ada kemurahan, pengampunan, dan penebusan. Pada Tuhan ada pengampunan yang sempurna. Allah ditakuti bukan dalam nuansa negatif. Ketakutan umat Allah terhadap-Nya diberikan dalam nuansa kegentaran dan kekaguman. Ketika pemazmur berlutut di hadapan Allah, ia menemukan pengharapan dan kasih setia yang berlimpah. Jalur komunikasi umat dengan Allah selalu terbuka. Di dalam doa pemazmur menyadari bahwa Allah tidak pernah membuang umat-Nya. Seperti pemazmur, keputusasaan dalam hidup sering menghampiri kita sehingga kita merasa jauh dari Tuhan. Pada waktu seperti itu, seberapa berani kita menghampiri Allah di dalam doa? Apakah kita berdoa dengan kegentaran dan rasa kagum karena pengampunan yang Ia sediakan bagi kita umat pilihan-Nya? Adakah kesadaran akan kemurahan, pengampunan, dan penebusan yang telah Ia berikan kepada kita melalui Kristus Yesus? Allah tidak pernah menolak kita ketika kita datang kepada-Nya. Dia tidak pernah mengingat-ingat kesalahan yang telah kita perbuat. Doa merupakan sarana komunikasi yang terus terbuka bagi umat-Nya di dalam Kristus Yesus. Firman-Nya berkata bahwa jika kita mengaku dosa kita, Ia setia dan adil, Ia akan mengampuni serta membebaskan kita dari segala dosa kita. (PASS)

BE.681:1 “Ale Amang Asi RohaM”

Amang sai pargogoi ma au di hasiangan on, TondiM pasaor tu tondingkon pamalum rohangkon. Sai usehon, sai usehon TondiMi tu au, Asa monang maralohon parungkilon au.

Doa

“Ya Allah Bapa, ajar aku untuk menyadari bahwa hanya kepadaMu saja kami berharap. Amin”.

Selamat beraktivitas

Jangan Abai Protokol Kesehatan

Tuhan Yesus memberkati